Rangkuman Berita Timteng Selasa 30 Januari 2018

tank di aden yamanJakarta, ICMES: Pertempuran antara pasukan pendukung presiden tersingkir Yaman, Abed Rabbuh Mansour Hadi, yang pro-Arab Saudi dan pasukan Dewan Transisi Selatan yang (Southern Transitional Council /STC) pro-Uni Emirat Arab (UEA) di Aden berlanjut dan memasuki hari kedua.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Iran berusaha menghancurkan Israel dan memusnahkan negara Zionis penjajah Palestina ini dari peta dunia.

Pemerintah Turki menyatakan telah meringkus lebih dari 300  orang karena di media sosial telah berani mengecam operasi militer Turki terhadap milisi Kurdi di Suriah utara.

Tentara Suriah dan sekutunya terus menggelar operasi militer di bagian selatan provinsi Idlib, dan pada Senin (29/1/2018) mereka berhasil menguasai penuh distrik Abu Duhur dan membebaskan dua desa.

Berita selengkapnya:

Perang Kubu Pro-Saudi Dan Kubu Pro-Emirat Berlanjut Di Aden, Senjata Berat Dikerahkan

Pertempuran antara pasukan pendukung presiden tersingkir Yaman, Abed Rabbuh Mansour Hadi, yang pro-Arab Saudi dan pasukan Dewan Transisi Selatan yang (Southern Transitional Council /STC) pro-Uni Emirat Arab (UEA) di Aden berlanjut dan memasuki hari kedua Senin (29/1/2018).

Dilaporkan bahwa pasukan pendukung Hadi kali ini mengerahkan tank dan artileri berat dalam kontak senjata yang menewaskan sembilan orang pada hari kedua antara mereka dan STC  yang mereka tuding berupaya melakukan aksi kudeta.

Sumber militer menyebutkan bahwa lima anggota pasukan STC tewas diterjang peluru sniper, sementara empat orang anggota pasukan Mansour Hadi juga menemui ajalnya dalam kontak senjata yang bahkan melibatkan tank dan artileri berat.

Kontak senjata sengit antara keduanya memasuki hari kedua pada Senin kemarin. Kedua pihak di kota Aden, Yaman selatan, menyebar pasukan masing-masing di sebagian besar jalan yang praktis kosong dari mobil umum dan pengguna jalan, sementara pusat-pusat perdagangan dan pendidikan tutup di sebagian besar wilayah kota yang sejak perang Yaman dinyatakan sebagai ibu kota sementara pemerintahan Mansour Hadi. Dilaporkan pula bahwa STC telah menawan sekira 200 pasukan Hadi.

Kontak senjata antara kedua pihak tiba-tiba berkecamuk sejak Minggu pagi (28/1/2018) setelah pasukan Hadi menghalangi para demonstran bergerak ke pusat kota Aden untuk menggelar aksi konsentrasi.

Sementara itu, lima orang warga Yaman dalam satu keluarga terbunuh oleh serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap sebuah rumah di kawasan Bani Muin, distrik Razah, provinsi Sa’dah. (alalam)

Netanyahu: Iran Berusaha Musnahkan Israel Dari Peta Dunia

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Iran berusaha menghancurkan Israel dan memusnahkan negara Zionis penjajah Palestina ini dari peta dunia.

“Iran ingin menghapus kami dari peta, kami akan menghadapinya dengan segenap kekuatan demi menjamin kelestarian Israel dan agar tidak ada lagi tragedi pembakaran Yahudi (Holocaust),  “ katanya dalam kunjungannya ke sebuah musium Yahudi di Moskow, ibu kota Rusia, Senin (29/1/2018), seperti dikutip beberapa media Israel, termasuk Yedioth Ahronoth.

Pada acara peringatan tragedi Holocaust yang juga dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di musium tersebut Netanyahu menambahkan, “Saya yakin bahwa para pejabat politik dan spiritual hendaknya berusaha sedapat mungkin mencegah penyebaran ideologi rasisme dalam bentuk apapun, baik anti-Semit maupun Rusia-fobia, atau semua kedengkian berdasar kebencian.”

Kaum Yahudi sedunia memperingati  tragedi pembantaian Holocaust yang mereka klaim telah menewaskan jutaan kaum Yahudi di tangan pemimpin Jerman Adolf Hitler selama Perang Dunia II (1935 – 1945), terutama di Polandia.  (rayalyoum)

Kritis Di Medsos Soal Perang Afrin, 300-an Orang Ditangkap Di Turki

Pemerintah Turki menyatakan telah meringkus lebih dari 300  orang karena di media sosial telah berani mengecam operasi militer Turki terhadap milisi Kurdi di Suriah utara.

Penangkapan besar-besaran ini dilakukan sehari setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam para dokter yang mengkritisi operasi militer tersebut  sebagai pengkhianat.

Turki sudah 10 hari melancarkan serangan udara dan darat  bersandi “Tangkai Zaitun” terhadap milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) wilayah barat laut Afrin, Suriah utara.  Sejak itu otoritas Turki mengancam akan menuntut orang-orang yang memrotes serangan ini.

Kemendagri Turki, Senin (29/1/2018), mengumumkan bahwa sebanyak 311 orang yang sebagian di antaranya politisi, jurnalis dan aktivis, telah ditahan karena telah “menyebarkan propaganda teroris” di media sosial dalam 10 hari terakhir.

Turki menganggap YPG yang didukung Amerika Serikat dan menguasai Afrin sebagai kelompok teroris dan perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang menggalang aksi pemberontakan di Turki sejak 1984..

Operasi militer tersebut mendapat dukungan luas oleh media Turki, terutama yang pro-pemerintah, dan banyak partai politik, kecuali Partai Rakyat Demokratik Kurdi (HDP), namun tak sedikit pula suara yang kritis terhadapnya.

Selama akhir pekan lalu media Turki melaporkan bahwa tak kurang dari 170 seniman telah menulis sebuah surat terbuka berisi desakan agar serangan Turki itu segera diakhiri. Surat itu ditujukan kepada anggota parlemen dari Partai AK yang merupakan partai Erdogan.

Pekan lalu, Asosiasi Medis Turki (TTB) mengecam operasi lintas perbatasan tersebut dengan menyerukan, “Tidak untuk perang, damai segera.”

Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdag melalui akun Twitter-nya pada hari Sabtu lalu menyatakan bahwa TTB dan Asosiasi Insinyur dan Arsitek Turki (TMMOB) yang mendukung mendukung TTB tidak dapat menggunakan kata “Turki” dalam nama mereka. Dia beralasan bahwa mereka tidak mewakili para petugas medis, insinyur dan arsitek Turki.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat lalu TTB menegaskan bahwa mereka menolak tuduhan yang ditujukan kepadanya, dan menilai komentar pejabat senior telah menjadikannya sasaran serangan. Kemendagri kemudian mengaku telah memulai pemeriksaan terkait  tindakan asosiasi tersebut.

Surat kabar Hurriyet melaporkan bahwa Senin lalu pihak kejaksaan mulai memeriksa 11 anggota administrasi pusat TTB atas penyataan “perang adalah masalah publik” yang dilontarkan oleh asosiasi ini. (reuters)

Tentara Suriah Serang Konvoi Militer Turki Di Aleppo

Tentara Suriah dan sekutunya terus menggelar operasi militer di bagian selatan provinsi Idlib, dan pada Senin (29/1/2018) mereka berhasil menguasai penuh distrik Abu Duhur dan membebaskan dua desa.

Menurut TV Al-Manar yang berbasis di Lebanon, dalam operasi itu mereka juga berhasil  menguasai dataran tinggi dan kawasan pertanian Al-Azwu di barat Abu Duhur.  Dataran tinggi ini menghadap ke sejumlah distrik dan desa sekitar, termasuk Al-Khufyah dan jalur logistik dari arah utara ke Abu Duhur.

Distrik Abu Duhur berada di barat pangkalan udara Abu Duhur yang telah direbut oleh tentara Suriah dari tangan kelompok teroris Jabhat Al-Nusra sejak beberapa waktu lalu.

TV pemerintah Suriah melaporkan bahwa tentara Suriah menemukan tiga kuburan massal berisi puluhan kerangka yang diduga sebagai  tentara Suriah yang telah dieksekusi oleh teroris Jabhat Al-Nusra dan sekutunya ketika  pangkalan udara Abu Duhur jatuh ke tangan teroris pada Juli 2015.

Sebanyak 45 kerangka telah dievakuasi dari tiga kuburan massal itu dan di bawa ke rumah sakit di Hama untuk identifikasi.  Diperkirakan jumlah kerangka masih akan bertambah karena data yang ada mencatat jumlah tentara Suriah yang dieksekusi saat itu mencapai 71 orang.

Laporan lain dari RT menyebutkan bahwa tentara Suriah telah menyerang konvoi militer Turki dekat kawasan pedesaan Al-Ais setelah konvoi ini menerobos perbatasan Suriah. Tanpa keterangan lebih lanjut, RT menyebutkan bahwa tentara Suriah telah menyerang konvoi itu dengan menembakkan lebih dari 30 mortir.

Di Afrin, sumber medis melaporkan bahwa 25 orang, beberapa di antaranya anak keci, yang berasal dari satu keluarga tewas terkena serangan udara Turki di kawasan yang dikuasai oleh milisi Kurdi di Suriah utara tersebut.  (fna/rt/rayalyoum)