Rangkuman Berita Timteng Sabtu 27 Oktober 2018

netanyahu di omanJakarta, ICMES:  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi menanggapi kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Oman dengan menyatakan bahwa sebagian negara Islam berada di bawah tekanan Amerika Serikat (AS) dan bahwa Israel berusaha menciptakan perpecahan di Dunia Islam.

Aliansi Pasukan Palestina (Alliance of Palestinian Forces/APF) mengecam sambutan Sultan Qaboos bin Sa’id Al Bu Sa’id dari Oman atas kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Oman.

Israel melancarkan serangan udara sengit ke beberapa kawasan di Jalur Gaza dengan sasaran posisi-posisi kubu resistensi Palestina hingga menimbulkan kerusakan pada Rumah Sakit Indonesia dan memutuskan aliran listriknya.

Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa pasukannya yang semula ada di Arab Saudi telah beranjak meninggalkan Saudi.

Berita selengkapnya:

PM Israel Berkunjung Ke Oman, Ini Tanggapan Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi menanggapi kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Oman dengan menyatakan bahwa sebagian negara Islam berada di bawah tekanan Amerika Serikat (AS) dan bahwa Israel berusaha menciptakan perpecahan di Dunia Islam.

“Dunia Islam tak boleh jatuh ke bawah tekanan Gedung Putih, dan jangan sampai membiarkan rezim Israel menciptakan iklim untuk petaka dan perselisihan baru di kawasan,” ujarnya ketika ditanya soal kunjungan Netanyahu tersebut, Jumat (26/10/2018).

“Tak syak lagi bahwa rezim Zionis perampas itu berusaha menciptakan perselisihan antarnegara Muslim, dan menutupi tindakannya menganiaya dan membunuh orang-orang Palestina yang tak bersalah,” lanjut Qasemi.

Bahram Qasemi juga menegaskan, “Tampak bahwa sejak dimulainya kepresidenan Trump lobi Amerika Israel di Gedung Putih berusaha mewujudkan kepentingan ilegal rezim Zionis dan menekan negara-negara Islam agar menormalisasi hubungan diplomatik dengan perampas kiblat pertama umat Islam.”

Dia mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa ketundukan kepada kehendak AS dan Zionis akan membuat keduanya semakin bernyali menistakan hak bangsa Palestina dan umat Islam secara keseluruhan. (alalam)

Aliansi Resistensi Palestina Kutuk Normalisasi Hubungan Arab-Israel

Aliansi Pasukan Palestina (Alliance of Palestinian Forces/APF) mengecam sambutan Sultan Qaboos bin Sa’id Al Bu Sa’id dari Oman atas kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Oman.

Aliansi faksi-faksi resistensi Palestina itu, Jumat (26/10/2018), menegaskan, “APF menentang dan mencela sambutan Sultan Qaboos atas perdana menteri musuh, Netanyahu, serta menolak segala bentuk normalisasi yang dilakukan oleh sebagian negara Arab dengan rezim pendudukan Zionis.”

APF menambahkan, “Sambutan Qaboos atas perdana menteri musuh merupakan tikaman terhadap bangsa Palestina beserta pengorbanan dan perjuangannya dan terhadap hak umat Arab, serta merupakan pelanggaran terhadap segala keputusan dan sikap bangsa Arab. Ini merupakan kejahatan besar  yang mendatangkan celaka terberat bagi urusan Palestina dan isu-isu kebangsaan, dan akan menimbulkan dampak berbahaya bagi masa depan hubungan Kesultanan Oman dengan umat Arab kita.”

APF menyatakan bahwa faksi-faksi pejuang Palestina “menekankan penolakan dan kecaman kerasnya terhadap segala bentuk normalisasi dengan rezim pendudukan, Israel, termasuk normalisasi di bidang olah raga dan partisipasi kontingen Israel dalam berbagai pertandingan yang dituan rumahi oleh negara-negara Teluk (Qatar dan Uni Emirat Arab), kunjungan-kunjungan delegasi Zionis ke Bahrain, dan langkah-langkah lain untuk normalisasi yang dilakukan oleh delegasi dan para tokoh Arab dan Palestina.”

Sebelumnya pada hari yang sama juru bicara Gerakan Jihad Islam Palestina, Daud Shihab, juga mengecam segala bentuk normalisasi hubungan Arab dengan Israel, termasuk di bidang olah raga. (alahd)

Israel Serang Gaza, Rumah Sakit Indonesia Rusak

Israel melancarkan serangan udara sengit ke beberapa kawasan di Jalur Gaza dengan sasaran posisi-posisi kubu resistensi Palestina hingga menimbulkan kerusakan pada Rumah Sakit Indonesia dan memutuskan aliran listriknya, Jumat (26/10/2018). Tidak ada laporan lebih lanjut tentang tingkat kerusakan yang terjadi rumah sakit ini.

Kubu resistensi membalas serangan dengan menembakkan rudal-rudalnya ke daerah-daerah permukiman Zionis di sekitar Jalur Gaza, dan tentara Israel mengakui sistem pertahanan Kubah Besi miliknya gagal mencegat sebagian rudal itu sehingga menimbulkan kepanikan pada warga Zionis di tengah pekikan sirine.

Sebelumnya, sebanyak lima orang Palestina gugur dan puluhan lainnya luka-luka terkena peluru tajam dan gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Zionis terhadap warga Palestina yang menggelar aksi Great March of Riturn pada hari Jumat yang ke-31 dengan slogan “Gaza pantang tunduk.”

Penduduk  Palestina di Jalur Gaza bersumpah akan terus menggelar aksi itu sampai blokade terhadap Jalur Gaza.  (alalam)

Malaysia Umumkan Penarikan Pasukannya Dari Arab Saudi

Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa pasukannya yang semula ada di Arab Saudi telah beranjak meninggalkan Saudi.

Pengumuman itu dinyatakan melalui siaran pers Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah, Jumat (26/10/2018), setelah mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Saudi Adel al-Jubeir yang berkunjung ke Malaysia.

Saifuddin mengatakan bahwa tentara Malaysia yang bergabung dengan pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi sejak tahun 2015 terlibat dalam perang Yaman telah pergi meninggalkan Riyadh. Dia tidak menyebutkan kapan tentara Malaysia itu angkat kaki dari Saudi.

Saifuddin mengaku telah menyampaikan keputusan yang diambil Kuala Lumpur ini kepada al-Jubeir.

Adel Al-Jubeir  juga mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Jumat.

Dia menyampaikan salam Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman kepada pemerintah dan rakyat Malaysia. Dalam pertemuan ini kedua pihak telah meninjau kembali hubungan dan kerjasama bilateral.

Pada Juni lalu Menteri Pertahanan Malaysia Mohammad Sebu menyatakan bahwa negaranya mempertimbangkan kembali keberadaan tentaranya di Saudi, dan karena itu akan segera dipanggil pulang.

Pada tahun 2015 saat Najib Tun Razak menjabat perdana Malaysia sejak 2009 hingga 2018 negara ini mengirim tentaranya ke Saudi untuk mengevakuasi warga negaranya dari Yaman. (raialyoum/arabnews)