Rangkuman Berita Utama Timteng, Kamis 2 Maret 2017

Jakarta, ICMES: Pasukan Arab Suriah berhasil memasuki kota kuno Palmyra yang diduduki oleh kawanan teroris ISIS.

Iran telah melakukan beberapa ujicoba teknis sistem pertahanan udara “Bavar 373” yang mirip dengan S-300 buatan Rusia.

Dianggap pelupa oleh Iran, pemerintah Turki menyebut hubungan negaranya dengan Iran sangat bersahabat, dan Ankara tak akan melupakan dukungan Iran kepada Turki.

Panglima pasukan teroris ISIS untuk kawasan utara Diyala dan Salahuddin tewas bersama delapan anggota ISIS lainnya di tangan pasukan Irak.

Berita selengkapnya;

Tentara Suriah Bebaskan Benteng Palmyra Dari Pendudukan ISIS

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM menyatakan tentara Suriah, Pasukan Arab Suriah (SAA), berhasil memasuki kota kuno Palmyra yang diduduki oleh kawanan teroris ISIS.

Direktur eksekutif lembaga yang berbasis di London itu mengatakan kepada AFP bahwa SAA memasuki dan menguasai salah satu kawasan kota Palmyra. Belum ada keterangan lebih jauh kecuali bahwa pertempuran di sana masih berlanjut.

Sebelumnya, pasukan pemerintah Suriah dilaporkan berhasil membebaskan Benteng Palmyra dari pendudukan kelompok teroris ISIS, Rabu (1/3/2017).

Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya telah membebaskan benteng yang terletak di pinggiran kota kuno Palmyra itu beberapa jam  setelah menguasai penuh kawasan Segi Tiga Palmyra di barat daya kota Palmyra dalam operasi pembebasan yang dimulai sejak lebih dari satu bulan lalu.

Disebutkan bahwa barisan pasukan teroris ISIS berantakan mendapat tekanan intensif dari SAA dan sekutunya yang terus bergerak maju menuju pusat kota.

Dengan menguasai kawasan Segi Tiga Palmyra, SAA berada di posisi yang berjarak hanya 3 km dari kota Palmyra setelah mereka berhasil menumpas kawanan bersenjata terakhir ISIS di sana.  SAA dan sekutunya mengejar kawanan ISIS yang kabur ke daerah sekitar.

Kepala bidang media biro politik Suriah, Brigjen Samir Suleiman, saat itu menyatakan optimismenya bahwa dalam beberapa jam ke depan SAA akan dapat menguasai kota Palmyra secara penuh.

ISIS menduduki Palmyra pada 2015 dan telah menghancurkan banyak peninggalan sejarah berharga di sana. Pada Maret 2016 mereka terusir dari sana oleh SAA, tapi pada Desember kemudian mereka berhasil menduduki lagi kota yang tercatat dalam daftar peninggalan sejarah dunia Unesco ini. (almayadeen)

Iran Ujicoba Duplikat Sistem Pertahanan Rudal S-300

Iran telah melakukan beberapa ujicoba teknis sistem pertahanan udara “Bavar 373”. Wakil Menhan Irak Brigjen Amir Hatami, Rabu (1/3/2017), mengatakan negaranya terus mengembangkan dan mengujicoba sistem ini sebelum diserahkan kepada militer.

“Semua kegiatan pertahanan, termasuk pengerjaan sistem misil ini berlanjut sesuai program, dan akan diumumkan sesuai keperluan. Pengerjaan sistem misil Bavar 373 berlanjut dengan lancar,” ungkapnya.

Bavar  373 disebut-sebut sebagai duplikat S-300 buatan Rusia. Sistem ini dibuat oleh Iran setelah dulu Rusia enggan mengekspor S-300 ke Iran akibat pemberlakuan sanksi internasional terhadap Iran.

Ahmad Vahidi saat menjabat sebagai Menhan Iran pada 22 September 2010 mengatakan, “Kami berencana membuat sistem misil jarak jauh pertahanan udara yang mirip dengan S-300. Dengan anugerah Allah dan dengan jerih payah para insinyur Iran, kami akan mencapai swadaya di bidang ini,” ungkap.

Iran kemudian memamerkan sistem ini untuk pertama kalinya Pada Agustus tahun lalu.

Sistem ini dikabarkan dapat membidik target pada ketinggian yang optimal.

Hossein Dehghan yang menggantikan Ahmad Vahidi pernah mengatakan bahwa negaranya diperkirakan akan memulai produksi massal “Bavar-373” pada Maret 2017 setelah menyelesaikan ujicoba teknis.

Selasa lalu Iran menyatakan telah meluncurkan rudal maritim mutakhir cruise jenis Nasr buatannya sendiri. (tasnim/wikipedia/raialyoum)

Dianggap Pelupa, Turki Nyatakan Masih Ingat Dukungan Teheran Kepada Ankara

Menlu Turki Mevlut Chavusoglu menyebut hubungan negaranya dengan Iran sangat bersahabat, dan Ankara tak akan melupakan dukungan Iran kepada Turki. Hal ini dia nyatakan setelah pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap tudingan Ankara terhadap Teheran.

“Kami tidak akan pernah melupakan dukungan pemerintah dan rakyat Iran kepada Turki dalam peristiwa kudeta gagal yang terjadi pada 15 Juli silam,” katanya kepada IRNA, Rabu (1/2/2017).

Dia menambahkan, “Iran dan Turki memiliki pandangan-pandangan yang sama dan berdekatan dalam berbagai persoalan, dan kedua negara ini perlu meningkatkan perundingan dan dialog untuk memperkuat hubungan dan mencegah kesalahfahaman.”

Belum lama ini Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyebut Turki negara jiran yang lemah daya ingatnya.

“Anda melihat kelakuan Turki? Kami prihatin terhadap mereka, tapi tampaknya daya ingat teman-teman kami ini lemah. Mereka menuduh Iran sektarian, tapi mereka lupa bahwa kami tidak bisa tidur hingga pagi saat mereka dikudeta, walau mereka bukan Syiah. Mereka pelupa dan sekaligus tidak tahu balas budi.”,” katanya dalam menyindir Turki.

Kemlu Iran belakangan juga memanggul Dubes Turki untuk Iran di Teheran …. untuk menyampaikan nota protesnya terhadap “pernyataan tak konstruktif Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Menlu Turki Mevlut Chavusoglu.”

Dalam kunjungan ke Bahrain, Erdogan mengatakan, “Iran berusaha memecah belah Irak dan Suriah serta melakukan tindakan-tindakan yang bertolak dari sektarianisme.”

Senada dengan ini, Chavusoglu dalam pidatonya pada Konferensi Keamanan Munich, Jerman, mengatakan, “Peranan Iran di Timteng telah menggoyang stabilitas, terutama karena Teheran berusaha menyebar luaskan Syah di Suriah dan Irak.” (mm/raialyoum)

Pasukan Irak Habisi Panglima ISIS Abu Talhah

Baghdad, LiputanIslam.com –  Kepala kepolisian Irak provinsi Diyala Mayjen Jasim al-Saadi, Rabu (1/3/2017) mengumumkan bahwa panglima pasukan teroris ISIS untuk kawasan utara Diyala dan Salahuddin telah tewas bersama delapan anggota ISIS lainnya di tangan pasukan Irak.

Dalam keterangan persnya, al-Saadi menyatakan bahwa operasi aparat keamanan bekerjasama dengan tentara Irak di desa Ali Jum’ah di provinsi Salahuddin telah menyebabkan tewasnya panglima ISIS yang memiliki julukan Abu Talhah tersebut dan delapan orang rekannya.

Ditambahkan bahwa operasi ini juga telah menghancurkan satu kendaraan yang mereka pakai dan beberapa senjata kelas menengah yang ada di tangah mereka.

Serangan kawanan bersenjata yang berafiliasi dengan ISIS terhadap pasukan keamanan dan relawan Irak meningkat di kawasan timur laut Diyala dalam beberapa pekan terakhir.

Pada tahun 2014 ISIS menguasai banyak kawasan provinsi ini, namun pada tahun 2015 pasukan Irak berhasil membebaskan semua kawasan tersebut. (mm/iraqicp)