Rangkuman Berita Utama Timteng, Kamis 15 Desember 2016

Jakarta, ICMES: Presiden Iran Hassan Rouhani adakan konferensi pers bersama Presiden Indonesia Joko Widodo di Teheran, Iran.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menilai serangan kelompok teroris takfiri ISIS secara besar-besaran ke kota Palmyra, provinsi Homs, sebagai upaya memecah konsentrasi tentara Suriah di Aleppo.

Juru bicara kelompok militan Ahrar al-Sham menyatakan bahwa penerapan gencatan senjata di Aleppo dijadwalkan dimulai pada Rabu malam.

Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya mulai mengarahkan pandangannya ke wilayah barat provinsi Aleppo untuk pembebasan.

Liga Arab akan menyelenggarakan sidang darurat tingkat menteri luar negeri untuk membahas perkembangan situasi di Suriah, terutama kota Aleppo.

Berita selengkapnya;

Dikunjungi  Jokowi, Rouhani Nyatakan Iran Dan Indonesia Punya Banyak Potensi

Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa kerjasama antara Iran dan Indonesia bukan hanya menguntungkan kedua negara, melainkan juga menunjang keamanan dan stabilitas regional dan Dunia Islam.

Hal ini dinyatakan Rouhani dalam konferensi press bersama sejawatnya dari Indonesia, Presiden Joko Widodo alias Jokowi usai pertemuan delegasi kedua negara di Teheran, ibu kota Iran, Rabu (14/12/2016).

Rouhani mengatakan bahwa hubungan kedua negara terus membaik, terutama di sektor bilateral dan perekonomian, setelah dia berkunjung ke Indonesia pada 21 April 2015, dan Iran akan memenuhi kebutuhan Indonesia di bidang minyak mentah, gas kondensat, petrokimia dan lain-lain.

“Kami mengutamakan hubungan Iran-Indonesia karena Indonesia merupakan negara Islam penting di Asia Timur, sedangkan Republik Islam Iran negara penting di Asia Barat (Timteng),” ujarnya.

Menurutnya, hubungan kedua negara terus berkembang di semua bidang ekonomi, politik, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi.  Kedua negara memiliki banyak potensi untuk pertumbuhan ekonomi, terutama di bidang teknologi, dan Iran siap membangunkan pembangkit listrik, bendungan, irigasi, sanitasi, dan proyek-proyek lain di bidang-bidang teknik di Indonesia, dan Indonesiapun siap bekerja di bidang migas di Iran.

Di bidang teknologi mutakhir, dia mengatakan, “Kami telah merencanakan optimalisasi kerjasama bilateral terutama di bidang nanoteknologi, sains antariksa, dan industri farmasi.”

Di bidang kebudayaan dia mengatakan bahwa mengingat kedua negara sama-sama menganut Islam moderat dan menolak radikalisme dan kekerasan maka kedua negara merencanakan pembentukan komisi hubungan antarulama kedua negara dan monitoring isu-isu kebudayaan.

Lebih lanjut Presiden Iran mengatakan bahwa hubungan kedua negara terjalin kuat di bidang kerjasama internasional, Gerakan Non-Blok, dan Organisasi Kerjasama Islam.

“Hari ini kami sepakat memperkuat kerjasama dalam berbagai persoalan dan problematika yang mendera dunia Islam, terutama di Yaman, Suriah, dan Myanmar, dan menunjang keamanan dan stabilitas regional,” pungkasnya.

Presiden Jokowi tiba di Teheran, Selasa (13/12/2016), dan memulai kunjungan kerjanya Rabu dengan menemui Presiden Iran Hassan Rouhani, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, dan Pemimpin Besar Iran Ayatollah Sayyid Ali Khameinei.

Kunjungan kenegeraan ke Iran ini merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Iran ke Indonesia pada April 2015.

Dari New Delhi India dia menuju Teheran bersama rombongan yang terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (mm/alalam/liputan6)

Al-Assad: ISIS Serang Palmyra Demi Aleppo

Damaskus, LiputanIslam.com –   Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam wawancara dengan RT menilai serangan kelompok teroris takfiri ISIS secara besar-besaran ke kota Palmyra, provinsi Homs, sebagai reaksi terhadap pesatnya kemajuan tentara Suriah di Aleppo.

Dia mengatakan bahwa serangan itu ditujukan untuk “membuyarkan kemenangan tentara” di Aleppo, tapi tujuan ini gagal.

Presiden Suriah kemudian mengingatkan bahwa Barat tidak peduli kepada keadaan di Palmyra karena kota ini jatuh ke tangan kawanan bersenjata.

“Seandainya pemerintah yang menguasainya maka mereka (Barat) akan mengaku prihatin soal peninggalan purbakala. Ketika kami membebaskan Aleppo dari kawanan teroris, mereka  mengaku prihatin atas warga sipil. Mereka tidak prihatin apabila yang terjadi adalah sebaliknya, yakni apabila kawanan teroris membunuhi warga sipil, menggempur Palmyra dan menghancurkan warisan kemanusiaan,” ujar al-Assad.

Mengenai momen serangan ISIS ke Palmyra dia menilainya terkait erat dengan perkembangan situasi perang di Aleppo.

“Ini adalah reaksi mereka atas kemajuan Pasukan Arab Suriah di Aleppo. Mereka ingin membuyarkan kemenangan tentara di sana, dan memecah konsentrasi pasukan Suriah terhadap Aleppo agar pindah ke Palmyra dan menghentikan kemajuannya, tapi tak berhasil,” terangnya. (mm/raialyoum)

Ahrar al-Sham Kabarkan Kesepakatan Baru Gencatan Senjata di Aleppo

Beirut, LiputanIslam.com –   Juru bicara kelompok militan Ahrar al-Sham menyatakan bahwa penerapan gencatan senjata di Aleppo dijadwalkan dimulai pada Rabu malam pukul 22.00 waktu greenwich, dan warga sipil dan korban luka akan dievakuasi dari kawasan yang dikuasai kawanan bersenjata pada Kamis pagi (15/12/2016) pukul 06.00 waktu setempat.

Sumber militer Suriah mengatakan bahwa sesuai kesepakatan baru mengenai gencatan senjata di Aleppo sebanyak 15,00 orang akan meninggalkan Kafriya dan al-Fu’ah di provinsi Idlib.

Sebelumnya, petinggi kubu oposisi Suriah menyatakan terjadi pembicaraan dengan pihak Suriah melalui mediasi Turki untuk penerapan kesepakatan gencatan senjata setelah kesepakatan yang dijalin sebelumnya gagal diterapkan.

Pusat kepentingan Rusia di Hmeimim, Suriah, Rabu pagi menuding kawanan bersenjata di Aleppo telah melanggar kesepakatan dan kembali mengangkat senjata sehari setelah diumumkannya gencatan senjata di sana.

Disebutkan bahwa mereka melanggar kesepakatan untuk kembali menebar pasukannya dan memulai lagi pertempuran, tapi pasukan Suriah dapat membendung mereka dengan menggelar lagi operasi militer untuk memperluas kekuasaannya dan membebaskan Aleppo dari pendudukan kawanan bersenjata.  (mm/raialyoum)

Bagian Barat Provinsi Aleppo, Target Operasi SAA Pasca Pembebasan Kota Aleppo

Aleppo, LiputanIslam.com –   Setelah berhasil merebut kembali kota Aleppo dari pendudukan militan pemberontak dan teroris, Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya mulai mengarahkan pandangannya ke wilayah barat provinsi Aleppo untuk pembebasan.

Sumber militer di lapangan mengatakan kepada Sputnik bahwa pasukan pemerintah Suriah ini bersiap-siap untuk membebaskan desa-desa di bagian barat provinsi Aleppo dalam hitungan hari. Sejauh ini, beberapa desa dan distrik di bagian barat provinsi Aleppo mulai dari pabrik-pabrik pertahanan di kawasan al-Safirah di selatan kota Aleppo telah menjadi target operasi SAA, dan mereka bergerak maju menuju kawasan sekitar distrik Darah Azzah serta kota Atarub, distrik Tel al-Karamah dan distrik Qabtan al-Jabal.  (mm/alalam)

Liga Arab Rencanakan Sidang Darurat Soal Aleppo

Kairo, LiputanIslam.com –   Liga Arab akan menyelenggarakan sidang darurat tingkat menteri luar negeri di Kairo, ibu kota Mesir, pada Senin mendatang (19/12/2016) atas permintaan Kuwait untuk membahas perkembangan situasi di Suriah, terutama kota Aleppo.

Sumber diplomatik Arab di Kairo, Rabu (14/12/2016), mengatakan bahwa rencana ini ditetapkan setelah terjadi pembicaraan antara Kuwait dan Sekretariat Jenderal Liga Arab dan Tunisia, dan kemudian sejumlah negara anggota, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Yordania mendukung permintaan Kuwait tersebut.

Diduga bahwa Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul  Gheit akan memberikan laporan mengenai upaya organisasi ini bersama pihak-pihak terkait mengenai perkembangan situasi Suriah.

Rencananya, Liga Arab akan mengadakan pertemuan tingkat delegasi tetap di bawah pimpinan Tunisia untuk membahas kondisi Aleppo atas permintaan Qatar dan didukung oleh beberapa negara anggota lainnya. (mm/raialyoum)