Rangkuman Berita Timteng, Kamis 27 April 2017

kapal USS Mahan ASJakarta, ICMES: Kapal destroyer  Amerika Serikat (AS) memberikan tembakan peringatan terhadap setelah didekati oleh kapal kapal perang Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Teluk Persia.

Rusia menyatakan tidak memandang kelompok pejuang Hizbullah Lebanon sebagai organisasi teroris.

Tentara Suriah melencarkan serangan telak terhadap kelompok teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra di berbagai kawasan negara ini.

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi berhasil membebaskan kota kuno al-Khidr di selatan Mosul, Irak utara, dari pendudukan kelompok teroris ISIS.

Berita selengkapnya;

Dicegat Kapal Perang Iran, Kapal Detsroyer AS Lepaskan Tembakan Peringatan

Sebuah kapal destroyer milik Amerika Serikat (AS) telah memberikan tembakan peringatan terhadap kapal perang Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang datang mendekati kapal AS tersebut di Teluk Persia.  Demikian dikatakan oleh pejabat AS, Rabu (26/4/2017).

Peristiwa ini terjadi Senin lalu (24/4/2017), dan tercatat sebagai ketegangan terbaru antar kapal perang kedua negara.

Jubir  Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain, Letnan Ian McConnaughey, mengatakan bahwa kapal IRGC berusaha mendekati  USS Mahan meskipun kapal destroyer ini sudah berputar haluan menghindari kapal IRGC.

Dia mengatakan kepada AP, “Mahan melakukan beberapa upaya untuk menghubungi kapal Iran itu melalui radio bridge-to-bridge, mengeluarkan pesan peringatan, dan dua kali membunyikan sinyal bahaya yang diakui secara internasional dari lima ledakan singkat dengan peluit kapal, serta menyebar suar sebagai keputusan terhadap kapal Iran tersebut.”

Dia menjelaskan bahwa kapal Iran itu berada dalam jarak 1.000 meter dari USS Mahan selama insiden tersebut. USS Mahan kemudian berbalik dan menjauhi kapal IRGC.

Otoritas Iran tidak segera melaporkan kejadian tersebut, namun Menlu Iran Mohammad Javad Zarif  Rabu kemarin menulis pernyataan yang tampak terkait dengan peristiwa itu.

“Breaking: Angkatan Laut kami beroperasi  di- Teluk Persia, ya benar, bukan Teluk Meksiko. Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan Angkatan Laut AS di 7.500 mil dari rumah, ” cuitnya, sembari melampirkan peta yang menunjukkan jarak antara dua kapal tersebut.

Peristiwa demikian antara AL Iran dan AL AS bukan baru pertama kalinya terjadi di Teluk Persia, melainkan berulang kali terjadi, dan yang terbaru di antaranya tembakan peringatan USS Mahan terhadap kapal perang Iran di Selat Hormuz pada Januari lalu. (guardian/mehr)

Rusia Nyatakan Hizbullah Bukan Kelompok Teroris

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Rabu (26/4/2017), menegaskan bahwa negaranya tidak memandang kelompok pejuang Hizbullah Lebanon sebagai organisasi teroris, melainkan organisasi yang justru membantu perang melawan terorisme di Suriah.

Lavrov menyatakan bahwa Hizbullah dan Iran datang ke Suriah bukan dengan semena-mena melainkan atas dasar undangan dari pemerintah Suriah sendiri.

“Kami tidak memandang Hizbullah sebagai organisasi teroris. Sebagaimana  pasukan lain dan tentara Rusia yang ada di Suriah, Hizbullah ada di Suriah karena undangan para pejabat Suriah,” katanya.

Dia menambahkan, “Kami mengerti sikap Arab Saudi dan perbedaan metode yang ada, tapi untuk mengatasi krisis Suriah semua pihak tanpa terkecuali, termasuk pasukan dan faksi-faksi yang berpengaruh pada negara ini, harus berpartisipasi dan bekerjasama.”

Sabtu 22 April lalu Lavrov juga menyebut nama Hizbullah sembari  mengimbau negara-negara Barat bertindak realitistis dalam perang melawan terorisme di Suriah.

“Moskow, Teheran, dan Hizbullah mendukung Damaskus dalam penumpasan terorisme,” katanya.

Seperti diketahui, sejak tahun 2011 Suriah dilanda gelombang pemberontakan yang dimotori  Barat dan beberapa negara Arab sekutunya. Hal ini kemudian disusul dengan merebaknya fenomena terorisme yang juga tak lepas dari peran Barat dan sekutunya tersebut karena dianggap sangat membantu ambisi mereka untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad yang sejak dulu menolak berkompromi dengan Rezim Zionis Israel.

Ambisi itu gagal namun ratusan ribu orang meninggal dunia dan jutaan lainnya mengungsi akibat perang yang berkecamuk di Suriah. (irna)

Tentara Suriah Hajar al-Nusra dan ISIS di Beberapa Wilayah

Tentara Suriah memperkuat posisinya di bagian utara provinsi Hama dan menggempur beberapa markas dan lokasi pergerakan kelompok teroris Jabhat al-Nusra dan gerombolan-gerombolan teroris lain sekutunya di kawasan tersebut.

Dalam serangan itu tentara Suriah berhasil menghancurkan 29 unit mobil dari berbagai jenis, tiga gudang amunisi, dan tiga tank serta menjatuhkan ratusan korban tewas dan luka di pihak teroris.  Situs berita Al-Alam milik Iran menyebutkan beberapa nama teroris yang tewas dan berasal dari tiga negara, yaitu Tunisia, Saudi, Turkestan.

Tentara Suriah menggempur markas Jabhat al-Nusra dengan rudal di kota Talbisa, provinsi Homs utara, hingga jatuh korban tewas dan luka pada orang-orang yang ada di dalamnya.

Tentara Suriah juga menyasar beberapa markas dan lokasi pergerakan Jabnat al-Nusra di Daraa, menewaskan puluhan teroris, dan menghancurkan empat tank, termasuk tank jenis BMP, empat senjata artileri, satu peluncur roket, dan enam mobil bersenapan otomatis kelas menengah.

Tentara Suriah bergerak maju sejauh 400 meter di dalam kawasan yang dikuasai Jabhat al-Nusra di kawasan Dahr al-Aswad menuju Maghr al-Mir di daerah gunung al-Syeikh, bagian barat daya provinsi Damaskus.

Di hari yang sama, tentara Suriah dan sekutunya juga mengalami kemajuansignifikan  di wilayah selatan kota Deir al-Zor, menguasai beberapa posisi ISIS dan menjatuhkan banyak korban tewas dan luka di pihak kelompok teroris ini. Satu di antara teroris yang tewas adalah petinggi lapangan ISIS bernama Abu Eham al-Misri.

Laporan lain dari Ray al-Youm menyebutkan tentara Suriah dan sekutunya berhasil merebut ladang minyak al-Shair di bagian timur provinsi Homs dari tangan ISIS yang menguasainya sejak tiga tahun lalu.

Tentara Suriah dan Rusia menguasai jalan yang menghubungkan kota Palmyra (Tadmur) dengan Abqariyat di bagian timur luat provinsi Homs sehingga memudahkan gerak maju mereka menuju kawasan timur laut provinsi ini. (alalam/rayalyoum)

Pasukan Relawan Irak Bebaskan Kota al-Khidr, “ISIS Dekati Ajalnya”

Media center pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Rabu (26/4/2017), mengumumkan keberhasilan pasukan ini membebaskan kota kuno al-Khidr di selatan Mosul, Irak utara, dari pendudukan kelompok teroris ISIS.

Kota ini terletak di tengah gurun di barat daya Mosul, ibu kota provinsi Nineveh, dan merupakan salah satu pangkalan terbesar ISIS di Irak. Pasukan relawan berhasil menguasai kota ini setelah sempat mendapat perlawanan sengit dari ISIS.

Juru bicara pasukan relawan, Ahmad al-Asadi, mengatakan, “Di hari kedua operasi militer bersandi Mohammad Rasulullah, al-Hashd al-Shaabi  mengalami kemajuan pesat ke arah kota kuno al-Khidr, dan dengan pembebasan kota ini ISIS sudah semakin mendekati ajalnya di Irak.”

Dia menambahkan, “Kemarin sebanyak 12 desa di kedalaman 13 kilometer kota kuno al-Khidr telah bebas, dan dengan dukungan angkatan udara Irak pasukan al-Hashd al-Shaabi  bergerak maju menuju kota kuno ini dari beberapa front pertempuran.”

Dia juga menyebutkan bahwa puluhan teroris ISIS tewas dan banyak bom rakitan mereka telah disita dan dijinakkan.

Al-Hashd al-Shaabi memulai operasi pembebasan al-Khidr pada Senin lalu (24/4/2017) dengan bantuan angkatan udara Irak.  (alsumarianews)