Rangkuman Berita Utama Timteng, Rabu 10 Mei 2017

pasukan hizbullahJakarta, ICMES: Gerakan pejuang Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa latihan perang yang digelar Amerika Serikat (AS) di Yordania bertendensi menyerang dan menduduki sebuah wilayah Suriah.

Tentara Suriah dan kelompok-kelompok pasukan sekutunya pada tahap pertama operasi militernya untuk mencapai perbatasan negara ini dengan Irak telah bergerak maju menempuh jarak 45 kilometer.

Wartawan Belarus membuat kejutan saat mengadakan wawancara khusus dengan Presiden Suriah Basharal-Assad. Dia menunjukkan botol minum militer yang menjadi simbol kemenangan dalam Perang Dunia II melawan pasukan NAZI.

100 anggota ISIS tewas terkena serangan jet-jet tempur Irak terhadap beberapa sasaran kelompok teroris ISIS bersamaan dengan digelarnya operasi militer di empat provinsi di negara ini.

Berita selengkapnya;

Hizbullah Curigai Niat AS DI Balik Latihan Perang Di Yordania

Gerakan pejuang Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa latihan perang yang digelar Amerika Serikat (AS) di Yordania bertendensi menyerang dan menduduki sebuah wilayah Suriah dengan dalih memerangi ISIS padahal  kawanan teroris takfiri ini tidak ada di wilayah tersebut.

Sumber anonim Hizbullah, Selasa (9/5/2017), menegaskan, “Suriah dan semua sekutunya memantau dari dekat apa yang hendak diupayakan oleh AS dari keberadaannya di wilayah perbatasan Yordania – Suriah, meneropong pergerakan mereka di kawasan ini, dan telah memantau pergerakan pasukan AS, Inggris dan Yordania menuju wilayah Suriah.”

Dia menambahkan, “Latihan perang yang dilaksanakan dewasa ini di perbatasan Yordania – Suriah mencurigakan, dimaksudkan untuk menyembunyikan rencananya menyerang dan menduduki tanah-tanah Suriah dengan dalih memerangi ISIS yang dewasa ini tidak ada di perbatasan itu. AS dan para sekutunya akan membayar mahal dan akan menjadi sasaran serangan jika mereka menghalalkan tanah Suriah.”

Ahad lalu pemerintah Yordania mengumumkan dimulainya latihan perang bersandi “Singa-Singa Siaga 2017” yang diikuti oleh AS dan 20 negara lain dan akan berlanjut sampai 18 Mei mendatang.

Jubir latihan perang ini Brigjen Khaled al-Shir’ah mengatakan, “Latihan perang Singa-Singa Siaga yang jilid pertamanya digelar pada tahun 2011 akan digelar pada kali ketujuh berturut-turut, akan diselenggarakan tahun ini dengan melibatkan angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara yang jumlahnya mendekati 7200 personil.” (rayalyoum)

Tentara Suriah Dan Sekutunya Bergerak Jauh Menuju Perbatasan Irak

Tentara Suriah dan kelompok-kelompok pasukan sekutunya pada tahap pertama operasi militernya untuk mencapai perbatasan negara ini dengan Irak telah bergerak maju menempuh jarak 45 kilometer.

Sumber-sumber di lapangan, Selasa (9/5/2017), menyatakan bahwa tentara Suriah dan kelompok-kelompok pasukan muqawamah (resistensi) pada tahap awal operasi itu telah membebaskan kawasan al-Sabaa Bayar, 120 km timur laut Damaskus, dan dua bukit Rajm al-Hamadah dan Rajm Abu Qabr di provinsi Damaskus.

Dalam pergerakan maju itu setelah terlibat kontak senjata dengan beberapa kelompok teroris, termasuk Jasih Aswad al-Sharqiya yang berafiliasi dengan Pasukan Kebebasan Suriah (FSA) telah bergerak maju di kawasan-kawasan gurun timur dan mencapai di daerah pintu perbatasan al-Tanf Suriah dengan Yordania dan Irak.

Tujuan tentara Suriah menjangkau kawasan perbatasan negara ini dengan Irak untuk menjamin keamanan perbatasan dan menutup jalur intervensi militer asing dari arah Yordania menuju kawasan Deir al-Zor, Suriah, dan kawasan-kawasan lain yang lebih utara.

Sebelumnya dilaporkan bahwa  jet-jet tempur Suriah telah membalas serangan kelompok-kelompok teroris yang disebut “Usud al-Sharqiya” (Singa-Singa Timur)  dan Brigade Syuhada al-Qaryatain di wilayah perbatasan Yordania.

Para aktivis menyebutkan telah terjadi kontak senjata sengit tentara Suriah dengan kelompok-kelompok itu di kawasan Badia yang mencakup wilayah perbatasan adimistrasi bagian tenggara provinsi Homs dan bagian timur Qalamoun Timur, provinsi Damaskus, menyusul serangan kawanan bersenjata untuk dapat maju di kawasan yang terletak di jalur yang terhubung dengan pintu perbatasan al-Tanf antara Suriah dan Irak. (irna/alalam)

Kejutan  Barang Keramat Dari Wartawan Belarus Untuk Presiden Suriah

Wartawan Belarus membuat kejutan saat mengadakan wawancara khusus dengan Presiden Suriah Basharal-Assad. Dia menunjukkan botol minum militer yang menjadi simbol kemenangan dalam Perang Dunia II melawan pasukan NAZI.

“Leluhur kami dulu menyimpan air di sini, ini barang paling keramat. Saya meminta kawan saya mengisinya dengan air dari sumber keramat di sekitar Damaskus.  Sekarang saya tuangkan airnya secara simbolik. Botol ini dari Belarus, tapi airnya dari Suriah…. Semoga kedamaian bisa kembali ke negeri Anda,” kata wartawan TV ONT yang rambutnya sudah memutih itu.

Dia kemudian menuang air itu ke dua gelas yang tersedia kemudian  dia dan al-Assad meminumnya secara bersamaan.

Usai meminumnya, dengan kondisi air yang masih tersisa sedikit di gelas yang masih dipegang dengan tangan kanan, al-Assad berkata, “Air adalah nikmat karena merupakan anugerah dari Allah… Tapi ada jutaan orang terasing dari nikmatnya air akibat akibat kepungan para teroris.”

Dia menambambahkan, “Kami mereguk air ini dengan harapan darah para pahlawan tentara Suriah tidak tumpah sia-sia, melainkan demi mengembalikan semua air, listrik dan keamanan ke setiap rumah di Suriah.” (rt)

100 Anggota ISIS Tewas Dihajar AU Irak

Tak kurang dari 100 anggota ISIS tewas terkena serangan jet-jet tempur Irak terhadap beberapa sasaran kelompok teroris ISIS bersamaan dengan digelarnya operasi militer di empat provinsi di negara ini.

Dalam statemennya yang dirilis Selasa (9/5/2017), komando operasi gabungan Irak menyatakan, “Mengacu pada data-data intelijen, jet-jet tempur Irak telah melancarkan serangan udara terhadap ISIS bersama dengan berlangsungnya operasi yang dilakukan oleh komando operasi gabungan di  provinsi-provinsi Anbar, Nineveh, Diyala dan Salahuddin. Operasi ini telah menewaskan 100 anggota ISIS di dua kawasan Anah dan al-Qaim, Irak Barat, setelah dilakukan serangan terhadap sel-sel khusus gerombolan ini.”

Disebutkan bahwa sel-sel teroris itu bekerja untuk melancarkan serangan di Baghdad dan Palmyra (Suriah), dan yang disasarkan Angkatan Udara Irak adalah tempat-tempat perakitan bom dan roket serta bengkel-bengkel pembuatan bom mobil serta tempat khusus untuk pesawat-pesawat nirawak.

“Serangkaian serangan khusus akan mendinginkan hati anak-anak yatim dan para ibu yang kehilangan anaknya, dan akan menggembirakan anak-anak negeri ini untuk menamatkan riwayat gerombolan-gerombolan itu di Irak dan kawasan sekitar,” lanjut statemen tersebut.

Seperti diketahui, pasukan Irak melancarkan operasi pembebasan Mosul barat sejak Januari lalu setelah sebelumnya berhasil membebaskan secara total bagian timur kota yang terbelah menjadi dua bagian oleh Sungai Tigris di Irak utara ini.

Letjen Abdul Amir Yarallah yang memimpin operasi ini menyatakan bahwa satuan-satuan pasukan kontra-terorisme telah membebaskan kawasan al-Sina’ah utara di Mosul barat, Selasa. Sehari sebelumnya mereka menguasai al-Haramat, salah satu distrik terbesar di Mosul barat, dan satu distrik lagi di sisi barat laut.

Sejauh ini sebagian besar distrik di Mosul barat sudah dikuasai oleh pasukan Irak. Menurut para aktivis dan lembaga-lembaga HAM, sekira 250 penduduk masih terjebak di tengah pertempuran dengan kondisi yang sangat mengenaskan.  (rayalyoum/irna)