Rangkuman Berita Timteng Senin 16 Juli 2018

suriah bashar al-assadJakarta, ICMES: Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan bahwa kemenangan militer Pasukan Arab Suriah (SAA) dan terhalaunya kawanan teroris dari banyak wilayah Suriah membuka peluang untuk pencapaian hasil-hasil politik.

Pasukan Arab Suriah (SAA) untuk pertama kalinya berhasil membebaskan distrik Masharah di jalur tengah provinsi Quneitra, Suriah selatan, sementara ratusan militan pemberontak mulai keluar dari kota Daraa.

Dua orang Palestina gugur dan satu lainnya luka parah terkena ledakan saat dilakukan upaya membongkar peluru mortir sisa serangan Israel di kamp pengungsi al-Shati di barat kota Gaza.

Pasukan gabungan Yaman yang terdiri atas tentara negara ini dan pasukan Komiter Rakyat yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) telah menguasai sejumlah desa dan pos militer di Jizan, Saudi selatan.

Berita selengkapnya;

Ini Kata Al-Assad Mengenai Kemenangan Terbaru SAA

Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan bahwa kemenangan militer Pasukan Arab Suriah (SAA) dan terhalaunya kawanan teroris dari banyak wilayah Suriah membuka peluang untuk pencapaian hasil-hasil politik.

Dalam pertemuan dengan Wakil Menlu Iran Jabir Ansari di Damaskus, ibu kota Suriah, Ahad (15/7/2018), Presiden al-Assad mengatakan,  “Penumpasan teroris di sebagian besar wilayah Suriah telah menciptakan peluang kondusif untuk mencapai hasil-hasil di tataran politik yang dapat menyudahi perang terhadap Suriah.”

Dia melanjutkan, “Hanya saja, yang menghalangi hal itu ialah kebijakan dan prasyarat yang ditetapkan oleh negara-negara penyokong terorisme.”

Hal tersebut dikatakan al-Assad setelah SAA berhasil membebaskan kawasan Ghouta Timur, seluruh wilayah provinsi Damaskus, dan belakangan ini sebagian besar wilayah provinsi Daraa yang menjadi basis pertama aksi protes dan pemberontakan pada Maret 2011 yang kemudian merebak menjadi perang berskala luas yang bahkan melibatkan berbagai negara.

SAA kini telah menguasai sebagai besar wilayah negara ini dan terus menggempur kelompok-kelompok teroris dan pemberontak yang tersisa. (mm/sana)

SAA Mulai Kuasai Quneitra, Ratusan Militan Mulai Keluar Dari Daraa

Pasukan Arab Suriah (SAA) untuk pertama kalinya berhasil membebaskan distrik Masharah di jalur tengah provinsi Quneitra, Suriah selatan, Ahad (15/7/2018). Bersamaan dengan ini ratusan militan pemberontak mulai keluar dari kota Daraa.

Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan bahwa provinsi ini telah digempur dengan lebih dari 800 mortir dan roket. Menurut LSM yang dekat dengan kelompok oposisi Suriah dan berbasis di Inggris ini, pertempuran di provinsi Quneitra yang 70% wilayahnya masih dikuasai oleh pemberontak terjadi di kawasan yang berjarak sekira 4 kilometer dari zona gencatan senjata Suriah-Israel.

Lembaga ini menambahkan bahwa jet tempur Suriah telah melancarkan serangan untuk pertama kali di Quneitra selama lebih dari satu tahun terakhir.

Provinsi Quneitra merupakan kawasan yang sangat sensitif karena mencakup Dataran Tinggi Golan yang diduduki oleh Rezim Zionis Israel.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang berada di kawasan Daraa kemarin telah menyerahkan berbagai jenis senjata berat dan ringannya, termasuk tank, mobil lapis baja buatan Inggris, dan mortir berat kepada SAA sesuai kesepakatan yang telah dicapai Rabu lalu.

Dilaporkan pula bahwa kelompok-kelompok pemberontak beserta keluarganya kemarin juga mulai dievakuasi dari kota Daraa sesuai kesepakatan mereka dengan pemerintah untuk mengembalikan kota dan provinsi Daraa kepada pemerintah.

AFP melaporkan bahwa ratusan militan dan keluarganya telah diangkut dengan 15 unit bus sembari membawa tas –tas kopor dan perabotan serta bergerak menuju sebuah titik kumpul, dan menurut catatan, jumlah mereka yang akan keluar dari Daraa 750 orang. (rayalyoum)

2 Orang Palestina Gugur Terkena Ledakan Di Gaza, Hamas-Israel Sepakati Gencatan Senjata

Dua orang Palestina gugur dan satu lainnya luka parah terkena ledakan saat dilakukan upaya membongkar peluru mortir sisa serangan Israel di kamp pengungsi al-Shati di barat kota Gaza, Ahad (15/7/2018).

Juru bicara kepolisian Gaza Kol. Ayman al-Batnaiji menjelaskan bahwa ledakan itu terjadi di sebuah rumah di barat kota Gaza hingga menggugurkan Ahmad Mansour Hassan, 35 tahun, dan anaknya, Loui Ahmad Hassan, 13 tahun.

Beberapa sumber di Gaza menyebutkan bahwa Ahmad Mansour adalah seorang komandan pasukan rudal Brigade al-Aqsa dan kelompok Syahid Ayman Jawdah.

Departemen Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan bahwa kedua korban jiwa adalah pria berusia 35 tahun dan putranya yang berusia 13 tahun.

Jalur Gaza mengalami eskalasi sejak hari Jumat lalu setelah Israel melancarkan serangan udara ke beberapa posisi Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, dan faksi pejuang ini kemudian membalasnya dengan melesatkan beberapa peluru mortir ke sejumlah permukiman Zionis dan wilayah perbatasan Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948).

Namun, Sabtu malam lalu Hamas mengaku telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel setelah dimediasi oleh Mesir. Kedua pihak telah menghentikan aksi saling serang yang telah berlangsung selama dua hari.

Jubir Hamas Jihad Daud Shihab mengatakan, “Telah dicapai kesepakatan gencatan senjata setelah dilakukan komunikasi intensif pada hari ini sesuai kesefahaman Kairo tahun 2014.”

Dia menambahkan, “Kami di kubu muqawaah, termasuk Hamas, menyesuaikan diri dengan upaya Mesir serta upaya regional dan internasional, dan kami telah bersepakat untuk menghentikan eskalasi militer.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa Israel telah melancarkan “serangan tersengit” terhadap Hamas sejak Perang 2014. Dia juga mengancam akan meningkatkan serangan udara jika dirasa perlu. (maan/rayalyoum)

Gempuran Sengit Ansarullah Di Yaman Dan Saudi Selatan Tewaskan Banyak Pasukan Lawan

Pasukan gabungan Yaman yang terdiri atas tentara negara ini dan pasukan Komiter Rakyat yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) telah menguasai sejumlah desa dan pos militer di Jizan, Saudi selatan.

Sumber-sumber Yaman, Ahad (15/7/2018), melaporkan bahwa beberapa tentara Saudi tewas dan senjata mereka direbut oleh pasukan Yaman yang menggempur sebuah pos Saudi di al-Sharfah, Najran. Satu komandan pasukan pendukung koalisi pimpinan Saudi tewas terkena sergapan pasukan Yaman di front pesisir Barat.

Jizan berada di bawah gempuran pasukan Yaman yang berhasil menguasai empat desa dan sejumlah pos militer Saudi di timur dan utara al-Dud dan dekat Gunung Dukhan. Pasukan Yaman menghancurkan empat kendaraan tempur dan menewaskan sejumlah tentara Saudi dan pasukan bayarannya serta menawan beberapa pasukan lainnya.

Pasukan Yaman juga menghancurkan sebuah kendaraan tempur pasukan loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi di Bukit Balbalah dekat pintu perbatasan al-Tiwal, Saudi, dan  menggempur kamp Pasukan Garda Nasional Saudi di Najran, serta menghadang upaya pasukan bayaran Saudi bergerak maju di Sahara Ajashir hingga menghancurkan dua kendaraan militer dan menewaskan pasukan kubu Saudi yang ada di dalamnya.

Di pesisir barat Yaman satu komandan terkemuka yang bersekutu dengan pasukan koalisi tewas terkena sergapan pasukan Yaman. Sumber-sumber militer menyatakan bahwa pasukan Yaman saat itu melancarkan serangan telak terhadap satu mobil militer dan meledakkannya hingga komandan bernama Ahmad al-Subaihi yang berpangkat kolonel dan memimpin markas Khalid bin Walid itu tewas bersama empat orang yang menyertainya. Media pasukan koalisi mengakui kolonel itu terbunuh bersama para pendampingnya.

Di kawasan Jawf, beberapa pasukan bayaran Saudi juga tewas dan beberapa lainnya terluka terkena sergapan pasukan Yaman yang juga menghancurkan beberapa kendaraan dan peralatan tempur mereka di distrik Khab dan Sha’af di dua front al-Hashimiah dan Sabrin. (alalam)