Rangkuman Berita Utama Timteng, Kamis 3 November 2016

Jakarta, ICMES:  Hizbullah Lebanon menegaskan bahwa perang melawan kaum takfiri  di Suriah merupakan bagian dari perang melawan Rezim Zionis Israel, sementara tentara Suriah berhasil merebut kembali sebuah kawasan Minian di Aleppo dari tangan kelompok teroris.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu membenarkan adanya kerjasama kubu pemberontak atau “oposisi moderat” Suriah dengan kelompok teroris Jabhat al-Nusra di Aleppo, Suriah.

Dia juga menyebut Perdana Menteri Irak Haider Abadi lemah setelah Abadi menegur Turki terkait pengerahan pasukan Turki di perbatasan antara kedua negara.

Pasukan Irak dalam perkembangan operasi militernya untuk menumpas ISIS di Mosul, Irak utara, sudah berada tak jauh dari bandara kota ini dengan jarak sekira 16 km .

Berikut ini rangkuman berita selengkapnya;

Hizbullah; Perang Melawan Takfiri Bagian Dari Perang Melawan Israel

Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon, Syeikh Naim Qassem, menegaskan bahwa perang melawan kaum takfiri (ekstrimis yang mudah mengafirkan lawan pendapat) di Suriah merupakan bagian dari perang melawan Rezim Zionis Israel.

“Berperang melawan para takfiri di Suriah adalah bagian dari perang melawan Rezim Zionis. Perjuangan dan pengorbanan para mujahidin muqawamah (perlawanan terhadap Israel) di Suriah adalah untuk membela poros muqawamah  dan generasi-generasi mendatang di depan konspirasi Zionisasi kawasan,” katanya dalam pertemuan dengan para tokoh berbagai partai politik Suriah di sisi selatan kota Beirut, ibu kota Lebanon, Rabu (2/11/2016).

“Kesolidan rakyat, tentara dan pemimpin Suriah serta kerjasama dengan kubu muqawamah merupakan pilar utama dalam perang melawan para takfiri, dan kekandasan konspirasi  Zionis takfiri di Suriah akan mengandaskan konspirasi yang sama di seluruh kawasan (Timteng), termasuk Palestina dan Lebanon,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan, “Tak ada pilihan di depan kita kecuali resistensi, keteguhan dan pengorban demi mematahkan agresi multinasional terhadap kawasan.”

Dia memastikan bahwa ambisi para agresor tidak tercapai di Suriah.

“Musuh-musuh kita tidak akan berhasil, konspirasi mereka terhadap Suriah tak dapat diwujudkan, dan karena itu mereka bermaksud membalas dendam dan melakukan aksi pembunuhan dan penghancuran lebih banyak,” terangnya.

Turki Akui Adanya Kerjasama Oposisi dan Teroris di Suriah

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu membenarkan adanya kerjasama kubu pemberontak atau “oposisi moderat” Suriah dengan kelompok teroris Jabhat al-Nusra di Aleppo, Suriah. Dia juga menyatakan tidak mungkin keduanya dapat dipisahkan.

“Di banyak kawasan Suriah, para teroris beraksi secara terpisah dari oposisi moderat, tapi tidak demikian di Aleppo. Menurut data organisasi-organisasi intelijen, teroris di kota ini berjumlah 200-900 orang, dan sekitar 300 di antaranya adalah Jabhat al-Nusra yang bekerjasama dengan kelompok-kelompok moderat,” katanya dalam wawancara dengan channel 2 televisi pemerintah Rusia, Rabu (2/10/2016).

Lebih lanjut dia juga mengatakan Ankara berbeda pendapat dengan Moskow mengenai proses pemisahan oposisi dengan teroris.

“Untuk memisahkan para teroris, pemboman (oleh Suriah dan Rusia) hendaknya dihentikan demi mengondisikan penerapan gencatan senjata dan penghentian kontak senjata,setelah itu ditentukan jeda waktu yang logis, karena selagi perang masih terjadi dan pemerintah negara ini masih melanjutkan pemboman maka tidak mungkin oposisi dapat dipisahkan dari teroris,” terangnya.

Tentara Suriah Rebut Kembali Sebuah Kawasan di Aleppo

Tentara Suriah berhasil merebut kembali kawasan Minian dekat distrik Dahiyat al-Assad dari tangan kelompok teroris Jaish al-Fateh di wilayah yang diperebutkan di bagian barat laut kota Aleppo, Rabu (2/11/2016).

Sebagian besar kawasan Minian semula direbut oleh kawanan teroris itu pada Sabtu pekan lalu dalam upaya mereka membalas kemenangan-kemenangan tentara Suriah.

Militan Suriah menolak inisiatif Rusia untuk jeda kemanusiaan di Aleppo, yang menuntut mereka menghentikan pertumpuran dan keluar dari Aleppo timur.

Zakaria Malahiji dari kelompok militan Persatuan Fastaqim mengatakan, “Kami tidak akan menyerahkan kota Aleppo kepada Suriah, dan kami tidak akan menyerah.”

Beberapa jam sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan jeda kemanusian selama 10 jam di Aleppo yang dijadwalkan untuk Jumat besok dan memerintahkan pembukaan jalur-jalur bantuan disertai dua rute baru untuk keluarnya militan dari Aleppo timur.

Menlu Turki Sebut Perdana Menteri Irak Lemah

Hubungan antara Turki dan Irak terus memanas. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyebut Perdana Menteri Irak Haider Abadi lemah setelah Abadi menegur Turki terkait pengerahan pasukan Turki di perbatasan antara kedua negara.

Selasa lalu Abadi mengingatkan pemerintah Ankara bahwa agresi Turki ke akan membuat Turki tercerai berai. Peringatan ini dikemukakan beberapa jam setelah Turki mengerahkan tank-tanknya di perbatasan Turki-Irak.

Menanggapi peringatan ini, Cavusoglu mengatakan, “Jika Anda memang memiliki kekuatan sedemikian rpa lantas mengapa Anda menyerahkan Mosul kepada organisasi-organisasi teroris? Jika Anda kuat, mengapa membiarkan Partai Pekerja Kurdi (PKK) menduduki wilayah Anda selama bertahun-tahun?”

Dia menambahkan, “Anda tak sangggup bahkan memerangi organisasi teroris. Anda lemah, tapi Anda berusaha berlagak seperti orang kuat.”

Hubungan Ankara-Baghdad memburuk sejak beberapa pekan lalu, karena Baghdad menolak mentah-mentah keinginan Turki untuk terlibat dalam operasi pembebasan Mosul, Irak utara, dari tangan ISIS.

Pasukan Irak Dekati Bandara Mosul

Komandan kepolisian federal Irak, Jenderal Shakir Joudat, menyatakan pasukan Irak dalam perkembangan operasi militernya untuk menumpas ISIS di Mosul, Irak utara, sudah berada tak jauh dari bandara kota ini dengan jarak sekira 16 km pada Rabu (2/11/2016).

Tanpa ada keterangan lebih lanjut apakah pasukan Irak terus mendekati bandara itu, dia menambahkan bahwa sebanyak 12 desa telah dibebaskan di sekitar gerbang kawasan Hamam al-Alil.

Secara terpisah, komandan operasi pembebasan Mosul membantah rumor bahwa operasi di Mosul di bagian timur dihentikan untuk sementara waktu.

“Pasukan Irak masih melanjutkan operasinya di bagian timur Mosul,” katanya.

Sementara di sebelah barat Mosul, pasukan relawan terus merambat maju dan berhasil membebaskan desa al-Rahmaniyah dan perbukitan Tal al-Saif yang menghadap kawasan Tal Afar.

Dilaporkan pula sekira 100 anggota ISIS tewas diterjang serangan udara pasukan Irak di beberapa kawasan Mosul.

Sehari sebelumnya, pasukan Irak berhasil membebaskan jalur Mosul-Baghdad di kawasan Hamam al-Alil.

(mm/irna/presstv/ raialyoum/alsumarianews)