Rangkuman Berita Utama Timteng, Jumat 28 Oktober 2016

isis-cukuri-jenggot-di-mosulJakarta, ICMES:  Pasukan teroris ISIS di Mosul mulai ketakutan sehingga mencukur jenggot mereka setelah kecamuk perang merambat ke pinggiran kota ini. Pemimpin wilayah otonomi Kurdistan Irak Massoud Barzani menilai ISIS sudah tak bertaring, dan karena itu pasukan Kurdistan, Peshmerga, tidak akan ikut masuk ke Mosul.

Ketua Dewan Tinggi Islam Irak Sayyid Ammar al-Hakim Hakim menyatakan dua wartawan Israel masuk ke Irak dengan menggunakan paspor negara lain.   Dan ISIS di Mosul telah menyita paspor warga setempat.

Di Yaman, pasukan rudal negara ini telah menghantam Bandara King Abdulaziz, Jeddah, dengan rudal balistik kelas Burkan 1, dan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mengaku berhasil merontokkan rudal balistik di lokasi yang berjarak 65 km dari kota suci Mekkah al-Mukarramah.

Di Suriah, pasukan pemerintah merebut kembali kota strategis Soran di bagian utara provinsi Hamah dari tangan pemberontak.

Demikian beberapa berita utama Timteng dengan rangkuman sebagai berikut;

Pasukan Irak Kian Mendekat, ISIS di Mosul Mulai Pangkas Jenggot

Dentuman senjata artileri dan kecamuk peluru senapan sudah mencapai  pinggiran kota Mosul, Irak utara, pertanda bahwa pertempuran sudah semakin merambat menuju kota ini. Bersamaan dengan ini, para anggota ISIS dilaporkan mulai mencukuri jenggot mereka dan mengubah lokasi kantor pusat mereka agar tak mudah terdeteksi oleh pasukan Irak.

“Saya melihat beberapa anggota DAESH (ISIS), dan mereka tampak sudah benar-benar berbeda dengan  mereka yang saya lihat terakhir kali,” ungkap Abu Saif, warga bagian timur Mosul.

Mantan pengusaha itu menambahkan, “Mereka memangkasi jenggot mereka dan mengubah pakaian mereka. Mereka tentunya ketakutan dan bisa jadi mempersiapkan diri untuk kabur meninggalkan kota.”

Pejabat Irak mengkonfirmasi laporan warga bahwa banyak kawanan teroris beraliran Salafi/Wahabi itu  pindah dari sisi timur ke sisi barat yang dekat sungai Tigris dan rute pelarian diri menuju Suriah.

Pasukan kontra-terorisme di front timur sudah mendekati suatu kawasan yang merupakan salah satu perkampungan pertama kota ini. Diperkirakan pertempuran masih akan menelan waktu beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan lagi.

Pemimpin Kurdistan Irak Nyatakan ISIS Sudah Tak Bertaring

Pemimpin wilayah otonomi Kurdistan Irak Massoud Barzani menilai ISIS sudah tak bertaring, dan karena itu pasukan Kurdistan, Peshmerga, tidak akan ikut masuk ke Mosul. Tapi dia memastikan bahwa Peshmerga tetap akan bekerjasama dengan pasukan pemerintah pusat dalam perang pembebasan kota di Irak utara ini dari cengkraman teroris takfiri ISIS.

“Kita sudah menguasai sebagian besar kawasan, dan sejak hari ini sudah tak ada bahaya lagi dari ISIS. Peshmerga tidak akan masuk ke Mosul dalam operasi pembebasan yang sedang berlangsung ini. Pasukan kontra-teroris yang akan masuk ke Mosul,” katanya dalam koonferensi pers bersama Ketua partai terbesar di Irak, Dewan Tinggi Islam , Sayyid Ammar al-Hakim Hakim, di Khazer, utara Mosul,  Jumat (27/10/2016).

Sementara itu, al-Hakim menyatakan terorisme tidak cukup diperangi hanya melalui jalur militer, melainkan harus diberantas secara komprehensif yang mencakup bidang-bidang militer, keamanan, sosial, pembangunan dan ekonomi.

Al-Hakim mengecam campurtangan Turki di Irak utara dan mengingatkan bahwa partisipasi dalam operasi Mosul hanya boleh dilakukan dengan koordinasi dan kerjasama dengan pemerintah pusat Irak.

Mengenai dua wartawan Israel yang meliput perang Mosul, dia mengatakan bahwa sesuai keterangan para pejabat Kurdistan, dua wartawan itu masuk dengan menggunakan paspor negara lain dan bukan sebagai wartawan Israel.

“Begitu tahu keduanya adalah wartawan Israel, para pejabat Kurdistan segera menyeru mereka keluar dari Irak,” katanya.

ISIS Sita Paspor Warga Mosul

Sebuah tindakan tak biasa dilakukan ISIS di Mosul. Mereka menyita paspor-paspor milik warga kota tersebut.

Menurut laporan Al-Sumaria News, sumber-sumber lokal menyatakan, ada kemungkinan paspor-paspor itu dirampas untuk digunakan para petinggi kelompok teroris ini melarikan diri.

ISIS menyita paspor ratusan warga di sejumlah masjid dan markas keamanan sementara di Mosul.

Tindakan ini dilakukan menyusul meningkatnya perlawanan bersenjata warga Mosul terhadap ISIS.

Rabu lalu ISIS melakukan sebuah propaganda untuk mengesankan dukungan warga Mosul terhadap mereka.

Dilaporkan bahwa ISIS mengadakan sebuah acara yang dinamakan ‘Festival Loyalitas.’ Mereka memaksa warga Mosul menunjukkan kesetiaan terhadap kelompok ini.

Rudal Yaman Hantam Bandara Jeddah, Saudi Bawa Nama Mekkah

Sumber militer Kemhan Yaman menyatakan bahwa pasukan rudal negara ini telah menghantam Bandara King Abdulaziz, Jeddah, dengan rudal balistik kelas Burkan 1, Kamis (27/10/2016). Tanpa ada laporan lebih lanjut, sumber itu menambahkan bahwa rudal itu tepat mengena sasaran hingga menimbulkan kerusakan besar.

Di pihak lain, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di hari yang sama mengaku berhasil merontokkan rudal balistik di lokasi yang berjarak 65 km dari kota suci Mekkah al-Mukarramah. Menurut koalisi ini, rudal itu diluncurkan oleh milisi Houthi (Ansarullah) dari provinsi Sa’dah, Yaman utara.

Koalisi juga menyebutkan bahwa dalam satu bulan ini rudal tersebut merupakan yang kedua kali diluncurkan Houthi ke arah Mekkah. Rudal sebelumnya diluncurkan dari Yaman “menuju Mekkah” pada 9 Oktober lalu.

Pasukan koalisi yang mengagresi Yaman ini sengaja membawa-bawa nama Mekkah agar negara-negara Arab dan Islam lainnya ikut memerangi Ansarullah .

Pasukan Suriah Rebut Kota Stratagis Soran Dari Pemberontak

Pasukan pemerintah Suriah yang didukung pasukan relawan berhasil merebut kota strategis Soran di bagian utara provinsi Hamah dari tangan pemberontak.  Kota ini semula jatuh ke tangan pemberontak dalam pertempuran sengit mereka dengan pasukan pemerintah pada awal-awal September lalu.

“Angkatan bersenjata kami bekerja sama dengan pasukan pertahanan rakyat merebut kembali kota Soran dan area pertanian sekitarnya,” kata sumber militer Suriah.

Observatorium Suriah untuk HAM yang aktif memonitoring perang Suriah menyebutkan bahwa serbuan pasukan pemerintah Suriah ke kota itu dibantu dengan serangan udara sejak dini hari Kamis, termasuk dengan roket, mortir dan bom barel yang dijatuhkan dari helikopter.

 (afp/alfuratnews/irna/raialyoum/irna/presstv/alalam/spa/reuters/alahed)