Rangkuman Berita Timteng Senin 9 Juli 2018

lanud T-4 suriahJakarta, ICMES: Pemerintah Suriah menyatakan pelaku serangan yang ditujukan ke Lanud Militer T-4 di provinsi Homs, Suriah tengah, adalah Rezim Zionis Israel, dan pasukan Suriah telah menembak satu di antara beberapa jet tempur penyerang.

Asisten khusus ketua palemen Iran urusan internasional, Hossein Amir Abdollahian, menyatakan bahwa Iran tetap akan mempertahankan keberadaan para penasehat militernya di Suriah untuk membantu pemerintah dan Pasukan Arab Suriah (SAA) meneruskan operasi penumpasan terorisme.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Israel tidak akan pernah menerima keberadaan pasukan Iran maupun pasukan lain yang berafiliasi dengan Iran di bagian manapun di wilayah Suriah.

Kementerian Informasi Palestina, Ahad (8/7/2018), menyerukan penyelenggaraan pertemuan internasional secepatnya untuk melindungi tempat-tempat suci di Al-Quds (Yerussalem) Timur.

Berita selengkapnya;

Suriah Tangkis Serangan Israel Ke Lapangan Udara Di Homs

Pemerintah Suriah menyatakan pelaku serangan yang ditujukan ke Lanud Militer T-4 di provinsi Homs, Suriah tengah, adalah Rezim Zionis Israel, dan pasukan Suriah telah menembak satu di antara beberapa jet tempur penyerang. Demikian dilaporkan media resmi dari sumber militer, Ahad (8/7/2018).

Laporan awal menyebutkan bahwa sebanyak enam rudal telah menyasar Lanud T-4 namun hanya menimbulkan kerugian materi.

Sebelumnya, SANA, melaporkan telah terjadi serangan ke lanud T-4 tanpa menyebutkan pelakunya.  Kantor berita resmi Suriah ini selanjutnya mengutip pernyataan sumber militer bahwa pasukan pertahanan Suriah telah melawan agresi musuh, menjatuhkan beberapa rudal yang ditujukan ke Lanud T-4 dan menembak salah satu jet tempur penyerang hingga semuanya kabur meninggalkan zona udara Suriah.

Jubir militer Israel menolak mengomentari laporan mengenai adanya serangan Israel ke Suriah dengan mengatakan, “Kami tidak berkomentar atas laporan di media asing.”

Lanud T-4 sudah berulangkali diserang Israel, termasuk serangan rudal pada 9 April lalu yang disebut-sebut telah menewaskan 14 tentara yang 7 di antaranya orang Iran. Rusia, Iran, dan Suriah menyatakan Israel bertanggungjawab atas serangan itu.

Pada 10 Februari lalu Israel juga menyerang Lanud T-4 dalam sebuah peristiwa di mana pasukan Suriah berhasil menembak jatuh satu unit jet tempur Israel, dan Israel mengaku menyasar tempat-tempat militer Iran.

Sejak tahun 2011 Israel telah berulangkali menyerang tentara Suriah atau pasukan Iran dan Hizbullah di Suriah, namun Israel jarang berterus terang mengakuinya, dan selama itu rezim penjajah Palestina ini juga kerap menegaskan penolakannya terhadap keberadaan militer Iran di Suriah.

Israel dan Suriah masih dalam kondisi perang satu sama lain. Sejak Juni 1967 Israel menduduki Dataran Tinggi Golan seluas sekira 1200 kilometer persegi, dan pada tahun 1981 Israel menyatakan telah menganeksasi kawasan itu namun tidak mendapat pengakuan internasional. (rayalyoum/alalam)  

Iran Pastikan Penasehat Militernya Tetap Jalankan Misi Di Suriah

Asisten khusus ketua palemen Iran urusan internasional, Hossein Amir Abdollahian, menyatakan bahwa Iran tetap akan mempertahankan keberadaan para penasehat militernya di Suriah untuk membantu pemerintah dan Pasukan Arab Suriah (SAA) meneruskan operasi penumpasan terorisme.

Saat menyambut Dubes Palestina untuk Iran, Solah al-Zawawi, di Teheran, Ahad (8/7/2018), Abdollahian mengatakan, “Republik Islam Iran tetap melanjutkan dukungannya yang solid kepada muqawamah (resistensi anti Israel) dan tidak akan mundur dalam masalah Palestina dan ancaman Rezim Zionis (Israel) terhadap semua negara kawasan.”

Abdollahian yang juga menjabat Sekjen Konferensi Internasional Peduli Palestina menegaskan bahwa resistensi serta referendum yang melibatkan semua penduduk pribumi Palestina, baik Muslim maupun Kristen dan Yahudi, merupakan dua unsur utama untuk penyelesaian kemelut Palestina.

Dia kemudian memastikan bahwa setelah kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kalah Israel sebenarnya ingin berbuat banyak untuk mengacaukan Suriah, namun terhalang oleh keberadaan pasukan Poros Resistensi.

“Israel berambisi menguasai Suriah pasca ISIS, namun pasukan Poros Resistensi dan para penesehat militer Iran masih akan tetap bersama Suriah dalam melawan terorisme,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa bangsa Suriah tidak akan pernah lagi membiarkan negaranya berubah menjadi ajang pergerakan terorisme yang didalangi oleh kaum Zionis.  (alalam)

Netanyahu: Di Bagian Suriah Manapun Tak Boleh Ada Pasukan Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pekan ini dia akan memberitahunya bahwa Israel tidak akan pernah menerima keberadaan pasukan Iran maupun pasukan lain yang berafiliasi dengan Iran di bagian manapun di wilayah Suriah.

“Pekan ini saya akan bertolak ke Moskow, dan saya akan mengadakan pertemuan penting (pada Rabu 11 Juli mendatang) dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kami sesekali mengadakan pertemuan demi menjamin kontinyuitas koordinasi keamanan antara kedua pihak, dan tentunya juga membahas perkembangan regional,” ujarnya, Ahad (8/7/2018).

Dia menambahkan, “Dalam pertemuan ini saya akan menjelaskan sekali lagi dua prinsip mendasar. Pertama, kami tidak akan menerima keberadaan pasukan Iran dan pasukan proksinya di bagian manapun di wilayah Suriah, yang dekat maupun yang jauh dengan perbatasan (Israel). Kedua, kami akan meminta Suriah dan tentara Suriah agar menjaga kesepakatan gencatan senjata 1974 dengan segala aspeknya.”

Pasukan Arab Suriah (SAA) yang didukung pasukan Rusia belakangan ini melancarkan serangan udara dan darat secara masif untuk membebaskan berbagai daerah di bagian selatan Suriah dari pendudukan kawanan bersenjata. Sejauh ini sudah banyak daerah yang berhasil dibebaskan oleh SAA.

Israel lantas ketakutan terhadap perkembangan selanjutnya di mana SAA akan merebut kembali daerah strategis Quneitra yang terletak di zona militer Dataran Tinggi Golan yang dibentuk pada tahun 1974 pasca Perang Arab-Israel tahun 1973.

Surat kabar Asharq al-Awsat terbitan Inggris, Ahad, bahwa sedang berlangsung komunikasi intensif segi tiga Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Israel untuk menyusun kesefahaman mengenai Suriah sesuai pernyataan bersama dalam pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia, pada 16 Juli lalu.

Disebutkan bahwa kesepakatan mengenai Suriah di Helsinki akan menjadi acuan perundingan Trump dengan para sekutunya di Eropa dalam pertemuan puncak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Helsinki pada 11-12 Juli 2018, dan di London pada 13 Juli 2018, serta pertemuan puncak Putin dan Netanyahu di Moskow pada 11 Juli 2018. (rayalyoum)

Menteri Israel Langgar Al-Quds, Palestina Serukan Pertemuan Internasional

Kementerian Informasi Palestina, Ahad (8/7/2018), menyerukan penyelenggaraan pertemuan internasional secepatnya untuk melindungi tempat-tempat suci di Al-Quds (Yerussalem) Timur.

Seruan ini dinyatakan menyusul Menteri Pertananian dan Pembangunan Pedesaan Israel Uri Ariel melakukan “tindakan provokatif” dengan mendatangi komplek Masjid al-Aqsa di Al-Quds Timur bersama sekelompok warga Yahudi Zionis pada Ahad pagi.

Kementerian Informasi Palestina menyebut tindakan Ariel itu sebagai; provokasi dan teror terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen; seruan terbuka untuk penghancuran Masjid al-Aqsa; serangan terhadap jemaah shalat dan warga yang beriktikaf di dalamnya; dan respon cepat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas keinginan para menteri dan anggota parlemen Israel untuk melakukan penistaan lagi terhadap Masjid al-Aqsa.

Karena itu, Kementerian Informasi Palestina lantas mendesak PBB dan lembaga-lembaga dunia terkait agar bertindak  secepatnya demi menghentikan pelanggaran Israel.  Kementerian ini juga meminta Komisi al-Quds yang bernaung di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar “mengingatkan dunia akan eskalasi terorisme Israel terhadap tempat-tempat suci.”

Senada dengan ini, Kantor Wakaf Islam dan Urusan Masjid al-Aqsa juga mengecam pelanggaran Areil dan menyebutnya provokasi. Kantor ini menjelaskan bahwa masuknya Ariel ke komplek Masjid al-Aqsa dilakukan setelah ada keputusan Netanyahu memperkenankan para menterinya dan para anggota Knesset untuk “melakukan lagi serbuan ke Masjid al-Aqsa” setelah ada larangan sejak dua tahun silam. (rayalyoum)