Rangkuman Berita Timteng Selasa 10 Juli 2018

rumah sakit di aden yamanJakarta, ICMES: sebanyak 247 jenazah anggota pasukan kubu koalisi pimpinan Arab Saudi telah dibawa ke beberapa rumah sakit di kota Mukha dan Aden, Yaman, selama hari Sabtu sampai Ahad lalu sehingga diumumkan situasi darurat.

Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah menyatakan bahwa kawanan bersenjata ilegal di Suriah belakangan ini telah menyerahkan 11 unit tank serta berbagai jenis senjata lain.

Sumber-sumber lokal di Suriah menyatakan bahwa kawanan bersenjata yang menolak rekonsiliasi telah kabur dari provinsi Daraa menuju bagian barat provinsi Quneitra untuk bergabung dengan organisasi-organisasi teroris yang bercokol di sana.

Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan tiga negara terkemuka Eropa (Inggris, Perancis, dan Jerman) sepakat untuk melanjutkan aktivitas perdagangannya dengan Iran tapi tanpa menggunakan mata uang Dolar Amerika Serikat.

Penulis dan analis politik Israel Yossi Melman menilai bahwa meskipun Israel unggul secara militer namun level ketenangan di Jalur Gaza terus menurun sehingga potensi perang Israel untuk keempat kalinya terhadap Jalur Gaza menguat.

Berita selengkapnya;

Kedatangan Ratusan Mayat Pasukan Kubu Saudi, Rumah Sakit Di Mukha Dan Aden Kewalahan

Sumber militer menyatakan bahwa sebanyak 247 jenazah anggota pasukan kubu koalisi pimpinan Arab Saudi telah dibawa ke beberapa rumah sakit di kota Mukha dan Aden, Yaman, selama hari Sabtu sampai Ahad lalu (7-8/7/2018).

Ratusan jenazah itu adalah pasukan yang terbunuh dalam pertempuran sengit pasukan kubu Saudi melawan pasukan militer Yaman dan Komite Rakyat di kawasan pesisir barat negara ini.

Kantor berita Yaman, Saba, Senin (9/7/2018), melaporkan bahwa situasi darurat telah diumumkan di rumah sakit di Mukha dan Aden karena kewalahan kedatangan banyak jenazah serta ratusan korban luka pasukan yang datang dari pertempuran di pesisir barat.

Sumber itu menambahkan bahwa dalam pertempuran terbaru militer dan Komite Rakyat telah menghancurkan tiga kendaraan lapis baja dan satu kendaraan Oshkosh M-ATV anti ranjau di front al-Waza’iyah, dan dalam pertempuran yang masih berlanjut di kawasan pesisir barat militer dan Komite Rakyat didukung oleh pasukan-pasukan adat. (almasirah)

Kawanan Bersenjata Di Suriah Serahkan 11 Tank Dan Lain-Lain

Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah menyatakan bahwa kawanan bersenjata ilegal di Suriah belakangan ini telah menyerahkan 11 unit tank serta berbagai jenis senjata lain.

Kepala Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah Alexei Tsygankov, Senin (9/7/2018), mengatakan, “Dalam 24 jam terakhir kawanan bersenjata telah menyerah 11 tank, 5 kendaraan pasukan infanteri, 5 mortir, 55 senapan mesin ringan, 3 senjata anti pesawat udara, 14 roket anti tank buatan Amerika Serikat, dan sejumlah besar senjata api ringan.”

Dia menambahkan bahwa militer Rusia mengadakan perundingan dengan para tokoh lokal Suriah dan para pemimpin kelompok-kelompok bersenjata di zona de-eskalasi di bagian barat daya Suriah untuk pemulihan situasi.

Mengenai kepulangan para pengungsi di Ghouta Timur, provinsi Damaskus, Tsygankov megatakan bahwa jumlah pengungsi yang sudah pulang tercatat 71,700 orang, termasuk 100 orang yang pulang pada hari Ahad lalu.

Sementara itu, Pasukan Arab Suriah (SAA) mulai mengamankan jalur internasional dari pintu perbatasan Nasib hingga Jembatan Khirbah Ghazalah di utara kota Daraa setelah sekira empat tahun ditutup akibat pemberontakan dan terorisme.

Para petugas layaknan teknik provinsi Daraa mulai menyingkirkan penghalang-penghalang yang terbuat dari tanah, beton, dan lain-lain yang dipasang oleh kawanan bersenjata untuk memblokir jalan. (rt/rayalyoum)

Pergerakan Militan Di Suriah Selatan Didukung Israel

Sumber-sumber lokal di Suriah menyatakan bahwa kawanan bersenjata yang menolak rekonsiliasi telah kabur dari provinsi Daraa menuju bagian barat provinsi Quneitra untuk bergabung dengan organisasi-organisasi teroris yang bercokol di sana.

Kantor berita Suriah, SANA, Senin (9/7/2018), mengutip keterangan beberapa sumber lokal bahwa peristiwa itu terjadi dalam beberapa hari terakhir ketika Pasukan Arab Suriah (SAA) terus mencetak kemenangan dalam pertempuran di provinsi Daraa hingga banyak daerah bergabung dengan rekonsiliasi.

Sumber-sumber itu menambahkan bahwa kawanan yang kabur itu mendapat dukungan dari Israel dan berkoordinasi dengan para pemimpin kelompok-kelompok teroris.

SANA menyebutkan bahwa kelompok teroris al-Nusra dan kelompok-kelompok lain yang berafiliasi dengannya dalam beberapa pekan terakhir ini mendapat dukungan tambahan dari Israel sehingga terjadi peningkatan serangan mortir dan senapan teroris ke beberapa daerah yang telah diamankan.

Sementara itu, Menhan Israel Avigdor Lieberman mengancam akan memberikan “respon keras” jika SAA masuk ke zona kontak senjata di Dataran Tinggi Golan.

“Kami akan menjaga perjanjian gencatan senjata 1974, dan bersikeras konsistensi pada semua detailnya. Segala pelanggaran terhadapnya akan mendapat reaksi keras dari kami,” tegasnya. (sputnik/rayalyoum)

Negara-Negara Eropa Sepakat Berbisnis Dengan Iran Tanpa Dolar AS

Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan tiga negara terkemuka Eropa (Inggris, Perancis, dan Jerman) sepakat untuk melanjutkan aktivitas perdagangannya dengan Iran tapi tanpa menggunakan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS).

Seperti dilaporkan RT, Senin (9/7/2018), Lavrov yang telah menghadiri pertemuan para menlu negara-negara anggota komisi bersama perjanjian nuklir di Wina, ibu kota Austria, Jumat lalu, mengatakan, “Semua sepakat bahwa sanksi AS (terhadap Iran) sama sekali tidak sah dan merupakan kebijakan yang tertolak.”

Usai pertemuan itu Uni Eropa (UE) merilis pernyataan bahwa organisasi ini memprioritaskan penjagaan jalur-jalur perbankan, kontinyuitas ekspor migas Iran, dan pengadaan situasi yang kondusif bagi investasi di Iran.

Seperti diketahui, sejak keluar secara sepihak dari perjanjian nuklir Iran AS menyatakan akan menerapkan lagi embargo dan sanksinya terhadap Iran. Karena itu, AS lantas menebar tekanan agar negara-negara lain mengikuti tindakan AS, namun tekanan ini mendapat perlawanan dari berbagai negara, terutama Rusia. (alalam)

Penulis Israel Nyatakan Perang Berpotensi Berkobar Lagi Di Gaza

Penulis dan analis politik Israel Yossi Melman menilai bahwa meskipun Israel unggul secara militer namun level ketenangan di Jalur Gaza terus menurun sehingga potensi perang Israel untuk keempat kalinya terhadap Jalur Gaza menguat.

Dalam artikelnya di koran Maariv terbitan Israel, Ahad (8/7/2018), Melman menjelaskan bahwa Israel tidak berharap solusi jangka panjang untuk masalanya dengan Jalur Gaza, sementara eskalasi militer dan politik terhadap Israel berpotensi mengobarkan perang keempat terhadap Gaza meskipun serangan Israel sebelumnya dengan sandi “Operasi Perlindungan Tepi”sudah berlalu genap empat tahun.

“Ketenangan yang membayangi kawasan selatan Israel selama empat tahun kini berangsur menipis akibat eskalasi yang berkelanjutan dan bisa jadi levelnya akan meningkat,” tulisnya.

Menurutnya, perang yang ketiga berkobar tanpa dikehendaki oleh kedua pihak, Israel maupun Hamas, dan baru berhenti setelah dimediasi oleh Mesir, sementara sekarang perang berpotensi berkecamuk lagi “setelah Hamas menembakkan mortir serta menerbang balon-balon helium dan bom layang-layang untuk kemudian dihadapi Israel dengan sistem Kubah Besi dan pelatihan pencegatan roket-roket Palestina jika jarak tempuhnya makin jauh.”

Melman kemudian menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berharap musim panas tahun ini berakhir dengan damai tanpa perang dengan Gaza, dan berharap pula warga Israel tidak menggelar aksi protes terhadapnya atas maraknya serangan balon dan layang-layang Gaza. (rayalyoum)