Rangkuman Berita Timteng Selasa 17 April 2018

pertahanan udara suriahJakarta, ICMES: Media Suriah melaporkan bahwa sistem pertahanan udara negara ini telah mencegat dan merontokkan beberapa rudal.

Zionis Israel berada dibalik serangan rudal yang mengarah ke lanud Shayrat dan al-Dumair namun berhasil ditangkis oleh sis pertahanan udara Suriah.

Tentara Suriah melancarkan sedikitnya  65 kali serangan udara ke berbagai kawasan yang dikuasai oleh kawanan bersenjata di provinsi Homs dan Hama di bagian tengah negara ini.

Enam warga yang berasal dari satu keluarga di kawasan Hudayda, Yaman, terbunuh akibat serangan terbaru koalisi pimpinan Arab Saudi.

Berita selengkapnya;

Suriah Rontokkan Rudal Di Angkasa Homs

Media Suriah melaporkan bahwa sistem pertahanan udara negara ini telah mencegat dan merontokkan beberapa rudal di angkasa kota Homs, dini hari Selasa (14/4/2018).

TV Suriah menyebutkan bahwa pertahanan udara Suriah merontokkan rudal-rudal yang melesat dan mengarah ke lapangan udara Shayrat, provinsi Homs.  Dalam sebuah penggalan video terlihat bola api melesat dan meledak di kegelapan angkasa. Tidak jelas rudal-rudal berasal dari pihak mana.

Sehari sebelumnya, empat warga sipil terbunuh dan delapan lainnya, termasuk dua anak kecil, luka-luka terkena serangan mortir kelompok bersenjata ke dua desa dan satu kota di bagian utara provinsi Homs.

Kantor berita SANA melaporkan bahwa sejumlah roket yang ditembakkan oleh kawanan bersenjata telah jatuh di kawasan permukiman distrik Ghour al-Asi di utara provinsi Homs, mengakibatkan tiga warga sipil terbunuh dan tiga lainnya cidera, termasuk satu bayi yang usianya tak lebih dari satu tahun, dan menimbul kerusakan pada rumah dan properti penduduk.

Tentara Suriah kemudian membalas dengan serangan mortir ke arah lokasi penembakan roket tersebut hingga menimpakan kerugian personil pada pihak militan dan menghancurkan beberapa kubu dan mesin peluncur roket mereka.

Sementara itu, Presiden Suriah Bashar Assad saat menyambut kedatangan delegasi partai yang berkuasa di Rusia, Senin, mengatakan serangan rudal Amerika Serikat, Inggris dan Perancis ke Suriah dilakukan setelah tiga negara ini menyerang Suriah dan Rusia dengan aksi penyesatan dan klaim-klaim dusta di Dewan Keamanan PBB.

“Ini kembali menunjukkan bahwa kedua negara (Suriah dan Rusia) menjalani suatu perang bukan hanya terhadap teroris, melainkan juga demi melindungi undang-undang intersional yang berpijak pada kedaulatan berbagai negara dan kehendak bangsa-bangsanya,” katanya.

Di pihak lain, delegasi dari Rusia itu mengecam keras serangan rudal tiga negara itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran secara terbuka terhadap berbagai perjanjian internasional justru di saat Suriah sedang berusaha memulihkan stabilitas dan membenahi berbagai kerusakan parah yang diakibatkan oleh terorisme.

Delegasi ini juga menegaskan komitmen Rusia untuk terus mendukung Suriah dalam perang yang dialami oleh negara pimpinan Bashar Assad ini. (rt)

Israel Berada Di Balik Serangan 9 Rudal Ke Suriah

Informasi awal terkait serangan rudal terbaru ke Suriah menyebutkan bahwa Rezim Zionis Israel berada dibalik serangan rudal yang mengarah ke lanud Shayrat dan al-Dumair namun berhasil ditangkis oleh sis pertahanan udara Suriah.

Dialporkan bahwa jet tempur Israel sering melintas di angkasa Golan ketika serangan itu terjadi. Israel melesatkan sembilan rudal yang enam di antaranya mengarah ke lanur Shayrat di provinsi Homs, dan sisanya ke arah lanud al-Dumair, provinsi Damaskus.

Namun, sumber militer Suriah mengatakan bahwa semua rudal berhasil diledakkan di angkasa oleh sistem pertahanan udara Suriah, sebagaimana sebagian di antaranya terlihat dalam sebuah penggalan video yang merekam peristiwa itu. (alalam)

Ghouta Timur Bebas, Kini Tentara Suriah Menggempur Militan Oposisi Di Kawasan Lain

Tentara Suriah melancarkan sedikitnya  65 kali serangan udara ke berbagai kawasan yang dikuasai oleh kawanan bersenjata di provinsi Homs dan Hama di bagian tengah negara ini, Senin (16/3/2018).

Direktur Eksekutif Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), Rami Abdulrahman, menyatakan bahwa pemerintah Suriah memperhebat serangan udaranya untuk mendukung pergerakan pasukan daratnya.

“Rezim ini hendak membuka jalur aman dari Damaskus ke Homs hingga Aleppo sehingga melalui pertempuran ini berusaha menyediakan jalur cepat antara Homs dan Salamiyah,” ujar Abdulrahman lembaga yang bermarkas di Inggris ini kepada kantor berita Jerman, DPA.

Para aktivis mengatakan terjadi eskalasi pertempuran antara militan oposisi dan pasukan pemerintah Suriah di penghujung Minggu malam, dan pasukan pemerintah dapat bergerak maju di sebagian kawasan. Senjata artileri berat juga menerjang militan di bagian utara provinsi Homs dan bagian selatan provinsi Hama.

Sumber militer Suriah mengatakan bahwa setelah menguasai Ghouta Timur sepenuhnya kini tentara Suriah dan sekutunya mengalihkan operasi militernya ke berbagai kawasan Homs dan Daraa di bagian selatan Suriah.

Daraa merupakan daerah lahirnya pemberontakan terhadap pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad pada tahun 2011.

“Setelah berhasil mengamankan ibu kota, kini pasukan pemerintah akan beralih ke front-front utama lain untuk membebaskannya dari kawanan teroris,” ungkap sumber itu.

Keberhasilan tentara Suriah menguasai Ghouta Timur tercatat sebagai kemenangan terbesar mereka setelah menguasai penuh kota Aleppo pada tahun 2016.

Sementara itu, Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah menyatakan telah ditemukan bahan peledak sebanyak 1.5 ton di Douma, kota terakhir yang berhasil direbut tentara Suriah dari pendudukan militan di kawasan Ghouta Timur belakangan ini.

Sabtu pekan lalu tentara Suriah mengumumkan keberhasilannya menguasai penuh Ghouta Timur setelah dilakukan tahap terakhir relokasi kawanan bersenjata Jaish al-Islam dari Douma ke Idlib. (rayalyoum/rt)

6 Orang Dari 1 Keluarga Terbunuh Oleh Serangan Udara Saudi Di Yaman

Serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi kembali menyuguhkan pemandangan memilukan di Yaman. Sebanyak enam warga yang berasal dari satu keluarga di kawasan Hudayda, Yaman, terbunuh akibat serangan terbaru koalisi itu, Senin (16/4/2018).

Serangan tak kenal belas kasih itu menimpa sebuah rumah di distrik Hais, Hudayda, hingga enam orang penghuninya terbunuh.

Sementara itu, sumber militer Yaman menyatakan bahwa jet tempur Saudi melancarkan 10 kali serangan ke kawasan Jabal al-Dud, namun belum ada laporan mengenai akibatnya.

Di medan tempur, seorang tentara Saudi di kawasan al-Haskoul dan dua militan pro-Saudi di pos Bajal di kawasan Jizan, Saudi selatan, tertembak oleh sniper Yaman. Di kawasan ini pula, para pejuang Yaman menggempur tempat konsentrasi tentara Saudi dan pasukan bayaran Saudi di pos al-Amud, al-Muntazah, dan al-Dukhan dengan peluru mortir.

Laporan lain menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Saudi telah merontokkan rudal balistik yang ditembakkan oleh pasukan Ansarullah (Houthi) ke kawasan Najran, Saudi selatan, Senin.

Keterangan sumber di Yaman menyatakan bahwa Ansarullah telah melesatkan rudal Badr-1 dengan sasaran perusahaan listrik Saudi di Najran.

Pasukan koalisi Arab mengancam akan bereaksi keras jika Ansarullah berusaha menggunakan lagi pesawat nirawak untuk menyerang Saudi.

Saudi mengaku berhasil menghancurkan dua unit nirawak yang berusaha menyerang sebuah bandara di Saudi selatan.

“Balasan akan sengit dan menyakitkan,” kata jubir pasukan koalisi Arab Kolonel Turki Al-Maliki dalam jumpa pers, Senin.

Dia juga kembali menuduh Iran membekali Ansarullah dengan senjata dan perlengkapan mutakhir, termasuk pesawat nirawak. Iran sendiri juga sudah berulang kali membantah tuduhan demikian, dan mengaku hanya memberikan dukungan secara politik. (alalam/rayalyoum)