Rangkuman Berita Timteng Selasa 9 Januari 2018

demo iran 1Jakarta, ICMES: Gelombang unjuk rasa tandingan masih berlangsung di Iran dan memasuki hari kedelapan. Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa tindakan Washington terkait dengan aksi demo protes di Iran telah mempermalukan AS sendiri di Dewan Keamanan PBB.

Kelompok teroris Hayat Tahrir Shams alias Jabhat Al-Nusra yang merupakan cabang kelompok teroris Al-Qaeda di Suriah mempublikasi rekaman video pemimpinnya, Abu Mohammad Al-Golani, menyusul keberhasilan pasukan Suriah dan sekutunya mencapai kemajuan besar di sekitar Idlib dan Hama.

Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengomentari laporan kantor berita Perancis belum lama ini bahwa sekira 2000 pasukan milisi “Liwa Fatimeyoun” terbunuh dan 8000 lainnya terluka dalam aksi mereka membantu tentara Suriah dalam perang di negara ini.

Telah beredar bocoran kabar bahwa otoritas Arab Saudi memutuskan untuk memindah para tahanan yang tersisa di Hotel Ritz Carlton, Riyadh, ibu kota Arab Saudi, ke Penjara Al-Ha’ir  di kota yang sama.

Berita selengkapnya;

Unjuk Rasa Tandingan di Iran Memasuki Hari Kedelapan

Gelombang unjuk rasa tandingan masih berlangsung di Iran dan memasuki hari kedelapan, Senin (8/1/2018).

Gelombang unjuk rasa kali ini antara lain melanda 10 kota di provinsi Kurdistan.  Ribuan massa mengutuk campur tangan asing dan para pelaku kerusuhan dalam demo-demo protes yang terjadi selama beberapa hari sejak 28 Desember 2017. Mereka juga menegaskan komitmen dan loyalitas mereka pada prinsip revolusi dan pemerintahan Islam Iran.

Di kota Sanandaj, ibu kota provinsi Kurdistan, massa memulai aksinya sejak pukul 10.00 waktu setempat dan massa menegaskan kesetiaan mereka kepada nilai-nilai revolusi.

Unjuk rasa di hari kedelapan juga melanda kota Qazvin di mana massa membawa poster dan spanduk bertuliskan slogan-slogan dukungan mereka kepada para pemimpinnya. Mereka mengutuk upaya-upaya menyimpangkan demo-demo protes dari jalurnya yang benar kepada tindakan-tindakan melanggar hukum dan aksi kerusuhan.

Demo tandingan juga terjadi provinsi Larestan di mana massa menegaskan bahwa demonstrasi protes melalui jalur damai harus dipisah dan diamankan dari pihak-pihak tertentu yang dengan dukungan asing berusaha menungganginya untuk tujuan menebar fitnah

“Pihak asing tak dapat menundukkan Iran. Tidak penting bagi mereka urusan ekonomi Iran, mereka hanya ingin menghantam Iran dan sistemnya,” ujar salah seorang pria setengah baya warga setempat, sebagaimana terlihat dalam video di laman situs Al-Alam milik Iran.

Seorang wanita muda mengatakan, “Kami tidak akan membiarkan perusuh, kami akan membendung mereka.”

Pemandangan serupa juga terjadi di kota Gonbad-e Kavus, provinsi Golestan, dan berbagai kota dan daerah lain.

“Rakyat ingin membuktikan bahwa mereka mengutuk para perusuh dan pihak asing yang berada di balik mereka dengan tujuan menyerang revolusi dan negara,” ungkap salah seorang demonstran di Gonbad-e Kavus.

Di Teheran, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa tindakan Amerika Serikat (AS) mengeksploitasi serangkaian peristiwa unjuk rasa protes di Iran justru telah mempermalukan dan menjatuhkan citra AS sendiri di Dewan Keamanan PBB.

“Adalah kewajiban bagi semua untuk berbakti kepada agama, revolusi, negara, dan rakyat…. Rakyat berhak mengatakan, ‘Perhatikanlah kami, dengarlah kami, dan responlah tuntutan kami’,” ungkapnya. (alalam)

Tentara Suriah Dekati Idlib, Al-Golani Muncul Lagi

Kelompok teroris Hayat Tahrir Shams alias Jabhat Al-Nusra yang merupakan cabang kelompok teroris Al-Qaeda di Suriah mempublikasi rekaman video pemimpinnya, Abu Mohammad Al-Golani, saat mengadakan pertemuan darurat dengan sejumlah petinggi teroris Al-Nusra di kota Idlib untuk membahas perkembangan situasi terbaru di sekitar kota ini.

Mereka mengadakan pertemuan di sebuah markas mereka dan terlihat di depan mereka sebuah peta besar provinsi Idlib dan Hama, dan di peta itu terlihat kawasan luas yang dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah.

Pertemuan ini terjadi menyusul keberhasilan pasukan Suriah dan sekutunya mencapai kemajuan besar di sekitar Idlib dan Hama dalam beberapa hari terakhir dan bahkan bergerak menuju pelabuhan udara militer Abu Al-Duhur yang dikuasai oleh kelompok pemberontak Suriah sejak September 2015.

Dengan dukungan Iran dan pasukan udara Rusia, tentara Suriah juga berhasil merebut berbagai kawasan di timur laut provinsi Hama dan provinsi Idlib melalui operasi militer yang dimulai sejak Oktober 2017.

Lembaga Obervatorium Suriah untuk HAM melaporkan tentara Suriah mengusai lebih dari 95 desa di Hama dan Idlib sejak 22 Oktober, dan menguasai 60 desa di Idlib melalui operasi yang berlangsung hanya dalam 14 hari terakhir.

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat ledakan bom mobil yang menerjang markas kelompok Pasukan Kaukasus di kota Idlib pada Minggu malam lalu bertambah dari 23 menjadi  sedikitnya 43 orang yang sebagian besar adalah kawanan bersenjata.  Hingga kini belum jelas pihak manakah yang melancarkan serangan tersebut. (rayalyoum/alalam)

Assad Komenteri Kabar Miring Mengenai Milisi Liwa Fatemiyoun

Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengomentari laporan kantor berita Perancis belum lama ini bahwa sekira 2000 pasukan milisi “Liwa Fatimeyoun” terbunuh dan 8000 lainnya terluka dalam aksi mereka membantu tentara Suriah dalam perang di negara ini.

Kepada lembaga pemberitaan Sputnik milik Suriah, Senin (8/1/2018),menyatakan tidak benar laporan mengenai Liwa Fatimeyoun yang terdiri atas orang-orang Afghanistan tersebut.

“Laporan itu tidak akurat, tidak benar, dan bertujuan memberikan gambaran tertentu bahwa mereka ribuan orang… Berapa jumlah (anggota) Liwa ini, yang katanya 2000 orang dari mereka tewas dan 8000 lainnya terluka dan masih ada di medan pertempuran? ” katanya menyoal.

Dia menjelaskan bahwa orang yang dari Afghanistan ke Suriah dalam beberapa tahun terakhir hanyalah puluhan orang dan tak sampai ratusan orang. Mereka datang secara sukarela untuk melawan para teroris yang datang dari berbagai berbagai negara untuk memerangi tentara Suriah dan menghancurkan negara ini.

Al-Assad mengatakan bahwa laporan kantor berita Perancis itu sangat berlebihan.

“Seandainya laporan itu benar maka sejak sekian tahun silam sudah terjadi perubahan di medan pertempuran. Kemarin kami mendengar penamaan untuk milisi-milisi bersenjata… Saya yakin mereka tidak mengerti makna militer penamaan itu, yang berarti jumlah pasukan brigade, dan setiap brigade terdiri atas lebih dari 2000 orang, sedangkan divisi terdiri atas lebih dari 5000 orang.”

Assad menambahkan bahwa penamaan itu bertujuan mendorong para teroris agar mendatangkan ribuan orang atau dengan jumlah yang setara supaya perang tak kunjung selesai di Suriah. (sputnik)

Tahanan Saudi Dikabarkan Dipindah Dari Hotel Ke Penjara

Telah beredar bocoran kabar bahwa otoritas Arab Saudi memutuskan untuk memindah para tahanan yang tersisa di Hotel Ritz Carlton, Riyadh, ibu kota Arab Saudi, ke Penjara Al-Ha’ir  di kota yang sama.

Sumber-sumber yang mengaku mengetahui hal itu mengatakan bahwa para tahanan yang tersisa itu berjumlah 60 orang dan sudah dipindah dari hotel ke penjara tersebut, Minggu (7/1/2108).

Menurut mereka, puluhan tahanan yang disangka terlibat dalam praktik korupsi itu antara lain miliarder Saudi Pangeran Walid Bin Talal dan mantan amir Riyadh Pangeran Turki bin Abdullah serta sejumlah pejabat Saudi yang sejauh ini masih menolak negosiasi dengan otoritas Saudi untuk pembebasan mereka.

Sebelumnya, Jenderal Purnawirawan Anwar Eshki mengatakan otoritas Saudi tidak berencana memindahkan para tahanan itu dari hotel ke Penjara Al-Ha’ir.

Kepada Sputnik milik Rusia dia mengatakan bahwa Pangeran Walid bin Talal tak lama lagi akan keluar dari Hotel Ritz Carlton bersama sebagian besar tahanan yang tersisa di sana.

Sebelumnya juga dikabarkan bahwa hotel itu akan kembali beraktivitas seperti biasa pada Februari mendatang. (rayalyoum)