Rangkuman Berita Timteng Selasa 23 Januari 2018

pasukan tank turki di afrinJakarta, ICMES: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan negaranya sudah bersepakat dengan Rusia, dan “tidak akan mundur” dalam operasi militernya terhadap kelompok Kurdi di kawasan Afrin, Suriah utara.

Sebuah masjid pertama dengan listrik bertenaga surya telah berdiri dan diresmikan di Qalqilya, Tepi Barat.

Tentara Iran telah memperingatkan dua kapal perang pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) pada hari pertama latihan tempur yang melibatkan pasukan darat, angkatan laut, dan udara di Iran selatan.

Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengatakan bahwa resistensi atau perlawanan bersenjata terhadap Rezim Zionis Israel merupakan satu-satunya harapan bagi bangsa Palestina

Berita selengkapnya;

Erdogan: Turki Tidak Akan Mundur Dalam Operasi Afrin

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan negaranya sudah bersepakat dengan Rusia, dan “tidak akan mundur” dalam operasi militernya terhadap kelompok Kurdi di kawasan Afrin, Suriah utara.

“Kami bertekad, masalah Afrin akan dapat diselesaikan, dan kami tidak akan mundur. Kami telah berbicara telah membicarakan hal ini dengan sahabat kami Rusia, dan kami sepakat,” tutur Erdogan dalam sebuah rapat, Senin (22/1/2018).

Recep berkata demikian setelah sejumlah negara, termasuk Perancis, menyatakan prihatin atas terbukanya front pertempuran baru di Suriah.

Turki pada Sabtu pekan lalu memulai operasi militer bersandi “Tangkai Zaitun” di kawasan Afrin dengan memperhebat serangan artileri dan udaranya terhadap posisi-posisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang menguasai kawasan itu.

Rusia belum memberikan pernyataan resmi apakah pihaknya memang memberi lampu hijau kepada Turki dalam operasi tersebut. Sebaliknya, Moskow malah meminta Ankara “menahan diri”.

Banyak pengamat memandang Turki tidak mungkin dapat melancarkan operasi militer besar-besaran di Suriah tanpa persetujan Rusia yang mengasai zona udara Suriah utara dan secara militer juga eksis di Afrin serta menjalin hubungan baik dengan YPG, namun pekan lalu Rusia menarik pasukannya yang tersebar di Afrin dengan alasan demi menghindari “provokasi”.

Ankara menuding YPG sebagai cabang Partai Pekerja Kurdi Turki (PKK) yang melakukan pemberontakan bersenjata di wilayah Turki sejak 1984, sementara Amerika Serikat (AS) mendukung YPG yang menjadi elemen utama Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang disebut-sebut sebagai pasukan koalisi Kurdi dan Arab Suriah dalam perang melawan kelompok teroris ISIS di Suriah utara.

Erdogan menambahkan, “Operasi Afrin bukan untuk memerangi saudara-saudara kami orang Kurdi, melainkan operasi penumpasan organisasi-organisasi teroris. Operasi Afrin akan berhenti setelah tujuannya tercapai.” (rayalyoum)

Aneka Peristiwa Seputar Krisis Afrin Selama Senin Kemarin

Moskow, LiputanIslam.com – Turki telah memulai operasi militer bersandi “Tangkai Zaitun” terhadap milisi Kurdi di kawasan Afrin, provinsi Aleppo, Suriah utara, sejak Sabtu (20/1/2018). Berikut ini beberapa peristiwa yang terjadi selama Senin kemarin (22/1/2018):

  • Pusat Rusia Hmeimim Untuk Rekonsiliasi Suriah menyatakan telah terjadi gelombang pengungsi yang bergerak meninggalkan kawasan pertempuran di kota Afrin.
  • Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) menolak tuduhan Turki bahwa SDF telah membom kota kecil Rihaniyeh di wilayah perbatasan Turki pada Minggu lalu. SDF menyatakan bahwa tentara Turki sendiri yang bertanggungjawab atas pemboman itu.
  • Turki mengumumkan pihaknya telah memulai serangan darat baru terhadap Afrin.
  • Menlu Jerman Sigmar Gabriel mengingatkan dampak tak terduga perang antara Turki dan YPG di Afrin.
  • Beberapa sumber dari dalam Afrin menyebutkan bahwa kota ini dan desa-desa sekitarnya mendapat serangan masif dari semua arah dan terjadi pertempuran sengit antara kedua pihak.
  • SDF menyatakan jumlah tentara Turki yang tewas di Afrin 18 orang, sedangkan yang luka 23 orang.
  • Tentara Turki menyatakan pihaknya bersama kelompok-kelompok bersenjata yang didukungnya berhasil menguasai Gunung Barsaya yang strategis di timur laut Afrin beberapa jam setelah memulai operasi darat dari kawasan Azaz yang bersebelahan dengan Afrin.
  • Jubir pemerintah Turki Bekir Bozdağ menyatakan Amerika Serikat (AS) harus menghentikan dukungannya kepada YPG jika ingin bekerjasama dengan Turki di Suriah.
  • Jubir pemerintah Turki menyatakan tidak jatuh korban di pihak pasukan Turki dalam operasi Tangkai Zaitun. Dia juga menuding Kurdi di Afrin telah membebaskan tahanan ISIS dengan syarat ikut berperang melawan pasukan Turki.
  • Kemlu AS menyatakan mengakui hak Turki melindungi wilayahnya dari ancaman kelompok-kelompok teroris, namun meminta Ankara menahan diri terkait dengan operasi militernya di Afrin.

(rt)

Tak Butuh Listrik Israel, Masjid Pertama Bertenaga Surga Dibangun Di Palestina

Sebuah masjid pertama dengan listrik bertenaga surya telah berdiri dan diresmikan di Qalqilya, Tepi Barat, Senin (22/1/2018).

Mesjid ini dibangun dengan tujuan mandiri dari pasokan listrik Rezim Zionis Israel. Hanya saja, luas dan kapasitas masjid ini tercatat paling kecil di Qalqilya, yaitu sekira 300 meter persegi untuk kapasitas 1000 jemaah. Masjid ini terdiri dari dua lantai dan memiliki satu menara setinggi 15 meter.

Badan administrasi wakaf Qalqilya menjelaskan bahwa masjid ini telah direnovasi dengan biaya yang ditanggung oleh salah seorang warga Qalqilya dengan tujuan supaya  masjid ini menjadi masjid pertama di wilayah pendudukan Palestina yang beroperasi dengan menggunakan tenaga surya sehingga tidak membutuhkan pasokan listrik yang diproduksi oleh Israel. (gateahram)

Berlatih Perang, Tentara Iran Peringatkan Kapal Perang Pasukan Koalisi Pimpinan AS

Tentara Iran telah memperingatkan dua kapal perang pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) pada hari pertama latihan tempur yang melibatkan pasukan darat, angkatan laut, dan udara di Iran selatan.

Latihan perang bersandi “Mohammad Rasulullah” ini dimulai Senin(22/1/2018) dengan instruksi Laksamana Muda Habibollah Sayyari, komandan Angkatan Darat  Iran.

Latihan itu digelar di kawasan seluas tiga juta kilometer persegi di wilayah selatan dan tenggara Iran, Pantai Makran, dan daerah lainnya di Teluk Oman, dengan melibatkan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya.

Selanjutnya, Laksamana Muda Sayyid Mahmoud Mousavi, juru bicara latihan tersebut, mengatakan bahwa dua kapal perang koalisi pimpinan AS yang mendekati lokasi latihan untuk melakukan pengintaian telah diidentifikasi oleh pesawat nirawak Iran.

Iran lantas mengirim pesawat patroli dan pengawasnya ke lokasi. Tanpa ada penjelasan lebih lanjut, disebut bagwa pesawat ini telah terbang di atas kapal perang tersebut sembari memperingatkan mereka agar menyingkir.

Mengenai jalannya latihan perang itu sendiri, Mousavi menjelaskan bahwa Angkatan Darat Iran telah menembakkan rudal Fajr 5 dan Nazeatat sebagai bagian dari latihan pertahanan pada hari pertama latihan.

Angkatan Bersenjata Iran secara berkala melakukan latihan perang untuk mempertahankan kesiapan pertahanan dan untuk memasukkan sistem senjata berteknologi baru. (presstv/alalam)

Velayati: Palestina Akui Iran dan Poros Resistensi Sebagai Satu-Satunya Harapan

Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengatakan bahwa resistensi atau perlawanan bersenjata terhadap Rezim Zionis Israel merupakan satu-satunya harapan bagi bangsa Palestina, apalagi ketika mereka sudah tak percaya lagi kepada Amerika Serikat (AS), dan upaya kompromi dengan Tel Aviv juga telah gagal.

Pada sebuah konferensi mengenai Palestina di Teheran, Senin (22/1/2018), Velayati menegaskan, “Orang-orang Palestina telah kehabisan semua upaya yang bertujuan mencapai kompromi (dengan Israel) dan Mahmoud Abbas, yang menjalankan pemerintahan otonomi Palestina, telah mencatat bahwa Amerika tidak dapat dipercaya lagi. ”

Menyinggung pertemuannya dengan delegasi Hamas di Teheran, dia mengatakan bahwa pihak Palestina telah mengakui bahwa Iran dan front resistensi adalah satu-satunya harapan bagi Palestina.

“Karena itu, jelas bahwa upaya yang dilakukan untuk mencapai kompromi (dengan Israel) telah gagal dan hari ini, Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina lainnya telah memperoleh kekuatan,” imbuhnya.

Velayati mengatakan bahwa Iran hanya mengerucutkan jalur resistensi, dan menekankan bahwa Iran adalah poros dari persamaan regional.

Mantan menlu Iran ini juga memastikan Iran akan terus memberikan dukungan nasihat bagi Suriah dan Irak untuk mempertahankan integritas dan kesatuan seluruh dunia Muslim.

“Tidak ada negara yang bisa mengklaim sebagai pembawa bendera untuk memastikan stabilitas di wilayah tersebut tanpa Iran,” katanya.

Iran telah memberikan bantuan pendampingan kepada Suriah dan Irak sesuai permintaan pemerintah keduanya selama perang melawan kelompok teroris takfiri ISIS dan berbagai kelompok ekstremis lainnya. (presstv)