Rangkuman Berita Timteng Senin 29 Januari 2018

kontak senjata di aden yamanJakarta, ICMES: Sekira 150 orang tewas dan luka yang beberapa di antaranya adalah warga sipil telah jatuh akibat kontak senjata antara pasukan kubu presiden tersingkir Yaman, Abd Mansour Hadi, yang pro-Arab Saudi di satu pihak dan pasukan Dewan Transisi Selatan yang pro-Uni Emirat Arab (UEA) di kota Aden, Yaman selatan.

Kementerian Informasi Palestina menyatakan tentara Israel telah membunuh tiga anak Palestina di bawah umur dan menangkap 52 orang lainnya sejak awal tahun ini.

Koran Maariv terbitan Israel melaporkan bahwa Presiden Suriah Bashar Assad mengancam akan merudal Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, ibu kota Israel.

Jubir Kemlu Iran Behram Qasemi menepis klaim Raja Abdullah II dari Yordania bahwa Iran berusaha menciptakan “bulan sabit  Syiah” di Timteng.

Berita selengkapnya:

Perang Proksi Antara Saudi dan Emirat Di Aden, Ratusan Tewas Dan Luka

Sekira 150 orang tewas dan luka yang beberapa di antaranya adalah warga sipil telah jatuh akibat kontak senjata antara pasukan kubu presiden tersingkir Yaman, Abd Mansour Hadi, yang pro-Arab Saudi di satu pihak dan pasukan Dewan Transisi Selatan yang pro-Uni Emirat Arab (UEA) di kota Aden, Yaman selatan, Minggu (28/1/2018).

Kontak senjata sengit pecah sejak Minggu pagi di sejumlah kawasan kota Aden. Sumber-sumber di lapangan menyebutkan bahwa pasukan pro-UEA di bawah komando Idrus Al-Zubaidi berhasil menguasai kawasan Khur Maksar, Ma’la dan Tawahi serta kamp militer Tarek dan Jawlah Al-Aqil di gerbang distrik Karitar dan kamp militer 20 di pantai Abyan, dan memperkuat posisi dan konsentrasinya di sejumlah kawasan lain.

Pasukan pro-UEA juga menguasai pangkalan militer Al-Naql yang berafiliasi dengan Garga Kepresidenan di distrik Khur Maksar, dan ada bantahan bahwa dari beberapa sumber bahwa pasukan ini juga menguasai markas Brigade 4 Garda Presiden.

Beberapa sumber anonim menyebutkan bahwa puluhan anggota pasukan pro-Hadi, satu di antaranya komandan Brigade Haidan, tertawan oleh pasukan pro-Emirat.  Selain itu, 30 orang bersenjata terbunuh dan 120 orang lain yang sebagian di antaranya warga sipil terluka.

Konfrontasi ini membuat Bandara Aden ditutup, beberapa jalur diblokir, dan kegiatan sehari-hari lumpuh di sebagian besar kawasan Aden.

Lembaga Dokter Lintas Batas di Aden mengaku telah menerima 90 korban luka dan tewas.  Lembaga ini melalui halaman Twitter-nya menyebutkan bahwa setelah kontak senjata berlangsung beberapa jam rumah sakit lembaga internasional ini menerima 86 korban luka dan empat korban tewas yang sebagian di antaranya perempuan.

Kepala pemerintahan Mansour Hadi, Talib bin Dagher, meminta pasukan koalisi pimpin Saudi segera campurtangan untuk menyelamatkan Aden. Dia juga menyatakan bahwa UEA adalah pemegang keputusan di kota-kota selatan dan negara ini pula yang menyokong “kudeta terhadap pemerintahan yang sah”.

Dia yang dikabarkan kabur dari Istana Al-Ma’ashiq menuju markas pasukan koalisi pimpinan Saudi mengingatkan kemungkinan meluasnya konfrontasi setelah pasukan Dewan Transisi Selatan menguasai beberapa distrik dan pangkalan militer. (alalam)

Sebulan Ini Israel Bunuh 3 Anak Palestina Dan Tangkap 53 Lainnya

Kementerian Informasi Palestina menyatakan tentara Israel telah membunuh tiga anak Palestina di bawah umur dan menangkap 52 orang lainnya sejak awal tahun ini di tengah ketegangan di berbagai wilayah pendudukan pasca keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Israel.

Dalam statemennya yang dirilis Minggu (28/1/2018), kementerian itu menyatakan Israel “meningkatkan serangan terhadap anak-anak Palestina”, dan serangan ini telah terjadi sejak keputusan kontroversial Trump tersebut.

Seperti diketahui, Trump pada 6 Desember 2017 mengumumkan keputusannya mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke kota yang diduduki Israel tersebut.

Keputusan ini memicu demonstrasi berbagai wilayah pendudukan Palestina serta berbagai negara Muslim lain, termasuk Iran, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, dan Maroko.

Pada tanggal 21 Desember, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan suara bulat mengeluarkan resolusi yang mendesak AS agar menarik keputusan tersebut.

Resolusi ini keluar meskipun sebelumnya Trump mengancam akan membalas negara-negara yang mendukung resolusi yang sebelumnya telah diveto AS di Dewan Keamanan PBB tersebut.

Israel menolak resolusi itu dan berterima kasih kepada Trump atas keputusannya untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Al-Quds selalu menjadi sumber utama konflik Israel-Palestina. Pihak Palestina berharap bagian timur kota ini pada akhirnya menjadi ibu kota negara Palestina merdeka mendatang.

Lebih dari 7.000 warga Palestina dilaporkan ditahan di penjara-penjara Israel. Ratusan narapidana tampaknya telah dipenjara dengan “penahanan administratif”, yaitu kebijakan yang memungkinkan orang Palestina dipenjara tanpa proses hukum. (presstv)

Assad Ancam Akan Merudal Bandara Ben Gurion Di Israel

Koran Maariv terbitan Israel melaporkan bahwa Presiden Suriah Bashar Assad mengancam akan merudal Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, ibu kota Israel. Demikian dilaporkan surat kabar Israel Ma’ariv, seperti dikutip Al-Alalam dari AsiaNews, Minggu (28/1/2018).

Disebutkan bahwa dalam kontak telefon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin Assad telah berbicara mengenai serangan Israel terhadap Suriah.

Menurut Maariv, Assad telah menyampaikan ancaman akan menyerang bandara yang berjarak 19 kilometer dari Tel Aviv tersebut dengan menggunakan rudal Scud.

Dilaporkan pula bahwa dalam pembicaran itu Assad mengecam keras serangan Israel terhadap “pangkalan militer, gudang amunisi, dan konvoi persenjataan yang merupakan kehormatan nasional Suriah.”

“Jika Israel sekali lagi membom Damaskus maka kami akan melesatkan rudal Scud terhadap bandara internasionalnya,” ungkap Assad dalam pembicaraan itu.

Menanggapi hal ini, lanjut Maariv, Putin akan mendiskusikan masalah ini dengan Israel. (alalam)

Pemerintah Iran Tepis Tudingan Raja Yordania

Jubir Kemlu Iran Behram Qasemi menepis klaim Raja Abdullah II dari Yordania bahwa sepak terjang Teheran untuk menciptakan “bulan sabit  Iran/Syiah” di Timteng berseberangan dengan realitas dan aspirasi rakyat Timteng serta obsesi sebagian besar negara kawasan ini untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas permanen.

“Klaim demikian tidak benar, dan tak dapat membantah dan mengabaikan peranan positif  dan jerih payah Iran dalam pemberantasan teroris dan membantu pemulihan keamanan,” ujar Qasemi, Ahad (28/1/2018).

Dia menjelaskan bahwa klaim demikian tidak akan membantu tercapainya kemaslahatan bagi masyarakat regional karena justru menguntungkan pihak-pihak asing yang berdominasi di Timteng.

Menurutnya, cakrawala Timteng tidak akan cerah selagi tidak ada tekad untuk fokus mencari akar sesungguhnya di balik semua krisis dan ketegangan yang selalu membayangi Timteng.

Qasemi menyebutkan bahwa Iran telah melontarkan berbagai ide segar untuk membebaskan kawasan dari krisis, termasuk ide pembentukan forum dialog regional Teluk Persia.

“Kebijakan prinsipal dan solid Iran selalu fokus pada upaya membantu penegakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan ini, dan menggunakan semua kesempatan yang tersedia untuk mengajak dialog negara-negara lain dan membangun situasi yang kondusif bagi upaya penyelesaian problematika dan krisis yang ada sekarang di kawasan ini,” lanjutnya.

Di bagian akhir pernyataannya Qasemi mengatakan, “Ajakan ini masih selalu ada untuk dialog konstruktif dan berguna demi menghapus kondisi salah faham dan membangun kerjasama di kawasan. Iran juga senantiasa menyambut baik ide-ide positif dan tenang untuk meneguhkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.” (alalam)