Rangkuman Berita Timteng Senin 12 Februari 2018

pm israel netanyahuJakarta, ICMES: Rezim Zionis Israel melanjutkan dan meningkatkan ancamannya terhadap Iran pasca insiden serangan udara masif Israel ke Suriah yang berbuntut tertembak jatuhnya jet tempur F-16 milik Israel.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Samkhani menyatakan keberhasilan Suriah merontokkan jet tempur F-16 milik Israel menunjukkan bahwa “setiap kesalahan Israel di kawasan tidak akan dibiarkan tanpa reaksi.”

Para petinggi kelompok pejuang Islam Hizbullah yang berbasis di Lebanon menilai rontoknya jet tempur F-16 milik Israel oleh rudal Suriah telah menyebabkan jatuhnya mental rezim penjajah Palestina tersebut sehingga tidak akan berani mengobarkan perang secara total

Rakyat dan pemerintah Iran merayakan puncak peringatan HUT-39 revolusi Islam 1979 yang ditandai dengan aksi pawai akbar di seluruh penjuru Iran dan pameran rudal balistik terbaru buatannya yang bernama “Qadr-F”.

Selengkapnya:

Israel Tingkatkan Ancamannya Terhadap Iran Pasca Jatuhnya Jet Tempur F-16

Rezim Zionis Israel melanjutkan dan meningkatkan ancamannya terhadap Iran pasca insiden serangan udara masif Israel ke Suriah yang berbuntut tertembak jatuhnya jet tempur F-16 milik Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu 911/2/2018), memuji serangan udara Israel pada Sabtu lalu tersebut sembari menyebutnya “serangan hebat terhadap pasukan Iran dan Suriah.”

“Kemarin (Sabtu) kami telah melancarkan serangan hebat terhadap pasukan Iran dan Suriah… Telah kami jelaskan kepada semua orang bahwa kaidah pertempuran spesifik kami bagaimanapun juga tidak akan berubah, kami akan terus menyerang siapapun yang berusaha menyerang kami, ” katanya.

Sabtu lalu Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap beberapa sasaran di Suriah kemudian mengaku bahwa aksi ini merupakan reaksi terhadap pelanggaran nirawak tempur Iran terhadap zona udara Israel. Iran sendiri menepis klaim Israel yang dinyatakan setelah jet tempur F-16 miliknya rontok diterjang rudal Suriah tersebut.

Dilaporkan pilot dan kopilot jet tempur tersebut selamat setelah menggunakan kursi pelontar. Mereka yang jatuh di wilayah Israel sendiri segera dilarikan ke rumah sakit dekat kota Haifa. Jubir rumah sakit mengatakan pilot masih menjalani perawatan pasca-operasi, sedangkan kopilot sudah diperkenankan pulang.

Dalam kasus ini Israel baru pertama kalinya secara blak-blakan menyatakan telah menyerang sasaran-sasaran Iran di Suriah. Namun di saat yang sama, menurut media Israel, baru sekarang pula jet tempur Israel tertembak jatuh sejak 1982.

Koran Maariv milik Israel, Minggu, menyebut peristiwa ini “konfrontasi militer langsung pertama kalinya antara Israel dan Iran”, sementara koran Yedioth Ahronoth yang juga terbitan Israel menyebutnya “hari pertempuran melawan Iran.” (rayalyoum)

Jet Tempur Israel Rontok, Iran Sebut Israel Tak Bisa Berbuat Semaunya Lagi

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Samkhani menyatakan keberhasilan Suriah merontokkan jet tempur F-16 milik Israel pada Sabtu (10/2/2018) menunjukkan bahwa “setiap kesalahan Israel di kawasan tidak akan dibiarkan tanpa reaksi.”

“Tertembak jatuhnya jet tempur Israel sistem pertahanan udara Suriah telah mengubah kondisi ketidak seimbangan kekuatan di kawasan,” katanya, Minggu (11/2/2018).

Dia menepis dugaan bahwa Iran campur tangan di balik peristiwa penembakan terhadap terhadap jet tempur Isarel yang menyerang beberapa posisi di Suriah tersebut.

“Pertahanan udara Suriah sendiri yang menjatuhkan jet tempur yang melanggar zona udara dan kedalauatan Suriah itu,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, pemerintah Teheran menanggapi pernyataan Israel bahwa jet tempur itu melancarkan serangan ke Suriah setelah helikopter Apache Israel berhasil menjatuhkan nirawak tempur Iran di wilayah Israel. Teheran menyebut  tuduhan itu “menggelikan.” (rt)

Jet Tempur F-16 Tertembak, Hizbullah Nilai Mental Israel Jatuh

Para petinggi kelompok pejuang Islam Hizbullah yang berbasis di Lebanon menilai rontoknya jet tempur F-16 milik Israel oleh rudal Suriah telah menyebabkan jatuhnya mental rezim penjajah Palestina tersebut sehingga tidak akan berani mengobarkan perang secara total, meskipun masih akan bernyali menyerang posisi-posisi Hizbullah di Lebanon jika mendapatkan persetujuan Amerika Serikat (AS).

Menteri Pemuda dan Olah Raga Lebanon Mohammad Fanish yang berasal dari Hizbullah dalam wawancara telefon dengan kantor berita Jerman, DPA, Minggu (11/2/2018), mengatakan, “Kami selalu mengantisipasi segala kemungkinan terburuk dari Israel dan para pemimpinnya, dan sama sekali tidak mengecilkan segala kemungkinan. Namun, realitas dan data-data di lapangan menunjukkan bahwa mereka menyadari dengan baik betapa mereka tidak dapat melancarkan agresi terhadap Lebanon karena mereka menduga akan mendapat reaksi sengit dan menyakitkan dari semua pihak di Lebanon; tentara, kubu resistensi, dan terutama rakyat. Saya kira mereka akan berpikir ulang sebelum melakukan tindakan bodoh ini.”

Dia menjelaskan, “Masalah ini berkaitan dengan kebijakan politik AS di kawasan karena Israel tidak melakukan tindakan apapun tanpa proteksi AS, apalagi tindakan ini akan disusul dengan perang berskala luas, sebagaimana juga berhubungan dengan niat dan kebijakan Israel yang sangat terpukul menyaksikan Suriah pulih dan dapat mengalahkan mesin-mesin takfiri Israel semisal ISIS.”

Dia menambahkan, “Pelanggaran Israel terhadap Lebanon nyaris dilakukan sehari-hari, tapi jika Israel hendak melakukan eskalasi dan melancarkan aksi militer secara langsung terhadap Lebanon maka keputusan politik Lebanon adalah membela negara dan kedaulatannya dan menggunakan semua kartunya yang sah.”

Senada dengan ini, anggota parlemen Lebanon dari fraksi Hizbullah Walid Sukkarieh memastikan bahwa serangan Israel terhadap posisi Hizbullah beresiko mengobarkan perang regioal yang melibatkan sejumlah negara.

“Pernyataannya ialah apakah Israel menginginkan perang regional, dan apa tujuan yang hendak ia wujudkan? Memang ada dugaan bahwa ia akan melakukannya untuk menduduki wilayah Suriah dan mengadakan sabuk pengaman untuk mencegah eksistensi Kubu Resistensi di kawasan ini seperti yang ada di Lebanon,” katanya.

Dia melanjutkan, “Namun, Israel tidak akan menempuh langkah demikian tanpa lampu hijau dan jaminan AS untuk jalannya perang dan hasilnya. Pertama ialah tidak adanya campurtangan Rusia, adanya dukungan militer AS secara cepat dan siaga penuh untuk menyokong pertahanan jika Israel melemah, dan pengambilan keputusan yang tepat di Dewan Keamanan PBB untuk mengukuhkan hasil perang ini dengan daya pencegahan yang mengembalikan kawasan ini ke Pasal 7, bukan pasukan penjaga perdamaian, untuk menjamin keamanan Israel.” (rayalyoum)

Peringati HUT Ke-39 Revolusi Islam, Iran Pamerkan Rudal Balistik Terbaru

Rakyat dan pemerintah Iran merayakan puncak peringatan HUT-39 revolusi Islam 1979 yang ditandai dengan aksi pawai akbar di seluruh penjuru Iran dan pameran rudal balistik terbaru buatannya yang bernama “Qadr-F” dan berjarak tempuh 2000 kilometer, Minggu (11/2/2018).

Turunnya jutaan rakyat Iran ke jalan-jalan dalam pawai tersebut menjadi pemandangan yang menarik terutama karena negeri mullah ini beberapa waktu lalu sempat dilanda demo protes yang relatif besar meskipun kemudian disusul dengan demo-demo tandingan dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

Sedangkan rudal balistik berukuran besar tersebut dipajang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan menjadi pemandangan yang mencolok di sejumlah bundaran Teheran, ibu kota Iran. Dilaporkan bahwa rudal berbahan bakar cair itu memiliki panjang 15.86 meter dan diameter 125 centimeter dengan berat 17.460 kilogram dan hulu ledak seberat 650 kilogram.

Dalam kata sambutan pada peringatan ini Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan “tahun persatuan” pasca maraknya unjuk rasa protes yang menjatuhkan sejumlah korban jiwa. Dia juga mengimbau kepada kelompok konservatif supaya tidak menghalangi keterlibatan para reformis dalam pemilu di masa mendatang.

“Saya meminta supaya tahun ke-40 revolusi Islam pada tahun depan menjadi tahun persatuan. Saya mengimbau kepada para korservatif, reformis, moderat, dan semua partai dan masyarakat berdiri bersama,” serunya.

Dia kemudian memuji peranan besar Iran dalam penumpasan kelompok teroris takfiri ISIS di Irak dan Suriah.

Dia juga berharap Presiden Amerika Serikat (AS) tak dapat membatalkan perjanjian nuklir Iran tahun 2015 “meskipun dia membenci Iran.”

Dalam pawai yang terpusat di Bundaran Azadi, Teheran, terlihat massa membawa poster Presiden AS Donald Trump terhantam kepalan tinju disertai tulisan: “Atraksi gila inipun tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa respon.” Selain itu juga terlihat bendera-bendera berwarna kuning milik pasukan relawan Basij bertuliskan slogan; “Kami siap menyongsong perang besar.” Slogan ini seakan mengacu pada ancaman Israel belakangan ini terhadap Iran, terutama setelah jet tempur F-16 milik negara Zionis tertembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Suriah Sabtu lalu. (alalam/tasnim)