Rangkuman Berita Timteng Senin 2 Oktober 2017

kombatan-isisJakarta, ICMES: Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya berhasil menguasai sembilan pos di wilayah perbatasan negara ini dengan Yordania dan memperkuat posisinya di wilayah perbatasan selatan, setelah di wilayah lain mendapat serangan mematikan dari kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Lebih dari enam juta orang, 400,000 di antaranya dari mancanegara, telah berziarah ke makam Imam Husain ra di kota Karbala untuk mengikuti momen peringatan Asyura.

Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah mengimbau umat Islam bersikap tegas terhadap faham takfiri Wahabi.

Mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menyatakan Maroko telah keluar dari koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, dan dua negara Arab lain kemungkinan juga akan mengikuti jejak Maroko.

Berita selengkapnya;

ISIS Lancarkan Serangan Hebat Terhadap SAA, Ratusan Jiwa Melayang

Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya berhasil menguasai sembilan pos di wilayah perbatasan negara ini dengan Yordania dan memperkuat posisinya di wilayah perbatasan selatan, setelah di wilayah lain mendapat serangan mematikan dari kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Media perang milik Hizbullah Sabtu lalu (30/9/2017), menyatakan bahwa sembilan pos perbatasan itu terletak di tenggara Damaskus, ibu kota Suriah, dan sejumlah anggota kawanan bersenjata tewas dan luka akibat gempuran SAA dan sekutunya, namun media ini tidak menyebutkan identitas atau nama kelompok kawanan bersenjata itu.

Dalam peristiwa lain, kawanan teroris ISIS berhasil menguasai kota kecil al-Qaryatain di kawasan Badiah di bagian tengah Suriah setelah mereka melancarkan serbuan dan serangan telak terhadap SAA.

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) menyatakan bahwa ISIS berhasail menguasai kota itu 72 jam setelah mulai melancarkan serangan balik di Badiah hingga terjadi pertempuran hebat yang menjatuhkan ratusan korban jiwa dari kedua belah pihak.

Menurut SOHR, ISIS menyerbu SAA yang jumlah personilnya kecil di kota itu, dan ISIS juga menguasai sebuah distrik dan gunung strategis yang bersebelahan dengan sebuah jalur vital.

Dilaporkan bahwa serangan ISIS sejak Kamis lalu terhadap pos-pos SAA dan sekutunya di selatan kota Sukhnah telah menjatuhkan ratusan korban jiwa dengan rincian sedikitnya 128 anggota SAA dan sekutunya yang sekira 20 di antaranya adalah anggota Hizbullah Lebanon, dan  sedikitnya 90 anggota ISIS.

Direktur Eksekutif SOHR menjelaskan bahwa ISIS yang menderita kekalahan di berbagai front di bagian utara dan timur Suriah belakangan ini mencoba melakukan serbuan-serbuan ”untuk memperlihatkan kepada publik lokal dan internasional bahwa mereka masih mampu melancarkan serangan dan serbuan serta menimpakan kerugian jiwa dalam jumlah besar di barisan musuhnya.”

Serangan-serangan telak ISIS terjadi bersamaan dengan beredarnya rekaman suara yang disebut-sebut sebagai suara pemimpin besar kelompok teroris ini, Abu Bakar al-Baghdadi, yang menyerukan kepada para anggota ISIS supaya “bersabar dan teguh” menghadap “aliansi para kafir” anti ISIS di Suriah dan Irak.  (rayalyoum)

Peringatan Asyura Di Karbala Diikuti 6 Juta Peziarah, Puluhan Ribu Relawan Dikerahkan

Komandan operasi al-Furat Tengah, Irak, Brigjen Qais al-Hamdawi pada akhir acara puncak peringatan Asyra, yaitu hari kesyahidan cucunda Nabi SAW, Imam Husain ra, mengumumkan bahwa lebih dari enam juta orang, 400,000 di antaranya dari mancanegara, telah berziarah ke makam Imam Husain ra di kota Karbala.

“Jumlah peziarah di Karbala pada tanggal 10 Muharram mencapai lebih dari enam juta orang, dan 400,000 peziarah berasal dari sejumlah negara Arab dan non-Arab,” katanya dalam jumpa pers, Minggu (1/10/2017).

Dia juga menyebutkan bahwa pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi telah mengatur sistem keamanan proses penyelenggaraan peringatan ini sebelum dan sesudah acara.

Menurutnya, di kawasan Kilometer 160 perbatasan provinsi Anbar dengan Karbala, sebanyak 21 teroris pembawa serangan bom bunuh diri tewas diterjang operasi serangan udara dan darat pasukan Irak.

Badan pengurus makam Imam Husain ra mendata bahwa para peziarah mancanegara yang mengikuti peringatan ini selain datang dari negara-negara Arab juga datang negara-negara non-Arab antara lain Iran, Pakistan, India, Afghanistan, dan Azarbaijan.

Badan ini juga menyebutkan bahwa sebanyak 4000 relawan telah bekerja intensif mengatur arus kedatangan peziarah, sementara hampir 20,000 relawan lainnya bekerja memberikan layanan kepada para peziarah yang telah masuk di kota Karbala.

Dilaporkan pula bahwa keamanan superketat telah diterapkan, terutama dengan memeriksa kendaraan yang datang, untuk mengantisipasi penyusupan teroris yang berniat  menyerang peziarah.

Tak ada laporan mengenai adanya insiden serangan teroris dalam peringatan Asyura di Karbala kali ini. (mm/fna)

Nasrallah Minta Umat Bersikap Tegas Terhadap Faham Takfiri Wahabi

Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah pada sesi akhir acara peringatan Hari Asyura (peristiwa kesyahidan cucunda Nabi Muhammad SAW Imam Husain bin Ali ra) i Beirut, Lebanon, Minggu (1/10/2017) mengimbau umat Islam bersikap tegas terhadap faham takfiri Wahabi.

“Umat Islam di dunia hendaknya mengadakan berbagai pertemuan dan konferensi untuk mengkaji fenomena ini dan menghadapinya dengan berbagai cara, untuk meninjau fenomena ISIS dan pihak yang bertanggungjawab dalam menciptakan, mendanai, mempersenjatai, dan menguatkannya, ” ujar Nasrallah.

Mengenai Israel dia mengatakan bahwa negara Zionis penjajah Palestina ini tidak mengerti bagaimana perang akan berakhir apabila perang antara pasukan Zionis dan Hizbullah berkobar.

“Mereka tak memiliki gambaran yang benar mengenai apa yang menanti mereka apabila mereka bertindak bodoh dengan memulai perang ini,” katanya.

Sekjen Hizbullah lantas menyerukan kepada seluruh imigran Yahudi Zionis di Palestina pendudukan agar  kembali ke negara asal masing-masing agar “tak menjadi bahan bakar dalam perang yang dikobarkan oleh pemerintahan bodoh mereka.”

Dia juga meminta kepada kaum Yahudi non-Zionis agar menjauh dari kaum Zionis yang “menggiring diri kepada kebinasaan yang pasti.”

Nasrallah menegaskan bahwa Hizbullah tetap bertekad untuk mengikuti jejak perjuangan dan kesyahidan cucunda Nabi SAW, Imam  Husain ra.

“Kami pantang hina….  Dunia hendaknya mengetahui bahwa kami yang menghadapi segala bentuk tantangan ini telah menegaskan sikap kami kepada Imam Husain dan para sahabatnya. Kami tegaskan; ‘Demi Allah, seandainyapun kami mengetahui bahwa kami dibunuh lalu dibakar kemudian abunya dihamburkan ke udara, dan semua ini dilakukan seribu kali niscaya kami tetap tidak akan meninggalkanmu, wahai Husain,’” pungkasnya. (mm/alalam)

Saleh: Maroko Keluar Dari Koalisi Arab, Dua Negara Lain Berpotensi Menyusul

Mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang bersekutu dengan kelompok Ansarullah (Houthi), Minggu (1/20/2017), menyatakan Maroko telah keluar dari koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, dan dua negara Arab lain kemungkinan juga akan mengikuti jejak Maroko. Dia juga menyerukan kepada  koalisi Arab pimpinan Arab Saudi agar menyelesaikan semua perkaranya dengan Iran tanpa melibatkan Yaman.

Koalisi Arab dan pihak presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi menuding Iran memberikan dukungan senjata dan personil kepada aliansi Ansarullah-Saleh. Mereka juga menyatakan bahwa operasi militer yang mereka mulai di Yaman sejak 26 Maret 2015 bertujuan antara lain mematahkan perpanjangan tangan Iran di Yaman.

Sebagaimana dilansir al-Motamar Net yang berafiliasi dengan partai pimpinan Saleh, tokoh yang juga sangat berpengaruh di Yaman ini menepis adanya dukungan Iran kepada kelompok Saleh, dan meminta koalisi Arab membuktikan tuduhannya dalam masalah ini.

“Tunjukkan kepada kami satu saja tawanan dan personil dari Iran yang terbunuh, dan kami akan bertanggungjawab. Tunjukkan kepada kami satu saja rudal atau pesawat Iran yang jatuh ke tangan kalian,” tegas Saleh.

Dia menambahkan bahwa Maroko telah keluar dari koalisi Arab, dan bisa jadi dua negara lain juga akan mengikuti langkah Maroko, tanpa menyebut nama dua negara itu dan tidak pula menjelaskan sumber yang mengatakan bahwa Maroko keluar dari koalisi yang berambisi menumpas aliansi Ansarullah-Saleh tersebut.

Kaolisi Arab sendiri juga tidak mengumumkan keluarnya Maroko  yang terlibat dalam operasi bersandi “Badai Mematikan” yang dilancarkan Saudi dan sekutunya terhadap Yaman. Dalam keterlibatan ini Maroko telah kehilangan jet tempurnya yang jatuh hingga satu pilotnya tewas di provinsi Sa’dah, Yaman utara, pada 12 Mei 2015. (rayalyoum/fna)