Rangkuman Berita Timteng Selasa 12 Juni 2018

soleimani dan nasrallahJakarta, ICMES: Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran Brigjen Qasem Soleimani menilai kemenangan Hizbullah dalam pemilu Lebanon akan mengubah gerakan ini dari “partai muqawamah (resistensi anti Israel)” menjadi “pemerintah muqawamah”.

Iran mengimbau Korut agar berhati-hati terhadap janji-janji yang mungkin akan diberikan oleh Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan puncak Korut-AS.

Iran mengukuhkan vonis hukuman mati terhadap delapan anggota kelompok teroris ISIS yang terlibat dalam serangan teror di gedung parlemen Iran.

Jet tempur pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan tragis yang menewaskan warga sipil di Suriah.

Kemhan Rusia mengingatkan adanya provokasi baru penggunaan bom kimia yang dipersiapkan oleh kelompok teroris Jaish al-Hur dengan bantuan pasukan Amerika Serikat (AS) di Deir Ezzor di Suriah timur.

Berita selengkapnya:

Jenderal Soleimani: Hizbullah Berubah Menjadi “Pemerintah Muqawamah”

Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran Brigjen Qasem Soleimani mengatakan bahwa keberhasilan Hizbullah meraih 74 dari total 128 kursi di parlemen Lebanon untuk pertama kalinya akan mengubah gerakan ini dari “partai muqawamah (resistensi anti Israel)” menjadi “pemerintah muqawamah”.

“Untuk pertama kalinya Hizbullah berhasil meraih 74 dari 128 kursi parlemen Lebanon, meskipun Arab Saudi telah mengeluarkan dana sebesar US$ 200 juta untuk para pendukungnya dalam pemilu ini. Dengan hasil ini Hizbullah berubah dari partai muqawamah menjadi pemerintah muqawamah di Lebanon,” paparnya.

Dia juga mengatakan bahwa sebagian besar pemerintah Arab dan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC), termasuk Saudi “yang diperintah oleh orang-orang bodoh” telah mencantumkan Hizbullah dan pemimpinnya, Sayyid Hassan Nasrallah, dalam daftar teroris, namun dengan tindakan ini mereka justru “membuat gerakan Islamis ini lebih mulia dan membanggakan.” (mehr/alalam)

Iran Minta Korut Berhati-Hati Terhadap Trump

Kemlu Iran mengimbau Korut agar berhati-hati terhadap janji-janji yang mungkin akan diberikan oleh Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan puncak Korut-AS yang akan diselenggarakan di Singapura, Selasa (12/6/2018).

Jubir Kemlu Iran Bahram Qasemi, Senin (11/6/2018), mengatakan, “Teheran menyokong perdamaian dan stabilitas di Semenangjung Korea dan mendukung langkah apapun yang berguna bagi stabilitas kawasan ini, tapi kami tak dapat percaya kepada AS. Kami mengimbau Korut agar waspada dan berhati-hati di depan janji-janji AS.”

Pada 8 Mei lalu AS keluar dari perjanjian nuklir Iran yang dinamai “Joint Comprehensive Plan of Action” (JCPOA), lalu menerapkan lagi semua sanksi terhadap Iran yang semula dicabut sesuai perjanjian ini. Sikap AS ini bahkan juga mengejutkan negara-negara Eropa yang turut meneken JCPOA, dan berharap perjanjian ini tetap diterapkan sepenuhnya.

Menlu AS Mike Pompeo jumpa pers di Singapura, Senin, sehari menjelang pertempuan puncak Trump dan Kim, mengatakan bahwa negaranya siap memberikan jaminan keamanan yang lebih besar dari sebelumnya kepada Korut.

Dia mengatakan bahwa AS bertekad untuk perlucutan senjata nuklir karena, menurutnya, juga andil bagi jaminan keamanan AS sehingga Washington siap memberikan jaminan keamanan lebih besar kepada Pyongyang.

Pompeo menambahkan bahwa Trump telah menjelaskan bahwa sanksi terhadap Korut tidak akan dicabut sebelum tercapai kemajuan dalam upaya diplomatik. (rt/rayalyoum)

Iran Eksekusi 8 Anggota ISIS

Wakil Ketua Mahkamah Agung Iran Gholamreza Ansari mengkonfirmasi penjatuhan vonis hukuman mati terhadap delapan anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan dakwaan terlibat dalam serangan teror di gedung parlemen Iran, Majelis Syura Islam, pada pertengahan tahun 2017.

“Hukuman mati yang dikeluarkan terhadap para terdakwa yang dirujuk kepada Mahkamah Agung telah dikonfirmasi di mahkamah ini,” katanya, Senin (11/6/2018).

Mahkamah Revolusi Islam Iran pada 13 Mei lalu telah memutuskan hukuman mati terhadap delapan anggota ISIS tersebut setelah terbukti terlibat dalam serangan teror ke Majelis Syura Islam dan komplek makam pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini yang menewaskan 17 orang pada Juni 2017. (irna)

Serangan Pasukan Koalisi Tewaskan Belasan Warga Sipil di Suriah

Jet tempur pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan tragis yang menewaskan warga sipil di desa Khoweibireh di bagian selatan provinsi Hasakah, Suriah.

Kantor berita Suriah, SANA, Senin (11/6/2018), melaporkan bahwa beberapa jet tempur koalisi internasional telah menyerang sebuah sekolah di desa tersebut hingga menewaskan 18 pengungsi dari Irak yang sebagian besarnya adalah kaum perempuan dan anak kecil.

Pada Selasa pekan lalu sebanyak 10 warga sipil yang sebagian di antaranya perempuan dan anak kecil juga terbunuh dan banyak properti pribadi dan umum hancur terkena serangan udara pasukan koalisi internasional ke beberapa rumah warga di desa Jaza di selatan kota Shadadi.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa serangan itu dilakukan dengan sengaja oleh koalisi internasional dan menggunakan berbagai jenis senjata sebagai persiapan untuk pendudukan Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) dukungan AS atas desa tersebut.

Dalam beberapa hari terakhi ini koalisi internasional meningkatkan serangan terhadap perkumpulan-perkumpulan penduduk di kawasan tenggara Shadadi dengan sasaran rumah-rumah warga sipil, terutama di desa-desa yang penduduknya menentang SDF.

Koalisi internasional yang dibentuk pada tahun 2014 tanpa mandat Dewan Keamanan PBB dengan dalih memerangi kelompok teroris ISIS itu sudah puluhan kali melancarkan serangan secara membabi buta hingga menjatuhkan ratusan korban tewas dan luka warga sipil serta menghancurkan fasilitas infrastruktur semisal jembatan di provinsi Deir Ezzor dan Hasakah, dan menghancurkan kota Raqqah hingga ratusan ribu penduduknya mengungsi. (alalam)

Kemhan Rusia Ingatkan Provokasi Baru Bom Kimia Di Deir Ezzor

Kemhan Rusia mengingatkan adanya provokasi baru penggunaan bom kimia yang dipersiapkan oleh kelompok teroris Jaish al-Hur dengan bantuan pasukan Amerika Serikat (AS) di Deir Ezzor di Suriah timur.

Jubir Kemhan Rusia Igor Konashenkov dalam statemennya, Senin (11/6/2018), menegaskan, “Berdasarkan informasi-informasi yang terkonfirmasi melalui tiga kanal independen di Suriah, pimpinan apa yang disebut Jaish al-Hur Suriah dengan bantuan militer pasukan khusus AS sedang menyiapkan provokasi baru penggunaan bahan beracun (serangan senjata kimia) di provinsi Deir Ezzor.”

Konashenkov menjelaskan bahwa kawanan bersenjata Jaish al-Hur telah menyelundupkan pipa-pipa berisi gas klorin ke daerah Haql al-Jafra, provinsi Deir Ezzor, untuk memperagakan serangan kimia, merekamnya, dan menggunakan hasil rekaman sebagai dalih baru untuk merekomendasikan serangan udara pasukan koalisi internasional pimpinan AS ke sasaran-sasaran pemerintah Suriah dan membenarkan serangan kawanan bersenjata terhadap pasukan pemerintah di sisi timur Sungai Furat. (rt)