Rangkuman Berita Timteng Senin 5 Februari 2018

replika kapal induk amerika

Pasukan Iran berlatih perang maritim dengan menggempur replika kapal induk Amerika dari kawasan pantai dan helikopter.

Jakarta, ICMES: Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan bahwa rudal balistik Iran dapat menghantam kapal-kapal induk Amerika Serikat jika terjadi perang antara keduanyaBerita selengkapnya.

Anggota parlemen Rusia menyerukan penyelidikan asal-usul senjata yang digunakan militan di Suriah untuk menembak jatuh jet tempur Rusia.

Organisasi Pembebasan Palestina menyatakan akan membentuk dewan tinggi pelaksana keputusan “penangguhan pengakuan atas negara Israel sampai Israel mengakui negara Palestina.”

Otoritas keamanan Irak telah memublikasi Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terdiri atas 60 nama orang yang diduga terkait  dengan kelompok teroris ISIS, Al-Qaeda, dan Partai Ba’ath pimpinan diktator Irak mendiang Saddam Hussein.

IRGC: Rudal Iran Bisa Menghantam Kapal Induk AS Secara Tepat

Wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami menegaskan bahwa rudal balistik Iran dapat menghantam kapal-kapal induk Amerika Serikat (AS) jika terjadi perang antara keduanya.

“Kami sudah mempelajari semua titik kekuatan kubu arogan (AS), dan kami sudah memperkirakan secara cermat titik kekuatan dan titik kelemahannya. Kami mengetahui semua kekuatan udara dan laut AS…. Iran menganggap opsi militer sebagai realitas yang sudah terbangun, baik musuh menyatakannnya atau tidak,” ujarnya dalam wawancara televisi, Minggu (4/2/2018), seperti dikutip Mehr.

“Rudal balistik Iran sudah ditambah presisisinya untuk membidik kapal-kapal induk AS dalam konfrontasi yang mungkin akan terjadi sebelum masuk ke arena pertempuran,” lanjutnya.

Mengenai keberadaan Iran di Irak dan Suriah dia mengatakan, “Kami dan negara-negara Islam berada di satu bahtera, keamanan kami berkaitan satu sama lain, dan ketika kami mengembangkan skala front maka kami memecah dan melemahkan kemampuan musuh.”

Dia menambahkan, “Dewasa ini, tentara Suriah dan Irak merupakan kedalaman strategi bagi kami…. mendekati musuh adalah strategi terbaik, dan ini merupakan pangkalan mendasar kami di gelanggang luar negeri.”

Secara terpisah, Ketua Pusat Kajian Strategi Militer Iran Brigjen Ahmad Reza Pourdastan mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara ini memantau semua perkembangan di pangkalan-pangkalan militer AS dan menyerahkan hasilnya kepada para pakar untuk dianalisa.

Dia memastikan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan kaget jika musuh merencanakan serangan terhadap Iran.

“Sebaliknya, musuhlah yang akan terkejut menyaksikan reaksi Iran nanti,” katanya.

Dia menyebutkan AS bermaksud memecah negara-negara Timteng namun gagal, dan memanfaatkan  faham Wahabisme untuk melicinkan strateginya dalam menghadapi dunia Islam. AS menerapkan strategi baru yang mengandalkan antara lain keberadan kelompok-kelompok ekstremis takfiri yang telah dipersiapkan di sekolah-sekolah Wahabi yang tersebar di pelbagai penjuru dunia.

Dia menjelaskan bahwa AS mengobarkan perang di Timteng dengan dalih tragedi 11 September AS, padahal sasaran sebenarnya adalah Iran, namun AS gagal berkat kebijaksanaan pemimpin besar Iran, kesiapan angkatan bersenjata Iran, dan eksistensi rakyat Iran di lapangan. (alalam/rayalyoum)

Parlemen Rusia Serukan Pencarian Negara Asal Senjata Penembak Su-25

Anggota parlemen Duma Rusia menyerukan penyelidikan menyeluruh mengenai asal-usul peluncur rudal panggul darat udara (Man portable air defense systems/MANPADS) yang digunakan oleh militan di Suriah untuk menembak jatuh jet tempur Rusia sebelum membunuh seorang pilotnya dalam baku tembak yang terjadi pada Sabtu (3/2/2018).

“Pastinya, kami akan menyelidiki, termasuk banyak hal: dari jenis MANPADS hingga kondisi penembak jatuhan  Su-25,” Frants Klintsevich, Wakil Ketua Pertama Komisi Pertahanan parlemen Rusia, Minggu (4/2/2018), sebagaimana dilansir Interfax.

Dia berharap bahwa bukti tersebut akan tersedia, mengingat ada “banyak pengawasan nirawak dan angkasa di daerah tersebut.”

Anggota parlemen lainnya kuatir terhadap bagaimana militan di Suriah bisa mendapatkan senjata anti-pesawat terbang.

“Kami memiliki informasi bahwa MANPADS yang digunakan untuk menjatuhkan jet kami dibawa ke Suriah dari sebuah negara tetangga beberapa hari yang lalu,” kata koordinator Kelompok Parlementer Suriah Suriah Dmitry Sablin.

“Negara-negara asal senjata, yang kemudian digunakan untuk melawan tentara Rusia, harus mengerti siapa yang tidak akan mendapatkan hukuman,” tambahnya.

Wakil Kepala Komisi Pertahanan Duma, Yury Shvytkin, kepada RIA mengaku cenderung percaya bahwa asal MANPADS itu terkait dengan negara-negara Barat.

Jubir Pentagon Eric Pahon saat diwawancara TASS  telah menepis dugaan bahwa AS mengirim senjata anti-pesawat ke Suriah.

Namun, surat tagihan pengeluaran pertahanan 2017, yang ditandatangani di masa pemerintahan Barack Obama telah membuka kemungkinan pemasokan senjata demikian kepada pemberontak Suriah sehingga mengundangkan kewaspadaan Rusia. (rt/amn)

PLO Tangguhkan Pengakuan Atas Israel

Dewan Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Sabtu malam (3/2/2018), menyatakan pihaknya akan membentuk dewan tinggi pelaksana keputusan “penangguhan pengakuan atas negara Israel sampai Israel mengakui negara Palestina.”

Dewan ini menyatakan “telah memutuskan pembentukan dewan tinggi pelaksana keputusan Dewan Pusat Palestina yang mencakup penangguhan pengakuan atas negara Israel sampai ia mengakui negara Palestina dengan perbatasan tahun 1967, membatalkan keputusan aneksasi Al-Quds (Yerussalem) timur, dan menghentikan proyek permukiman.”

Dewan Pusat Palestina pada 16 Januari lalu menyatakan telah menugaskan dewan pelaksana keputusannya, terutama mengenai penangguhan pengakuan atas Israel.

Pernyataan-pernyataan ini merupakan bagian dari reaksi Palestina terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindah Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Dewan Eksekutif PLO dalam pernyatan Sabtu malam lalu juga mengaku telah meminta kepada pemerintah otonomi Palestina “segera memulai penyiapan langkah-langkah dan rencana-rencana pemutusan hubungan dengan otoritas pendudukan Israel di level politik, administrasi, ekonomi, dan keamanan lalu diserahkan kepada dewan pelaksana untuk implementasinya dengan dimulai dari pembatasan hubungan keamanan dengan pihak Israel.” (alalam)

Irak Rilis DPO Teroris, Putri Saddam Tercantum

Otoritas keamanan Irak telah memublikasi Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terdiri atas 60 nama orang yang diduga terkait  dengan kelompok teroris ISIS, Al-Qaeda, dan Partai Ba’ath pimpinan diktator Irak mendiang Saddam Hussein.

Daftar itu mencakup nama putri sulung Saddam, Raghad, yang tinggal di Yordania di bawah perlindungan Raja Abdullah II, namun keberadaannya tetap tidak diketahui.

Pada bulan Agustus 2007, polisi internasional (Interpol) menyebarkan surat perintah penangkapan Raghad karena dia dan para pembantunya diduga berada di balik maraknya serangan teror di Irak.

Laman  Spiegel Online dalam artikelnya pada  Agustus 2014 menyebutkan bahwa Raghad menggunakan kekayaannya untuk mendukung ISIS dengan harapan dapat kembali berkuasa di Baghdad.

Daftar itu juga mencantumkan nama 28 orang yang diduga  berafiliasi dengan ISIS, 12 militan Al-Qaeda, dan 20 orang loyalis Partai Ba’ath, serta memberikan rincian peranan masing-masing di balik gelombang aksi teror.

Gembong ISIS  Ibrahim al-Samarrai alias Abu Bakr al-Baghdadi tidak tertera dalam DPO, namun dipastikan bahwa dia adalah buronan nomor wahid.

“Ini adalah teroris yang paling dicari oleh otoritas kehakiman dan badan keamanan,” kata seorang pejabat keamanan senior Iran.

Dia menambahkan bahwa baru sekarang DPO itu dirilis setelah sebelumnya nama-nama itu dirahasiakan.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi pada 9 Desember 2017 mengumumkan berakhirnya operasi militer penumpasan ISIS.  Dalam sebuah jumpa pers saat itu dia mengatakan, “Pasukan kita berada dalam kendali penuh atas perbatasan Irak-Suriah. Karena itu saya mengumumkan berakhirnya perang melawan Daesh (ISIS).”

Pada tanggal 5 Oktober 2017 dia mengatakan bahwa angkatan bersenjata Irak telah membebaskan Hawia dan mendepak ISIS keluar dari benteng terakhir mereka di provinsi Kirkuk utara yang kaya minyak.

Pada 31 Agustus dia menegaskan bahwa kota Tal Afar di barat laut, 200 kilometer barat laut Kirkuk, dan seluruh provinsi Nineveh telah dibersihkan dari kawanan teroris takfiri ISIS.

Pada 10 Juli Abadi secara resmi mengumumkan kemenangan atas ekstremis ISISdi Mosul yang semula menjadi markas utama ISIS di Irak. (presstv/rayalyoum)