Rangkuman Berita Timteng, Sabtu 6 Mei 2017

perundingan suriah astanaJakarta, ICMES: Rusia memastikan jet tempur pasukan koalisi internasional tidak akan terbang di angkasa wilayah-wilayah Suriah yang telah ditetapkan sebagai zona  de-eskalasi.

Para ulama Bahrain menyerukan mobilisasi umum di semua kawasan negara ini untuk membela besar umat Muslim Syiah negara ini Ayatullah Syeikh Isa Qassim.

ISIS di Mesir mengancam akan meningkatkan serangan terhadap warga Kristen sembari mengingatkan warga Muslim agar menjauhi tempat-tempat perkumpulan warga Kristen, orang-orang asing, dan aparat pemerintah.

Tentara dan komite rakyat Yaman telah meluncurkan satu unit rudal Zilzal-2 ke tempat konsentrasi “pasukan antek Arab Saudi” di bagian timur provinsi Sanaa.

Berita selengkapnya;

Rusia Pastikan Jet Tempur Koalisi Internasional Tak Terbang Di Zona De-eskalasi Suriah

Ketua delegasi Rusia dalam perundingan di Astana, Kazakhstan, Alexander Lavrentyev, menyatakan bahwa jet-jet tempur pasukan koalisi internasional tidak mungkin akan terbang di angkasa wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona-zona de-eskalasi di Suriah.

“Tindakan jet-jet tempur di kawasan de-eskalasi, terutama jet tempur koalisi internasional, sama sekali tak terduga, baik dengan atau tanpa pemberitahuan,” katanya kepada wartawan di Astana, Jumat (5/5/2017).

Dia menambahkan, “Satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh jet tempur koalisi internasional ialah menyerang sasaran ISIS yang berada di kawasan konsentrasi pasukan organisasi ini, di kawasan Raqqa, dan di tempat-tempat lain di kawasan Eufrat dan Deir el-Zor serta di wilayah Irak.”

Dia juga menyinggung tragedi dugaan bom kimia di Khan Sheikhun, provinsi Allepo, bahwa negaranya memiliki bukti-bukti kuat bahwa peristiwa itu merupakan provokasi, dan Moskow akan terus berusaha meyakinkan Barat supaya mengubah sikapnya dalam masalah ini.

“Anda mengetahui dengan baik bahwa Rusia memiliki semua bukti bahwa ini provokasi semata dari pihak-pihak  dan badan-badan yang tidak peduli kepada penciptaan perdamaian di Suriah. Tapi sayangnya, semua penjelasan dan argumentasi kami membentur kesalah fahaman sepenuhnya dari pihak Barat,” terangnya.

Dia melanjutkan, “Tapi kami akan berbuat dalam hal ini dan berusaha meyakinkan negara-negara itu agar mengubah sikapnya terkait dengan pemerintah Suriah.”

Pengadaan zona-zona de-eskalasi, menurutnya, tidak memerlukan mandat dari Dewan Keamanan PBB, dan tampak bahwa negara-negara penjamin zona-zona ini akan memberitahukan kepada dewan ini karena yakin sepenuhnya mendapat dukungan PBB.

Mengenai prakarsa Astana sendiri dia menyebutnya sebagai perangkat yang sepenuhnya independen serta sanggup membuat keputusan dan mengawal pelaksanaanya.  Tiga negara penjaminnya, Rusia, Iran, dan Turki berkompeten menerapkan kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai, dan tak perlu mandat dari Dewan Kemanan PBB untuk mengambil keputusan apapun.

Seperti diketahui, segi tiga Rusia, Iran dan Turki selaku penjamin gencatan senjata di Suriah telah menandatangani kesepakatan pengadaan apa yang disebut zona-zona de-eskalasi di Suriah, negara yang sudah enam tahun dilanda perang. Zona-zona itu ialah Idlib, sebagian wilayah Aleppo, Latakia, dan Homs. (rayalyoum)

Para Ulama Bahrain Serukan Kesiapan Mati Membela Syeikh Isa Qassim

Para ulama Bahrain menyerukan mobilisasi umum di semua kawasan negara ini menyusul pengadilan terhadap “eksistensi Syiah” yang terepresentasi dalam status Ayatullah Syeikh Isa Qassim sebagai marji’ dan ulama terbesar umat Muslim Syiah di Bahrain maupun negara-negara Arab Teluk Persia secara umum.

Para ulama Bahrain dalam melalui surat seruannya yang diliris Jumat (5/5/2017) mengimbau kepada seluruh unsur masyarakat dan rakyat negara ini, baik laki-laki maupun perempuan, dan bahkan orang-orang tua dan anak kecil, agar turun ke jalan-jalan untuk menunjukkan kemarahan dan mendeklarasikan kesiapan membela agama serta ulama besar Ayatullah Syeikh Isa Qassim.

“Kami menyerukan mobilisasi pembelaan umum di semua kawasan Bahrain pada malam penjatuhan vonis hukuman terhadap mazhab dan syariat Islam nan suci,” bunyi seruan bertanggal 8 Syakban 1438 H yang bertepatan dengan 5 Mei 2017 tersebut.

Seruan itu menambahkan, “Kami menyerukan kepada seluruh rakyat, laki-laki maupun perempuan, orang-orang tua maupun anak kecil, agar turun ke jalan-jalan untuk menyatakan kemarahan relijius dan suci serta kesiapan mati membela agama dan pemimpin rabbani dan nasional, Ayatullah Syeikh Isa Ahmad Qassim – jiwa kami adalah tebusan baginya-.” (alalam)

ISIS Ancam Tingkatkan Serangan Teror Di Mesir

Kelompok bersenjata Mesir yang berafiliasi dengan ISIS mengancam akan meningkatkan serangan terhadap warga Kristen di negara ini sembari mengingatkan warga Muslim agar menjauhi tempat-tempat perkumpulan warga Kristen, atau orang-orang asing, atau aparat pemerintah.

Dalam wawancara dengan media online al-Naba milik ISIS seseorang yang hanya disebut sebagai amir ISIS di Mesir mengatakan, “Kami mengingatkan kalian (warga Muslim) supaya menjauhi tempat-tempat perkumpulan dan kepentingan para Nasrani, demikian pula tempat-tempat perkumpulan tentara dan polisi, tempat-tempat kepentingan politik dan ekonomi pemerintah, tempat-tempat keberadaan warga  negara-negara Salibis  Barat dan semisalnya, karena semua sasaran ini sah secara syariat bagi kami, dan kami dapat menyerangnya kapan saja.”

Di Mesir terdapat komunitas Kristen terbesar di Timteng yang jumlahnya mencapai 10 persen total jumlah  92 juta penduduk Mesir yang mayoritas Muslim.

Dalam beberapa bulan terakhir ini warga Kristen Mesir telah beberapa kali mendapat serangan mematikan dari ISIS. Peristiwa terbaru di antaranya terjadi 9 April lalu di mana dua serangan bom bunuh diri menerjang dua gereja hingga menewaskan 46 orang. Menyusul serangan ini, pemerintah Mesir mengumumkan situasi darurat nasional selama tiga bulan.

Mesir juga kerap dilanda serangan teror terhadap pasukan keamanan yang sebagian besarnya terjadi di kawasan Semenanjung Sinai sejak presiden Mohamed Morsi dikudeta oleh pihak militer pada tahun 2013 menyusul maraknya demonstrasi akbar anti pemerintahan Morsi.  (rayalyoum)

Yaman Lesatkan Rudal Zilzal-2 Ke Posisi Pasukan Pro-Saudi

Tentara dan komite rakyat Yaman telah meluncurkan satu unit rudal Zilzal-2 ke tempat konsentrasi “pasukan antek Arab Saudi” di bagian timur provinsi Sanaa, Yaman, Jumat (5/5/2017).

“Satuan pasukan rudal angkatan bersenjata dan komite rakyat Yaman, Jumat, telah meluncurkan satu unit rudal Zilzal-2 ke tempat konsentrasi pasukan antek Saudi di sebuah pangkalan milik mereka di kawasan Wadi Malah distrik ke-9 di bagian timur laut provinsi Sanaa,” ungkap sumber militer Yaman kepada TV al-Masirah milik Ansarullah (Houthi).

Dia menambahkan bahwa tentara dan komite rakyat menghadang gerak maju pasukan antek Saudi dan menghujankan tembakan pada kawasan tersebut. Selain itu, mereka juga menggempur tempat konsentrasi “pasukan antek Saudi-Amerika” di kawasan al-Khaniq, provinsi Sanaa.

Tidak ada keterangan mengenai akibat beberapa serangan tersebut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa   selama bulan April lalu sebanyak 64 tentara Saudi tewas di tangan para sniper tentara Yaman di berbagai titik perbatasan kedua negara di kawasan Jizan, Najran dan Asir, Arab Saudi.

Menurut laporan PBB, serangan pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi ke Yaman dengan dalih demi membela pemerintahan Yaman yang sah melawan milisi Ansarullah Houthi dan sekutunya, tentara loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh, sejak 26 Maret 2014 sampai sekarang telah menewaskan 7,700 orang dan melukai lebih dari 4000 orang lainnya.

Namun sumber-sumber Yaman sendiri menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 12,000 orang, dan korban luka puluhan ribu orang.

Keinginan Saudi dan sekutunya untuk mengembalikan “pemerintahan yang sah” itu dari kota Aden, Yaman selatan, ke Sanaa, ibu kota negara ini, sampai sekarang masih tidak mengalami tanda-tanda akan terpenuhi, sementara tentara Saudi yang tewas dilaporkan mencapai lebih dari 140 orang.

Beberapa waktu lalu 12 tentara Saudi, empat di antaranya perwira, juga menemui ajalnya setelah helikopter yang mereka naiki jatuh di wilayah Yaman. (almasirah/irna)