Rangkuman Berita Utama Timteng, Jumat 16 Desember 2016

bus-hijau-di-aleppoJakarta, ICMES: Kawanan pemberontak dan teroris akhirnya meninggalkan kota Aleppo, Suriah utara, sementara tentara Suriah bersiap melancarkan serangan balik terhadap ISIS di kota Palmyra, dan PBB mengaku kuatir kota Idlib yang masih menjadi basis kubu pemberontak Suriah akan menjadi Aleppo jilid 2.

Di Irak, pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi berhasil membebaskan 10 desa di barat Mosul dalam operasi militer yang berlangsung tiga hari.

Berita selengkapnya;

Gencatan Senjata Diterapkan, Kawanan Bersenjata Menyingkir Dari Aleppo

Kawanan pemberontak dan teroris akhirnya bersedia meninggalkan Aleppo, kota di bagian utara Suriah yang sekian tahun menjadi basis pergerakan bersenjata mereka melawan pemerintah Suriah, menuju kawasan lain yang masih dikuasai kawanan bersenjata, Kamis (16/12/2016).

Sesuai kesepakatan gencatan senjata baru yang dijalin melalui komunikasi Iran, Rusia, dan Turki mereka keluar dari Aleppo timur dalam sebuah proses yang dijadwalkan  tidak lebih dari satu hari.  Mereka diboyong keluar dari Aleppo dengan menggunakan puluhan bus warna hijau yang diiringi beberapa unit ambulan melalui tiga tahap.

Konvoi bus hijau melintas dengan lancar tanpa kendala di daerah-daerah yang dikuasai tentara Suriah.

Sebelum berangkat, beberapa mobil Bulan Sabit Merah Suriah memasuki beberapa kawasan Aleppo timur yang menjadi tempat bertahannya kawanan bersenjata, sementara kawanan itu berusaha meledakkan sebagian gudang senjata, gudang bahan makanan, dan markas-markas mereka beserta perlengkapan militer dan dokumen-dokumen mereka.

Beberapa pemimpin kawanan bersenjata diberangkatkan dari Aleppo timur dengan menggunakan mobil khusus pada tahap ketiga. Di tahap ini jumlah orang yang diberangkatkan 2257 yang sebagian besar perempuan dan anak kecil.

Sumber anonim mengatakan kepada DPA, “Sejumlah pemimpin kelompok-kelompok bersenjata pada tahap ini telah keluar dengan lima mobil khusus untuk mereka, dan masih ada lagi sejumlah besar pimpinan yang keluar menyusul pada malam hari juga dengan mobil khusus. Sejumlah orang bersenjata keluar dengan mobil van karena mereka menolak menggunakan bus hijau milik pemerintah.”

Sumber militer Suriah mengatakan, “Di tahap ketiga jumlah orang yang keluar pada Rabu sore 208 orang, 103 di antaranya militan, 51, perempuan, dan 54 anak kecil. Mereka dipindah dengan mobil-mobil van dan dibawa keluar dengan bus hijau.”

Di tahap kedua, orang yang menyingkir dari Aleppo timur tercatat 1198 orang, 601 di antaranya militan bersenjata, dan jumlah keluarga yang bersama mereka 320 perempuan dan 301 anak kecil.

Sumber militer memastikan bahwa proses tahap demi tahap ini berlanjut sampai Kamis malam sampai semua kawanan bersenjata atau warga sipil yang berminat dapat dipindah dari Aleppo timur.

Kamis pagi sumber militer Suriah mengatakan bahwa jumlah kawanan bersenjata beserta keluarga mereka serta warga sipil yang hendak keluar mencapai 15,000 orang, 5000 di antaranya militan. (mm/alalam/raialyoum)

Tentara Suriah Bersiap Lancarkan Serangan Balik Terhadap ISIS di Palmyra

Kementerian Pertahanan Rusia, Kamis (15/12/2016), menyatakan bahwa tentara Suriah yang didukung pasukan Rusia sedang mempersiapkan diri untuk melancarkan serangan balik terhadap kawanan teroris takfiri ISIS di kota Palmyra (Tadmur).

Wakil Pertama Kepala Departemen Operasi Utama pada Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Letjen Viktor Poznikhir, dalam keterangan pers singkatnya menyebutkan, “Tentara Suriah yang didukung Angkatan Udara Rusia telah memperkuat posisi di sekitar kota Palmyra, dan  menahan beberapa serangan kawanan bersenjata ISIS.”

Dia menambahkan, “Dewasa ini garis pertahanan bergerak di dekat kotaTyas dan pangkalan udara Tifur, sementara Rusia membantu para komandan militer Suriah mempersiapkan serangan balik ke Palmyra.”

ISIS melancarkan serangan besar-besaran ke Palmyra pada 9 Desember lalu dan berhasil menguasainya lagi pada 11 Desember setelah bertempur sengit dengan tentara Suriah.

Palmyra jatuh lagi ke tangan ISIS setelah tentara Suriah berhasil membebaskannya pada 27 Maret lalu.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menilai serangan ISIS itu sebagai upaya memecah konsentrasi pasukan Suriah di Aleppo agar kota ini tak jadi lepas dari cengkraman kawanan bersenjata. (mm/rt)

Utusan PBB Kuatir Idlib Jadi “Aleppo Kedua”

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, Kamis (15/12/2016), mengaku kuatir kota Idlib yang menjadi basis kubu pemberontak Suriah akan menjadi Aleppo jilid 2.

Seperti diketahui, kawanan pemberontak dan teroris kalah perang di Aleppo melawan pasukan Suriah dan sekutunya sehingga mereka kemudian menyerah dan dievakuasi dari Aleppo timur menuju Idlib yang masih dikuasai oleh rekan-rekan mereka.  Peristiwa ini menandai kemenangan besar bagi pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad.

Berbicara bersama Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault, de Mistura mengatakanbahwa  di Aleppo timur masih terdapat sekira 50.000 orang, dan untuk memastikan kelancaran proses, PBB perlu diberi izin mengirim lebih banyak pengamat ke kota ini untuk menjamin tidak ada pembalasan dan memastikan bantuan telah didistribusikan

“Ada sekitar 50.000 orang, termasuk 40.000 warga sipil yang akan pergi ke Aleppo barat. Bagi kita perlu hadir untuk memastikan mereka tidak terganggu,” kata de Mistura, sesuai dengan narasi dan klaim negatif yang selama ini berkembang operasi tentara Suriah, terutama di Aleppo.

Dia mengatakan bahwa sisanya yang berjumlah 10.000 orang terdiri atas 1.500 – 5.000 militan dan keluarga mereka, yang akan dievakuasi ke kota utara Idlib.

Dia juga menambahkan bahwa pengamat PBB saja tidak cukup  untuk memantau situasi di lapangan dewasa ini.

Senada dengan ini,  Ayrault, yang negara menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan U.N. untuk membahas Aleppo, Kamis,  berharap para anggota dewan ini Jumat bisa setuju untuk pengerahan pemantau secepatnya. (mm/reuters)

Tiga Hari, Relawan Irak Bebaskan 10 Desa di Barat Mosul

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi dalam statemennya, Kamis (15/12/2016), menyatakan pihaknya berhasil membebaskan 10 desa di barat Mosul, Irak utara, dalam operasi militer yang berlangsung tiga hari.

Statemen ini menyebutkan satu persatu nama desa yang berhasil mereka bebaskan, dan menyatakan bahwa jalur utama antara kota Tal Afar dan kawasan Tal Abtah sudah disisir dan dibersihkan, dan jalur terakhir logistik ISIS dengan Tal Afar dari sisi selatan sudah terputus.

Menurut statemen ini, lebih dari 65 anggota ISIS tewas diterjang operasi militer relawan dalam tiga hari terakhir, dan sebanyak 10 unit bom mobil ISIS dan satu gudang besar yang menampung zat beracun hancur.

Secara terpisah, pasukan komando operasi bersandi “Kami Datang, Wahai Nineveh” melalui juru bicaranya, Kol. Yahya Rasul, menyatakan separuh wilayah provinsi Nineveh yang beribu kotakan Mosul berhasil dibebaskan dari pendudukan ISIS.

Dijelaskan pula bahwa 46 dari total 56 distrik di bagian timur Mosul telah dibebaskan, dan 10 sisanya secara militer sudah dikuasai oleh pasukan Irak.

Menurutnya,  dalam perang kota untuk penumpasan ISIS di Mosul pasuan Irak bertindak ekstra hati-hati demi menghindari jatuhnya korban di pihak sipil.

Dia juga menegaskan bahwa operasi Nineveh merupakan gerbang untuk pembebasan kota Raqqah yang menjadi markas ISIS di Suriah, sebab tentara Suriah sudah berhasil membebaskan kota Aleppo dari tangan teroris. (mm/rudaw/alsumaria)