Rangkuman Berita Timteng Selasa 8 Mei 2018

kerusuhan di beirut 7-5-2018Jakarta, ICMES: Beirut, ibu kota Lebanon, dilanda kerusuhan yang dilakukan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan kelompok Gerakan Amal dan Hizbullah terkait dengan hasil pemilu parlemen.

Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menilai hasil pemilu parlemen Lebanon yang dimenangi oleh Hizbullah dan aliansinya sebagai kemenangan bagi opsi “muqawamah” (resistensi anti Israel) di Lebanon.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan mengumumkan keputusannya mengenai perjanjian nuklir Iran (JCPOA) pada hari ini.

Dewan penyiaran Israel, Senin (7/5/2018), mengutip pernyataan sumber-sumber keamanan Israel bahwa Iran merencanakan serangan rudal ke bagian utara Israel sebagai balasan atas serangan ke Lanud T-4 di Homs, Suriah.

Berita selengkapnya;

Sekelompok Massa Menebar Kerusuhan Di Beirut Atas Nama Hizbullah

Beirut, ibu kota Lebanon, dilanda kerusuhan yang dilakukan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan kelompok Gerakan Amal dan Hizbullah terkait dengan hasil pemilu parlemen, Senin malam (7/5/2018)

Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA, melaporkan bahwa sekelompok massa bahkan melepaskan tembakan senjata api ke boneka mantan perdana menteri Lebanon mendiang Rafik Hariri di kawasan San George sembari mengibarkan bendera kelompok tertentu. NNA tidak melaporkan nama kelompok itu, namun dalam rekaman video amatir yang tersebar terlihat bendera, atribut, dan simbol-simbol gerakan Amal dan Hizbullah yang berasal dari kelompok Muslim Syiah.

Tentara Lebanon turun tangan menghadapi para perusuh dan membuat barikade-barikade di beberapa jalan kota Beirut “untuk menjaga keamanan.”

Ketua parlemen Lebanon Nabih Berri yang berasal dari Gerakan Amal mengecam keras aksi para perusuh itu dan menyebutnya sebagai aksi yang bertujuan “mencemarkan nama  baik”  dengan cara menistakan “simbol-simbol, ketentuan dan para tokoh yang kami hormati.”

Dia menegaskan, “Kami mengecam sekeras-kerasnya aksi unjuk rasa yang terjadwalkan dan terjadi di sejumlah jalanan ibu kota ini. Aksi yang dilancarkan sejumlah pengendara motor itu mencemarkan nama baik gerakan Amal dan Hizbullah serta prestasi keduanya.”

Dia menambahkan, “Aksi tak bertanggungjawab ini tidak mencerminkan perangai, tatakrama, dan moralitas anak-anak Imam Sadr dan Hizbullah. Ini merupakan aksi yang benar-benar mencemarkan nama baik.”

Untuk pertama kalinya dalam pemilu parlemen selama sembilan tahun terakhir, Hizbullah dan Gerakan Amal menang telak atas kelompok Kebebasan Nasional (al-Wathani al-Hurr), partai asal Presiden Lebanon Michel Aoun yang beragama Kristen dan partai Masa Depan (al-Mustaqbal) pimpinan Perdana Menteri Saad Hariri yang beragama Muslim Sunni.  (rt)

Nasrallah: Hasil Pemilu Lebanon Menangkan Opsi Resistensi Anti Israel

Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menilai hasil pemilu parlemen Lebanon yang dimenangi oleh Hizbullah dan aliansinya sebagai kemenangan bagi opsi “muqawamah” (resistensi anti Israel) di Lebanon.

“Ini merupakan kemenangan politik dan mental yang besar bagi opsi resistensi yang notabene melindungi kedaulatan negara… Komposisi dewan perwakilan rakyat baru merupakan jaminan dan kekuatan yang besar untuk mendukung opsi strategis ini dan bagi perimbangan istimewa tentara, rakyat, dan muqawamah,” ujarnya dalam pidato televisi, Senin (7/5/2018).

Dia mengatakan bahwa sebelum pemilu berlangsung ada upaya-upaya untuk menekan poros muqawamah serta sekutu dan lingkungannya.

“Ada konspirasi yang digalang di lebih dari satu negara di dunia untuk melemahkan muqawamah… Sebagian orang bermaksud membakar agenda muqawamah dalam pemilu demi memarakkan perpecahan pada lingkungannya dan agar lingkungan ini berbalik menentangnya. Serangan terhadap muqawamah dalam pemilu justru membuahkan hasil sebaliknya, sebab ada peningkatan persentase peserta pemilu,” paparnya.

Dia juga menegaskan, “Identitas Beirut sebagai Arab dan poros resistensi tertegaskan pada hasil pemilu, dan kamipun juga bersikeras untuk hidup bersama.” (rayalyoum)

Trump Hari Ini Akan Umumkan Keputusannya Mengenai Perjanjian Nuklir Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan mengumumkan keputusannya mengenai perjanjian nuklir Iran (JCPOA) pada hari ini, Selasa (8/5/2018).

“Saya akan mengumumkan keputusan terakhirku mengenai perjanjian (nuklir) Iran besok di Gedung Putih pada pukul 2:00 (waktu Washington),” cuitnya, Senin (7/5/2018).

Dalam berbagai kesempatan dia telah menyebut JCPOA sebagai perjanjian “terburuk dalam sejarah” sehingga dia mengancam akan menarik negaranya dari perjanjian yang diteken oleh Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Rusia, Inggris, Perancis, dan Cina) plus Jerman pada tahun 2015 ini.

Di pihak lain pada hari yang sama Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa JCPOA ditujukan Iran untuk melawan kezaliman dan embargo terhadap Iran, sedangkan tujuan utama AS belakangan ini ialah melemahkan kedaulatan Iran dan pengaruh negara republik Islam ini di Timteng.

Dia juga mengatakan, “Republik Islam (Iran) telah berargumentasi kepada dunia melalui perjanjian ini bahwa Iranfobia dan klaim mengenai penggunaan senjata nuklir sama sekali tidak benar dan hanya rumor yang menyasar bangsa Iran.”

Dia menambahkan, “Bangsa Iran akan melawan sepenuhnya tujuan AS itu. Khalayak dan negara-negara dunia, kecuali beberapa gelintir di antaranya, memandang AS sebagai pelanggar perjanjian, sementara Iran tidak bersalah dalam hal ini.”

Dia kemudian menegaskan bahwa jika AS jadi melanggar JCPOA maka yang bersalah adalah AS sendiri dan tidak terkait dengan Dewan Keamanan PBB.

Rouhani mengingatkan, “Bangsa ini hendaknya yakin bahwa kami akan mengambil keputusan yang diperlukan dan berbagai reaksi terhadap AS.” (rayalyoum/alalam)

Israel: Iran Berencana Merudal Kawasan Utara Israel

Dewan penyiaran Israel, Senin (7/5/2018), mengutip pernyataan sumber-sumber keamanan Israel bahwa Iran merencanakan serangan rudal ke bagian utara Israel sebagai balasan atas serangan ke Lanud T-4 di Homs, Suriah.

Rusia dan Suriah menyatakan bahwa serangan bulan lalu yang menewaskan tujuh orang Iran itu dilancarkan Israel, dan Iranpun memastikan akan membalas serangan itu.

Sumber-sumber keamanan Israel memperkirakan Iran tidak menghendaki perang  terbuka terhadap Israel sehingga serangan balasan agar terbatas terhadap sasaran-sasaran militer.

Dewan penyiaran Israel menyebutkan bahwa laporan mengenai pengetahuan Israel terhadap rencana Iran itu sengaja disiarkan sebagai peringatan bagi Iran bahwa negara republik Islam ini akan menanggung penuh resiko serangan terhadap Israel.

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku mengutamakan “kesegeraan” menghadapi Iran.

Dia juga mengatakan, “Kami tidak menghendaki eskalasi, tapi kami siap menjalani segala skenario.”

Di pihak lain, militer Iran, Senin, menegaskan lagi bahwa Iran akan melancarkan serangan balasan pada saatnya yang tepat. (rayalyoum/alalam)