Rangkuman Berita Timteng,  Senin 12 Juni 2017

Jakarta, ICMES: Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri menuduh aliansi “Amerika-Arab-Islam” bersekongkol untuk mengacaukan stabilitas dan keamanan di Iran.

Juru bicara maskapai penerbangan Iran, Sahrukh Nushabadi, menyatakan Teheran telah mengirim lima pesawat pengangkut bahan pangan ke Qatar menyusul blokade yang diterapkan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain terhadap Qatar.

Surat kabar Mirror terbitan Inggris memuat laporan bahwa gembong kelompok teroris takfiri ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tewas terkena serangan udara di kota Raqqa, Suriah utara.

Komandan militer Afghanistan menyatakan tak kurang dari 77 orang bersenjata, beberapa di antaranya petinggi Taliban, tewas terkena operasi militer negara ini di kawasan Imam Suhaib, provinsi Kunduz, Afghanistan utara.

Wakil Pertama Ketua Dewan Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Kuwait, Syeikh Sabah Khalid al-Hamad al-Sabah menyatakan optimis krisis Qatar dapat diselesaikan dalam bingkai internal Teluk.

Berita selengkapnya;

Militer Iran Peringatkan Orang-Orang Yang Mengikuti Tari Pedang Dengan Trump

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri menuduh aliansi “Amerika-Arab-Islam” bersekongkol untuk mengacaukan stabilitas dan keamanan di Iran. Karena itu dia mengingatkan bahwa “nasib buruk” mengintai orang-orang yang terlibat dalam tari pedang bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

“Tak diragukan lagi bahwa bangsa Iran merupakan salah satu korban aksi teror terorganisir yang didukung oleh segi tiga keji AS, Israel, dan rezim dinasti Saudi. Selama lebih dari 38 tahun ini lebih dari 17,000 orang Iran yang terdiri atas para kader, pakar, pejabat, dan lain-lain telah terbunuh di jalan perjuangan membela Islam, negeri, dan nilai-nilai luhur revolusi dan pemerintahan Islam,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Upaya sia-sia dan permainan peledakan ini tidak akan melemahkan pohon pemerintahan Islam yang dahan-dahannya teguh setelah disuburkan oleh darah anak-anak bangsa terbaiknya.”

Bagheri menuduh AS dan sekutunya yang terlibat dalam tari pedang dengan Trump di Saudi bersekongkol membuat skenario untuk menyerang keamanan dan stabilitas Iran. Dia mengingatkan bahwa nasib mereka akan sama dengan nasib para teroris yang berniat mengacaukan ketentraman di Teheran, dan di tempat-tempat lain di Iran sebelumnya.

Dia meminta aliansi Amerika-Arab-Islam supaya memetik pelajaran dari nasib berbagai kelompok yang selama ini juga sudah berusaha menjalankan agenda-agendanya  dengan berusaha mengacaukan keamanan Iran.

“Bangsa Iran beserta angkatan bersenjata dan lembaga-lembaga keamanannya mempertahankan haknya untuk membalas otak dan pelaku operasi teror yang terjadi belum lama ini di Teheran… Sistem informasinya memantau pergerakan dan rencana musuh, dan akan memberikan kepada mereka dan pendukung mereka pelajaran yang tak akan mereka lupakan, demi membasmi teroris pada level geografi revolusi Islam, dan melalui kerjasama antarnegara Islam di Dunia Islam secara keseluruhan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Rabu lalu Teheran digemparkan oleh serangan teror yang menyasar gedung parlemen Iran dan komplek makam Imam Khomaini hingga menyebabkan belasan orang terbunuh dan 40 lainnya terluka. (alalam)

Iran Kirim Ratusan Ton Bahan Pangan Ke Qatar  Dengan Lima Pesawat

Juru bicara maskapai penerbangan Iran, Sahrukh Nushabadi, menyatakan Teheran telah mengirim lima pesawat pengangkut bahan pangan ke Qatar menyusul blokade yang diterapkan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain terhadap Qatar.

“Sejauh ini sudah ada lima pesawat yang masing-masing mengangkut sekira 90 ton pruduk makanan dan sayuran ke Qatar, dan pesawat keenam akan terbang hari ini,” katanya kepada AFP, Minggu (11/5/2015).

“Kami akan melanjutkan operasi pengiriman ini selagi ada permintaan dari Qatar,” lanjutnya.

Sementara itu, Mohammad Mehdi Banshari kepala pelabuhan di Bushehr,  Iran selatan, mengatakan bahwa sebanyak 350 ton bahan pangan juga telah dikirim ke Qatar dengan menggunakan tiga kapal kecil. (rayalyoum)

Al-Baghdadi Dikabarkan Tewas Terkena Serangan Udara Di Suriah

Surat kabar Mirror terbitan Inggris memuat laporan bahwa gembong kelompok teroris takfiri ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tewas terkena serangan udara di kota Raqqa, Suriah utara, Sabtu (10/6/2017).

“Pemimpin IS (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi terbunuh, Sabtu, akibat serangan udara di Suriah, menurut laporan-laporan yang belum dikonfirmasi di media massa pemerintah Suriah,” tulis Mirror, Minggu (11/6/2017).

Mirror menyebutkan bahwa telah beredar klaim-klaim di tengah masyarakat setempat bahwa al-Baghdadi terbunuh akibat serangan udara, sementara media ISIS memublikasi foto-foto kehancuran yang luas akibat serangan udara dan ledakan-ledakan besar yang mengguncang Raqqa.

Sementara itu, Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS), Minggu, berhasil merebut satu distrik untuk pertama kalinya di bagian barat Raqqa, kota yang menjadi markas besar ISIS di Suriah.

“Pasukan Amarah Furat telah membebaskan distrik Rumaniya di arah barat kota Raqqa setelah dua hari terjadi kontak senjata intensif,” ungkap SDF.

Observatorium Suriah untuk HAM menyatakan SDF telah menggempur kamp militer strategis, Pangkalan Divisi 17, yang dikuasai ISIS dekat Raqqa untuk mengusir ISIS dari sana. (rayalyoum)

77 Militan, Termasuk Petinggi Taliban, Tewas Digempur Pasukan Afghanistan

Komandan militer Afghanistan menyatakan tak kurang dari 77 orang bersenjata, beberapa di antaranya petinggi Taliban, tewas terkena operasi militer negara ini di kawasan Imam Suhaib, provinsi Kunduz, Afghanistan utara.

Seperti dilansir kantor berita Khamaa Press milik Afghanistan, Minggu (11/6/2017), Amanullah Mubin, seorang jenderal pada tentara nasional Afghanistan dari leguin “Shahin 2009” dalam jumpa pers mengatakan bahwa operasi yang ditujukan untuk menumpas kawanan bersenjata di kawasan Imam Suhaib itu sudah satu minggu berjalan dan sejauh ini sedikitnya 77 orang bersenjata tewas diterjang operasi ini.

Dia menambahkan bahwa sedikitnya 110 militan bersenjata Taliban juga tewas, dan sedikitnya sembilan tempat persembunyian serta 11 kendaraan mereka telah dihancurkan dalam operasi tersebut.

Provinsi Kunduz termasuk wilayah yang rawan di bagian utara Afghanistan  akibat pergerakan militan Taliban. (khaamapress)

Kuwait Optimis Krisis Qatar Dapat Diselesaikan Dengan Dialog

Wakil Pertama Ketua Dewan Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Kuwait, Syeikh Sabah Khalid al-Hamad al-Sabah menyatakan optimis krisis Qatar dapat diselesaikan dalam bingkai internal Teluk.

Dia mengapresiasi semua negara yang mendukung upaya Kuwait dalam rangka ini.

“Pemerintah Kuwait tidak akan berhenti melakukan upaya baik untuk menyembuhkan luka dan menciptakan penyelesaian yang merealisasikan penyembuhan secara mendasar pada sebab-sebab perselisihan dan ketegangan dalam hubungan persaudaraan ini,” tuturnya.

Menyinggung kunjungan Emir Kuwait Syeikh Sabah al-Ahmad al-Jabir al-Sabah ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar, dia mengatakan bahwa Emir Kuwait  telah berbicara “dengan saudara-saudara kandung ihwal mekanisme yang memadai untuk penyembuhan ketegangan dan perselisihan ini.”

Menurutnya, Emir Kuwait optimis bahwa upaya ini akan membuahkan hasil yang memuaskan.

“Saudara-saudara yang di Qatar juga siap untuk memahami hakikat kekuatiran dan keresahan saudara-saudaranya, dan siap merespon upaya-upaya luhur untuk menguatkan keamanan dan stabilitas,” pungkasnya. (kuna)