Rangkuman Berita Timteng Selasa 15 Mei 2018

gaza hari nakba2Jakarta, ICMES: Jumlah syuhada Palestina yang diserang pasukan Zionis di kawasan dekat pagar pembatas Gaza-Israel melonjak menjadi 58 orang.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengeluarkan istruksi dan pengarahan kepada tentara Israel agar melakukan “tindakan setegas mungkin di Jalur Gaza”.

Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah berbicara mengenai peristiwa serangan roket dari arah Suriah yang menerjang posisi-posisi pasukan Zionis Israel di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Sayyid Moqtada Sadr, pemimpin kelompok Sadr yang memimpin perolehan suara dalam penghitungan sementara hasil pemilu parlemen Irak, mengaku akan mengerahkan segenap upayanya untuk membentuk negara teknokrat.

Berita selengkapnya;

Peresmian Kedubes AS Di Al-Quds, Tentara Zionis Bantai 58 Orang Palestina

Jumlah syuhada Palestina yang diserang pasukan Zionis di kawasan dekat pagar pembatas Gaza-Israel melonjak menjadi 58 orang pada Senin (14/5/2018).

Dubes Palestina untuk PBB Riyad Mansour dalam jumpa pers mengatakan bahwa tembakan pasukan Israel di Jalur Gaza, Senin, telah menggugurkan “enam anak di bawah usia 16 tahun” di antara”45 warga sipil Palestina” dan sebanyak lebih dari 2000 orang Palestina lainnya terluka.

“Kami mengutuk keras kekejaman pasukan pendudukan Israel yang telah menggunakan senjata api terhadap warga sipil ini. Warga ini berhak melakukan unjuk rasa damai, dan mereka telah melakukannya,” kecam Mansour.

Laporan terbaru dari Departemen Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa jumlah syuhada Palestina yang jatuh Senin kemarin mencapai 58 orang, sementara 2400 lainnya terluka.

Dengan demikian, total jumlah syuhada Palestina dalam aksi unjuk rasa di sekitar Jalur Gaza sejak 30 Maret lalu hingga Senin kemarin mencapai lebih dari 100 orang.

Sebelumnya, panitia nasional Palestina yang menyelenggarakan  aksi itu menyerukan kepada rakyat Palestina untuk menggelar konsentrasi akbar di sekitar kawasan pagar pembatas Gaza-Israel pada hari Senin kemarin yang mereka sebut “Hari Penyeberangan.”

Aksi ini digelar untuk menandai peringatan ke-70 tahun Hari Nakba yang terjadi berbarengan dengan peresmian pemindahan Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem). Dalam aksi ini warga Palestina meneriakkan hak seluruh pengungsi Palestina untuk kembali ke kampung halaman serta menuntut penghentian blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang sudah berlangsung 11 tahun.

Pada hari itu pula Israel melancarkan serangan udara ke lima sasaran milik Hamas di Jalur Gaza, sebagaimana dilaporkan Jerussalem Post.

Iran mengecam keras serangan Israel yang menggugurkan 52 orang Palestina tersebut dan memandang hari itu sebagai “hari aib besar” bagi Israel, sementara Juru Bicara Gedung Putih malah menyebut Hamas bertanggungjawab atas tragedi ini.

Mesir juga menyatakan kecamannya terhadap Israel dengan menyatakan bahwa Kairo menolak penggunaan kekerasan terhadap aksi damai warga Palestina di Gaza.

Sedangkan Turki melalui Presiden Recep Tayyip Erdogan mengutuk Israel dengan menyebutnya melakukan aksi “teror” dan “genosida”. Selain itu, Turki juga memanggil dubesnya di Tel Aviv dan Washington.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan hari berkabung atas tragedi ini dan menegaskan kembali  penolakannya terhadap mediasi AS dalam upaya perdamaian Palestina-Israel. (rayalyoum/rt)

Menhan Israel Instruksikan “Tindakan Paling Tegas” Di Gaza

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengeluarkan istruksi dan pengarahan kepada tentara Israel agar melakukan “tindakan setegas mungkin di Jalur Gaza”, menyusul rangkaian aksi unjuk rasa yang berkelanjutan di dekat pagar perbatasan Jalur Gaza-Israel.

Sebagaimana dinyatakan dalam siaran pers Kemhan Israel, Lieberman telah menyerukan dilanjutkannya “kebijakan tegas” seperti yang telah dilakukan pasukan Zionis Israel hingga mengggurkan hampir 60  orang Palestina, termasuk anak-anak usia di bawah 16 tahun, pada Senin (14/5/2018).

Seperti telah diberitakan, dalam aksi unjuk rasa akbar warga Gaza yang dilakukan bersamaan dengan peresmian pemindahan Kedubes Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) sebanyak 58 orang Palestina gugur dan 2400 lainnya luka diterjang peluru pasukan Zionis. (rt/farsnews)

Ini Dia Penjelasan Sekjen Hizbullah Mengenai Serangan Roket Ke Golan

Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah, Senin (14/5/2018), angkat bicara mengenai peristiwa serangan roket dari arah Suriah yang menerjang posisi-posisi pasukan Zionis Israel di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Dia menyebutkan bahwa jumlah roket yang diluncurkan dari Suriah saat itu 55 unit yang sebagian di antaranya berukuran besar, dan bahwa jika peristiwa ini digabungkan dengan peristiwa penembak jatuhan jet tempur Israel maka ini merupakan “perkembangan yang sangat penting” dan menunjukkan ketidak siapan Israel untuk perang besar.

“Sebanyak 55 roket telah ditembakkan, sebagian di antaranya berukuran besar, ke posisi-posisi pasukan pendudukan di Golan…. (Peristiwa ini) membuktikan bahwa front internal musuh tidak siap untuk perang, dan inilah yang membuatnya segera melakukan gencatan senjata… dan ini merupakan salah satu bentuk reaksi yang berkelanjutan atas agresi terhadap Suriah dan siapa yang ada di Suriah, baik tentara Suriah sendiri maupun eksistensi Iran dan siapapun di antara para sekutu,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa Israel tidak berani membalas serangan roket tersebut karena mengetahui beresiko mendatangkan serangan baru dari Poros Resistensi ke jantung wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948)

Mengenai Amerika Serikat (AS) Sayyid Nassrallah menegaskan bahwa negara arogan ini kembali membuktikan bahwa apa yang dipikirkan oleh Washington hanyalah kepentingan AS dan Israel, dan sama sekali tidak mengindahkan norma kemanusiaan dan ketentuan hukum sehingga bangsa Arab sudah seharusnya tidak percaya kepada AS.

Dia juga mengecam rezim-rezim Arab Teluk karena “menyerah” kepada Israel dalam bentuknya yang “terburuk.”

“Tindakan terburuk yang dilakukan oleh sebagian negara Teluk ialah memberikan kemasan agama dan syariat pada penyerahan kepada Israel dan normalisasi hubungan dengannya,” ungkap Nasrallah. (rayalyoum)

Menangi Pemilu Irak, Moqtada Sadr Nyatakan Akan Bentuk Negara Teknokrat

Sayyid Moqtada Sadr, pemimpin kelompok Sadr yang memimpin perolehan suara dalam penghitungan sementara hasil pemilu parlemen Irak, mengaku akan mengerahkan segenap upayanya untuk membentuk negara teknokrat yang jauh dari sentimen partisan.

“Kami  aliansi Sairun akan berkoalisi dengan kelompok Hikmat pimpinan Sayyid Ammar al-Hakim dan kelompok Al-Wathaniyyah pimpinan Iyad Alawi agar aspirasi rakyat terwujud,” tulisnya di halaman Twitter-Nya, seperti dilansir al-Sumaria News, Senin (14/5/2018).

Dia melanjutkan, “Kami akan membangun generasi baru agar terjadi perubahan menuju reformasi. Semua keputusan harus diambil orang Irak sendiri. Maka kami kibarkan bendera kemenangan, dan gerakan demokratisasi kita haruslah untuk membangun pemerintahan teknokrat yang jauh dari sentimen partisan partai.”

Perdana Menteri Irak Haider Abadi dalam pidatonya di hari yang sama menyerukan kepada seluruh rakyat dan kelompok politik negara ini agar menerima hasil pemilu parlemen.

Hingga Senin kemarin sebanyak 91 persen hasil suara pemilu Irak sudah dihitung, dan hanya suara di 2 di antara 18 provinsi yang belum dihitung atau diumumkan hasilnya. Dua provinsi yang tersisa itu adalah Dahuk dan Kurkuk.  Aliansi Sairun yang dipimpin kelompok Sadr memimpin perolehan suara sementara, dan disusul oleh aliansi al-Fath pimpinan Hadi Al-Amiri. (farsnews)