Rangkuman Berita Timteng Sabtu 31 Maret 2018

hari bumi2Jakarta, ICMES: 15 pemuda Palestina gugur syahid dan 1,416 lainnya luka-luka diterjang peluru tajam dan terkena gas air mata yang ditembakkan pasukan Zionis Israel ketika warga Palestina mengadakan unjuk rasa akbar peringatan Hari Bumi Palestina.

HAMAS menegaskan bahwa bangsa Palestina pantang mundur dalam memperjuangkan haknya atas kota Al-Quds (Yerussalem) dan haknya untuk kembali ke kampung halaman.

Kelompok pejuang Hizbullah menegaskan bahwa unjuk rasa akbar peringatan ke-42 Hari Bumi Palestina merupakan aksi dahsyat yang membuat frustasi semua pihak yang memusuhi maupun yang “mengkhianati” bangsa Palestina.

Ribuan warga Irak menggelar unjukrasa di Baghdad, ibu kota Irak, untuk meneriakkan penolakan mereka terhadap rencana kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman

Selengkapnya:

Innalillahi, 15 Orang Gugur Di Tangan Zionis Pada Peringatan Hari Bumi Palestina

Departemen Kesehatan Palestina menyatakan sebanyak 15 pemuda Palestina gugur syahid dan 1,416 lainnya luka-luka diterjang peluru tajam dan terkena gas air mata yang ditembakkan pasukan Zionis Israel ketika warga Palestina mengadakan unjuk rasa akbar peringatan Hari Bumi Palestina di dekat pagar perbatasan Jalur Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948), Jumat (30/3/2018).

Sejak Jumat pagi puluhan ribu orang Palestina melakukan aksi konsentrasi di sejumlah lokasi dekat dinding pemisah Jalur Gaza-Israel sebagai respon atas seruan kelompok-kelompok pejuang Palestina untuk memperingati Hari Bumi Palestina ke-42 demi meneriakkan hak mereka untuk kembali ke kampung halaman mereka di semua penjuru bumi pendudukan Palestina.

Jubir Departemen Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudrah mengatakan, “15 syuhada telah dibawa ke rumah sakit Jalur Gaza sejak jam-jam pagi, dan jumlah korban luka meningkat menjadi 1,416 orang.”

Dilaporkan bahwa para pemuda dan pemudi Palestina telah membakar roda mobil-mobil baja militer Israel dan menghujaninya dengan batu, sementara militer Israel menembaki mereka dengan peluru dan gas air.

Di bagian lain kawasan perbatasan, Israel mengerahkan tank dan para snipernya. Satu unit pesawat nirawak juga digunakan Israel untuk menebar gas air mata terhadap para pengunjuk rasa Palestina di bagian timur Jalur Gaza.

Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan hari berkabung pada Sabtu 931/3/2018), dan menyebut Israel bertanggungjawab atas gugurnya 15 orang Palestina. Dia juga meminta PBB peduli kepada orang-orang Palestina “di depan agresi Israel yang menjadi pemandangan sehari-hari dan terus meningkat.”

Sumber diplomasi mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB menggelar rapat tertutup menyusul insiden Jumat berdarah ini. Seorang diplomat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa rapat itu digelar atas permintaan Kuwait. (rayalyoum)

Peringatan Hari Bumi Palestina, Hamas Tolak Keras Prakarsa Presiden AS

Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dalam orasinya pada unjuk rasa akbar peringatan Hari Bumi Palestina, Jumat (30/3/2018), menegaskan bahwa bangsa Palestina pantang mundur dalam memperjuangkan haknya atas kota Al-Quds (Yerussalem) dan haknya untuk kembali ke kampung halaman mereka di manapun di bumi Palestina.

“Wahai sesama bangsa Arab dan Muslim, inilah bangsa Palestina kembali mengendalikan inisiatif dan mencetak peristiwa. Inilah bangsa besar Palestina yang tak kenal jenuh dan lelah menjalani perjuangan panjang dan resistensi yang berkelanjutan demi Palestina dengan seluruh bagiannya, demi al-Quds (Yerussalem), dan demi hak pulang ke kampung halaman,”  tegasnya di depan lautan massa Palestina.

Dia melanjutkan bahwa bangsa Palestia dari generasi ke generasi akan tetap mengingat dan tidak mungkin melupakan kampung halaman mereka yang telah dirampas dan diduduki oleh kaum Zionis.

“Inilah bangsa Palestina hari ini – di tengah serangan bertubi terhadap urusan kami, terutama al-Quds dan hak pulang – telah keluar semua, yang lansia maupun yang kanak-kanak, yang cucu maupun yang kakek, yang sudan beruban maupun pemuda, demi menegaskan kepada pihak-pihak yang mengatakan, ‘Orang-orang tua akan mati, dan yang masih kecil akan lupa,’” pekiknya.

Dia menambahkan, “Lihatlah ini para lansia, anak-anak kecil, kakek-kakek, dan anak-anak cucu masih serempak mengumandangkan tuntutan untuk kembali ke kampung halaman.  Lihatlah para lansia dan anak-anak cucu, laki maupun perempuan, sama-sama mengumandangkan tuntutan untuk pulang. Kembali ke Palestina bagi setiap orang Palestina adalah tuntutan yang tak kenal kata mundur, ataupun pengakuan atas entitas Zionis di sejengkalpun tanah Palestina yang diberkahi ini.”

Dia juga menegaskan bahwa unjuk rasa akbar ini dilakukan demi menunjukkan penolakan mentah-mentah bangsa Palestina terhadap prakarsa Amerika Serikat yang dinamai Deal of The Century untuk perdamaian Palestina-Israel.

“Hari ini kita kembali menorehkan sejarah bangsa dan perkara kita, dan bahwa kita hari ini keluar untuk menegaskan kepada Trump beserta prakarsa damainya  yang sia-sia dan kepada siapapun yang mendukung prakarsa konspiratif ini; Tak ada kata mundur dari al-Quds, tak ada pengganti Palestina, dan tak ada solusi kecuali dengan kepulangan,” tegasnya.  (aljazeera)

Hizbullah: Demo Hari Bumi Palestina Membuat Frustasi Musuh Dan Pengkhianat

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menegaskan bahwa unjuk rasa akbar peringatan ke-42 Hari Bumi Palestina merupakan aksi dahsyat yang membuat frustasi semua pihak yang memusuhi maupun yang “mengkhianati” bangsa Palestina.

“Unjuk rasa yang diikuti oleh massa dalam jumlah besar ini membuat musuh-musuh Palestina serta para pengkhianat mereka frustasi dalam masalah ini. Aksi ini merupakan reaksi tegas terhadap apa yang dinamai ‘Deal of The Century’, serta memperlihatkan konsistensi orang-orang Palestina kepada hak-hak sejarah dan nasional mereka, dan bahwa mereka tidak mungkin akan melepaskan haknya, betatapun besarnya pengorbanan mereka,” ungkap Hizbullah dalam sebuah statemennya, Jumat (30/3/2018).

Hizbullah menilai aksi ini sebagai peristiwa di mana bangsa Palestina di Gaza telah memperlihatkan semangat perjuangan dalam bentuknya yang terbaik dan menegaskan kembali bahwa isu Palestina hidup.

“Kami di Hizbullah menyampaikan salam hormat kepada orang-orang Palestina di Hari Bumi, sekaligus mengucapkan belasungkawa atas gugurnya para syuhada,” ungkap Hizbullah.

Hizbullah kemudian menegaskan pihak mendukung secara mutlak perjuangan dan jihad bangsa Palestina sampai terwujudnya kemenangan atas kaum Zionis Israel.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, unjuk rasa akbar ini direaksi oleh pasukan Zionis Israel dengan kekerasan hingga jatuh belasan korban jiwa dan ribuan korban cidera.  (rayalyoum)

Ribuan Warga Irak Gelar Unjuk Rasa Memrotes Rencana Kunjungan Bin Salman

Ribuan warga Irak menggelar unjukrasa di Baghdad, ibu kota Irak, untuk meneriakkan penolakan mereka terhadap rencana kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman, Jumat (30/3/2018).

Massa berkumpul dan menggelar pawai usai shalat Jumat sembari membawa poster-poster dan tulisan yang menyebut Bin Salman sebagai penjahat perang dan menuduh Arab Saudi sebagai pendudkung kelompok teroris ISIS dan al-Qaeda yang telah menebar kejahatan di Negeri 1001 Malam.

Pawai itu diselenggarakan oleh Brigade Hizbollah Irak, salah satu kelompok yang ikut serta dalam operasi penumpasan kelompok teroris ISIS.

Menurut kantor Perdana Menteri Irak Haider Abadi, Bin Salman berencana mengunjungi Irak dalam waktu dekat ini, tapi belum ada kepastian tanggalnya.

Bin Salman sendiri masih berada di Amerika Serikat (AS) dalam rangka kunjungan kenegaraan. Di Negeri Paman Sam itu dia antara lain menemui para pemimpin sejumlah kelompok lobi Israel bersamaan dengan berjalannya proses normalisasi hubungan diplomatik Saudi dengan Israel.

Bin Salman akan berkunjung ke Irak sebagai kelanjutan dari upaya  Baghdad dan Riyadh memperbaiki hubungan keduanya yang sempat tegang dalam waktu lama.

Abadi mengunjungi Riyadh pada Juni tahun lalu setelah hubungan diplomatik antara keduanya pulih pada tahun 2016.

Riyadh terpukul oleh kedekatan hubungan Irak dengan Iran.  Para pejabat Irak berulang kali memuji peran Iran dalam membantu Irak menghadapi ancaman Takfiri, dan menyebut Saudi sebagai pendukung teroris.

Menanggapi hal ini, Abadi pada April 2017 mengatakan, “Setiap warga Irak berhak untuk percaya bahwa Arab Saudi adalah pendukung terorisme.” (presstv)