Rangkuman Berita Utama Timteng, Rabu 4 Januari 2017

jabhat-al-nusraJakarta, ICMES: Sedikitnya 25 teroris anggota dan pimpinan Jabhat al-Nusra tewas dihantam serangan udara di Suriah, sementara pasukan udara Turki dan Rusia sama-sama menggempur posisi-posisi ISIS di Suriah utara di tengah ancaman ISIS untuk menyerang Jembatan Bosphorus dan Universitas Istanbul.

Di Irak, pasukan negara ini  berhasil merebut kembali beberapa distrik dan sebuah pusat perdagangan di kota Mosul dari tangan ISIS.

Berita selengkapnya;

Serangan Udara Terjang al-Nusra di Idlib, 25 Teroris Temui Ajal

Sedikitnya 25 teroris anggota dan pimpinan Jabhat Fateh al-Sham alias Jabhat al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah, tewas akibat serangan udara yang menerjang salah satu markas utama mereka di provinsi Idlib, Suriah, Selasa (3/1/2017). Demikian dilaporkan lembaga Observatorium Suriah untuk HAM.

“Beberapa jet tempur yang tak jelas apakah milik pasukan koalisi internasional pimpinan Washington atau milik Rusia telah menyerang markas besar Jabhat Fateh al-Sham dekat distrik Sarmada di bagian barat laut provinsi Idlib,” ungkap Rami Abdulrahman, ketua direktur eksektif lembaga tersebut kepada AFP.

Dia menambahkan, “Sedikitnya 25 orang tewas, beberapa di antaranya adalah pimpinan yang mengadakan pertemuan di salah satu markas utama kelompok itu di Suriah yang di dalamnya terdapat berbagai bidang administrasi.”

Melalui medsos Telegram, kelompok teroris ini menuduh pasukan koalisi internsional telah menyerang markas mereka.

Reporter AFP melaporkan bahwa serangan udara juga telah menerjang beberapa tempat di distrik Sarmada, termasuk sebuah barikade milik Jabhat Fateh al-Sham, dan terdapat mobil-mobil ambulan berdatangan ke lokasi-lokasi yang terkena serangan.

Seperti diketahui gencatan senjata di Suriah telah diterapkan sejak Kamis pertengahan malam pekan lalu, namun tidak berlaku untuk kelompok-kelompok teroris seperti Jabhat al-Nusra dan ISIS. (raialyoum)

Jet Tempur Turki dan Rusia Bersatu Gempur ISIS di Suriah

Militer Turki Senin lalu (2/1/2017), mengumumkan bahwa pasukan udara Turki dan Rusia sama-sama menggempur posisi-posisi ISIS di Suriah utara.

“Dalam operasi ini sebanyak 111 sasaran telah digempur, dan sedikitnya 22 anggota ISIS tewas,” ungkap militer Turki di laman resminya, seperti dikutip IRNA, Selasa (3/1/2017)

Ditambahkan bahwa posisi-posisi ISIS yang dihajar berada di kawasan Deir Qaq, 8 km selatan kota al-Bab, dan Turki terus melanjutkan dukungan darat dan udaranya kepada operasi pembebasan kota al-Bab yang dilancarkan oleh kubu oposisi Suriah.

Operasi bersama angkatan udara Rusia dan Turki tercatat sudah dua kali ini. Kali pertama dilakukan Kamis pekan lalu atas permintaan Turki supaya jet-jet tempur Rusia turut mengganyang ISIS di al-Bab.

Operasi udara Rusia dilancarkan di al-Bab ketika Turki mengecam keengganan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat menyokong operasi militer Turki di al-Bab. Selain itu, Turki juga menuding Barat tidak serius memerangi ISIS.

Operasi pembebasan al-Bab sudah berlangsung sekian minggu, dan tak sedikit kerugian yang dialami Turki dalam operasi ini. Tercatat sedikitnya 20 tentara Turki tewas dan 85 lainnya luka-luka.

Pekan lalu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan operasi pembebasan al-Bab akan segera usai, tapi hingga kini belum ada laporan mengenai masuknya pasukan Turki ke al-Bab.

“Pengepungan al-Bab akan segera berakhir, dan selanjutnya adalah kota Manbij dan Raqqah,” ungkapnya.

Turki melancarkan operasi militer di Suriah utara dengan sandi “Perisai Furat” sejak 24 Agustus lalu. (irna)

Gawat, ISIS Incar Jembatan Bosphorus dan Universitas Istanbul

Setelah melancarkan aksi teror di sebuah tempat hiburan malam di sisi Selat Boshporus, Istanbul, Turki, pada perayaan Tahun Baru Minggu lalu, kini ISIS terlihat mengincar Jembatan Bosphorus dan Universitas Istanbul.

Rencana jahat ini diungkapkan oleh kelompok teroris berhaluan Salafi/Wahabi itu melalui meme yang tersebar dengan cepat di berbagai medsos dan laman internet. Pada dua meme yang sudah beredar luas terlihat ekspresi ISIS menjadikan Turki sebagai kawasan “jihad” mereka, dan terdapat seruan supaya para pendukungnya melancarkan serangan di negara yang semula bermain mata dengan ISIS tersebut.

“Wahai orang-orang yang bertauhid, Turki sekarang telah masuk dalam zona operasi dan proyek jihad kalian,” bunyi seruan yang tertulis di dalam satu meme bergambar sosok pria bersenjata menghadap Jembatan Boshporus.

Foto Jembatan Boshporus yang digunakan dalam meme merupakan foto yang ditampilkan oleh perusahaan-perusahaan jasa pariwisata Arab dalam mempromosikan jembatan tersohor sepanjang 1,560 meter yang dibuka pada tahun 1973 tersebut.

Satu meme lain bertuliskan kalimat Arab dengan arti yang sama bergambar pria bersenjata menghadap bangunan Universitas Istanbul berbendera Turki di atas tiang yang patah.

Belakangan ini ketakutan terhadap merebaknya serangan teror kian mencekam masyarakat Turki, dan aparatpun menerapkan sistem keamanan ekstra ketat untuk mengantisipasi serangan.

Sepanjang tahun 2016 Turki diterjang 27 serangan teror yang terjadi di beberapa kota besar, mengakibat 337 orang tewas dan 1418 lainnya luka-luka.

Turki merupakan negara yang memfasilitasi membanjirnya para teroris di Suriah dan Irak, tapi terkena sendiri getah bahaya terorisme, terutama belakangan ini. Ancaman teroris terhadap Turki menghebat setelah negara ini merapat dengan Rusia menyusul pembebasan kota Aleppo, Suriah, oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya. (irna)

Operasi Pasukan Irak Kian Sengit, Beberapa Kawasan Lagi Bebas di Mosul

Pasukan Irak terus memperluas wilayah kekuasannya dalam operasi penumpasan kelompok teroris ISIS di dalam kota Mosul dengan merebut kembali beberapa distrik dan sebuah pusat perdagangan, Selasa (3/1/2017).

“Pasukan reaksi cepat yang bernaung di bawah kepolisian federal telah merebut kembali distrik al-Mithaq di bagian tenggara Mosul,” ungkap Mostafa al-Nadiri, tentara Irak berpangkat kolonel, kepada Anadolu, sembari menyebutkan bahwa distrik merupakan “salah satu markas  terakhir ISIS.”

Dia juga mengatakan, “Pasukan Kontra-Terorisme yang bertempur di frot timur Mosul telah merebut kawasan al-Muaridh dan sebuah komplek perdagangan bahan-bahan cadangan di selatan distrik al-Ta’mim, Mosul timur.”

Dia mengaku belum memiliki informasi mengenai korban yang jatuh dari kedua pihak dalam perkembangan situasi perang Mosul tersebut.

Sementara itu, kepolisian Irak di hari yang sama menyatakan puluhan anggota ISIS kabur dari distrik al-Wahdah di bagian tenggara Mosul menuju distrik al-Baath setelah pasukan Irak mendekati al-Wahdah.

Komandan Kepolisian Federal Irak Shakir Judat mengatakan bahwa kaburnya para teroris itu terpantau dari beberapa drone.

Sebelumnya dilaporkan bahwa seorang pejabat bidang media ISIS dan dua orang yang menyertainya tewas di kawasan al-Karamah, Mosul timur. Sumber lokal menyebutkan bahwa ketiganya tewas ketika ISIS mengerahkan puluhan awak medianya untuk menyediakan laporan visual jalannya situasi pertempuran.

Dilaporkan pula bahwa sembilan anggota ISIS tewas dan satu mobil bersenapan otomatis mereka hancur terkena serangan drone pasukan Irak di Mosul timur.

Dalam peristiwa lain, seorang pejabat pengadilan syariat ISIS tewas akibat ledakan mobilnya sendiri di kawasan Hamrin di bagian timur provinsi Salahuddin. Sumber keamanan Irak mengatakan, “Teroris yang tewas itu merupakan tokoh terkemuka ISIS dan orang dekat Abu Bakar al-Baghdadi (pemimpin ISIS).”

Operasi penumpasan ISIS kian intensif dan menghebat sejak beberapa hari lalu setelah pasukan Irak mengumumkan dimulainya babak kedua operasi pembebasan Mosul pekan lalu.

Perdana Menteri Irak beberapa waktu lalu memperkirakan ISIS akan dapat dienyahkan dari Negeri 1001 Malam ini paling lambat bulan April mendatang. Perkiraan melesat jauh dari perkiraan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Mosul akan berhasil dibebaskan secara total sebelum akhir tahun 2016. (raialyoum/alsumarianews/irna)