Rangkuman Berita Timteng Senin 8 Januari 2018

tentara suriah di daraaJakarta, ICMES: Pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya melanjutkan operasi militernya di bagian tenggara provinsi Idlib dan berhasil menguasai kota Sinjar serta tiga desa di barat kota ini setelah mendesak mundur kelompok teroris teroris Jabhat Al-Nusra dan sekutunya.

Sumber militer Yaman menyatakan bahwa pasukan pertahanan udara negara ini berhasil merontokkan satu unit jet tempur milik pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa eksistensi rakyat Iran di lapangan dan kerjasama mereka dengan pasukan relawan Basij dan aparat keamanan telah berhasil merontokkan  upaya-upaya makar baru pihak musuh terhadap revolusi dan pemerintahan Islam Iran.

Berita selengkapnya;

Tentara Suriah Dekati Bandara Abu Al-Dhuhur Di Idlib

Pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya melanjutkan operasi militernya di bagian tenggara provinsi Idlib dan berhasil menguasai kota Sinjar serta tiga desa di barat kota ini setelah mendesak mundur kelompok teroris teroris Jabhat Al-Nusra dan sekutunya, Ahad (7/1/2018).

Selanjutnya mereka menguasai desa Sara’ di tenggara Sinjar dan desa  stratetgis Sari’ di timur kota strategis di provinsi Idlib tersebut.

Seorang komandan lapangan pasukan Suriah mengatakan, “Pasukan Suriah menguasai kota strategis Sinjar. Pasukan yang datang dari arah selatan sudah berada di lokasi yang berjarak sekira 15 kilometer dari lanud militer Abu Al-Duhur, provinsi Idlib.”

Dia menambahkan, “Tentara Suriah juga menguasai desa Khiyarah bagian selatan provinsi ini, dan terjadi aksi kabur massal kawanan bersenjata Jabhat Al-Nusra serta kelompok-kelompok sekutunya bersamaan dengan semakin sengitnya operasi militer tentara.”

Sebelumnya, tentara Suriah dan sekutunya telah menggempur Jabhat Al-Nusra dan sekutunya dengan berbagai jenis senjata di Sinjar dan desa-desa sekitarnya, sementara kelompok-kelompok teroris terlibat aksi saling tuding.

Di kota Idlib sedikitnya 23 orang terbunuh, tujuh di antaranya sipil, terkena ledakan bom yang ditujukan ke sebuah markas kawanan teroris yang berasal dari Asia.

Direktur lembaga Observatorium Suriah untuk HAM Rami Abdulrahman mengatakan, “Pada jumat malam terjadi ledakan besar yang menyasar markas kelompok Pasukan Kaukasus di kota Idlib, mengakibatkan 23 orang tewas, termasuk tujuh warga sipil.”

Dia tidak menyebutkan apakah ledakan itu berasal dari bom mobil atau jet tempur, namun para pegiat medses menyatakan ledakan yang menghancurkan markas dan menjatuhkan puluhan korban luka di pihak teroris itu berasal dari bom mobil.

Sebagai besar provinsi Idlib dikuasai Jabhat Al-Nusra yang belakangan berganti nama Jabhat Tahrir Al-Shams, sementara sisanya dikuasai oleh kelompok-kelompok teroris lain. Di kawasan ini sering terjadi ledakan bom mobil yang terjadi akibat perseteruan antarkelompok teroris. (mm/alalam/rayalyoum)

Pasukan Yaman Tembak Jatuh  Jet Tempur Saudi

Sumber militer Yaman menyatakan bahwa pasukan pertahanan udara negara ini berhasil merontokkan satu unit jet tempur milik pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, Ahad (7/1/2018).

Jet tempur itu tertembak di angkasa provinsi Sa’dah, Yaman, yang dilanda serangan udara sengit dari pasukan koalisi. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kabar ini.

Media perang kelompok Ansarullah (Houthi) sebelumnya merilis laporan yang menjelaskan ihwal perlawanan tentara Yaman dan Komite Rakyat yang berafiliasai dengan Ansarullah terhadap pasukan koalisi pimpinan Saudi selama tahun 2017.

Seperti dilansir saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah, laporan itu menyebutkan, “Tentara dan Komite Rakyat telah menghancurkan 1596 unit peralatan militer dan 8 unit kapal perang, pasukan pertahanan udara telah menjatuhkan 29 unit pesawat udara milik pasukan koalisi agresor, dan pasukan rudal telah menembakkan 45 unit rudal balistik selama tahun 2017.”

Laporan itu menambahkan bahwa puluhan pesawat udara yang rontok itu antara lain dua unit F-16, 1 unit F-15, 1 unit Thyphoon , 2 unit Apache, dan 1 unit Black Hawk. Selain itu, sebanyak 19 nirawak pengintai pasukan koalisi juga rontok di tangan pasukan Yaman. (alalam)

IRGC: Solidaritas Rakyat Dan Aparat Iran Kandaskan Upaya Pengacauan

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa eksistensi rakyat Iran di lapangan dan kerjasama mereka dengan pasukan relawan Basij dan aparat keamanan telah berhasil merontokkan  upaya-upaya makar baru pihak musuh terhadap revolusi dan pemerintahan Islam Iran.

Dalam statamennya yang dirilis, Ahad (7/1/2018), IRGC berterima kasih kepada rakyat, relawan, dan aparat keamanan karena telah berhasil mengandaskan “fitnah baru” yang telah dirancang dan dijalankan oleh musuh-musuh Iran.

Menurut IRGC, bangsa Iran dengen semua komponennya, termasuk puluhan ribu pasukan relawan, telah bangkit melawan upaya pengacauan stabilitas dan keamanan, dan berhasil mempermalukan Amerika Serikat (AS), Inggris, Rezim Zionis Israel, dan dinasti Al-Saud serta selempok kecil orang Iran yang kontra-sistem pemerintahan Islam Iran, termasuk Organisasi Mujahidin Khaq (MKO) yang diplesetkan oleh rakyat dan pemerintah Iran menjadi organisasi “munafikin” Khalq.

“Perjuangan besar ini telah membuktikan kebesaran bangsa Iran yang berkelanjutan, dan bahwa prinsip-prinsipnya terlampau tinggi bagi kemampuan musuh-musuh yang berusaha mewujudkan tujuan-tujuan syaitaninya,” ungkap IRGC.

Sementara itu, Ahad kemarin dilaporkan bahwa rakyat Iran kembali menggelar unjuk rasa akbar di berbagai kota dan daerah negara ini sebagai tandingan atas beberapa demo skala kecil namun berujung rusuh yang juga terjadi di sejumlah titik beberapa hari sebelumnya.

Demo tandingan itu digelar dengan pawai dan konsentrasi yang melibatkan ribuan massa di kota Qazwin, Yazd, Gorgan, Rash dan Shahr-e Kord. Massa meneriakkan yel-yel dukungan kepada pemimpin dan pemerintahan Iran sekaligus mengutuk demo-demo protes yang ditunggangi para perusuh. Mereka juga mengutuk AS, Inggris dan Israel.

Di sebagian daerah, salju yang turun tidak menghalangi masyarakat setempat untuk menggelar unjuk rasa tandingan.  (alalam)

Diprotes Netizen, Koran Saudi Terpaksa Hapus Berita Tentang Aktor Chalamet

Surat kabar Okaz di Arab Saudi terpaksa menghapus artikel beritanya mengenai 10 aktor terbaik tahun 2017 setelah mendapat reaksi kecaman keras dari publik.

Berita itu mengundang reaksi luas di media sosial Arab sehingga sebagian orang yang menilai Okaz mencoba mempromosikan “penyimpangan seksual.”

Pasalnya, berita itu berkenaan tercantumnya nama Timothee Chalamet dalam daftar 10 aktor terbaik tahun 2017, sementara aktor berusia 21 tahun ini adalah pemeran utama film “Call Me by Your Name” yang berkisah tentang cinta pasang gay.

Para netizen pemrotes membuat tagar yang artinya “Okaz mempromosikan penyimpangan” dan segera menjadi salah satu trending topic dalam waktu singkat. (rayalyoum)