Rangkuman Berita Timteng, Rabu 26 April 2017

hashd-al-shaabi-balik-bendera-isisJakarta, ICMES: Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi memulai operasi militer pembebasan kawasan bersejarah al-Hidr, selatan Mosul.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyatakan Israel akan terdampak langsung jika terjadi perang AS vs Korut.

Mantan perdana menteri Qatar menyerukan kepada dunia Arab agar menggalang kerjasama dengan Iran.

Hamas  sedang menyiapkan deklarasi dokumen politik barunya berupa pelantikan Ismail Haniyeh sebagai pemimpin baru.

Tentara Suriah bergerak pesat di bagian timur provinsi Damaskus dan wilayah kota Deir el-Zor, dan sebanyak 38 teroris ISIS tewas di tangan mereka.

Berita selengkapnya;

Relawan Irak Mulai Operasi Militer di Selatan Mosul

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi memulai operasi militer pembebasan kawasan bersejarah al-Hidr, selatan Mosul, dari pendudukan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Selasa (25/4/2017).

Al-Hashd al-Shaabi menyatakan pihaknya yang didukung pasukan pemerintah telah memulai operasi itu dari tiga arah utama untuk pembebasan al-Hidr dan beberapa kawasan lain di sekitarnya dari cengkraman kawanan teroris berfaham Wahabisme tersebut.

Di hari pertama operasi bersandi “Muhammad Rasulullah” itu mereka berhasil menerjang barikade-barikade tanah, menyerbu sejumlah desa di utara al-Hidr, dan mengatasi puluhan bom yang dipasang ISIS sebagai jebakan maut.

Abu Mahdi al-Muhandis, salah satu komandan pasukan relawan Irak, menyatakan, “Kami memulai operasi kami, Muhammad Rasulullah, majulah dan bertawakkallah kepada Allah.”

Pasukan ini  berhasil merebut sebuah bukit bersejarah yang disebut “Tal Hilayim”, dan menyambut puluhan tahanan yang kabur dari zona pertempuran di sekitar al-Hidr.

Selanjutnya mereka menguasai puluhan desa di barat daya provinsi Nineveh dan mencapai kawasan sekitar daerah Tal Afar di timur Mosul.  (rayalyoum)

Israel: Korut Bersekutu Dengan Suriah

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyatakan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) meningkat,  dan Israel akan terdampak langsung jika terjadi perang AS vs Korut.

Dalam wawancara dengan situs Walla milik Israel dia menjelaskan bahwa Israel akan terkena dampak perang itu karena Presiden Korut Kim Jong-un bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dia lantas mengklaim bahwa sebagaimana Iran, Suriah dan Hizbullah, Korut juga ingin mengacaukan stabilitas dunia.

Menurut Lieberman, kalaupun perang nuklir terbatas hanya di Korut tapi perkaranya juga akan menjalar ke medan pertempuran di Timteng.

“Krisis dunia di penjuru dunia manapun juga akan berpengaruh pada kawasan-kawasan lain,” katanya.

Dia menambahkan, “Saya tidak ingin masuk ke berbagai skenario yang ada terkait dengan persoalan ini, tapi di dunia tidak ada krisis nuklir terbatas.”

Rezim Zionis Israel diperkirakan memiliki sedikitnya 200 hulu ledak nuklir, dan tak satupun lembaga internasional mengawasi aktivitas nuklir rezim penjajah Palestina ini. (irna)

Mantan PM Dan Menlu Qatar Minta Dunia Arab Galang Kerjasama Dengan Iran

Mantan perdana menteri sekaligus mantan menteri luar negeri Qatar Syeikh Hamad bin Jassim al-Thani dalam pidatonya pada seminar di sebuah universitas negara ini menyerukan kepada dunia Arab agar menggalang kerjasama dengan Iran berdasarkan prinsip saling menghormati.

Dalam seminar bertema “GCC (Dewan Kerjasama Teluk); Tantangan Regional dan Masa Depan Hubungan Negara-Negara Tetangga” dia meminta negara-negara Arab menjalin hubungan baru dengan Iran demi meredakan ketegangan.

Dia memuji reaksi dan sikap Iran terhadap perkembangan situasi regional, dan menilai negara-negara GCC sebaiknya menjalin kerjasama dengan Iran dan menyudahi kebijakan pasif mereka selama ini dalam berbagai krisis di Timteng, termasuk Suriah.

“Negara-negara Arab Teluk tak berperan sebagai pemadam kebakaran di kawasan ini dan hanya cukup melontarkan kecaman dalam perkembangan,” kritik Syeikh Hamad.

Dia juga menyebutkan bahwa Suriah dewasa ini menjadi ujian konflik regional.

“Akibat krisis Suriah, dunia Arab mengalami stagnasi politik dan kebijakan standar ganda. Berlanjutnya krisis Suriah memperlihatkan tingkat kelemahan dan ketidak berdayaan negara-negara Arab,” katanya. (rt/irna)

Hamas Akan Segera Umumkan Pemimpin Barunya, Ismail Haniyeh

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dilaporkan sedang menyiapkan deklarasi dokumen politik barunya berupa pelantikan Ismail Haniyeh sebagai pemimpin baru faksi pejuang Palestina ini menggantikan Khaled Mashal.

Sebuah sumber anonim Hamas mengatakan, “Gerakan ini sedang melakukan persiapan untuk mengumumkan dokumennya pekan depan dari Doha, ibu kota Qatar, dan seminggu setelah itu akan mengumumkan kepala baru biro politiknya.”

Dia menjelaskan bahwa Hamas menyelenggarakan pemilihan yang mencakup wilayah  Jalur Gaza, Tepi Barat, penjara-penjara, dan luar negeri, dan sampai sekarang pemilihan ketua biro politiknya masih belum selesai.

Menurutnya, sudah ada konsensus para petinggi Hamas untuk kepemimpinan Ismail Haniyah dalam biro politik gerakan ini. Sementara ini Haniyah sekarang masih menjabat sebagai wakil ketua biro politik Hamas.

Sumber itu menambahkan bahwa popularitas Haniyah sangat besar, tidak bermusuhan dengan negara manapun, dan dekat dengan Khalid Mashal. Dia juga mengatakan bahwa pemimpin Hamas tidak harus berada di luar negeri.

Petinggi Hamas Ahmad Yusuf menulis artikel pada 3 April lalu berjudul “Hamas Dan Opsi Pengangkatan Pemimpin Terpercaya” menyebutkan bahwa orang yang akan memimpin Hamas tidak harus orang yang sudah popular kepemimpinan dan kekaderannya, melainkan juga bisa seorang tokoh terkenal yang dihormati dan diapresiasi oleh semua orang.

Dilaporkan bahwa setiap empat tahun sekali Hamas menyelenggarakan pemilihan jajaran kepemimpinannya di berbagai level organisasi, termasuk pemilihan anggota biro politik  dan dewan tinggi syura. (rayalyoum)

Pergerakan Tentara Suriah Di Sekitar Damaskus dan Deir el-Zor Tewaskan 38 Teroris

Tentara Suriah mengalami kemajuan besar dalam pergerakannya di bagian timur provinsi Damaskus dan wilayah kota Deir el-Zor, dan sebanyak 38 teroris ISIS tewas di tangan mereka di dua kawasan ini, Selasa (25/4/2017).

Tentara Suriah di timur provinsi Damaskus bergerak maju hingga 6 km menerjang posisi-posisi ISIS di sekitar stasiun pembangkit listrik termal Tishrin serta merebut kendali wilayah seluas lebih dari 20 km persegi.

Tentara Suriah juga telah menghancurkan sebuah terowongan milik kelompok teroris Ahrar al-Sham dan Brigade al-Sham di distrik al-Qabun di timur Baitul Maqdis. Dalam peristiwa ini tak kurang dari 17 teroris meregang nyawa.

Di lokasi lain, tentara Suriah dalam operasinya di sekitar kawasan al-Maqabir, kota Deir el-Zor, terlibat pertempuran melawan ISIS hingga sedikitnya 21 teroris ISIS tewas.

Dalam beberapa bulan ini tentara Suriah memperhebat operasi serangannya terhadap kelompok-kelompok teroris, terutama ISIS dan Jabhat al-Nusra yang didukung oleh Barat dan sejumlah negara Timteng, dan berhasil menimpakan banyak kerugian jiwa dan materi pada kubu teroris, terutama di Aleppo. (irna)