Rangkuman Berita Timteng Selasa 24 April 2018

yaman saleh al-samadJakarta, ICMES: Kelompok Ansarullah (Houthi) mengumumkan bahwa salah satu tokohnya, Saleh al-Samad yang menjabat ketua Dewan Tinggi Politik Yaman terbunuh oleh serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi terhadap sebuah acara resepsi pernikahan di provinsi Hajjah, Yaman, yang telah menjatuhkan puluhan korban tewas.

Rezim Zionis Israel mengancam akan menamatkan riwayat Presiden Suriah Bashar al-Assad jika pasukan Iran sampai menyerang Israel dari wilayah Suriah.

Rezim Zionis Israel telah meminta kepada Rusia untuk tidak menjual sistem pertahanan udara canggih S-300 buatan Rusia kepada Suriah.

Berita selengkapnya;

Video: Tokoh Ansarullah Saleh al-Samad Terbunuh Diserang Pasukan Koalisi Arab

Kelompok Ansarullah (Houthi) mengumumkan bahwa salah satu tokohnya, Saleh al-Samad yang menjabat ketua Dewan Tinggi Politik Yaman terbunuh oleh serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di Hudaydah, Kamis (19/4/2018) lalu.

Pemimpin Ansarullah Abdel Malik al-Houthi menegaskan “kejahatan ini maupun kejahatan lainnya tidak akan berlalu tanpa balasan”, dan menyebut Amerika Serikat (AS) dan Saudi bertanggungjawab atas serangan ini.

“Allah telah memuliakan Sang Pemimpin al-Samad dengan kesyahidan, dan ini merupakan dambaannya dalam penutupan usia dan ini sebaik-baik dambaan… Kejahatan itu tidak akan mematahkan kehendak rakyat dan negara… Sebaliknya, rakyat memandang pengorbanan Sang Syahid sebagai lompatan menuju tambahan anugerah serta keteguhan dan penguatan front dalam negeri,” ungkap al-Houthi, Senin (23/4/2018).

Dia menambahkan, “Sang syahid telah gugur pada Kamis lalu bersama enam pengawalnya akibat tiga serangan udara jet tempur musuh di Hudaydah, di jalan al-Khamsin dekat Jaulah al-Aqra’i.”

Pusat Media Perang Ansarullah, Minggu malam, memublikasi video saat-saat terakhir al-Samad berkunjung ke pabrik pembuatan nirawak, mortir dan amunisi dalam negeri Yaman.

Ansarullah mengumumkan Mehdi Mohammad Hussein al-Mashat sebagai pengganti al-Samad pada jabatan ketua Dewan Tinggi Politik Yaman. Al-Mashat adalah orang yang pernah mewakili Ansarullah dalam perundingan dengan kubu presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi sebelum pecah perang, dan dia dikenal sosok yang berpendirian keras.

Dewan Tinggi Politik Yaman adalah dewan pelaksana yang didirikan oleh Ansarullah dan sekutunya, Partai Kongres Rakyat Umum, pada 28 Juli 2016 untuk mengendalikan kekuasaan di Yaman, dan al-Samad menjabat sebagai ketuanya sejak 6 Agustus 2016.

Dewan ini mengumumkan masa berkabung tiga hari untuk seluruh Yaman atas gugurnya al-Samad.

Pada November tahun lalu Saudi mengumumkan daftar 40 tokoh Ansarullah yang diincar Saudi, dan al-Samad menempati urutan ketua setelah Abdel Malik al-Houti.  Saat itu Saudi mengumumkan sayembara berhadiah US$ 20 juta bagi siapapun yang dapat memberikan informasi yang menjurus pada kematian al-Samad.

Saudi dan beberapa negara Arab sekutunya memimpin pasukan koalisi Arab dalam serangan ke Yaman sejak 26 Maret 2016 sampai sekarang.

Selasa dini hari, (24/4/2018), Ansarullah melesatkan rudal Qaher -2 dengan sasaran tempat konsentrasi pasukan bayaran Saudi di Mukha, dan rudal Badr 1 dengan sasaran bandara regional Jizan di bagian selatan Saudi. (rayalyoum/alalam)

Acara Resepsi Pengantin Di Yaman Digempur Saudi, 33 Orang Terbunuh, Sekjen PBB Angkat Bicara

Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi terhadap sebuah acara resepsi pernikahan di provinsi Hajjah, Yaman, yang telah menjatuhkan puluhan korban tewas.

Kecaman ini disampaikan Guterres melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Senin (23/4/2018).

“Sekjen PBB meminta semua pihak konsisten kepada undang-undang kemanusiaan internasional terkait dengan perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil dalam konflik bersenjata,” ungkap Dujarric.

Sekjen PBB juga menyerukan penyelidikan secepatnya atas kasus serangan tragis terhadap warga sipil Yaman yang sedang menyelenggarakan hajatan perkawinan tersebut.

Sumber kesehatan Yaman mengatakan kepada kantor berita RT milik Rusia bahwa serangan udara terhadap resepsi pernikahan itu menjatuhkan 33 korban meninggal dan 55 korban luka, namun beberapa media melaporkan bahwa korban meninggal bahkan mencapai sekira 50 orang. (sputnik)

Israel Ancam Habisi Assad Jika Iran Menyerang Dari Wilayah Suriah

Rezim Zionis Israel mengancam akan menamatkan riwayat Presiden Suriah Bashar al-Assad jika pasukan Iran sampai menyerang Israel dari wilayah Suriah.

Seperti dilaporkan Ray al-Youm, Senin (23/4/2018), Menteri Infrastruktur, Enegeri, dan Sumber Daya Nasional Israel Yuval Steinitz dalam sebuah rekaman video yang dipublikasi oleh laman Wanet mengatakan, “Jika Assad memperkenankan Iran atau pihak lain manapun mengumumkan perang terhadap Israel dari wilayah Suriah maka dia bertanggungjawab penuh atas segala dampaknya.”

Steinitz yang juga anggota kabinet keamanan nasional yang berurusan dengan berbagai persoalan strategi Israel menegaskan, “Tidak beralasan bagi kami membiarkan Assad dengan satu dan lain cara menyatakan perang dari negaranya lalu dia atau rezimnya tetap eksis. Dia tidak akan bisa duduk tenang lagi di istananya, dan jiwanya sendiri akan terancam.”

Dia menambahkan, “Saya kira apa yang terjadi di Suriah mungkin akan menentukan bagi masa depan dan keamanan kami, dan saya berharap perkara ini tidak akan memburuk dan berkembang menuju perang total. Kami bertekad mencegah eksistensi militer Iran di perbatasan utara kami, dan saya berharap hal ini jelas bagi orang-orang Iran dan Bashar Assad. Assad hendaknya tidak menanggung resiko yang akan membuatnya menyesal di masa mendatang.”

Israel dan Suriah secara formal berada dalam kondisi perang sejak beberapa dekade lalu meskipun gencatan senjata di Golan masih bertahan secara umum hingga kemudian terjadi pemberontakan dan terorisme hebat di Suriah pada tahun 2011, lalu situasi di Suriah memanas antara Iran dan Israel.

Dalam beberapa tahun terakhir Israel telah melancarkan beberapa kali serangan terhadap sasaran-sasaran di Suriah.

Israel menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam perang di Suriah, namun mengaku telah melancarkan beberapa kali serangan udara ke Suriah dengan dalih menghentikan konvoi truk pengangkut berbagai jenis senjata canggih Iran kepada Hizbullah Lebanon. (rayalyoum)

Israel Minta Rusia Tak Jual S-300 Kepada Suriah

Rezim Zionis Israel telah meminta kepada Rusia untuk tidak menjual sistem pertahanan udara canggih S-300 buatan Rusia kepada Suriah.

Hal ini diungkap oleh koran Israel Yedioth Ahronot (YA), Senin (23/4/2018), berdasarkan pernyataan seorang diplomat Rusia yang meminta identitasnya dirahasiakan.

“Israel telah meminta Rusia supaya tidak membekali tentara rezim Suriah dengan sistem pertahanan udara mutakhir S-300,” ungkap diplomat itu.

YA juga menyebutkan bahwa Kemlu Israel enggan mengomentari pernyataan diplomat anonim itu.

Senada dengan ini, koran Kommersant milik Rusia mengutip keterangan para pakar negara ini bahwa Israel mungkin akan bereaksi negatif jika Moskow membekali Suriah dengan S-300, dan bisa jadi akan menyerang titik-titik penempatan sistem ini di Suriah.

Mereka juga mengatakan bahwa para diplomat Israel dan Rusia sama-sama berusaha meredakan ketegangan antara kedua pihak terkait masalah ini, dan seorang pejabat Israel mengatakan, “Ada beberapa kriteria lain bagi hubungan Rusia dan kebijakan mutual untuk mencegah pergesekan.”

Pejabat anonim Israel itu menambahkan, “Kriteria lain itu ialah apakah Rusia mengarahkan S-300 di Suriah ke arah pesawat-pesawat kami di angkasa.”

Sehari sebelumnya kantor berita TASS milik Rusia mengutip pertanyaan menlu negara ini Sergey Lavrov bahwa Negeri Beruang Merah ini belum mengambil keputusan mengenai pembekalan Suriah dengan S-300, tapi dia menambahkan, “Tak ada kendala moral yang menghalangi pembekalan Assad dengan rudal S-300.”

Dalam berbagai kesempatan para pejabat Israel telah mengungkapkan kekuatiran mereka terhadap kesulitan jet tempur Israel beraksi di angkasa Suriah jika di Suriah terdapat S-300 yang bukan hanya dapat merontokkan pesawat melainkan juga rudal-rudal balistik berjarak jelajah di atas 150 kilometer. (rayalyoum)