Rangkuman Berita Timteng Senin 14 Agustus 2017

hassan nasrallah lebanonJakarta, ICMES: Sekjen Hizbulah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah menyebut Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai teroris sejati, dan memastikan kekandasan obsesi pihak yang selama ini berharap dapat melumpuhkan kubu muqawamah (resistensi anti Israel) melalui terorisme.

Sedikitnya 25 anggota kelompok teroris takfiri ISIS tewas dalam operasi air drop Pasukan Arab Suriah (SAA) yang didukung Angkatan Udara Rusia di bagian tengah Suriah.

Israel memperlihatkan kekecawaannya terhadap keberhasilan Iran dan sekutunya membebaskan berbagai kawasan dari pendudukan kelompok teroris ISIS.

Dua tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan lima lainnya luka-luka dalam sebuah operasi militer di Irak utara, namun pihak tentara AS menyatakan peristiwa ini terjadi bukan karena “kontak musuh”.

Berita selengkapnya;

Nasrallah: AS Dan Israel Teroris Sejati

Sekjen Hizbulah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah menyebut Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai teroris sejati, dan memastikan kekandasan obsesi pihak yang selama ini berharap dapat melumpuhkan kubu muqawamah (resistensi anti Israel) melalui terorisme.

Mengenai perjuangan Hizbullah selama ini dia menegaskan bahwa kelompok muqawamah ini berjuang dengan tulus dan tidak mencari konsesi apapun dalam percaturan politik Lebanon meskipun telah berhasil mencetak banyak prestasi demi keamanan negara ini.

“Seandainya kita tidak memiliki muqawamah yang serius bertempur di lapangan sebagai tambahan bagi kesolidan sikap politik maka kita tidak mungkin mencetak kemenangan, dan Israelpun setiap saat berbicara mengenai membengkaknya kekuatan Hizbullah dan mengakui kekalahannya dalam perang tahun 2006,” ujar Nasrallah dalam pidato yang disiarkan TV al-Manar milik Hizbullah, Ahad (13/8/2017).

Dia berjanji akan mempermalukan tentara Israel lebih dari keadaannya dalam perang tahun 2006 jika tentara Zionis ini mencoba memasuki wilayah Lebanon.

Nasrallah menyebut Hizbullah sebagai kekuatan penghancur proyek Israel dan “setiap hari semakin ada kepastian ambruknya Israel Raya.”

Menurutnya, teroris sejati adalah AS dan Israel, sedangkan kelompok-kelompok teroris yang ada adalah produk para pemerintah AS. Karena itu, ketika kelompok-kelompok ini kalah dalam pertempuran di wilayah Arsal dan Falita di wilayah perbatasan Lebanon-Suriah maka pihak yang paling tertekan adalah Israel dan AS.

“Israel sekarang sudah mencapai titik terendah, sedangkan bangsa kita mencapai puncak kepercayaan diri,” tegasnya. (rayalyoum)

Tentara Suriah Gelar Operasi Air Drop, Minimal 25 Anggota ISIS Tewas 

Sedikitnya 25 anggota kelompok teroris takfiri ISIS tewas dalam operasi air drop Pasukan Arab Suriah (SAA) yang didukung Angkatan Udara Rusia di bagian tengah Suriah, Sabtu (12/7/201). Demikian dilaporkan Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), Minggu (13/7/2017).

Disebutkan bahwa SAA sejak Mei lalu melancarkan serangan militer besar-besaran di kawasan al-Badia seluas 90,000 km persegi yang menghubungkan bagian tengah negara ini dengan perbatasan Irak dan Yordania.

Beberapa hari lalu SAA berhasil menguasai kota al-Sukhnah yang menjadi basis terakhir ISIS di provinsi Homs di kedalaman wilayah al-Badia.

SOHR melaporkan “sedikitnya 25 anasir organisasi Negara Islam (ISIS) tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam operasi air drop yang dilakukan oleh pasukan pemerintah dengan dukungan udara helikopter dan jet tempur Rusia” di ujung timur laut provinsi Homs dekat perbatasan administratif dengan dua provinsi Deir Ezzor (timur) dan Raqqa (utara).

SORH juga menyebutkan enam orang juga terbunuh di pihak SAA dan kelompok bersenjata pendukungnya.

Operasi air drop dilancarkan untuk memperketat tekanan terhadap ISIS di bagian timur laut provinsi Homs. Operasi ini dibarengi dengan kontak senjata dan serangan udara secara masif oleh jet tempur dan helikopter Rusia terhadap ISIS yang terjebak di puluhan desa yang tersebar dari bagian timur provinsi Homs.

Direktur Eksekutif SOHR Rami Abdulrahman menjelaskan bahwa SAA berhasil menguasai kawasan yang tersisa di antara pasukannya yang bergerak maju dari arah perbatasan Raqqa dan Deir Ezzor di satu sisi dan pasukannya yang berada di utara kota al-Sukhnah” di bagian timur laut provinsi Homs.

Kentor berita Suriah, SANA, mengutip keterangan sumber militer bahwa SAA melancarkan operasi air drop “kedalaman 20 kilometer di belakang garis pertahanan kelompok teroris ISIS di selatan kota kecil al-Kadir di perbatasan adimistratif Raqqa dan Homs.”

Menurut SOHR, dalam operasi ini SAA berhasil menguasai tiga desa di kedalaman wilayah al-Badia. (rayalyoum)

Israel Akan Cegah Iran Kuasai Kawasan Yang Lepas Dari ISIS

Israel memperlihatkan kekecawaannya terhadap keberhasilan Iran dan sekutunya membebaskan berbagai kawasan dari pendudukan kelompok teroris ISIS. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku pihaknya tidak akan membiarkan Iran dan sekutunya mengusai kawasan yang bebas dari pendudukan ISIS.

“Negara Islam (IS/ISIS) keluar, Iran masuk, kami tidak membiarkannya,” ujarnya dalam mengomentari laporan kepala dinas rahasia Israel, MOSSAD, Yossi Cohen,  seperti dilansir Israel National News, Ahad (13/8/2017).

Dia melanjutkan, “Kami hari ini menerima laporan Mossad mengenai tantangan keamanan. Kami menyimpulkannya dalam satu kalimat saja, IS pergi Iran datang. Pembicaraan kita sebagian besar mengenai Suriah.”

Laporan Cohen itu menyinggung meluasnya pengaruh Iran di Timteng melalui para sekutunya di Suriah, Yaman, Lebanon, dan Irak, serta menyebut Iran sama sekali tak sudi berhenti menebar pengaruhnya.

Netanyahu dalam pernyataannya di Pelabuhan Ashdod, Israel, menambahkan, “Kebijakan kami jelas, kami menentang keras penempatan militer Iran dan sekutunya semisal Hizbullah di Suriah, dan kami akan melakukan tindakan apapun yang dirasa perlu. Mengenai bagaimana reaksi kami, kami akan memperkuat tentara dan pasukan keamanan. Kami membela negeri kami.”

Dalam sebuah sidang kabinetnya dia juga menegaskan, “Israel melanjutkan tindakan tegasnya melalui berbagai cara pertahanan di depan ancaman yang datang dari Iran.”

Cohen dalam laporannya di hari yang sama mengatakan bahwa misi utama Mossad sekarang ialah menghentikan eskalasi pengaruh Iran pasca perjanjian nuklir Teheran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman.

Mengenai perjanjian gencatan senjata di Suriah selatan yang dijalin bulan lalu oleh Ameri Serikat (AS) dan Rusia, dia mengatakan, “Tentang ini belum disepakati syarat Israel mengenai keluarnya pasukan Iran dan pasukan yang berafiliasi dengannya dari kawasan itu.”

Dia melanjutkan bahwa upaya untuk merevisi perjanjian ini masih terus dilakukan, tapi sampai sekarang AS belum melaksanakan keinginan Tel Aviv. (fna)

2 Tentara AS Terbunuh dan 5 Lainnya Terluka Di Irak

Dua tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan lima lainnya luka-luka dalam sebuah operasi militer di Irak utara, namun pihak tentara AS menyatakan peristiwa ini terjadi bukan karena “kontak musuh”.

Tentara itu dilaporkan ikut berpartisipasi dalam operasi penumpasan kelompok teroris ISIS.

“Seluruh koalisi kontra-ISIS menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan rekan tim pahlawan ini,” ungkap Letnan Jenderal Stephen Townsend, komandan Tugas Gabungan Operasi Inheren Resolve, dalam sebuah statemennya.

Di pihak lain, ISIS mengaku bertanggung jawab atas kematian kedua tentara tersebut sembari menjelaskan bahwa anggotannya telah menembakkan roket Grad ke tentara AS  di sebelah timur Tal Afar, kota kecil di barat barat Mosul yang masih dikuasai ISIS, namun belum ada konfirmasi mengenai kebenaran klaim ini. (rt)