Rangkuman Berita Timteng Senin 4 Desember 2017

yaman saleh dan houthiJakarta, ICMES: kelompok pejuang di Yaman ini telah melesatkan rudal bersayap jenis cruise terhadap stasiun pembangkit tenaga nuklir Baraka di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), namun sumber UEA membantah laporan ini.

Kelompok Ansarullah (Houthi) memperkuat posisinya secara militer di Sanaa, ibu kota Yaman, dengan mendatangkan pasukan dari provinsi Amran dan Sa’dah di utara negara ini untuk melawan pasukan loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

Sistem pertahanan udara Rusia telah menghancurkan salah satu rudal balistik Jericho-1 yang diluncurkan Israel untk menyerang sebuah pangkalan militer di kawasan Al-Kiswah yang terletak di selatan Damaskus, ibu kota Suriah.

Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan penyelesaian semua krisis Timteng melalui kanal dialog antar pihak regional tanpa campur tangan kekuatan-kekuatan asing.

Berita selengkapnya;

Ansarullah Serang Stasiun Nuklir Uni Emirat Arab

Saluran TV Al-Masirah milik kelompok Ansarullah (Houthi), Minggu (3/12/2017), melaporkan bahwa kelompok pejuang di Yaman ini telah melesatkan rudal bersayap jenis cruise terhadap stasiun pembangkit tenaga nuklir Baraka di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), namun sumber UEA membantah laporan ini.

TV Al-Masirah menyebutkan bahwa serangan rudal ini tepat mengena sasaran berusapa stasiun nuklir Baraka, dan wakil jubir angkatan bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Aziz Rashid, menyatakan rudal itu memiliki jarak tempuh lebih dari 1500 kilometer.

Dewan tanggap darurat dan krisis UEA membantah laporan itu dengan menegaskan, “Pernyataan adanya serangan rudal ini hanyalah ilusi Houthi saja. Situasi negara ini aman, dan UEA memiliki sistem pertahanan udara yang mampu menghadapi ancaman apapun. Proyek pembangkit Barak terlindungi dari segala kemungkinan.”

Sebelumnya, jubir resmi angkatan bersenjata Yaman Brigjen Sharaf Ghalib Luqman mengancam akan menyerang “negara-negara agresor”, dan memastikan bahwa rudal yang dimiliki Yaman bisa menjangkau Dubai, UEA.

Sumber lain dari kubu presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi mengklaim bahwa rudal yang diluncurkan Ansarullah itu jatuh di provinsi Jawf di bagian utara Yaman.

Kelompok Ansarullah menyatakan serangan terhadap fasilitas nuklir UEA ini tepat mengena sasaran dan merupakan serangan pertama Ansarullah terhadap sekutu utama Saudi ini. (rayalyoum/alalam)

Ansarullah Perkuat Militernya Di Sanaa Dan Kuasai Rumah Saleh

Kelompok Ansarullah (Houthi), Minggu (3/12/2017), memperkuat posisinya secara militer di Sanaa, ibu kota Yaman, dengan mendatangkan pasukan dari provinsi Amran dan Sa’dah di utara negara ini untuk melawan pasukan loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

Sumber yang dekat dengan Ansarullah yang meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang memberikan keterangan kepada media mengatakan kepada Anadolu, “Sekira 16 kendaraan militer telah tiba di Sanaa hari ini membawa senjata dan pasukan. Penguatan ini dilakukan demi memerangi pasukan loyalis Saleh di beberapa distrik ibu kota.”

Belum ada keterangan resmi dari Ansarullah mengenai laporan ini.

Sumber keamanan di Sanaa kepada Sputnik mengatakan bahwa Ansarullah telah menguasai rumah Saleh dikawasan al-Hasbah, Sanaa, dan unsur pasukan “yang berlatih di dalam rumah ini menyerah.”

Ansarullah menegaskan bahwa pasukannya telah menguasai semua posisi strategis di provinsi Dhamar di selatan Sanaa.

Pusat media Ansarullah di Sanaa melalui akun media sosial Facebook-nya menyatakan bahwa badan keamanan Ansarullah berhasil mengamankan daerah Naqil Yaslah setelah terlibat kontak senjata dengan milisi Afash yang berafiliasi dengan kubu Saleh dan yang sebelumnya telah mendirikan pos-pos pemeriksaan di daerah tersebut.

Naqil Yaslah merupakan daerah pegunungan di selatan Sana dan di situlah melintas jalur utama satu-satunya antara Sana dan provinsi Dhamar serta provinsi-provinsi lain di bagian tengah dan selatan negara ini.

Pusat media Ansarullah melaporkan bahwa pertempuran itu menewaskan pemimpin milisi Afash Zaifullah Zayed Mothana setelah dia sempat memutus jalur umum antara Sanaa dan Dhamar. Tak ada komentar dari pihak Saleh tentang ini.

Sumber rumah sakit mengatakan bahwa sebanyak 36 orang terbunuh dan 225 lainnya luka-luka akibat kontak senjata sengit yang terjadi selama dua hari terakhir di beberapa distrik di Sanaa antara pasukan Ansarullah dan pasukan Saleh.

Kontak senjata bermula sejak dini hari Sabtu lalu ketika pasukan Ansarullah bermaksud menggerebek rumah Brigjen Tariq Mohammad, putra Abdullah Saleh, di distrik Al-Siyasi,  tapi kemudian mendapat perlawanan sengit.

Seperti pernah diberitakan, Ansarullah dan kubu Saleh semula bersekutu dalam melawan pasukan Mansour Hadi yang didukung koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, namun belakangan ini pecah dan terlibat aksi saling tuding. (rayalyoum)

Sistem Pertahanan Udara Rusia Di Suriah Rontokkan Rudal Jericho-1 Israel

Sistem pertahanan udara Rusia telah menghancurkan salah satu rudal balistik Jericho-1 yang diluncurkan Israel untk menyerang sebuah pangkalan militer di kawasan Al-Kiswah yang terletak di selatan Damaskus, ibu kota Suriah, dan berjarak 50 km dari perbatasan Israel.  Demikian dilaporkan surat kabar MIGnews milik Rusia dan dikutip saluran TV Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Minggu (3/12/2017).

Sumber anonim mengatakan kepada Mayadeen bahwa Israel telah melesatkan dua rudal yang satu diantaranya berhasil dicegat dan dirontokkan oleh sistem pertahanan udara Pantsir S-1 yang disebar di Suriah untuk melindungi pasukan Rusia di Suriah.

Pihak militer Israel sendiri tidak memberikan keterangan resmi mengenai kabar adanya serangan rudal rezim Zionis ini terhadap sasaran di kawasan Al-Kiswah.

Sejauh ini berita tentang ini masih simpang siur, karena sebelumnya dikabarkan bahwa Israel melesatkan lima rudal tapi dua diantaranya rontok dicegat sistem pertahanan udara Rusia.

Sebelumnya juga dikabarkan bahwa media di kawasan Al-Kiswah menyatakan jet tempur Israel dari zona udara Lebanon telah menyerang pangkalan militer Iran yang didirikan di kawasan ini. (rayalyoum)

Iran Serukan Dialog Timteng Tanpa Campur Tangan Asing

Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan penyelesaian semua krisis Timteng melalui kanal “dialog” antar pihak regional tanpa “campur tangan kekuatan-kekuatan asing.”

Dalam pidato yang disiarkan televisi Iran berkenaan dengan peluncuran pelabuhan laut Chabahar di selatan negara ini, Minggu (3/12/2017), dia mengatakan, “Kami berpendapat bahwa jika di kawasan ini ada persoalan maka dapat diselesaikan dengan dialog.”

Dia menambahkan, “Kita tidak memerlukan suatu apapun yang lebih penting (daripada dialog). Kita tidak memerlukan senjata maupun campur tangan kekuatan-kekuatan asing. Kita dapat menyelesaikan sendiri persoalan dengan dialog dalam orientasi persatuan, persamaan, dan persaudaraan.”

Pernyataan dia kemukakan manakala  belakangan ini hubungan Iran dengan Arab Saudi terus memburuk dan disebut-sebut sebagai akibat persaingan pengaruh antara keduanya di Timteng. Masing-masing terlibat perang proxi atau aksi dukung mendukung kelompok-kelompok yang bersiteru satu sama lain di Suriah, Yaman, Irak, Lebanon, dan Bahrain.

Rouhani mengatakan, “Sebagian orang mengira bahwa kawasan kita adalah kawasan perang dan konflik antara Syiah dan Sunni, kawasan campur tangan asing, tapi kami menjauhi semua itu.”

November lalu Iran menyambut gembira kemenangan pasukan Irak dan Suriah atas ISIS di wilayah masing-masing, karena Iran juga terlibat langsung dan membantu mereka menumpas kelompok teroris berfaham Salafi/Wahabi tersebut.

Keterlibatan Iran di Irak dan Suriah ini mengundang kecemasan pihak Barat. Perancis, misalnya, mengaku curiga bahwa Iran berupaya berdominasi di Timteng, sedangkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran menebar “maut, kehancuran, dan kekacauan di dunia.”

Menanggapi sikap Barat ini Rouhani menegaskan, “Negara manapun tidak bisa mengaku sebagai kekuatan yang dominan di kawasan ini…  Kekuatan-kekuatan besar juga tak dapat mewujudkan tujuan seperti ini.” (rayalyoum)