Rangkuman Berita Utama Timteng, Rabu 8 Februari 2017

pasukan hizbullahJakarta, ICMES: Pakar militer Israel menyebut Hizbullah sebagai pasukan terhebat di Timteng sekaligus ancaman paling berbahaya bagi Israel.

Da’i kondang Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz al-Fawzan menuding kaum Muslim Syiah berusaha membakar Ka’bah.

Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa pasukan loyalis Mansour Hadi di Yaman telah menguasai bagian tengah kota pelabuhan Mukha.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi memastikan kelompok teroris ISIS secara militer sudah berakhir masanya di Negeri 1001 Malam ini.

Berita selengkapnya:

Pakar Israel: Kekuatan Hizbullah Yang Terpublikasi Hanyalah Sebagian Kecilnya

Nazaret, LiputanIslam.com –  Pakar militer Israel Yiftah Shapir dari Institute for National Security Studies (INSS)  dalam kajian terbarunya yang dipublikasi oleh lembaga milik Israel ini menyebut Hizbullah sebagai pasukan terhebat di Timteng sekaligus ancaman paling berbahaya bagi Israel.

Seperti dilansir Rai al-Youm, Selasa (7/2/2017), Yiftah menilai Hizbullah secara umum berhasil menjaga dengan baik rahasia militernya sehingga apa yang terpublikasi selama ini tentang Hizbullah sebagai “tentara” masih “sedikit sekali”.

“Dari sedikit yang terpublikasi itupun kita dapat mengatakan dan mengklaim bahwa Hizbullah adalah tentara terkuat di Timteng,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa kelompok pejuang muqawamah (resistensi) Islam pimpinan Hassan Nasrallah ini “terorganisir rapi, terlatih, terbekali dengan baik, banyak belajar dari konfrontasinya dengan Israel, membangun dirinya secara pintar, memiliki perlengkapan mutakhir dan sumber daya manusia teruji, penuh motivasi, dan memiliki ideologi perang yang tinggi.”

Dia juga memastikan bahwa keterlibatan Hizbullah dalam perang di Suriah bersama Brigade al-Quds milik Iran, tentara Suriah, dan tentara Rusia telah membuat Hizbullah menimba pengalaman baru dan semakin berbahaya bagi Israel.

Menurutnya, kalaupun Hizbullah bukan ancaman terbesar bagi Israel, tapi dapat dipastikan bahwa kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon ini merupakan pasukan militer yang paling bertekad dan terlatih.

Yiftah juga mengingatkan bahwa Hizbullah kini menguasai persenjataan yang belum pernah mereka miliki sebelumnya, termasuk tank dan sistem pertahanan udara, dan mereka juga mahir mengoperasikan dua jenis perlengkapan perang ini.

Pakar yang juga memimpin lembaga Program Keseimbangan Militer Timteng ini lantas berkesimpulan bahwa Hizbullah merupakan kekuatan paling berbahaya bagi negara Zionis Israel. (mm/raialyoum)

Da’i Saudi Syeikh al-Fawzan Tuding Syiah Berusaha Bakar Kaabah

MekkahAl-Mukarramah, LiputanIslam.com –  Da’i kondang Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz al-Fawzan menuding kaum Muslim Syiah berusaha membakar Ka’bah dan “membebaskan Hijaz (Arab Saudi)”.

“Jangan heran atas tertangkapnya seseorang yang berusaha membakar Kaabah selagi para syeikh mereka memotivasi mereka secara terbuka supaya membakar Kaabah dengan niat demi mendekatkan diri kepada Allah (mereka adalah maka waspadailah mereka),” tulis al-Fawzan di halaman Twitternya, seperti dikutip al-Alam, Selasa (7/2/2017).

Dia menambahkan, “Umat kita sekarang sedang menghadapi perang menyeluruh dan dengan segala sarana… Sangat dibutuhkan pembangkitan kepedulian dan pengerahan segenap tenaga yang aktif. Maka kami mengingatkan janganlah tidak percaya orang-orang yang tulus lalu kita menghalangi misi mereka dan menggagalkan sepak terjang mereka.”

Cuitan al-Fawzan ini mengemuka setelah lembaga pengurus Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi mengumumkan bahwa pada Senin malam lalu seorang pria telah berusaha membakar dirinya di dekat Kaabah hingga percikan bahan bakar yang dibawanya mengena tirai sisi barat Kaabah.

Namun demikian, menurut laporan Huffington Post, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pria itu mengalami masalah kejiwaan sehingga berusaha membakar dirinya dengan menyiramkan bensin pada tubuhnya dekat Kaabah.

Pria berusia sekitar 40 tahun warga negara Saudi sendiri itu sedang tertekan masalah keluarga dan sebelumnya juga sudah pernah mencoba bunuh diri di salah satu ruang pengadilan Arab Saudi.

“Sengketa keluarga mengenai warisan mendiang ayahnya yang diperkirakan bernilai jutaan namun dikuasai oleh pamannya berada di balik (kejadian ) itu,” bunyi rekaman yang ada pada seorang polisi Masjid al-Haram.

Juru bicara resmi Masjid al-Haram juga menepis narasi yang menyebutkan bahwa warga negara Saudi itu bermaksud membakar tirai Kaabah.

“Ketika membekuknya, orang-orang telah menyebabkan bahan bakar itu memercik ke tirai Kaabah,” katanya.

Huffington Post melaporkan bahwa segera setelah kejadian ini dan sebelum ada pernyataan dari jubir resmi kepolisian Mekkah al-Mukarramah, para pengguna Twitter membuat hashtag khusus dan menuduh pria itu berusaha membakar Kaabah, dan mengaitkan pria itu dengan penganut aliran tertentu (Syiah). (mm/alalam/huffingtonpost)

Pasukan Loyalis Hadi Dilaporkan Kuasai Bagian Tengah Kota Mukha di Yaman

Riyadh, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa “tentara nasional dan pasukan rakyat” Yaman telah menguasai bagian tengah kota pelabuhan Mukha serta sebagian besar bangunan dan jalanan, Selasa (7/2/2017). Mereka juga menyebutkan, “milisi Houthi (Ansarullah) dan Ali Saleh (mantan presiden Yaman)  berada dalam kondisi terdesak mundur dan kabur.”

Kantor berita Yaman, Saba, mengutip pertanyaan sumber militer di Taiz bahwa pasukan loyalis yang disebut tentara nasional Yaman itu telah merampungkan operasi razia kawasan-kawasan permukiman yang menjadi tempat persembunyian milisi Houthi, dan penduduk di kawasan yang berhasil “dibebaskan” di tengah kota Mukha “menyambut gembira” kedatangan pasukan loyalis Hadi.

Sumber itu menambahkan, “Operasi militer terus berlanjut untuk menghalau sisa-sisa milisi setelah dibuka jalur-jalur aman bagi penduduk untuk meninggalkan rumah dan perkampungan mereka.”

Dia juga menyebutkan sejumlah anggota Ansarullah telah menyerahkan diri kepada pasukan loyalis Hadi.

Di pihak lain, situs al-Masirah melaporkan bahwa “tentara Yaman” (loyalis Saleh) dan pasukan “Komite Rakyat” yang berafiliasi dengan Ansarullah menghadang serbuan besar “pasukan bayaran”  yang didukung serangan udara dan laut secara sengit ke kota Mukha yang dimulai sejak Selasa pagi hingga sore.

Media milik Ansarullah ini menyebutkan bahwa puluhan pasukan bayaran, termasuk ISIS, al-Qaeda dan tentara Sudan, tewas dalam pertempuran ketika pasukan ini berusaha bergerak maju ke bagian timur Mukha.

Beberapa waktu lalu, Ansarullah menegaskan bahwa mempertahankan kota pelabuhan Hudaidah bagi kelompok ini jauh lebih penting daripada mempertahankan Sanaa, ibu kota Yaman.

Saat itu Ansarullah juga membantah klaim bahwa pelabuhan Mukha telah jatuh ke tangan loyalis Hadi yang didukung pasukan Saudi dan sekutunya. (mm/raialyoum/almasirah)

PM Irak: Riwayat ISIS Sudah Tamat di Irak

Baghdad, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Irak Haider Abadi memastikan kelompok teroris ISIS secara militer sudah berakhir masanya di Negeri 1001 Malam, dan otoritas Irak juga mengantongi informasi tempat keberadaan gembong ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

“Masalah konfrontasi dengan ISIS sudah selesai, ISIS sudah berakhir secara militer, dan mereka akan mendapat gempuran sengit di Irak hingga mereka hancur di semua tempat,” katanya dalam wawancara dengan France24 milik Perancis, Selasa (7/2/2017).

Ditanya mengenai apakah ISIS berada di Mosul yang sebagian besarnya sudah direbut lagi oleh pasukan Irak, Abadi mengatakan, “Saya tidak mengungkapkan apapun soal ini, ada data-data tertentu mengenai di mana dia berada.”

Mengenai kabar bahwa al-Baghdadi sudah angkat kaki dari Irak ke wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah, dia menuturkan, “Sebagian besar kombatan (ISIS) non-Irak sudah hijrah bersama keluarga mereka, meninggalkan Mosul sejak beberapa lama… Al-Baghdadi telah kehilangan sebagian besar petinggi yang bersama mereka.”

Dia juga menegaskan, “Kami mengetahui pergerakan al-Baghdadi dan lingkaran yang mengitarinya…Kami yakin pasukan kamiakan menang dan membebaskan Mosul dalam waktu dekat ini.” (mm/alalam)