Rangkuman Berita Timteng Selasa 3 Oktober 2017

peta kurdistanJakarta, ICMES:  Pemerintah Irak mengapresiasi sikap Universitas al-Azhar terhadap referendum kemerdekaan Kurdistan Irak.

Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) membantah kabar bahwa pihaknya telah melancarkan serangan udara terhadap para pejuang Hizbullah Lebanon di bagian timur Suriah.

Koran Inggris Daily Mail (DM) melaporkan bahwa pasukan komando Inggris melancarkan serangan untuk  membunuh Hamzah Bin Laden, putera mendiang Osama Bin Laden, pemimpin jaringan teroris al-Qaeda.

Komandan Operasi Baghdad Brigjen Jalil al-Rubai mengumumkan bahwa 10 teroris anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam operasi pengamanan peringatan Hari Asyura.

Berita selengkapnya;

Irak Apresiasi Sikap Al-Azhar Soal Referendum Kurdistan

Pemerintah Irak mengapresiasi sikap Universitas al-Azhar terhadap referendum kemerdekaan Kurdistan Irak karena lembaga pendidikan dan otoritas keagamaan di Kairo, Mesir, itu telah menyerukan upaya memelihara persatuan Irak dan menolak ajakan pemecah belahan Negeri 1001 Malam ini.

Kantor bidang media Perdana Menteri Irak Haider Abadi dalam statemennya, Senin (2/10/2017), menyatakan, “Kami memperbarui pendirian tegas dan solid kami dengan menolak referendum inkonstitusional dan ilegal di wilayah Kurdistan, dan mengambil tindakan-tindakan konstitusional dan legal untuk menjaga persatuan negara dan kemaslahatan warga Arab, Kurdi, dan ras-ras lain.”

Kantor ini juga menghargai “sikap (al-Azhar) ini dan pihak-pihak internasional lainnya yang mendukung kesatuan Irak serta bangsa dan semua komponennya.”

Sebelumnya, al-Azhar telah menegaskan penolakannya terhadap “seruan pemecah belahan yang terjadi di berbagai kawasan utara Repulik Irak, dan ajakan yang terus bertambah untuk pemisahan kawasan ini dari Irak.”

Al-Azhar menambahkan bahwa pihaknya “sangat bersikukuh pada kesatuan Irak dan menekankan bahwa seruan disintegrasi dan apa yang telah dilakukan dalam referendum merupakan sesuatu yang mendapat penolakan internasional, terutama Arab.”

Al-Azhar mengingatkan bahwa seruan demikian “akan menjurus pada bertambahnya perpecahan umat Arab dan Islam sehingga dapat mewujudkan rencana-rencana imperalis untuk memecah belah negara-negara mereka berdasarkan sektarianisme dan rasisme.” (rt)

Pasukan Koalisi Internasional Bantah Telah Menyerang Hizbullah Di Suriah

Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) membantah kabar bahwa pihaknya telah melancarkan serangan udara terhadap para pejuang Hizbullah Lebanon di bagian timur Suriah. Bersamaan dengan ini para aktivis melaporkan 45 warga sipil juga terbunuh akibat serangan udara pasukan koalisi tersebut.

“Serangan udara itu tidak dilakukan di kawasan operasi koalisi, kami memerangi  Negara Islam (IS/ISIS) di kawasan Raqqah dan timur Sungai Furat,”  tulis juru bicara pasukan koalisi ini, Kol. Ryan Dillon, Senin (2/10/2017).

Sebelumnya pada hari yang sama beredar kabar bahwa tujuh pejuang Hizbullah Lebanon terbunuh akibat serangan udara yang diduga kuat dilancarkan oleh jet tempur AS di Suriah timur.

Situs berita Khattamas yang berbasis di Lebanon melaporkan tujuh pejuang Hizbullah gugur akibat serangan jet tempur pasukan koalisi terhadap barak militer Hizbullah di kota Palmyra (Tadmur), provinsi Homs.

Sementara itu, para aktivis melaporkan bahwa angkatan udara koalisi internasional telah melakukan “pembantaian” di kota Raqqa, Suriah, karena serangan terbaru mereka di sana telah membunuh 45 warga sipil.

Pemerintah Suriah dan para aktivis sebelumnya juga sudah berulangkali menyatakan bahwa pasukan koalisi itu sudah sering membantai warga sipil di berbagai kawasan di Suriah, termasuk Raqqa.

Lembaga Human Right Watch (HRW) beberapa hari sebelumnya juga melaporkan bahwa serangan udara pasukan koalisi itu di sebuah kawasan dekat Raqqa pada bulan Maret lalu telah menewaskan 84 warga sipil, 30 di antaranya anak kecil.

Pasukan koalisi itu melancarkan serangan udara di Suriah sejak September 2014 tanpa meminta persetujuan pemerintah Suriah dengan dalih menumpas ISIS. (rt)

Inggris Dikabarkan Memburu Putera Bin Laden

Koran Inggris Daily Mail (DM) melaporkan bahwa pasukan komando Inggris melancarkan serangan untuk  membunuh Hamzah Bin Laden, putera mendiang Osama Bin Laden, pemimpin jaringan teroris al-Qaeda, karena London kuatir dia merencanakan serangkaian serangan baru anti-Barat.

Menurut DM, Hamzah bercokol di Suriah dan menjadi buronan utama angkatan udara SAS yang merupakan pasukan udara khusus milik Kerajaan Inggris, terutama untuk operasi tembak jitu. Misi ini dijalankan setelah Hamzah merilis rekaman video seruannya kepada para simpatisan al-Qaeda untuk melancarkan serangan berdarah di Barat.

Beberapa sumber Inggris menyebutkan bahwa Hamzah kini berusia 28 tahun dan berada di Suriah dengan berangkat dari Pakistan, dan Inggris menjalankan misi “sangat rahasia” untuk mendapatkan Hamzah dalam keadaan hidup atau mati.

Pihak intelijen semula berkeyakinan bahwa Hamzah bersembunyi di Pakistan, tapi sumber-sumber baru intelijen sekarang menduganya telah pindah ke Suriah.

DM melanjutkan bahwa dari dokumen berupa surat-surat yang ditemukan di tempat persembunyi Osama di Pakistan terungkap bahwa dia telah melatih Hamzah untuk menjadi penerusnya sebagai pemimpin al-Qaeda.

Sumber papan atas mengatakan kepada DM bahwa teknologi maju merupakan salah satu sarana andalan untuk meringkus buronan semisal Hamzah Bin Laden, tapi orang yang dapat mendeteksinya dan menghimpun informasi tambahan tentangnya akan layak dihargai dengan medali emas.

Sedikitnya 40 personil angkatan bersenjata Inggris telah berangkat ke Suriah untuk berpartisipasi dalam pemburuan Hamzah dan para gembong al-Qaeda lainnya. Dalam rangka ini pasukan komando Inggris bekerjasama dengan pasukan Amerika Serikat dengan menggunakan nirawak canggih dan berbagai sistem supermutakhir untuk mendeteksi suara demi menentukan tempat keberadaan Hamzah yang hendak dihabisi atau diciduk. (rt)

10 Teroris ISIS Tewas Dalam Pengamanan Peringatan Asyura Di Baghdad

Komandan Operasi Baghdad Brigjen Jalil al-Rubai mengumumkan bahwa 10 teroris anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), lima di antaranya pembawa misi serangan bom bunuh diri, tewas diterjang operasi keamanan pasukan gabungan Irak yang dilancarkan di berbagai kawasan Baghdad, ibu kota Irak, untuk mengamankan peringatan Hari Asyura.

Dalam jumpa pers Senin (2/10/2017), al-Rabai mengatakan, “Pasukan keamanan telah membunuh tiga pembawa misi serangan bunuh diri ISIS di kawasan Jazirah al-Karmah, Baghdad barat, yang berencana menyerang para peziarah di ibu kota.”

Dia melanjutkan bahwa dua anggota ISIS lain pembawa misi yang sama juga terbunuh di kawasan Khani Bani Said, Baghdad utara.

Menurutnya, serangan udara Irak juga telah menghantam sebuah posisi ISIS di Baghdad utara hingga menewaskan lima anggota ISIS lain yang dua di antaranya berjulukan Abu al-Khitab dan Abu Umar yang bertugas menyediakan kendaraan untuk para pembawa serangan bom bunuh diri di Baghdad.

Pasukan keamanan Irak juga meringkus dua anggota ISIS yang satu di antaranya bertugas membawa para penyerang bunuh diri ISIS di kawasan al-Taji, Baghdad utara, dan yang lain di dustrik al-Amil, Baghdad selatan. Selain itu, satu seorang pria juga diciduk karena diduga melakukan jual beli senjata di kawasan Sadr, Baghdad timur.

Hari Minggu lalu warga Muslim Irak dan para peziarah mancanegara memperingati Hari Asyura yang merupakan peringatan kesyahidan Imam Husain bin Ali ra, cucunda Nabi Muhammad SAW, di Karbala pada tahun 61 Hijriah.

Laporan lain menyebutkan bahwa satu tokoh kombatan ISIS, Abu Karim al-Iraqi, tewas terkena serangan udara di barat daya Kirkuk. (rt/alsumarianews)