Rangkuman Berita Timteng Selasa 5 September 2017

bendera iran-saudiJakarta, ICMES: Dewan Kerajaan Arab Saudi  melalui penasehatnya di bidang media telah menyampaikan “instruksi ketat” kepada media cetak dan elektronik negara ini agar tidak melakukan “serangan apapun” terhadap Republik Islam Iran dan mazhab Syiah.

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon, Senin (4/9/2017), merilis statemen berisikan kecaman terhadap pemerintah Myanmar dan menyebutnya bertanggungjawab atas “pembasmian etnis” terhadap warga Muslim Rohingnya di Myanmar.

SAA sudah berada di lokasi yang berjarak kurang dari 10 kilometer dari Pangkalan Militer 137 milik SAA yang dikepung oleh pasukan teroris ISIS dari semua arah di pinggiran kota Deir Ezzor.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bersiap-siap menggelar latihan perang terbesar dalam 20 tahun terakhir di kawasan sekitar perbatasan Israel (Palestina pendudukan 1948) dengan Lebanon.

Berita selengkapnya;

Otoritas Riyadh Larang Media Saudi Menghujat Iran Dan Syiah

Dewan Kerajaan Arab Saudi  melalui penasehatnya di bidang media telah menyampaikan “instruksi ketat” kepada media cetak dan elektronik negara ini agar tidak melakukan “serangan apapun” terhadap Republik Islam Iran dan mazhab Syiah. Demikian dilaporkan media online Ray al-Youm yang berbasis di London, Inggris, berdasarkan keterangan sumber-sumber papan atas di Riyadh  yang diperolehnya, Senin (4/9/2017).

Sumber-sumber anonim tu mengatakan bahwa larangan itu ditujukan kepada semua penulis Saudi yang bekerja atau yang bekerjasama dengan media, sebagaimana juga diterapkan untuk para aktivis di media sosial.

Larangan ini diterapkan demi memuluskan kebijakan rekonsiliasi antara Saudi dan Iran, terutama setelah suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang juga diikuti oleh jemaah haji Iran yang pada tahun lalu tidak mengirim jemaahnya akibat insiden berdesakan di Mina yang menjatuhkan banyak korban jiwa, terutama dari para jemaah haji Iran, pada tahun 2015.

Sebelumnya, juru bicara Kemlu Iran Bahram Qassemi, menyatakan negaranya telah memberi visa masuk kepada delegasi diplomatik Saudi untuk berkunjung ke Iran usai musim haji guna meninjau tempat-tempat yang semula ditinggali oleh para diplomat Saudi sebelum hubungan keduanya terputus dua tahun silam.

Sumber-sumber diplomatik di Dubai mengatakan kepada Ray al-Youm bahwa delegasi diplomat Saudi yang akan berkunjung ke Teheran akan segera memulihkan kondisi bangunan Kedubes Arab Saudi untuk Iran.

Sumber-sumber ini menilai tidak tertutup kemungkinan Kedubes Saudi akan dibuka lagi dalam satu bulan ke depan atau segera setelah kondisi gedung itu pulih. (rayalyoum/irna)

Hizbullah Sebut Pemerintah Myanmar Lakukan Pembasmian Etnis

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon, Senin (4/9/2017), merilis statemen berisikan kecaman terhadap pemerintah Myanmar dan menyebutnya bertanggungjawab atas “pembasmian etnis” terhadap warga Muslim Rohingnya di Myanmar. Hizbullah juga menyebut musuh bebuyutannya, Rezim Zionis Israel, telah mempersenjatai tentara Myanmar untuk membantai warga Muslim Rohingya.

Kecaman ini dituangkan Hizbullah dalam statemen lengkap sebagai berikut;

“Hizbullah mengutuk kejahatan terhadap etnis Muslim Rohingya di Myanmar yang telah menjatuhkan ribuan korban dan pengusiran terhadap puluhan ribu warga ini tanpa ada reaksi berarti dari lembaga-lembaga pengaku pembela HAM di dunia.

“Warga tertindas itu telah menjadi korban kampanye pembasmian yang diterapkan rezim penjahat di Myanmar, sebagaimana mereka juga merupakan korban konspirasi internasional anti mereka dan anti umat Islam di seluruh dunia yang dilakukan terutama oleh para mustakbirin (imperialis) yang eksis di dunia tanpa diam ketika terjadi peristiwa yang berkaitan dengan interesnya. Para mustakbirin bungkam di depan pembasmian etnis dan penistaan hak kaum perempuan dan anak kecil manakala hal ini tidak merugikan agenda dan proyek terkutuk mereka di dunia.

“Pemandangangan mengerikan dan langka yang telah dibocorkan oleh media berupa pembantaian di wilayah Rakhine telah menyingkap tingkat kedengkian dalam diri para pengikut rezim Myanmar yang notabene didukung oleh kekuatan-kekuatan besar dunia, termasuk entitas Zionis yang tak segan-segan menyuplai tentara penjahat di Myanmar dengan berbagai jenis senjata yang diperlukan untuk melakukan kejahatan yang berkelanjutan itu.

“Hizbullah menyerukan kepada semua pihak yang aktif di tengah umat kami dan di dunia dunia secara keseluruhan agar memekikkan suaranya untuk melawan kampanye pembasmian yang menimpa warga tertindas di Rakhine, melakukan segala bentuk tindakan yang memungkinkan untuk menunjukkan keteraniayaan warga ini, dan menekan semua pihak yang berkompeten agar mengatasi keteraniyaan mereka dan membebaskan mereka dari mimpi buruk agar semua pihak ini tidak sekedar menjadi penonton salah satu kejahatan yang paling sadis di era modern ini.” (alalam/irna)

Tentara Suriah Dekati Pembebasan Total Deir Ezzor Dari Pendudukan ISIS

Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya mengalami kemajuan pesat dalam pergerakannya menuju kota Deir Ezzor di bagian timur negara ini. SAA sudah berada di lokasi yang berjarak kurang dari 10 kilometer dari Pangkalan Militer 137 milik SAA yang dikepung oleh pasukan teroris ISIS dari semua arah di pinggiran kota Deir Ezzor, Senin (4/9/2017).

Sumber-sumber militer mengatakan bahwa SAA memasuki kawasan sekitar Deir Ezzor dari arah utara dengan dukungan Angkatan Udara Rusia, dan mereka akan memasuki kota ini dari dua arah, yaitu dari jalur al-Sukhnah – Deir Ezzor dan jalur Batar al-Turaifawi dan Ain Qasibah.

Warga kota Deir Ezzo segera bersuka ria setelah mendengar kabar tibanya SAA ke kawasan sekitar kota. Beberapa aktivis Suriah telah mengunggah rekaman video suka ria warga yang sudah sekian tahun dikepung oleh ISIS tersebut.

SAA berhasil merebut ladang al-Kharatah di pinggiran utara Deir Ezzor barat, dan jarak yang memisahkan antara antara SAA yang berada di barat dan yang berada di timur kota ini sudah tinggal 8 kilometer.

Seperti diketahui, ISIS menduduki sebagian besar kawasan provinsi Deir Ezzor serta mengepung sebagian anggota SAA yang berada di sebagian kecil wilayah di sana dan warga yang tinggal di beberapa kawasan kota Deir Ezzor sejak tahun 2015.

Di pihak lain, ISIS mengumumkan mobilisasi umum di provinsi Deir Ezzor menyusul terjadinya perkembangan baru ini, dan terjadi kontak senjata sengit antara SAA dan ISIS di distrik al-Rasyidiyah di dalam kota Deir Ezzor.

Mengomentari perkembangan ini, Gubernur Deir Ezzor Mohammad Ibrahim Samrah memperkirakan SAA akan dapat memasuki Deir Ezzor dalam jangka waktu 48 jam ke depan.

Sebelumnya, SAA dan sekutunya berhasil menguasai penuh kota kecil Uqairabat di pinggiran provinsi Hama, dan mengumumkan bahwa sejak saat itu eksistensi ISIS sudah berakhir di provinsi Hama.  (arabitoday)

Terancam Hizbullah, Tentara Zionis Akan Gelar Latihan Militer Terbesar

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bersiap-siap menggelar latihan perang terbesar dalam 20 tahun terakhir di kawasan sekitar perbatasan Israel (Palestina pendudukan 1948) dengan Lebanon.

Petinggi militer Israel saat menyatakan hal ini menjelaskan bahwa latihan tempur ini bertujuan menyiapkan skenario perang melawan milisi Hizbullah dari wilayah perbatasan utara Israel, dan latihan ini dilaksanakan bersamaan dengan kian memanasnya hubungan Israel dengan Hizbullah dan Iran.

Laman media Israel, Yedioth Ahronoth Senin (4/9/2017), mengutip keterangan petinggi militer Israel bahwa latihan perang itu melibatkan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dengan tujuan menggalang kesiapan pasukan “untuk menjaga stabilitas di wilayah utara.”

Pejabat militer yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menembahkan bahwa latihan perang tersebut akan berlangsung selama 11 hari, yaitu dari tanggal 4 sampai dengan 14 September 2017.

Latihan perang ini juga akan mengerahkan berbagai jenis senjata mutakhir, termasuk sistem pertahanan anti rudal dari berbagai generasi yang ada di Israel.

IDF menyatakan bahwa latihan perang ini sudah direncanakan sejak sekira satu tahun silam setelah Kepala Staf Umum IDF Gadi Eizenkot memberikan pengarahan ketika baru memangku jabatannya ini pada tahun 2015 sehingga latihan tempur itu lepas dari faktor upaya Iran memperkuat eksistensi militernya di Suriah.

Namun demikian, dalam beberapa bulan terakhir Israel sudah berulangkali mengungkapkan kegelisahannya terhadap eksistensi militer Iran di Suriah dan suplai senjata Iran kepada Hizbullah. (rayalyoum)