Rangkuman Berita Utama Timteng, Kamis 16 Februari 2017

khameneiJakarta, ICMES: Pemimpin Besar Iran menyatakan  bahwa bangsa negara ini berhadapan dengan konspirasi segi tiga Amerika Serikat (AS), Israel dan kekuatan petrodollar, sementara Presiden Iran dan Emir Kuwait menyerukan persatuan dan persaudaraan Islam.

Pasukan Yaman melesatkan rudal balistik ke bandara internasional di provinsi Asir, Arab Saudi, sebagai balasan atas serangan udara Saudi terhadap mejelis takziyah di Yaman.

Pasukan Suriah terlibat pertempuran hebat dengan Jabat al-Nusra dan Pasukan Kebebasan Suriah mengakibatkan jatuhnya banyak korban dari masing-masing pihak.

Berita selengkapnya:

Sayyid Khamenei: Iran Berhadapan Dengan Konspirasi AS, Israel dan Petrodollar

Pemimpin Besar Iran Sayyid Ali Khemenei menyatakan  bahwa bangsa negara ini berhadapan dengan konspirasi segi tiga Amerika Serikat (AS), Israel dan kekuatan petrodollar.

Dalam pidato pada rapat akbar penduduk Azerbaijan Timur menyambut peringatan kebangkitan mereka melawan rezim despotik Syah Pahlevi pada 17 Februari 1978, Khamenei, Rabu (15/2/2017) menyatakan Iran tak henti-hentinya berhadapan dengan konspirasi dinas-dinas rahasia AS, Israel, Inggris, dan petrodollar yang “ditugaskan oleh para Qarun untuk menciptakan iklim anti revolusi dan negara Republik Islam Iran,” tapi tetap tegar berkat partisipasi dan perlawanan rakyat terhadap mereka.

Menurutnya, kubu musuh ingin mengesankan Republik Islam Iran sebagai pemerintahan yang tidak efektif, tapi upaya mereka sia-sia.

“Seperti di semua tempat lain di dunia, kita memiliki berbagai kekurangan yang sama sekali belum kita lalu, tapi musuh berusaha mengabaikan berbagai prestasi sangat penting (Iran) dalam 38 tahun terakhir, dan berusaha menanamkan rasa frustasi dalam diri bangsa ini,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa pamor Iran sekarang jauh berbeda dengan kondisinya ketika  dikuasai oleh rezim monarki yang menjadi antek AS dan Inggris.

“Sekarang semua orang mengakui  kehormatan dan kekuatan bangsa Iran, eksistensi tegas Iran, dan semua orang juga mengetahui bahwa semua urusan regional tidak tidak akan bergeser ke depan tanpa eksistensi dan kehendak Iran,” ungkapnya.

Mengenai AS, dia menjelaskan bahwa  Washington kembali menggunakan cara main gertak.

“Seperi yang sudah-sudah, mereka sekarang bicara lagi soal opsi militer. Seorang pejabat Eropa juga mengatakan kepada pejabat kita bahwa seandainya tidak tercapai (kesepakatan nuklir) maka perang pasti berkobar. Tapi pernyataan ini dusta belaka. Mereka ingin mengalihkan pikiran kita dari perang yang sesungguhnya, yaitu perang ekonomi, dan mengarahkannya kepada perang militer agar para pejabat (Iran) tak dapat berkonstrasi pada bidang kemajuan ekonomi dan tak dapat mewaspadai perang kebudayaan terhadap bangsa Iran,” terangnya.

Mengutip ayat suci al-Quran Surat al-Anfal ayat 8; “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang,” Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa kekuatan ini berkenaan bukan hanya dengan militer saja, melainkan mencakup segala sesuatu yang dapat menunjang kekuatan internal. (alalam)

Presiden Iran dan Emir Kuwait Serukan Ukhuwwah Islamiyyah.

Presiden Iran Hassan Rouhani berkunjung ke Kuwait dan mengadakan pertemuan dengan Emir Syeikh Sabah al-Ahmad al-Jabir al-Sabah di Istana Bayan, Kuwait City, Rabu (15/2/2017).

Dalam pertemuan ini, selain membicarakan peningkatan hubungan bilateral, keduanya juga menyinggung problematika radikalisme dan terorisme yang menyelimuti dunia Islam.

Rouhani mengatakan, “Problema besar semisal terorisme merupakan bahaya yang mengancam semua orang, dan satu-satunya jalan untuk melawan dan mengatasinya ialah resistensi dan kebersamaan negara-negara regional. Mereka harus bersatu di depan problema ini.”

Dia menambahkan, “Semuanya sekarang harus berdampingan sebagai saudara seagama dan sesama Muslim, melawan pikiran-pikiran ikhtilafiah, dan kita harus mengikuti semaksimal mungkin pesan al-Quran mengenai ukhuwwah Islamiyyah.”

Rouhani menilai semua perselisihan, kesalah pahaman, dan rasa saling curiga antarnegara Islam Timteng dapat diselesaikan melalui dialog.

Di pihak lain, Syeih al-Sabah mengungkapkan kegembiraannya atas kunjungan presiden Iran ke Kuwait  dengan membawa pesan persatuan dan persaudaraan.

“Situasi regional sekarang mengharuskan kita semua menjalin hubungan baik satu sama lain. Karena itu kami bertekad meningkatkan taraf hubungan kami dengan Teheran di semua bidang,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Iran karena negara republik Islam ini berpihak kepada Kuwait dalam peristiwa invasi Irak di era rezim mendiang Saddam Hossein terhadap Kuwait pada tahun 1990.

Al-Sabah juga menyerukan persatuan dan koordinasi negara-negara regional dan Islam di tengah situasi genting sekarang.

“Kita semua adalah umat Islam, harus berdiri berdampingan dengan penuh rasa persatuan dan persatuan, dan melangkah di jalan pembangunan, stabilitas, dan perdamaian,”harapnya. (irna/raialyoum)

Saudi Serang Pelayat Perempuan, Yaman Merudal Bandara Abha

Sumber militer Yaman menyatakan bahwa pasukan rudal negara ini telah melesatkan rudal balistik jarak menengah ke arah sebuah bandara internasional di provinsi Asir, Arab Saudi.

“Operasi ini terjadi sebagai balasan atas pembantaian terhadap (hadirin) majelis takziyah perempuan di Arhab, utara Sanaa,” ungkap sumber itu, Rabu (15/2/2017).

Dia menambahkan bahwa rudal militer Yaman itu tepat mengena sasaran di Bandara Abha.

Serangan udara Saudi di distrik Arhab ini menyebabkan sedikitnya tujuh orang perempuan meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka, termasuk anak kecil.

“Serangan udara itu menyasar majelis takziyah khusus perempuan, dan sejauh ini tujuh jenazah telah dievakuasi dari reruntuhan bangunan, dan upaya evakuasi para syuhada masih berlanjut,” kata sumber lokal.

Dia menambahkan bahwa setelah pembantaian orang-orang tak berdosa ini jet-jet tempur Saudi masih terus melintas di angkasa setempat dan bahkan sempat menyerang mobil-mobil ambulan dan tim penyelamat.

Dalam peristiwa lain, tiga orang Yaman juga meninggal dan luka-luka terkena serangan Saudi di provinsi Jawf dan Sa’dah. Sumber lokal mengatakan bahwa dalam peristiwa ini pasukan udara Saudi membom pasar dan rumah-rumah penduduk.

Serangan udara terhadap majelis takziyah juga dilakukan oleh Saudi di Sanaa, ibu kota Yaman, menewaskan 140 orang, pada 8 Oktober 2016. Serangan ini mengundang kecaman internasional.

Semula Saudi membantah laporan bahwa ratusan orang itu meninggalkan karena serangan udara Saudi. Tapi setelah ada desakan internasiona, pada 15 Oktober Saudi mengakui telah melakukan serangan itu akibat adanya “informasi keliru”.

Kelompok peduli HAM terkemuka di dunia, Human Rights Watch menyebut serangan udara Saudi sebagai kejahatan perang. (alalam)

Digempur SAA, 24 Teroris al-Nusra Tewas

Sumber militer Suriah dalam keterangannya kepada kantor berita resmi negara ini, SANA, menyatakan pasukan pemerintah, Pasukan Arab Suriah (SAA), telah melancarkan serangan hebat terhadap kelompok teroris Jabhat al-Nusra yang merupakan cabang al-Qaedah di Suriah, Rabu (15/2/2017).

Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena tak berwenang memberikan keterangan pers itu menyebutkan SAA menggempur al-Nusra di daerah Hay al-Nazihin, Kum al-Ruman, dan Shabab, provinsi Daraa, Suriah selatan, mengakibat puluhan anggota al-Nusra tewas dan luka.

Dia merinci 24 teroris tewas dan lebih dari 50 lainnya luka-luka. Selain itu, empat markas dan dua kubu pertahanan al-Nusra dapat dikuasai oleh SAA yang juga telah menyita lima senapan mesin berat milik al-Nusra.

Laporan lain menyebutkan bahwa kelompok pemberontak Pasukan Kebebasan Suriah (FSA) di hari yang sama telah bertempur hebat dengan SAA dan sekutunya.

Seorang komandan kelompok ini, yang juga meminta identitasnya dirahasiakan, menyatakan pihaknya dapat menghabisi tujuh tentara Suriah, dua di antaranya perwira, dan seorang petinggi Garda Revolusi Islam Iran. Selain itu, mereka jugha mengaku berhasil merebut dua pos SAA beserta persenjataan yang ada di dalamnya. (fna/raialyoum)