Rangkuman Berita Utama Timteng, Rabu 14 Desember 2016

militan-di-aleppoJakarta, ICMES: Proses pemindahan kawanan bersenjata beserta warga sipil yang bersedia dari Aleppo timur ke tempat lain dijadwalkan dimulai pada Rabu pagi.

Tentara Suriah tangkap pemimpin kelompok teroris Jabhat al-Nusra bidang eksekusi  di Aleppo timur.

Mufti Besar Suriah Ahmad Badreddin Hassoun menyatakan angan-angan teroris sudah menguap di Suriah.

Komandan pasukan kontra terorisme Irak mengatakan bahwa wilayah Mosul timur sudah hampir bebas sepenuhnya dari cengkraman kelompok teroris takfiri ISIS.

Berita selengkapnya;

Kawanan Bersenjata Angkat Kaki Dari Aleppo Timur

Proses pemindahan kawanan bersenjata beserta warga sipil yang bersedia dari Aleppo timur ke tempat lain dijadwalkan dimulai pada Rabu pagi (14/12/2016). Demikian dikatakan oleh sumber yang dekat dengan pemerintah Suriah.

Pejabat Komite Internasional Palang Merah mengatakan, “Kami menyiapkan langkah-langkah darurat agar dapat bergerak apabila ada permintaan kepada kami dari berbagai pihak… Kami siap berperan sebagai mediator kemanusiaan yang netral untuk membantu warga sipil yang memerlukan bantuan, baik mereka yang memutuskan untuk meninggalkan kota ini atau tidak.”

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan bahwa operasi militer di Aleppo timur dihentikan sebagai upaya  memberi kesempatan bagi kawanan bersenjata untuk segera meninggalkan kawasan ini.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa jam sebelumnya sudah dicapai kesepakatan  untuk evakuasi kawanan bersenjata.

“Mereka mulai meninggalkan, dan karena itu operasi militer dihentikan. Kesimpulannya ialah bahwa jika segala sesuatunya berjalan sesuai rencana maka ini berarti berakhirnya pertempuran menyangkut Aleppo timur,” katanya setelah keluar dari sidang daruat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Aleppo Timur, Selasa (13/12/2016).

Dilaporkan bahwa beberapa bus untuk evakuasi mereka telah dipersiapkan dan dikonsentrasikan di sebuah area dekat wilayah Salahuddin.

Dalam sidang itu sendiri Churkin mengatakan, “Militan, tawanan mereka, dan korban luka mereka sekarang bergerak melalui beberapa jalur menuju tempat-tempat pilihan mereka, termasuk Idlib.”

Pemerintah Suriah sendiri belum memberikan keterangan resmi, tapi sumber yang dekat dengannya mengatakan bahwa kesepakatan sudah dicapai untuk pengosongan kawasan yang semula dikuasai oleh kawanan bersenjata.

Tampak bahwa kesepatakan ini dicapai menyusul gencarnya tekanan Amerika Serikat dan Komite Interasional Palang Merah agar segera dilakukan upaya kemanusiaan setelah kawanan bersenjata semakin terjepit dan tak berdaya melawan pasukan Suriah dan sekutunya.

Sumber oposisi Suriah mengatakan bahwa lima unit bus akan memulai proses evakuasi, sebagian akan bergerak ke wilayah barat yang dikuasai pemerintah, sedangkan sebagian lainnya menuju provinsi Idlib yang dikuasai oleh oposisi.

Pejabat tinggi Turki mengatakan bahwa kesepakatan evakuasi itu dicapai hanya berkenaan dengan “oposisi moderat.” (mm/raialyoum)

Bermaksud Kabur, Pemimpin Algojo al-Nusra Tertangkap di Aleppo

Pemimpin kelompok teroris Jabhat al-Nusra bidang eksekusi  di Aleppo timur, Yusuf Fahd Deib, tertangkap oleh tentara Suriah saat hendak kabur dari wilayah ini dengan menyusup ke tengah para pengungsi. Demikian dilaporkan Channel 2 TV pemerintah Rusia, Selasa  (13/12/2016).

Disebutkan bahwa dalam pemeriksaan awal dia mengakui bahwa para algojo yang berada di bawah komandonya telah mengeksekusi puluhan orang di Aleppo timur dengan berondongan peluru agar orang-orang lain takut.

Media Rusia melaporkan bahwa selama 24 jam lalu sekira 13,000 orang telah keluar dari Aleppo timur, sedangkan total jumlah warga yang telah meninggalkan wilayah ini selama operasi pembebasan yang dilancarkan pasukan Suriah dan sekutunya mencapai lebih dari 100,000 orang, 40,000 di antaranya anak kecil.

TAS melaporkan bahwa semua wilayah Aleppo sudah berhasil dibebaskan oleh tentara Suriah dan sekutunya, dan sejak Senin lalu hingga Selasa kemarin lebih dari 2000 teroris telah meletakkan senjata dan angkat kaki dari Aleppo.

Dalam beberapa hari terakhir kawanan bersenjata menderita kerugian besar dan meninggalkan satu persatu kubu pertahanan dan kawasan yang semula mereka kuasai di Aleppo timur. Mereka keluar dan meninggalkan banyak senjata dan perlengkapan perang, termasuk mobil-mobil bersenjata berat.  (mm/irna)

Mufti Suriah: Angan-Angan Para Teroris Menguap

Mufti Besar Suriah Ahmad Badreddin Hassoun, Selasa (13/12/2016), mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan Pasukan Arab Suriah (SAA) melawan kawanan pemberontak dan teroris di kota Aleppo.

“Kepada para teroris, ketahuilah bahwa obsesi kalian sudah menguap, dan kebenaran telah menang atas kalian,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Kumandang azan maupun bunyi lonceng gereja serta gemuruh pabrik-pabrik di Aleppo akan terdengar lagi dalam jangka waktu enam bulan ke depan.”

Dia mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan mendatangi Masjid Umawi di Aleppo, dan mendirikan shalat di sana.

Dia mengingatkan bahwa apa yang kini melanda Dunia Islam bukanlah perang bernuansa mazhab, melainkan “perang untuk memperebutkan barel-barel minyak dan kepentingan berbagai negara lain.”

Dia mengaku sekarang dirinya justru kuatir terhadap Tunisa dan negara Eropa, karena setelah kalah perang, para teroris yang masih hidup akan pulang ke negara-negara asal mereka itu dan berbuat onar di sana. (mm/irna)

Mosul Timur Hampir Bebas Sepenuhnya

Letjen Abdul Wahab al-Saedi, salah satu komandan pasukan kontra terorisme Irak, Selasa (13/12/2016) mengatakan bahwa wilayah Mosul timur sudah hampir bebas sepenuhnya dari cengkraman kelompok teroris takfiri ISIS.

Dia menjelaskan bahwa pasukan kontra terorisme Irakyang sudah berhasil membebaskan 32 distrik di Mosul timur dewasa ini sedang dalam proses pembebasan tiga distrik lain, dan hanya tinggal enam distrik yang harus dibebaskan agar Mosul timur terbebas total dari pendudukan ISIS.

Dia menambahkan bahwa pasukan Irak itu sudah bergerak maju hingga lokasi yang berjarak 2 km dari jembatan pertama Sungai Tinggris yang membelah Mosul menjadi bagian timur dan barat.

Komandan senior pasukan kontra terorisme Irak lainnya, Brigjen Sami al-Aridi, mengatakan bahwa al-Falah,  satu lagi distrik penting di Aleppo timur, berhasil dibebaskan melalui pertempuran yang menewaskan sekira 50 anggota ISIS yang sebagian besar warga negara asing.

Dia mengatakan bahwa dalam proses pembebasan Aleppo timur, pasukan Irak sudah berhasil mematahkan tindakan ISIS menggunakan warga sipil sebagai tameng, karena itu komando operasi gabungan akan segera membuka beberapa front pertempuran baru melawan ISIS di Mosul.

Hal yang sama juga dinyatakan oleh Letjen Abdul Amir Yarallah yang juga komandan operasi pembebasan Mosul, namun dia menyebutkan bahwa pembebasan terbaru di Mosul timur adalah pembebasan dua distrik, yaitu al-Falah 1 dan al-Falah 2.

Dia memastikan dalam proses pembebasan ini ISIS menderita banyak kerugian jiwa dan materi.  (mm/irna/alsumaria)