Rangkuman Berita Timteng Senin 22 Oktober 2018

Michael BurleighJakarta, ICMES: Sejarawan Inggris Michael Burleigh mengungkap satu fakta baru mengenai kejiwaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman yang belakangan ini disorot dunia dalam kasus pembantaian dan mutilasi jurnalis dan kritikus tenar Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Menyambut peringatan Arba’in, yaitu 40 hari kesyahidan Imam Husain RA, cucunda Nabi Muhammad SAW, penduduk Irak bagian tengah dan selatan menampilkan fenomena yang bisa jadi tak ada bandingannya di dunia.

Media Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa rezim Arab Saudi berusaha melindungi Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MbS) dari tuduhan terlibat dalam pembunuhan terhadap jurnalis dan kritikus kondang Saudi Jamal Khashoggi.

Satu warga Palestina ditembak mati oleh tentara Rezim Zionis Israel dengan dalih bahwa warga itu menyerang dengan menggunakan senjata tajam di kota Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat.

Berita selengkapnya:

Merinding, Sejarawan Inggris Ungkap Rekam Medis Kejiwaan Bin Salman

Sejarawan Inggris Michael Burleigh mengungkap satu fakta baru mengenai Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman yang belakangan ini disorot dunia dalam kasus pembantaian dan mutilasi jurnalis dan kritikus tenar Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Dalam artikelnya di Mail on Sunday pada 20 Oktober 2018 Burleigh menyebutkan bahwa Badan Intelijen Federal Jerman (BND) yang setara dengan M16 milik Inggris pada awal Desember 2015 pernah merilis laporan langka tentang regenerasi dalam kepemimpinan Saudi.

BND saat itu memperingatkan bahwa kekuasaan di Saudi terkonsentrasi di tangan Bin Salman yang merangkap menteri pertahanan. BND juga memperkirakan bahwa Bin Salman akan berusaha menggantikan ayahnya sebagai raja, dan bahwa dia akan menggunakan platform itu untuk menjadi pemimpin bergaya mantan diktator Irak mendiang Saddam Hossein di dunia Arab.

Akibatnya, lanjut Burleigh, Saudi yang sering dipandang sebagai sekutu pro-Barat yang berharga akan mengabaikan kehati-hatian demi mendukung peran regional yang tidak stabil. BND bahkan kuatir dia merupakan seorang petaruh yang akan menggunakan kekuatan militer untuk mendapatkan jalannya.

Menurut Burleigh , pernyataan BND itu aneh bagi dinas intelijen, apalagi ketika terjalin hubungan komersial erat antara Jerman dan Saudi (Sebagaimana Inggris, Jerman menjual senjata ke Arab Saudi), kecuali jika BND memiliki akses ke bukti yang jelas dan mengkhawatirkan.

Lebih lanjut Burleigh  mengungkap rekam medis kejiwaan Bin Salman.

“Saya telah diberi tahu oleh seorang anggota dari sebuah rumah lain di Teluk bahwa BND mendapatkan riwayat medis Bin Salman setelah dia di saat remaja dirawat di Jerman karena epilepsi, termasuk catatan kejiwaan yang telah menyebabkan kekhawatiran tentang keadaan pikirannya,” tulis Burleigh.

Burleigh menilai BND benar terkait dengan ambisi Bin Salman yang telah mengambil alih jabatan putra mahkota tahun lalu ketika ayahnya, Raja Salman yang berusia 82 tahun, menderita Alzheimer.

Burleigh menyebutkan bahwa di tangan Bin Salman, perang Saudi terhadap di Yaman dilancarkan tanpa mengindahkan jatuhnya 10.000 korban sipil serta risiko 11 juta orang mati kelaparan. (mailonline)

Peringati Arba’in, Penduduk Irak Tengah Dan Selatan Berlomba Menjamu Jutaan Peziarah

Menyambut peringatan Arba’in, yaitu 40 hari kesyahidan Imam Husain RA, cucunda Nabi Muhammad SAW, penduduk Irak bagian tengah dan selatan menampilkan fenomena yang bisa jadi tak ada bandingannya di dunia.

Penduduk, termasuk warga yang tergolong miskin, di berbagai kota dan daerah di jalur yang dilintasi peziarah rela mengorbankan waktu, pikiran, dan hartanya untuk melayani dan menjamu jutaan peziarah yang berjalan kaki yang menyemut dari berbagai pelosok dan mengalir menuju komplek makam Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib RA di kota Karbala.

Penduduk bahkan membuka pintu-pintu halaman serta menyilakan para peziarah masuk untuk menyantap sajian sehingga peziarah yang terdiri atas laki-laki dan perempuan dari berbagai usia tak perlu membawa bekal ataupun membeli makanan di sepanjang perjalanan.

Penduduk di sepanjang jalur yang dilintasi iring-iringan peziarah yang berlangsung selama berhari-hari itu dengan senang hati berkorban dengan cara demikian semata-mata demi menunjukkan kecintaan mereka kepada Ahlul Bait suci Nabi SAW dan berharap mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Menurut para pengamat, fenomena ini dari tahun ke tahun alih-alih mengecil, justru semakin membesar dan menjadi tradisi dan identitas keislaman mereka. Selain itu, warga Irak sendiri sejak dahulu memang dikenal sangat ramah dalam menyambut tamu. (alalam)

Media AS Kabarkan Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Media Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa rezim Arab Saudi berusaha melindungi Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MbS) dari tuduhan terlibat dalam pembunuhan terhadap jurnalis dan kritikus kondang Saudi Jamal Khashoggi, dan perlindungan ini dilakukan dengan cara menumbalkan Mayjen Ahmad al-Assiri yang telah dicopot dari jabatan sebagai wakil ketua badan intelijen umum.

New York Times (NYT)  melaporkan adanya data-data intelijen yang menunjukkan bahwa MbS telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Menurut NYT, para perwira bawahan percaya bahwa al-Assiri telah menerima perintah itu dari MbS, dan dia kemudian ditumbalkan untuk merespon tekanan internasional terhadap Riyadh setelah Khashoggi terbunuh.

Dua narasumber NYT menyatakan pemerintah Saudi dapat ditebak akan mengklaim bahwa al-Assiri “mendapat izin secara lisan” dari MbS untuk meringkus Khashoggi agar kemudian diinterogasi di Saudi, tapi al-Assiri lantas “salah faham atau melampaui izin ini sehingga membunuhnya.”

Sementara itu, Washington Post melaporkan bahwa dinas rahasia AS (CIA) telah mendengarkan rekaman audio yang ada di tangan pejabat Turki terkait dengan pembunuhan Khashoggi di dalam gedung konsulat negaranya di Istanbul, Turki. Laporan ini didasarkan pada keterangan para pejabat anonim CIA.

Setelah 18 hari berlalu sejak Khashoggi menghilang, otoritas Saudi pada dini hari Sabtu kemarin (20/10/2018) merilis pengakuan bahwa Khashoggi terbunuh akibat “perkelahian” dengan para pejabat dalam Konsulat, dan karena itu sebanyak 18 warga negara Saudi lantas ditahan atas kejadian ini.

Pengumuman itu tidak menyebutkan bagaimana Khashoggi terbunuh dan di mana mayat pria yang hilang setelah memasuki Konsulat sejak 2 Oktober lalu.

Laporan lain dari Reuters, Ahad (20/10/2018), melansir keterangan seorang pejabat Saudi bahwa mayat Khashoggi telah dibungkus dengan sejadah, menempatkannya di dalam mobil Konsulat, kemudian diseragkan kepada staf lokal yang tinggal di Istanbul.

Pejabat anonim itu juga menyebutkan bahwa ahli forensik Saudi Salah al-Tubaiqi yang merupakan salah satu anggota regu eksekutor Khashoggi telah berusaha menghilangkan jejak pembunuhan ini. (alalam/raialyoum)

Satu Warga Palestina Ditembak Mati Tentara Israel Di Al-Khalil

Satu warga Palestina ditembak mati oleh tentara Rezim Zionis Israel dengan dalih bahwa warga itu menyerang dengan menggunakan senjata tajam di kota Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat, Senin, (22/10/2018)

Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel mengatakan warga Palestina itu menikam seorang tentara di Kota Tua di al-Khalil. Menurut pernyataan itu, penyerang ditembak dan “dinetralisir”. Media Israel mengatakan, Palestina tewas dalam serangan itu.

Sehari sebelumnya, dua warga Palestina meninggal dalam kecelakaan mobil di Tepi Barat utara yang melibatkan kendaraan Israel yang sopirnya menderita luka sedang. (anadolu/timesofisrael)