Rangkuman Berita Timteng Sabtu 29 September 2018

s-300-milik-rusiaJakarta, ICMES: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan Rusia sudah mulai membekali Suriah dengan sistem pertahanan udara S-300.

Iran menyebut tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Iran memiliki gudang nuklir rahasia di Teheran sama sekali tak bernilai.

Wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami, Jumat (28/9/2018), mengingatkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) agar berhenti “berbuat jahat” dan jangan sampai “melanggar garis merah Iran.”

Dua warga Palestina, satu di antaranya anak kecil, gugur, dan 29 lainnya luka-luka, akibat serangan pasukan Zionis Israel terhadap aksi Great March of Riturn di dekat perbatasan Gaza-Israel.

Militer Israel merilis lima foto dan video klip berdurasi 76 detik mengenai bangunan-bangunan infrastruktur di jantung ibu kota Lebanon, Beirut, yang diklaimnya sebagai situs-situs kelompok pejuang Hizbullah untuk proyek modifikasi rudal.

Berita selengkapnya:

Rusia Mulai Bekali Suriah Dengan S-300

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan Rusia sudah mulai membekali Suriah dengan sistem pertahanan udara S-300. Dia juga menegaskan bahwa teroris di Idlib, Suriah, harus dimusnahkan ataupun diadili.

“S-300 mulai kami serahkan kepada Suriah,” ungkapnya dalam konferensi pers di sela-sela sidang Majelis Umum PBB, Jumat (28/9/2018).

Dia mengatakan bahwa proses penyerahan dilakukan segera setelah insiden tertembak jatuhnya pesawat militer Rusia Il-20 di Suriah pekan lalu.

Mengenai keberadaan Iran di Suriah Lavrov mengatakan bahwa negara republik Islam ini membantu pemerintah memerangi terorisme atas undangan Damaskus, dan Rusia tidak melihat adanya ancaman teroris dari keberadaan Iran di Suriah.

“Iran tak dapat dikurung dalam perbatasannya dengan dalih ia campurtangan di Irak, Suriah, dan Yaman,” ujarnya.

Mengenai Idlib, Lavrov menegaskan bahwa relokasi para teroris dari provinsi di Suriah barat laut itu ke wilayah lain tak dapat diterima.

“Mereka harus dihancurkan atau diserahkan kepada mahkamah,” tegasnya. (mm/alalam)

Iran Sebut Tuduhan PM Israel Mengenai Nuklir Iran Tak Bernilai

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi menyebut tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Iran memiliki gudang nuklir rahasia di Teheran sama sekali tak bernilai, dusta belaka, dan semata demi skenario anti-Iran.

“Kegagalan Amerika Serikat dan Rezim Zionis menerapkan skenario agresinya terhadap Iran telah mendorong perdana menteri rezim pendudukan itu untuk memaparkan klaim-klaim picisan dan menggelikan… Dunia tertawa keras atas omong kosong dan dusta belaka yang tak seharusnya ada itu, ” ujar Qasemi dalam jumpa pers di Teheran, Jumat (28/9/2018).

“Satu-satunya pihak yang berwenang untuk penyelesaian isu nuklir adalah Badan Energi Nuklir Internasional (IAEA) yang secara rutin mengawasi situs-situs kami dan telah mengajukan 12 laporan mengenai konsistensi Iran sepenuhnya kepada perjanjian nuklir,” lanjutnya.

Sehari sebelumnya, Netanyahu membuka pidato di Majelis Umum PBB di New York, AS, dengan mengklaim bahwa Iran memiliki gudang rahasia di sebuah lokasi di Teheran. Dia lantas mendesak PBB agar segera memeriksa lokasi tersebut “segera sebelum dikosongkan oleh Iran.”

Qasemi menambahkan bahwa AS juga bersandiwara lagi di Majelis PBB akibat kekandasan agenda kotornya di Timteng.

“Kami tak heran tuduhan-tuduhan itu dilontarkan setelah terjadi skandal internasional dan rasa frustasi yang dialami para pejabat Israel dan AS yang dengki dan bermain di balik kelompok-kelompok teroris,” ujarnya.

Qasemi mengaku yakin bahwa Israel dan AS ingin mengubah dunia menjadi neraka.

“Kondisi mereka sama dengan kondisi saudara-saudara syaitannya, dan mereka tak sanggup menyaksikan dunia damai, aman, dan stabil,” ungkap Qasemi. (alalam)

IRGC Peringatkan Saudi Dan Emirat

Wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami, Jumat (28/9/2018), mengingatkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) agar berhenti “berbuat jahat” dan jangan sampai “melanggar garis merah Iran.”

Dia memastikan bahwa Iran dan Islam dimusuhi oleh pihak-pihak yang tak sanggup menyaksikan Iran aman sehingga mereka melakukan tindakan-tindakan “pengecut, zalim, dan buta sehingga terjadi aksi teror yang menyasar warga sipil dan para pembela sebuah negeri yang Islami.”

Salami pada sebuah pidato menjelang khutbah Jumat di Teheran mengatakan bahwa aksi teror seperti yang terjadi di Ahwaz, Iran barat daya, beberapa waktu sama sekali tidak menggentarkan bangsa Iran yang memandang kesyahidan sebagai kunci penyelesaian bagi banyak persoalan.

Dia mengutip pernyataan pendiri republik Islam Iran Imam Khomaini bahwa kesyahidan justru dapat menggairah kembali kehidupan dan kebangkitan.

Di bagian akhir dia menegaskan, “Peristiwa teror yang terjadi di kota Ahwaz telah menerangkan kepada kita keharusan menikmati kekuatan untuk bertahan eksis, karena sistem yang dominan di dunia kontemporer memaksa negara-negara lemah agar menyerah atau berbuat sesuatu yang menjurus pada kebinasaan dan kehancurannya.” (alalam)

Demo Hari Jumat, 2 Warga Palestina Gugur Diterjang Peluru Pasukan Zionis

Dua warga Palestina, satu di antaranya anak kecil, gugur, dan 29 lainnya luka-luka, akibat serangan pasukan Zionis Israel terhadap aksi Great March of Riturn di dekat perbatasan Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948), Jumat (28/9/2018).

Juru bicara Departemen Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf al-Qudrah, menyatakan bahwa dua korban itu adalah Iyad Khalil al-Shair, 18 tahun, dan Mohammad Nayef al-Haum, 14 tahun. Korban pertama gugur setelah bagian dadanya ditembak oleh pasukan Zionis di timur kota Gaza, sedangkan korban kedua juga diterjang peluru pasukan Zionis di bagian dadanya di kamp pengungsi al-Barij di bagian tengah Jalur Gaza.

Al-Qudrah juga menyebutkan bahwa tak kurang dari 29 orang menderita luka terkena tembakan peluru tajam pasukan Israel di beberapa lokasi yang tersebar di sepanjang perbatasan Gaza-Israel.

Sejak Maret lalu warga Palestina di Jalur Gaza rutin menggelar aksi unjuk rasa damai di dekat perbatasan Gaza-Israel demi meneriakkan hak para pengungsi Palestina pulang ke kampung halaman yang mereka tinggalkan sejak tahun 1948, yaitu tahun di mana pasukan Zionis mulai menduduki Palestina.

Aksi ini direaksi oleh pasukan Israel dengan kekerasan yang sejauh ini telah menggugurkan puluhan orang Palestina dan melukai ribuan lainnya. (raialyoum)

Israel Tuding Hizbullah Bangunan Infrastruktur Pengembangan Rudal Di Beirut

Militer Israel merilis lima foto dan video klip berdurasi 76 detik mengenai bangunan-bangunan infrastruktur di jantung ibu kota Lebanon, Beirut, yang diklaimnya sebagai situs-situs kelompok pejuang Hizbullah untuk proyek modifikasi rudal dari darat ke darat menjadi rudal presisi tinggi.

Juru bicara militer Israel Avichai Adraee mengklaim bahwa Hizbullah dalam satu tahun terakhir berusaha mendirikan bangunan infrastruktur untuk memodifikasi rudal di distrik al-Awzai yang bersebelahan dengan bandara internasional Beirut.

Menurut Adraee, para petinggi Hizbullah telah mengambil keputusan untuk mengubah pusat pengembangan rudal presisi yang mereka manfaatkan selama beberapa waktu menjadi kawasan sipil di jantung kota Beirut.

Dia menyebut beberapa situs; pertama, situs di dalam lapangan sepak bola tim Hizbullah; kedua, situs yang bersebelahan dengan bandara internasional Hariri; ketiga, situs di dalam wilayah permukiman di sisi gedung-gedung kota yang berjarak hanya sekira 500 meter dari landasan pacu dalam bandara.

Adraee menambahkan bahwa pelaksanaan proyek rudal presisi tinggi Hizbullah itu mengandalkan “keahlian, teknologi, pendanaan, dan petunjuk Iran”.

Gambar-gambar itu didistribusikan beberapa menit setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa Israel memiliki bukti Iran membantu Hizbullah mengembangkan rudal presisi tinggi.

“Di Lebanon, Iran mengarahkan Hizbullah untuk membangun situs-situs rahasia untuk mengkonversi proyektil yang tidak akurat menjadi rudal yang dipandu secara presisi, rudal yang dapat menargetkan jauh di dalam Israel pada akurasi 10 meter,” katanya. (mraialyoum/reuters)