Rangkuman Berita Timteng, Sabtu 29 April 2017

yaman mansour hadiJakarta, ICMES: Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan untuk menyingkirkan Abd Rabbuh Mansour Hadi, orang yang selama ini mereka dukung sebagai presiden Yaman.

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas)Khalid Mashal menegaskan pihaknya akan segera memaksa Rezim Zionis Israel membebaskan tahanan Palestina.

Sesama kelompok teroris telah bertempur satu sama lain di Ghouta Timur, provinsi Damaskus, hingga menewaskan 40 teroris dan melukai 70 lainnya.

Jurnalis kondang berdarah Palestina Abdel Bari Atwan menilai sebagian negara Arab justru bergembira menyaksikan Rezim Zionis Israel menyerang Suriah.

Berita selengkapnya;

Kubu Musuh Ansarullah Yaman Pecah, Saudi Dan UEA Ganyang Mansour Hadi

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan untuk menyingkirkan Abd Rabbuh Mansour Hadi, orang yang selama ini mereka dukung sebagai presiden Yaman. TV al-Mayadeen, Jumat (28/4/2017), melaporkan bahwa kedua negara kaya Arab Teluk itu bermaksud menggeser Hadi dengan wakilnya, Muhsin al-Ahmar, setelah Hadi mencopot sejumlah pejabatnya yang dekat dengan UEA.

Sumber-sumber lokal kota Aden, Yaman selatan, menyatakan telah terjadi pertempuran sengit kelompok bersenjata tak dikenal melawan pasukan loyalis Mansour Hadi di kota ini setelah peristiwa pencopotan tersebut.

Sumber-sumber politik menyebutkan bahwa keputusan Mansour Hadi itu merupakan sebentuk tindakan antisipatif terhadap Arab Saudi dan UEA yang dilakukan setelah UEA meminta Hadi menyerahkan jabatannya kepada al-Ahmar.  Hadi menolak permintaan itu dan malah mencopot gubernur Aden, Idrus al-Zubaidi, dan menteri dalam negeri Hani bin Barik yang sama-sama dekat dengan UEA.

Sumber-sumber yang dekat dengan al-Mayadeen mengatakan bahwa “Pasukan Resistensi Selatan” menyerukan kepada penduduk supaya berkonsentrasi di al-Ma’ala Square dan berunjuk rasa memrotes keputusan Hadi tersebut.

Kepala Administrasi Keamanan Aden mengatakan bahwa badan-badan keamanan berkewajiban menjalankan instruksi al-Zubaidi.

Al-Mayadeen melaporkan bahwa pasukan UEA yang ditempatkan di Bandara Aden telah menangkap Brigjen Mihran al-Qabati, komandan Divisi 4 Garda Kepresidenan, dan orang dekat Mansour Hadi. Dia ditangkap ketika baru tiba dari kunjungan ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Beberapa jet tempur UEA melakukan penerbangan intensif di angkasa Aden dan melesatkan bom-bom cahaya di atas dua pangkalan pasukan loyalis Hadi di kawasan Dar Saad. Selain memecat al-Zubaidi dan Bin Barik, Hadi juga melakukan perombakan kabinetnya.

Seperti diketahui, Arab Saudi dan beberapa negara sekutunya sejak 26 Maret 2015 melancarkan agresi militer ke Yaman dengan dalih membela Mansour Hadi. Agresi ini telah menjatuhkan korban meninggal lebih dari 12,000 orang dan korban luka puluhan ribu orang, serta menyebabkan juta orang mengungsi. (irna)

Hamas Akan Paksa Israel  Bebaskan Tahanan Palestina

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas)Khalid Mashal menegaskan pihaknya akan segera memaksa Rezim Zionis Israel membebaskan tahanan Palestina.

“Sebagaimana dulu kami berperan dalam pembebasan tahanan laki-laki dan perempuan Palestina, tak lama lagi musuh, Zionis, akan kami paksa membebaskan tahanan kami dari penjara-penjara milik rezim ini,” katanya dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada para tahanan Palestina melalui siaran TV al-Quds berbasis satelit  , Jumat (28/4/2017).

Dia menambahkan bahwa pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel merupakan bagian dari kehendak utama bangsa Palestina.

“Para tahanan Palestina mengadakan aksi mogok makan demi kebebasan dan kemuliaan. Kemuliaan mereka abadi di tengah semesta alam. Kebebasan mereka merupakan satu kehendak yang kami perjuangkan, dan kami serempak dengan umat kami  menyampaikan pesan mereka ke telinga khalayak dunia. Demi mereka kami mengupayakan segala sesuatu yang terlihat mustahil,” tegasnya.

Mashal menambahkan, “Masalah tahanan Palestina senantiasa mempersatukan kami, maka tak lama lagi mereka akan bebas dari penjara Israel dan kembali ke pelukan keluarga mereka.”

Sebanyak 1300 tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan sejak 17 April lalu demi memrotes kejamnya perlakuan Israel terhadap mereka, dan dalam beberapa hari terakhir ini sebagian tahanan Palestina lainnya bergabung dalam aksi ini sehingga jumlah pelaku aksi mogok bertambah menjadi 2000 orang.

Komisi Urusan Tahanan Palestina mencatat jumlah tahanan Palestina di penjara-penjara Israel 6500 orang, 19 di antaranya dipenjara sejak 1993. Beberapa orang, termasuk Karim Yunus dan Maher Yunus bahkan dijebloskan ke dalam penjara Israel sejak tahun 1983 sehingga menjadi tahanan yang paling lama.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric pada  18 April lalu menyatakan pihaknya memantau secara cermat perkembangan kondisi tahanan Palestina yang mengadakan aksi mogok makan. (irna/rayalyoum)

Sesama Teroris Bertempur di Suriah, 40 Orang Tewas

Sesama kelompok teroris telah bertempur satu sama lain di Ghouta Timur, provinsi Damaskus, hingga menewaskan 40 teroris dan melukai 70 lainnya, Jumat (28/4/2017).

Seperti dilaporkan AFP, lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), menyatakan pertempuran itu berkobar sejak Jumat antara kelompok Jaish al-Islam di satu pihak dan kelompok Jabhat al-Nusra dan Failaq al-Rahman di pihak lain.

Pertempuran ini pecah setelah terjadi serangan para anggota Jaish al-Islam terhadap sebuah konvoi kelompok Hayat Tahrir al-Sham yang merupakan aliansi Jabhat al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah, dengan beberapa kelompok lain.

Lembaga ini mencatat 40 orang tewas akibat pertempuran ini, 15 di antara anggota Jaish al-Islam, 23 lainnya anggota Failaq al-Rahman dan Jabhat al-Nusra, dan dua lagi warga sipil.

Pertempuran ini membuat Jaish al-Islam berhasil menguasai tiga daerah permukiman, sementara Jabhat al-Nusra terdesak meninggalkan daerah Qabun Damaskus hingga daerah ini ditempati oleh beberapa kelompok teroris lain.

Ketua biro politik Jaish al-Islam Dilwan Abu Ammar dalam sebuah rekaman suara menyatakan Jabhat al-Nusra telah merampas perlengkapan militer yang dikirim untuk perang di front Qabun sehingga kemudian menyulut pertempuran tersebut.

“Kami sudah berusaha keras untuk pengembalian perlengkapan militer ini melalui perundingan tapi tak membuah hasil,” katnya.

Beberapa media yang dekat dengan para teroris melaporkan bahwa Abu Ghazi, petingg militer Hayat Tahrir Sham tewas dalam pertempuran tersebut.

Suriah sudah lebih dari lima tahun dilanda krisis pemberontak dan terorisme yang dimotori oleh Barat dan sejumlah negara Arab Timteng. (irna)

Abdel Atwan: Israel Serang Suriah, Sebagian Negara Arab Ikut Bergembira

Jurnalis kondang berdarah Palestina Abdel Bari Atwan menilai sebagian negara Arab justru bergembira menyaksikan Rezim Zionis Israel menyerang Suriah.

“Di antara negara- negara Arab yang berbatasan langsung dengan Palestina Pendudukan, Suriah (bersama Lebanon) adalah satu-satunya negara yang masih dalam kondisi perang melawan Israel, tidak menjalin  kesepakatan apapun atau perjanjian damai dengannya, dan karena itu selalu menjadi sasaran serangan Israel,” tulis Atwan dalam editorial media online Ray al-Youm yang berbasis di London, Kamis (27/4/2017).

Dia  menambahkan, “Sama sekali tidak ada negara Arab mengecam agreasi Israel terhadap sebuah negara Arab ini, dan tidaklah berlebihan jika kami mengatakan bahwa beberapa pemerintah Arab justru berpesta atas serangan ini dan merasa betapa baiknya seandainya serangan itu menjatuhkan korban jiwa dan materi lebih besar. Jadi, Israel bukanlah musuh bagi banyak di antara mereka, terutama negara-negara Teluk, melainkan sekutu kuat yang dapat mereka percaya.”

Pemimpin redaksi Ray al-Youm ini juga menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang bersiap-siap bersafari ke Timteng, termasuk ke Tel Aviv, Ramallah, Amman, dan Riyadh.

Menurutnya, Trump datang ke Timteng dalam rangka mendirikan “aliansi NATO Arab Sunni” untuk membendung pengaruh Iran.

“Israel akan menjadi batu sudut dalam alinasi ini secara langsung ataupun tidak langsung, dan jelas bahwa Suriah selaku sekutu kuat Iran dan paling memusuhi Israel dan agenda AS di kawasan akan menjadi sasaran aliansi yang didukung AS ini,” lanjutnya.

Abdel Bari Atwan menjelaskan bahwa Israel kali ini tidak menerbangkan jet tempur, melainkan melesatkan rudal dalam menyerang Suriah, karena Israel kuatir jet tempurnya tertembak di Suriah, dan ini menunukkan bahwa Israel memiliki data-data mengenai adanya sistem pertahanan udara di Suriah yang dapat merontokkan pesawat Israel.  (rayalyoum)