Rangkuman Berita Timteng Selasa 25 September 2018

teror ahwaz2Jakarta, ICMES: Kementerian Keamanan Iran menyatakan aparat negara ini telah menangkap sebanyak 22 orang yang diduga terlibat serangan teror yang menyasar sebuah para militer di kota Ahwaz, Iran barat daya.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberitahu sejawatnya di Suriah, Bashar al-Assad, mengenai rencana penyerahan sistem pertahanan udara S-300 Rusia kepada Suriah.

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani kembali menegaskan penolakan terhadap ajakan dialog Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan menyebut dialog itu hanya akan sia-sia dan tidak akan berpengaruh apapun.

Berita selengkapnya:

Iran Tangkap 22 Terduga Terlibat Teror Ahwaz, Ayatullah Khamenei Tuding Saudi Dan UEA

Kementerian Keamanan Iran menyatakan aparat telah menangkap sebanyak 22 orang yang diduga terlibat serangan teror yang menyasar sebuah para militer di kota Ahwaz, Iran barat daya.

“Pada menit-menit pertama pasca serangan teror telah terungkap identitas sekawanan teroris yang terdiri atas lima orang yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok separatis takfiri yang didukung oleh negara-negara Arab,” ungkap kementerian itu tanpa menyebutkan nama negara, Senin (24/9/2018).

Kementerian Keamanan Iran menambahkan, “Telah terungkap markas sekawanan teroris ini, dan tertangkap pula sebanyak 22 orang yang terkait dan pemberi dukungan logistik kepada serangan itu.”

Disebutkan bahwa di markas itu telah ditemukan dan disita bahan-bahan peledak, perlengkapan militer, dan sarana komunikasi.

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa pelaku serangan yang menewaskan 25 orang dan melukai sekira 70 orang pada hari Sabtu lalu itu mendapat dukungan dana dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Laporan-laporan yang ada menunjukkan bahwa aksi kejahatan itu dilakukan oleh orang-orang yang mendapat pertolongan segera dari Amerika Serikat (AS) ketika mereka terjepit di Suriah atau Irak serta mendapat dukungan dana dari Saudi dan UEA,” ungkap Khamenei, Senin, seperti dilansir IRNA.

Dia kemudian menegaskan, “Sudah pasti kami akan memberi pelajaran keras terhadap orang-orang yang terlibat dalam aksi teror ini.”

Di laporan awal disebutkan bahwa pelakunya empat orang, namun belakangan satu mayat lagi ditemukan sebagai pelaku yang tewas di antara jenazah sejumlah korban.

Beberapa sumber mengatakan bahwa para teroris itu datang ke lokasi parade militer dengan mengendarai mobil Pride, mengenakan seragam pasukan relawan, dan membawa senapan AK-47 dan amunisi.

Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan itu sembari memublikasi sebuah video yang mereka sebut sebagai tiga pelaku ketika sedang mengendara sebuah mobil menuju sasaran, namun sumber-sumber di Iran menyatakan pelakunya terafaliasi dengan salah satu kelompok separatis dan kontra-revolusi Iran yang mendapat dukungan dari negara-negara asing  agar melancarkan aksi-aksi teror.

Tiga pelaku di antaranya diketahui berasal dari satu keluarga dengan rincian dua orang kakak beradik dan satu lainnya adalah saudara sepupu keduanya. Mereka semula bekerja sebagai tukang kayu pembuat rak dapur, tapi kemudian direkrut oleh kelompok separatis.

Para korban serangan teror itu telah dimakamkan pada Senin kemarin melalui prosesi yang diikuti ribuan warga. (alalam/raialyoum)

Seminggu Pasca Jatuhnya Il-30, Rusia Nyatakan Segera Bekali Suriah Sistem Pertahanan S-300

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberitahu sejawatnya di Suriah, Bashar al-Assad, mengenai rencana penyerahan sistem pertahanan udara S-300 Rusia kepada Suriah.

Pemberitahuan ini disampaikan sepekan setelah insiden jatuhnya pesawat militer Il-20 akibat salah tembak pertahanan udara Suriah ketika berusaha melawan serangan udara Israel.

Kantor Kepresidenan Suriah, Senin (24/9/2018), dalam sebuah statemennya yang juga menyalahkan Israel dalam insiden tersebut menyatakan, “Presiden Putin telah memberitahu Presiden al-Assad dalam sebuah komunikasi telefon bahwa Rusia akan mengembangkan sistem pertahanan udara Suriah dan menyerahkan sistem modern S-300 kepadanya.”

Dalam percakapan telefon itu Assad menyampaikan ucapan belasungkawanya atas meninggalnya 15 tentara Rusia dalam insiden jatuhnya Il-20 tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu di hari yang sama menyatakan negaranya akan menyerahkan S-300 kepada Suriah dalam dua minggu ke depan.

Dalam pernyataaan ini dia kembali menyebut Israel bertanggungjawab atas insiden tersebut, dan menyatakan bahwa Israel saat itu tidak memberitahu pihak Rusia mengenai rencana serangan udaranya ke Suriah kecuali hanya sekira 1 menit sebelum memulai serangan.

Shoygu juga menyayangkan militer Israel karena tidak memberikan informasi yang detail mengenai kawasan yang akan diserang, dan malah mengaku akan menyerang bagian utara Suriah, padahal tidak demikian, sehingga militer Rusia menjauhkan pesawatnya dari kawasan yang akan diserang.

“Awak jet-jet tempur Israel yang tahu persis situasi di udara telah berlindung di balik pesawat Rusia sehingga pesawat inilah yang terkena sasaran dan jatuh korban jiwa 15 personil militer (Rusia),” imbuh Shoygu.

Dia kemudian menegaskan bahwa insiden ini memaksa Rusia mengambil tindakan-tindakan responsif yang tepat untuk mengoptimalkan keamanan pasukan militer yang berada di Suriah dengan misi perang melawan terorisme internasional.

Presiden Putin, Senin, telah memberitahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu penolakan Rusia atas laporan Israel mengenai insiden tersebut.

Dalam pemberitahuan via telefon ini Putin juga menyatakan bahwa Moskow telah mengambil keputusan untuk memperkuat sistem pertahanan udara Suriah.

Hingga laporan ini disusun belum ada komentar dari pihak Israel mengenai keputusan Negeri Beruang Merah tersebut. (raialyoum)

Rouhani Pastikan Lagi Percuma Berdialog Dengan Trump

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani kembali menegaskan penolakan terhadap ajakan dialog Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan menyebut dialog itu hanya akan sia-sia dan tidak akan berpengaruh apapun.

Penolakan itu ditegaskan Rouhani ketika ditemui oleh awak media AS yang mengunjunginya usai partisipasinya dalam sidang ke-73 Majelis Umum PBB di New York, AS, Senin (24/9/2018).

Dia menjelaskan bahwa keluarnya Trump dari perjanjian nuklir Iran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Inggris, Perancis, Rusia, dan Cina) plus Jerman sama sekali tidak didukung alasan yang meyakinkan, dan AS kemudian malah memulai ancamannya sanksi dan campurtangannya terhadap Iran.

“Sulit mengabaikan perangai pemerintah AS dewasa ini terhadap Iran,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pertemuan dirinya dengan Trump hanya akan bisa terjadi apabila perselisihan antara kedua negara mengalami penurunan dan tersedia benih harapan akan adanya hasil yang positif dari pertemuan itu.

Menurut Rouhani, bukan tak mungkin Iran akan mengubah sikapnya terhadap AS di masa mendatang apabila AS dapat menunjukkan iktikad baiknya untuk membangun hubungan yang baik dengan Iran.

“Trump telah menempuh langkah-langkah keliru terhadap Iran dan bangsanya. Pertama dia harus menyudahi kesalahan ini. Kami semula menempuh kebijakan yang saling menguntungkan dalam berinteraksi dengan Washington, tapi Trump telah merusaknya,” ujar Rouhani.

Presiden Iran juga menyebutkan bahwa AS mendukung kelompok-kelompok teroris anti Iran sejak revolusi Islam di Iran meraih kemenangan pada tahun 1979. (alalam)