Rangkuman Berita Timteng Senin 16 Oktober 2017

peta kurdistanJakarta, ICMES:  Pemerintah Baghdad, Irak, menuding pemerintah otonomi Kurdistan  Irak “menyatakan perang” karena di provinsi Kirkuk yang dipersengkatan oleh kedua belah pihak “terdapat milisi Partai Pekerja Kurdi Turki (PKK).”

Kepala Badan Tenaga Atom Iran Ali Akbar Salehi menegaskan bahwa Iran akan kembali memperkaya uranium hingga 20% jika kesepakatan nuklirnya dengan enam negara terkemuka dunia dirasa tidak memberikan manfaat bagi negara ini.

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa komandan batalyon “Fatehin”, Jenderal Abdollah Khosravi, terbunuh dalam pertempuran di Suriah pada Sabtu pekan lalu.

Arab Saudi telah menarik pasukannya dari front-front terdepan di provinsi Jizan, Najran, dan Asir, dan mengganti mereka dengan pasukan bayaran dari Sudan dan Yaman.

Berita Selengkapnya:

Baghdad Tuding Kurdistan “Nyatakan Perang”

Pemerintah Baghdad, Irak, menuding pemerintah otonomi Kurdistan  Irak “menyatakan perang” karena di provinsi Kirkuk yang dipersengkatan oleh kedua belah pihak “terdapat milisi Partai Pekerja Kurdi Turki (PKK).”

Dewan Menteri untuk Keamanan Irak pimpinan Perdana Menteri Haider Abadi dalam sebuah statemennya yang dirilis Minggu (15/10/2017) menegaskan bahwa adanya milisi itu merupakan “eskalasi berbahaya” dan “pernyataan perang.”

Dewan ini mengingatkan adanya “unsur-unsur bersenjata di luar sistem keamanan pemerintahan di Kirkuk dan penyusupan pasukan non-pemerintah yang sebagian terafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan Turki”, dan menyebutnya “eskalasi berbahaya yang tak dapat didiamkan dan tak ubahnya dengan pernyataan perang terhadap orang-orang Irak lain dan pasukan pemerintahan federal.”

Dewan ini menambahkan bahwa pasukan Kurdistan Irak “menginginkan Irak terjerumus dalam perang saudara untuk mewujudkan keinginan menyempal dari Irak dan kawasan demi mengadakan suatu negara berbasis ras.”

Menurut dewan ini, pasukan Kurdi juga berusaha melakukan perubahan demografi dan menggiring Irak kepada perang yang menghancurkan karena telah “bertindak lancang” di kawasan yang berada di luar perbatasan yang sah sesuai konstitusi, “mengancam, menindas, dan mengusir” warga non-Kurdi yang tinggal di wilayah yang mayoritas penduduknya justru non-Kurdi serta melarang para pengungsi pulang ke sana.

Dewan ini kemudian menegaskan, “Pemerintah federal dan pasukan militer Irak akan menunaikan kewajibannya membela kedaulatan dan persatuannya sambil bekerjama dengan masyarakat internasional.”

Mengenai para pengungsi tersebut, dewan ini meminta mereka “pulang ke semua wilayah yang dikuasai dengan cara paksa oleh pasukan pemerintah otonomi Kurdistan”, dan “kawasan yang dipersengkatakan akan dikelola oleh pasukan federal dan pasukan setempat dibawah komando pemerintah federal.” (rayalyoum)

Iran Ancam Segera Perkaya Lagi Uranium Sebesar 20%

Kepala Badan Tenaga Atom Iran Ali Akbar Salehi menegaskan bahwa Iran akan kembali memperkaya uranium hingga 20% jika kesepakatan nuklirnya dengan enam negara terkemuka dunia dirasa tidak memberikan manfaat bagi negara ini.

“Persis seperti yang dinyatakan oleh Presiden Rouhani, kita dapat memulai lagi banyak kegiatan dalam jangka waktu beberapa jam saja, sementara sebagian aktivitas lain dapat kita lakukan dalam beberapa bulan, dan sebagian lagi paling lama satu tahun tiga bulan,” ungkap Salehi, Ahad (15/10/2017).

Dia melanjutkan, “Tentu kita menginginkan kesepakatan nuklir ini bertahan tanpa diusik lagi, dan pengembangan aktivitas teknis kami di bidang nuklir meliputi ekstraksi, ekspolari, riset, pengembangan, dan pengadaan stasiun-stasiun nuklir baru serta penggunaan teknologi nuklir damai, pertanian, dan industri.”

Menyinggung kunjungannya ke Italia dan Inggris belakangan ini dia mengatakan, “Telah saya beritahukan kepada dua negara ini bahwa bisa jadi ada sebagian orang berusaha memprovokasi kami agar kami mengambil keputusan-keputusan yang sesuai dengan keinginan mereka, tapi mereka harus tahu bahwa kami tidak mengambil keputusan secara pasif, melainkan bersandar pada tujuan, kesadaran, rasionalitas, kebijaksanaan, dan kemaslahatan negara.”

Salehi juga mengecam statemen-statemen terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Iran. Dia menyebut statemen itu “sangat buruk dan menjijikkan” sehingga “rakyat AS sendiri merasa malu memiliki malu ada presiden AS yang tak dapat memberikan penjelasan atas pendapatnya sejak menduduki jabatan ini.” (irna)

Satu Lagi Jenderal Iran Terbunuh Dalam Perang Suriah

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ahad (15/10/2017), menyatakan bahwa komandan batalyon “Fatehin”, Jenderal Abdollah Khosravi, terbunuh dalam pertempuran di Suriah pada Sabtu pekan lalu.

IRGC tidak menyebutkan di mana pertempuran itu terjadi dan melawan pihak mana, namun beberapa akun pendukung kelompok teroris ISIS di media sosial menyebutkan bahwa Khosravi terbunuh dalam pertempuran di bagian timur provinsi Homs, Suriah tengah.

Menurut FNA milik Iran, Abdollah berasal dari kota Arak di bagian tengah Iran dan bertugas sebagai komandan batalyon Fatehin untuk menjaga makam-makam suci di Suriah.

Sedangkan Tasnim yang juga milik Iran menyebutkan bahwa Kohravi pernah ikut serta dalam perang Iran-Irak selama delapan tahun, dan dia yang gugur dalam perang Suriah akan dimakamkan di kota asalnya tersebut.

Menurut data informal, jumlah tentara Iran yang terbunuh dalam perang Suriah sekira 2200 orang dan beberapa di antaranya perwira tinggi.

Sementara itu, jenderal Iran paling tersohor yang memimpin Pasukan Quds IRGC, Mayjen Qassem Soleimani, dilaporkan berada di wilayah Kurdistan Irak.

Sekjen Kementerian Peshmerga, Minggu (15/10/2017), Jibar Yavar, kepada Sputnik milik Rusia mengatakan bahwa tokoh yang disebut media barat “Jenderal Bayangan” itu datang ke Kurdistan Sabtu lalu. Di situ dia berziarah ke makam mendiang Presiden Irak Jalal Talabani, dan  hingga Minggu masih berada di Arbil.

Menurut Yavar, bisa jadi Soleimani telah mengadakan pertemuan dengan para petinggi politik dan militer Kurdi untuk menyampaikan pendapat Iran mengenai pemerintahan di Kurdistan.

Reuters mengutip keterangan pejabat Kurdi bahwa Soleimani di Kurdistan  memang mengadakan pembicaraan terkait dengan eskalasi krisis antara pemerintah otonomi Kurdistan dan pemerintah Baghdad menyusul penyelenggaraan referendum kemerdekaan Kurdistan.

Soleimani adalah jenderal IRGC yang namanya tersohor karena andil besar dalam berbagai operasi penumpasan ISIS di berbagai kota dan daerah di Irak dan Suriah. (rt/rayalyoum/alalam)

Perang Yaman, Saudi Tarik Pasukan Dari Front Pertempuran Terdepan

Arab Saudi telah menarik pasukannya dari front-front terdepan di provinsi Jizan, Najran, dan Asir, dan mengganti mereka dengan pasukan bayaran dari Sudan dan Yaman.

Sumber militer Yaman memastikan kepada al-Alam bahwa Saudi menarik pasukannya setelah tertimpa kerugian besar dan membengkaknya jumlah tentaranya yang tewas dan luka dalam pertempuran dengan pasukan Yaman.

Saudi juga dilaporkan telah menyewa ribuan pasukan bayaran untuk mengamankan perbatasannya di selatan setelah pasukan Yaman dapat menerobos masuk ke wilayah Saudi.

Sumber militer Yaman juga menyebutkan tentara Yaman dan pasukan komite rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) belum lama ini telah melancarkan aksi penyergapan hingga menewaskan lima tentara Saudi di Jizan.

Sementara itu, pemimpin Ansarullah, Sayyid Abdul Malik Badreddin al-Houthi, menegaskan keharusan memetik pelajaran dari sejarah dalam perlawanan terhadap antagonisme Amerika Serikat (AS) dan Israel serta para antek keduanya.

Dia menegaskan bahwa umat Islam berkewajiban melawan kezaliman dan angkara murka yang kini direpresentasikan oleh AS dan Arab Saudi, dan bahwa umat tak dapat mengabaikan kewajiban ini karena dampaknya akan sangat fatal. (alalam/almasirah)