Rangkuman Berita Timteng Senin 7 Agustus 2017

tentara suriah di homsJakarta, ICMES: Pasukan Arab Suriah (SAA) berhasil menguasai kota al-Sukhnah yang sebelumnya telah menjadi markas terakhir kelompok teroris takfiri ISIS di provinsi Homs, Suriah.

Kemlu Arab Saudi membantah laporan mengenai pernyataan yang dikaitkan kepada Menlu Saudi Adel Al-Jubeir mengenai krisis Suriah.

Iran, Qatar, dan Turki mengadakan pertemuan segi tiga di Teheran, ibu kota Iran, untuk membicarakan “mekanisme penguatan hubungan ekonomi Teheran-Ankara-Doha.”

PBB mengecam keras serangan udara terbaru Arab Saudi terhadap Yaman yang menewaskan sedikitnya 12 warga sipil , termasuk anak-anak.

Berita selengkapnya;

Tentara Suriah Rebut Markas Terakhir ISIS Di Homs

Pasukan Arab Suriah (SAA) berhasil menguasai kota al-Sukhnah yang sebelumnya telah menjadi markas terakhir kelompok teroris takfiri ISIS di provinsi Homs, Suriah. Demikian dilaporkan Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) dan sumber-sumber militer, Minggu (6/8/2017).

SOHR menjelaskan bahwa operasi pembebasan kota strategis al-Sukhnah terjadi  pada hari Sabtu (5/8/2015) menjelang tengah malam menyusul serangan intensif SAA dan pasukan udara Rusia yang bersekutu dengan SAA.

Keberhasilan membebaskan al-Sukhnah memungkinan SAA untuk bergerak maju di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, yang sebagian besar dikuasai kawanan teroris ISIS.

Sebelumnya, SAA berhasil memasuki al-Sukhnah pada Sabtu sore setelah bertempur sengit di mana ratusan kombatan ISIS terpaksa kabur ke arah timur menuju Deir Ezzor.

Seorang komandan pasukan SAA mengatakan, “Tidak ada kawanan bersenjata ISIS di dalam kota sejak kemarin malam kecuali beberapa penembak jitu yang tersebar di sebagian bangunan sehingga pasukan pemerintahpun menangani mereka dan menjamin keamanan para ahli bahan peledak dalam penyisiran kota.”

Al-Sukhnah terletak di timur kota Palmyra (Tadmur) sejarak 70 km. Di situ ISIS sempat bertahan selama satu bulan melawan serangan darat dan udara.

Sementara itu, SAA juga bergerak maju lagi di sejumlah kawasan lain di bagian tengah dan utara negara ini dan mendekati provinsi Deir Ezzor. SOHR menyebutkan bahwa SAA mengalami “kemajuan signifikan” di arah selatan kota Raqqa di kawasan yang jaraknya kurang dari 4 kilometer dari a Ma’adan, kota terakhir yang dikuasai ISIS di provinsi Raqqa dan terletak di dekat perbatasan antara Deir Ezzor dan Raqqa.

ISIS menguasai  seluruh wilayah provinsi Deir Ezzor, kecuali bagian kecil kota Deir Ezzor yang dikepung ISIS sejak tahun 2015.

SAA melancarkan serangan di selatan Raqqa menuju Deir Ezzor secara terpisah dari serangan Pasukan Demokrasi Suriaf (SDF) yang merupakan aliansi milisi Kurdi dan Arab dalam operasi pembebasan kota Raqqa dari cengkraman ISIS. (rayalyoum)

Saudi Bantah Menlunya Nyatakan al-Assad Tetap Presiden Suriah 

Kemlu Arab Saudi membantah laporan mengenai pernyataan yang dikaitkan kepada Menlu Saudi Adel Al-Jubeir mengenai krisis Suriah.

“Apa yang dikaitkan kepada Menlu Adel al-Jubeir oleh sebagian media tidak akurat,” ungkap sumber pejabat Kemlu Saudi, dini hari Senin (7/8/2017) waktu setempat.

Dia menambahkan, “Sikap Riyadh mengenai krisis Suriah solid dan bertumpu pada Deklarasi Jenewa 1, resolusi 2254 Dewan Kemanan (PBB), penyusunan konstitusi baru untuk Suriah, dan pengadaan pemilu mengenai masa depan negara ini di mana Bashar al-Assad sama sekali tidak memiliki tempat.”

Dia menegaskan bahwa Saudi mendukung dewan tinggi negosiasi milik oposisi Suriah, semua tindakan untuk meningkatkan partisipasi anggotanya, dan persatuan kelompok-kelompok oposisi.

Sebelumnya, sejumlah media menyebutkan bahwa al-Jubeir menyatakan negaranya menyetujui kebertahanan Bashar al-Assad dalam pemerintahan di Suriah.

RT milik Rusia mengutip keterangan sumber informasi kubu oposisi Suriah bahwa al-Jubeir menyatakan kepada dewan tinggi negosiasi Suriah dalam dialog intra-Suriah bahwa al-Assad tetap bertahan di jabatannya sebagai presiden Suriah.

Selain itu, Ahmad al-Asrawi yang juga dari kubu oposisi Suriah mengatakan kepada al-Mayadeen bahwa al-Jubeir dalam berdialog dengan dewan tinggi oposisi mengatakan bahwa masalah pemakzulan al-Assad merupakan persoalan internal Suriah sehingga bergantung pada bangsa Suriah sendiri.

Disebutkan pula bahwa al-Jubeir mengatakan negaranya mendukung solusi politik bagi krisis Suriah karena “sikap masyarakat internasional pasca operasi teror di Paris, Perancis, tahun lalu yang menewaskan puluhan orang telah berubah dan mengutamakan penumpasan terorisme.” (irna)

Irak, Turki Dan Qatar Berunding Di Teheran Untuk Penguatan Hubungan Segi Tiga

Iran, Qatar, dan Turki mengadakan pertemuan segi tiga di Teheran, ibu kota Iran, untuk membicarakan “mekanisme penguatan hubungan ekonomi Teheran-Ankara-Doha” di mana Iran dan Turki menjadi sumber utama impor komoditas Qatar sejak negara Arab Teluk Persia ini diboikot oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir.

Kantor berita Tasnim milik Iran, Ahad (6/8/2017), melaporkan bahwa pertemuan itu dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran Mahmoud Vaezi, Menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekci, dan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Qatar Ahmad bin Jasim bin Mohammad al-Thani.

Mereka membahas mekanisme hubungan ekonomi segi tiga Teheran-Ankara-Doha dan transportasi komoditas Turki ke Qatar melalui wilayah Iran.

Jumat lalu Zeybekci menyatakan pihaknya mengalami kesulitan dalam penggunaan pesawat udara untuk transportasi komoditas ekspor Turki ke Qatar sehingga ada hasrat bersama Turki, Qatar, dan Iran untuk pengiriman komoditas ini melalui wilayah Iran karena akan lebih hemat biaya.

“Saya dan sejawat saya dari Qatar akan menghadiri upacara pengangkatan sumpah presiden Iran Hassan Rouhani, Sabtu. Secara segi tiga kami akan membahas masalah transportasi dan pencapaian kesepakatan,” lanjutnya, seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu. (rayalyoum)

Serangan Udara Saudi Tewaskan Belasan Warga Sipil Yaman, PBB Angkat Bicara

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan udara terbaru Arab Saudi terhadap Yaman yang menewaskan sedikitnya 12 warga sipil , termasuk anak-anak. PBB menyebut serangan udara ini  contoh  “kebrutalan” dan “pengabaian” keamanan warga sipil dalam konflik Yaman.

“Semua pihak dalam konflik ini terus menunjukkan ketidakpedulian terhadap perlindungan warga sipil dan prinsip pembedaan antara warga sipil dan kombatan dalam melakukan permusuhan,” kecam Koordinator Kemanusiaan PBB di Yaman,  Jamie McGoldrick, Minggu (6/8/2017).

Hal ini dinyatakan McGoldrick dua hari setelah tiga wanita dan enam anak kecil dalam satu keluarga tewas di rumah mereka terkena serangan udara Saudi di provinsi Sa’ada, barat laut Yaman.

Kepala departemen kesehatan setempat, Dr. Abdel-Ilah al-Azzi, mengatakan serangan Jumat dini hari itu menarget rumah keluarga Taha al-Dharafi di distrik Mahda di pinggiran barat daya kota Sa’ada, 240 kilometer utara Sana’a, ibu kota Yaman, dan juga telah menyebabkan tiga orang menderita luka-luka.

Tiga orang lain juga terbunuh dalam serangan udara Saudi pada kendaraan pribadi di provinsi Yaman yang sama.

Sementara itu, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Yaman, Ahmed Bin Lassoued, menyebut blokade udara dan laut aliansi Arab pimpinan Saudi terhadap  Yaman sebagai salah satu penyebab utama  bencana kemanusiaan di Yaman. Menurutnya, tindakan ini telah mengganggu impor dan ekspor makanan, bahan bakar, pasokan medis, dan bantuan kemanusiaan.

Bulan lalu PBB mengumumkan lebih dari 17 juta orang di Yaman mengalami rawan pangan dengan kondisi 6,8 juta di antaranya sangat rawan pangan dan membutuhkan bantuan segera.

PBB menekankan bahwa konflik Yaman telah menyebabkan 18,8 juta orang membutuhkan bantuan, termasuk 10,3 juta yang membutuhkan bantuan segera demi menyelamatkan atau mempertahankan hidup mereka.

Arab Saudi tak henti-hentinya menggempur Yaman sejak Maret 2015 dengan dalih demi memulihkan pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi yang bersekutu dengan Riyadh, dan untuk melemahkan milisi  Ansarullah (Houthi).

Tujuan Saudi itu sampai sekarang tetap kandas meskipun telah menghamburkan banyak dana dan merenggut nyawa lebih dari 12.000 orang yang sebagian besar warga sipil. (presstv)