Rangkuman Berita Timteng Sabtu 30 Juni 2018

hassan nasrallah lebanonJakarta, ICMES: Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa apa yang terjadi kawasan pesisir Barat Yaman merupakan suatu keajaiban yang dialami oleh para pejuang Yaman dalam perang melawan pasukan koalisi agresor pimpinan Arab Saudi.

Dua warga Palestina, satu anak kecil dan yang lain pemuda, gugur diterjang peluru pasukan Zionis Israel ketika keduanya ikut serta dalam aksi The Great March of Return di dekat perbatasan Jalur Gaza-Israel.

Pasukan rudal Yaman telah menggempur pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi dengan jenis baru berpresisi tinggi di kawasan pesisir barat Yaman.

Menlu Rusia Sergey Lavrov, menyatakan bahwa negaranya mendukung Presiden Suriah Bashar Assad bukan lantaran kagum kepadanya, melainkankan karena faktor perlawanan terhadap terorisme.

Berita selengkapnya:

Nasrallah: Para Pejuang Yaman Alami Keajaiban Dalam Perang Melawan Kubu Saudi

Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa apa yang terjadi kawasan pesisir Barat Yaman merupakan suatu keajaiban yang dialami oleh para pejuang Yaman dalam perang melawan pasukan koalisi agresor pimpinan Arab Saudi yang didukung kekuatan-kekuatan besar Barat. Dia juga mengapresiasi pemerintah baru Malaysia atas keputusannya keluar dari koalisi pimpinan Saudi.

“Para mujahidin di pesisir Barat telah merealisasikan semboyan ‘Tancapkan pijakanmu di tanah niscaya gunungpun akan musnah sedangkan kamu tetap ada’,” ujar Nasrallah, Jumat (29/6/2018).

Dia menambahkan, “Kami harus merunduk sebagai tanda hormat kepada para pejuang di pesisir barat beserta para pemimpin mereka yang bijak dan muhajid. Saya merasa malu karena saya tidak bersama para pejuang Yaman di pesisir barat. Saya berulang kali berkata dalam hati ketika melihat para pejuang gagah berani di pesisir barat; ‘Alangkah baiknya seandainya saya dapat menjadi bagian dari para pejuang kalian di bawah bendera pemimpin kalian yang pemberani. Setiap orang yang terhormat di bumi ini berkata demikian.”

Hassan Nasrallah menjelaskan, “Pertempuran di pesisir barat merupakan pelajaran besar yang menambah daftar prestasi besar di Lebanon, Palestina, dan lain-lain… Pertempuran di Hudaydah terjadi antara persenjataan, jet-jet tempur, fasilitas, dan komando besar di satu pihak dan sebuah bangsa yang memiliki tekad dan bertawakkal kepada Allah di pihak lain.”

Menurutnya, apa yang terjadi dalam perang untuk bandara dan kota Hudaydah serta kawasan sekitarnya telah menjadi skandal bagi kubu Saudi dalam dua bentuk; satu dalam konteks militer di lapangan, dan yang lain dalam konteks media dan pemberitaan. Sebab, kubu Saudi berulangkali menyatakan bahwa Bandara Internasional Hudaydah telah jatuh ke tangan mereka, tapi kemudian terbukti bahwa klaim itu tidak benar.

Nasrallah memuji keputusan kepala pemerintahan baru Malaysia Perdana Menteri Mahathir Mohammad dan Menhan Mohammad Sabu atas keputusan negara ini keluar dari pasukan koalisi pimpinan Saudi.  Dia meminta pemerintah Sudan agar mengikuti langkah Malaysia, apalagi tak ada prospek yang cerah dalam perang Yaman bagi kubu Arab Saudi dan Uni Emirat Arab karena tekad rakyat Yaman dalam mempertahankan negara sudah sangat bulat dan pantang menyerah.

Lebih jauh, Nasrallah membantah klaim kubu Saudi bahwa dalam perang Yaman terdapat anggota Hizbullah yang terbunuh.

“Musuh-musuh Yaman beberapa hari lalu menyatakan bahwa akibat pemboman di Sa’dah telah jatuh delapan syuhada Hizbullah yang sebagian di antaranya komandan. Mereka semula mengatakan bahwa delapan orang Hizbullah telah ditawan, tapi mereka kemudian merevisi kabar penawanan ini dengan kabar keterbunuhan… Saya tidak menegasi ataupun mengkonfirmasi bahwa kami memiliki orang di Yaman, dan baik kami ada ataupun tidak, sungguh kabar adanya syuhada itu dusta belaka,” paparnya.

Dia melanjutkan, “Seandainya suatu hari Hizbullah memiliki syuhada di Yaman maka kami tidak akan menyembunyikannya. Alih-alih malu kami justru akan berbangga dengannya. Kami malu bukan karena telah jatuh syuhada, melainkan malu karena tidak memberikan bantuan yang diminta untuk penduduk Yaman.” (alalam)

Nasrallah: Kubu AS Bekerja Keras Untuk Sukseskan “Deal of The Century”

Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa para katalisator prakarsa damai Palestina-Israel “Deal of The Century” yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS) sedang bekerja keras sehingga perkembangan isu Palestina harus diteropong dengan cermat oleh segenap pihak yang peduli kepada Palestina.

“Kita jelas telah memasuki tahap kerja serius AS dan Israel untuk menyukseskan Deal  of The Century, dan bisa jadi kita sudah mendekati saat di mana AS mengumumkan masalah ini secara resmi,” ujarnya, Jumat (29/6/2018), sembari mengingatkan bahwa masalah ini diutamakan di Timteng karena dicanangkan oleh AS untuk menutup berkas perkara Palestina.

Dia kemudian menyerukan kepada semua simpatisan Palestina agar menyokong penuh gerakan bangsa Palestina mengangkat isu hak kepulangan seluruh pengungsi Palestina dan perlawanan terhadap prakarsa AS tersebut.

Mengenai perkembangan situasi di Suriah selatan dia menilainya sangat positif karena informasi yang ada menyebutkan proses kehancuran kelompok-kelompok teroris yang bercokol di Daraa dan lain-lain.

Dia menambahkan bahwa di sana juga terdapat gerakan-gerakan rakyat untuk kembali ke pangkuan pemerintah.

“Kita sedang berada di depan transformasi besar dan kemenangan yang sangat besar,” ungkap Nasrallah.  (alalam)

Dua Orang Palestina Gugur, Ratusan Lainnya Cidera Di Gaza

Depkes Palestina di Gaza mengumumkan bahwa dua warga Palestina, satu anak kecil dan yang lain pemuda, gugur diterjang peluru pasukan Zionis Israel ketika keduanya ikut serta dalam aksi The Great March of Return di dekat perbatasan Jalur Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948), Jumat (29/6/2018).

Disebutkan bahwa satu bocah Palestina berusia 13 tahun gugur setelah menderita luka ditembus peluru tajam pasukan di bagian kepalanya ketika dia mengikusi aksi yang menuntut hak kepulangan seluruh pengungsi Palestina tersebut di timur Khan Yunis, Jalur Gaza selatan,.

Sedangkan satu korban lainnya adalah Mohammad Fauzi al-Hamayedah, 24 tahun. Dia gugur setelah menderita luka ditembak oleh pasukan Zionis di bagian perut dan betis saat mengikuti aksi timur kota Rafah, Jalur Gaza selatan.

Aksi rakyat Palestina itu  kembali dihadapi pasukan Zionis dengan senjata dan kekerasan sehingga selain jatuh dua korban jiwa juga telah jatuh sedikitnya 134 korban luka warga Palestina. (alalam)

Ansarullah Gempur Musuhnya Dengan Rudal Canggih Baru Berapresisi Tinggi

Seorang narasumber dari pasukan rudal Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) menyatakan bahwa rudal jenis baru telah digunakan terhadap pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, Jumat (29/6/2018).

“Rudal balistik yang telah digunakan hari ini terhadap pasukan koalisi adalah rudal balistik canggih jenis baru yang baru pertama kali digunakan,” ungkapnya, seperti dilansir Sputnik milik Rusia.

Dia menjelaskan bahwa rudal ini memiliki spesifikasi mutakhir dan akan diungkap pada beberapa hari mendatang, dan pasukan rudal Yaman memastikan bahwa rudal jarak pendek ini telah menghantam sasaran dengan presisi tinggi dan menghancurkannya secara total di kawasan pesisir barat Yaman.

Dia menambahkan bahwa jarak tempuh, kemampuan baru, dan namanya akan diumumkan setelah ujicoba di lapangan selesai sepenuhnya.

Penembakan rudal baru ini dilakukan di tengah eskalasi pertempuran antara pasukan loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung koalisi pimpinan Saudi di satu pihak dan pasukan Ansarullah yang bersekutu dengan militer Yaman di pihak lain di kawasan pesisir barat Yaman.

Seperti diketahui, pasukan koalisi Arab melakukan intervensi militer ke Yaman sejak 26 Maret 2015 untuk membela pemerintahan Hadi melawan Ansarullah yang berhasil menguasai Sanaa, ibu kota Yaman dan sekitarnya.

Invasi militer tersebut menyebabkan tewas dan lukanya ratusan ribu warga sipil, dan PBB belum lama ini mengingatkan bahwa sebanyak lebih dari 22 juta orang di negara ini memerlukan bantuan segera. (rayalyoum)

Lavrov: Rusia Bersama Assad Bukan Karena Kagum Kepadanya

Menlu Rusia Sergey Lavrov, menyatakan bahwa negaranya mendukung Presiden Suriah Bashar Assad bukan lantaran kagum kepadanya, melainkankan karena faktor perlawanan terhadap terorisme.

“Rusia menyokong Presiden Suriah Bashar Assad bukan karena dia telah membuatnya kagum, melainkan karena pertahanannya atas Suriah dan kawasan Timteng secara keseluruhan dari terorisme,” ungkap Lavrov dalam wawancara dengan Channel 4 yang berbasis di Inggris dan dikutip oleh RT, Jumat (29/6/2018).

“Rusia bukan menyukai siapapun, dan tidak menggunakan prinsip kagum atau tidak kagum dalam diplomasi dan politik. Terminologi ini hanya relevan untuk hubungan antarpersonal saja,”ujarnya.

Dia juga mengatakan, “Presiden Assad membela kedaulatan negara dan wilayahnya, dan secara lebih luas lagi kawasan secara keseluruhan, dari para teroris yang ada pada September 2015 dua pekan setelah penguasaan atas Damaskus.”  (rayalyoum/alalam)