Rangkuman Berita Utama Timteng, Jumat 3 Februari 2017

iran brigjen hossein salamiJakarta, ICMES: Petinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa pihak-pihak yang merasa takut kepada Iran seharusnya bersembunyi dalam bunker.

Pasukan udara Irak mulai menggempur kawanan teroris ISIS di bagian barat kota Mosul untuk pembebasan wilayah ini, sementara di Irak ISIS telah meledakkan kilang gas Hayyan di bagian timur provinsi Homs.

Di Yaman, partai Kongres Nasional membantah kabar bahwa pimpinanannya, mantan presiden Ali Abdullah Saleh, telah menyerah kepada pasukan sekutu pimpinan Arab Saudi.

Berita selengkapnya:

Jenderal IRGC: Yang Takut Iran Silakan Bersembunyi

Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami menyerukan kepada negara-negara musuh Iran supaya bersembunyi dalam bunker dan tempat-tempat perlindungan kalau mereka memang merasa takut kepada Iran.

“Jika musuh merasa takut terhadap kekuatan rudal kami maka seharusnya mereka berlindung ke tampat-tempat perlindungan,” katanya kepada wartawan di sela-sela acara mengenang pahlawan Iran dari kota Kashan, Kamis (2/2/2017).

Dia menegaskan negaranya belum dan selamanya tidak akan pernah mengubah pendiriannya hanya lantaran mendapat tekanan dari kekuatan-kekuatan besar dunia, dan karena itu Iran akan terus mengembangkan kekuatan rudalnya dari hari ke hari.

Salami menyebutkan bahwa jumlah rudal, kapal perang, dan peluncur rudal  Iran terus meningkat dari waktu ke waktu, dan bangsa Iran terus memantau dengan seksama kondisi darat, laut dan udaranya.

“Kekuatan besar rudal Iran sekarang termasuk di antara sedikit kekuatan preventif terbesar di dunia,” ungkapnya.

Brigjen Salami menjelaskan bahwa sebagai bangsa yang besar, Iran selamanya tidak akan pernah terpengaruh oleh dikte kekuatan asing, konspirasi AS tidak akan dapat menggoyahkan tekad Iran, dan revolusi Islam Iran merupakan kelanjutan dari khittah pemimpin revolusi dan pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini.

Donald Trump, Kamis kemarin, kepada wartawan mengatakan bahwa segala opsi “mengemuka di atas meja” berkenaan dengan reaksi terhadap ujicoba rudal balistik Iran. (alalam/raialyoum)

Jet Tempur Irak Mulai Gempur ISIS Di Mosul Barat

Jet-jet tempur Irak mulai menggempur kawanan teroris ISIS di bagian barat kota Mosul, Irak utara, sebagai persiapan untuk dimulainya operasi pembebasan Mosul barat dari cengkraman ISIS. Bersamaan dengan ini pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi berhasil membebaskan kawasan Ain Talawi di barat Masul dan kawasan perbukitan Sinu di barat kota Tal Afar.

Serangan udara Irak tersebut dilakukan setelah persiapan pasukan darat Irak di Mosul timur sudah rampung sehingga hanya menunggu berakhirnya hitungan mundur untuk menyeberangi Sungai Tigris menuju Mosul barat.

Dalam persiapan itu pasukan Irak juga telah berulangkali merontokkan drone yang digunakan ISIS untuk memantau pasukan Irak di Mosul timur dan memetakan jalur-jalur bom mobil yang akan diledakkan nanti untuk menghambat gerak maju pasukan irak.

Di barat Mosul, pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi berhasil membebaskan kawasan Ain Talawi dan perbukitan Sinu di barat kota Tal Afar yang masih dikuasai ISIS. Relawan telah menghabisi sejumlah besar anggota ISIS dan menghancurkan mobil-mobil mereka ketika mereka berusaha menyerang desa Hajaf.

Relawan menyatakan telah membebaskan area seluas hampir 40 km di kawasan barat dan merebut sejumlah besar senjata dan perlengkapan perang ISIS lainnya.

Menurut relawan, celah terakhir sudah tertutup bagi ISIS untuk mengakses wilayah perbatasan Irak-Suriah, dan kini relawan memulai operasi penyumbatan jalur akses terakhir ISIS antara Mosul dan Tal Afar.

Rabu lalu al-Hashd al-Shaabi berhasil menghabisi pejabat ISIS Harbi Abdul Karim, orang yang menangani perbudakan terhadap warga Irak penganut sekte Yazidi, dengan serangan rudal ke kawasan sekitar Tal Afar. (alalam/alsumarianews)

ISIS Ledakkan Kilang Gas Terbesar di Suriah

Kelompok teroris ISIS telah meledakkan dan membakar kilang gas Hayyan di bagian timur provinsi Homs sebelum mereka mundur dari sana.

“Organisasi teroris ISIS telah membakar instalasi kilang gas Hayyan sore hari ini dan menghancurkannya secara total, sebelum mundur darinya menuju kota Tadmur (Palmyra), untuk menahan gerak maju pasukan Suriah ke ladang-ladang minyak dan gas Hayyan,” ungkap sumber militer kepada kantor berita Jerman, DPA, Kamis (2/2/2017).

Kantor berita Sputnik milik Rusia juga mengutip pernyataan seorang komandan lapangan Pasukan Arab Suriah (SAA) bahwa ISIS telah membakar sisa-sisa kilang gas di kawasan tersebut dengan menggunakan bahan peledak dalam jumlah besar, setelah sebulan lalu mereka juga melakukan peledakan di sana.

Beberapa sumber menyatakan bahwa pasukan udara Suriah telah menghancurkan banyak peralatan tempur ISIS yang bergerak mundur menuju ladang-ladang minyak di kawasan sekitar kilang Hayyan dan kota Palmyra.

Kilang Hayyan merupakan pabrik gas terbesar di Suriah dan mulai ditempatkan pada peta investasi negara ini di awal tahun 2010 dengan dana lebih dari 290 juta euro. (raialyoum)

Partai Kongres Nasional Yaman Bantan Abdullah Saleh Menyerah Kepada Saudi

Mohammad An’am, juru bicara partai Kongres Nasional Yaman pimpinan mantan presiden Ali Abdullah Saleh membantah laporan media simpatisan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi bahwa Saleh telah menyerah dan mengimbau Saudi menghentikan perang untuk kemudian diadakan dialog perdamaian secara menyeluruh.

Dia mengatakan bahwa media pendukung Saudi menayangkan video pernyataan Saleh dalam komisi umum Kongres Nasional yang diambil dua bulan lalu. Dalam pernyataan itu Saleh hanya memperbarui seruannya kepada Saudi agar menyudahi agresinya.

“Seruan ini bukan barang baru bagi pemimpin Kongres Nasional, melainkan sudah diungkap sejak hari pertama agresi pada Maret 2015. Inilah memang komitmen Kongres Nasional. Kami mencari dan menginginkan perdamaian, dan cukuplah perang yang terjadi belakangan menimbulkan luka di antara bangsa Yaman dan Saudi,” katanya.

Dia kemudian mengutip pernyataan Shaleh, “Kami menerima perdamaian dengan jantan, dan tidak akan bersedia menyerah.”

Menurut An’am, pihaknya tidak akan menyerah meskipun diblokade dan terus digempur.

“Hendaknya diketahui bahwa pasukan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi tidak bergerak menuju kami barang satu langkah sejak 26 Maret (2015) sampai sekarang. Kami tinggal di Sanaa (ibu kota Yaman), sementara yang dapat mereka lakukan hanyalah melancarkan serangan udara terhadap segala sesuatu,” lanjutnya.

Dia juga mengaku pihaknya mengharapkan dimulainya dialog dengan pengawasan PBB, tapi pernyataan utusan PBB untuk Yaman dan sekjen PBB jelas menunjukkan  adanya upaya Saudi membendung proses perdamaian.

Mengenai persekutuan kubu Saleh dengan kubu Ansarullah (Houthi), dia mengatakan koordinasi antara kedua pihak terjadi dalam banyak hal, meskipun dalam beberapa persoalan politik bisa jadi Kongres Nasional memiliki pendirian tersendiri.

Menurutnya, perselisihan dalam beberapa hal tertentu itu wajar-wajar saja dan tidak berarti terjadi keretakan dalam persekutuan antara keduanya, sebagaimana juga berlaku pada setiap sistem politik di dunia. (alalam)