Rangkuman Berita Timteng Sabtu 27 Januari 2018

senjata ISIS di Deir Ezzor2Jakarta, ICMES: Pasukan pemerintah Suriah telah menemukan ranjau buatan Israel dalam jumlah besar, serta bahan-bahan beracun dan amunisi yang ditinggalkan oleh anggota kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) privinsi Deir Ezzor, Suriah timur.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled al-Jarallah  mengecam keras Arab Saudi karena ada pejabat Saudi yang menyebut seorang menteri Qatar sebagai tentara bayaran.

Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) mengancam akan memberikan “reaksi setimpal” terhadap Turki jika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jadi memperluas operasi militer Turki  bersandi “Tangkai Zaitun” dari Afrin hingga Manbij dan perbatasan Irak di Suriah utara.

Pasukan rudal Ansarullah (Houthi) di Yaman mengaku telah melesatkan lagi rudal balistik ke dua posisi militer Arab Saudi di Jizan.

Berita selengkapnya:

Video: Tentara Suriah Temukan Senjata Milik ISIS Buatan Israel

Pasukan pemerintah Suriah telah menemukan ranjau buatan Israel dalam jumlah besar, serta bahan-bahan beracun dan amunisi yang ditinggalkan oleh anggota kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) privinsi Deir Ezzor, Suriah timur.

Kantor berita resmi Suriah SANA, Jumat (26/1/2018), melaporkan bahwa tentara Suriah menemukan barang-barang tersebut di desa Al-Sayyal dan Hassrat di pinggiran kota al-Jalaa saat mereka menyisir area persenjataan tersembunyi dan perangkat yang belum meledak.

Videonya dapat disaksikan di sini:

Ini bukan pertama kalinya pasukan pemerintah Suriah mendapatkan temuan demikian dari tempat persembunyian teroris.

Pada tanggal 10 Desember 2017, tentara Suriah menemukan sejumlah besar senjata, berbagai jenis amunisi, alat peledak, ranjau darat, perangkat komunikasi, kendaraan lapis baja, bom mobil, dan tank yang ditinggalkan oleh ISIS.

Seorang komandan tentara Suriah, yang berbicara tanpa menyebutkan nama, mengatakan kepada SANA bahwa temuan tersebut membuktikan adanya dukungan langsung dan sistematis sejumlah negara regional dan trans-regional kepada ISIS.

Pasukan militer Suriah juga menemukan sejumlah besar senjata buatan Israel di kota strategis Mayadin, 44 kilometer tenggara Deir Ezzor, pada 19 Oktober.

Senjata tersebut mencakup beberapa jenis senjata api berat, sedang dan ringan yang selain berasal dari Israel juga datang dari beberapa negara Eropa dananggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Sumber militer anonim Suriah mengatakan bahwa tentara pemerintah juga menemukan mortir, peralatan artileri, sejumlah besar amunisi anti-baja dan meriam 155 mm buatan NATO dengan jarak tempuh hingga 40km. (presstv/rt)

Kuwait Marah Menterinya Disebut Saudi “Tentara Bayaran”

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled al-Jarallah  mengecam keras Arab Saudi karena ada pejabat Saudi yang menyebut seorang menteri Qatar sebagai tentara bayaran.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled al-Jarallah Jumat (26/1/ 2018) mengaku telah memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk mengajukan keluhan.

“Kami menyampaikan kemarahan atas penghinaan terhadap menteri kami, Khaled al-Roudhan,” kata Al-Jarallah.

Kemarahan ini dipicu oleh pernyataan Menteri Pemuda dan Olah Raga merangkap penasihat istana Kerajaan Arab Saudi, Turki Al-Sheikh, melalui akun Twitter-nya yang menyebut Menteri Perdagangan dan Industri Kuwait Khaled Al-Roudhan sebagai tentara bayaran.

“Al-Roudhan cuma tentara bayaran, dia tidak akan menyakiti hubungan historis Saudi dengan saudaranya, Kuwait….  Apa yang dia katakan tidak mewakili apa pun kecuali dirinya,” ciut Al- Sheikh.

Al-Sheikh membuat pernyataan pedas ini karena Al-Roudhan turut serta dalam kunjungan delegasi Kuwait ke Doha yang disambut Emir Qatar Sheikh Tamim.

Penghinaan terhadap Al-Rouhan tak pelak menggemparkan Kuwait dan bahkan membuat parlemen negara ini mendesak pemerintah agar menaggapinya.

Al-Roudhan dan rombongannya berkunjung ke Doha untuk menyampaikan apresiasinya kepada Sheikh Tamim yang telah berkiprah dalam upaya menyudahi pembekuan persatuan sepak bola Kuwait oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), sementara pihak Saudi sebelumnya mengaku juga andil dalam upaya tersebut.

Saudi terpukul oleh kunjungan Al-Roudhan ke Qatar lantaran Saudi dan sekutunya (Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain ) sudah sekian lama memusuhi dan memboikot negara Qatar dengan dalih bahwa Doha menyokong terorisme. (rayalyoum/siasat)

Krisis Afrin, SDF Ancam Turki Dengan “Reaksi Setimpal”

Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) mengancam akan memberikan “reaksi setimpal” terhadap Turki jika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jadi memperluas operasi militer Turki  bersandi “Tangkai Zaitun” dari Afrin hingga Manbij dan perbatasan Irak di Suriah utara.

Ridor Khalil, petinggi SDF yang merupakan aliansi milisi Kurdi dan Arab Suriah, dalam wawancara dengan Reuters di Amuda, Suriah utara, mengatakan, “Jika dia (Erdogan) berusaha memperluas zona pertempuran maka jelas akan mendapat reaksi setimpal.”

Bersamaan dengan ini, biro media SDF merilis statemen berisi pernyataan bahwa operasi militer Turki yang sudah berlangsung intensif sejak seminggu lalu di Afrin merupakan “kelanjutan serangan teroris sebelumnya, terutama ISIS” terhadap suku Kurdi, dan “upaya untuk memberi nyawa lagi kepada ISIS yang sudah hampir binasa.”

SDF juga menuding Ankara melancarkan perang terbuka bersama kelompok teroris Jabhat Al-Nusra dan kelompok-kelompok ektremis lain dengan menggunakan senjata milik Pakta Pertananan Atlantik Utara (NATO) untuk membasmi bangsa Kurdi di Suriah.

SDF menegaskan bahwa sampai sekarang tentara Turki belum dapat meraih kemenangan militer yang sesungguhnya di medan pertempuran sejak operasi militer Tangkai Zaitun dimulai pada 20 Januari 2018. Menurut SDF, pasukan Turki malah menderita banyak kerugian jiwa dan peralatan tempur.

SDF mengungkap bahwa Turki tidak hanya membom kota Afrin, melain juga  kota Manbij, Kobani, dan Al-Jazirah. (rt)

Ansarullah Yaman Kembali Lesatkan Rudal Ke Posisi Militer Saudi

Pasukan rudal Ansarullah (Houthi) di Yaman mengaku telah melesatkan lagi rudal balistik ke dua posisi militer Arab Saudi di Jizan.

Ansarullah yang sudah sekian lama berperang melawan pasukan koalisi pimpinan Saudi, Jumat (26/1/2018), menyatakan bahwa tentara Yaman dan pasukan Komite Rakyat telah meluncurkan rudal “Zilzal 1” dan “Zilzal 2” untuk menghajar pasukan Saudi.

Sumber militer Yaman menyatakan serangan rudal ini telah menewaskan dan melukai sejumlah tentara Saudi serta membakar beberapa peralatan militer mereka di Markas Shiyabah di Jizan.

Belum ada tanggapan dari pihak Saudi atas pernyataan Ansarullah tersebut.

Ansarullah juga menyatakan bahwa sejumlah “pasukan bayaran Saudi dan sekutunya” juga tewas dan luka ketika mereka berusaha menyerang posisi tentara Yaman dan Komite Rakyat namun dihadang oleh pasukan Yaman di kawasan Asifarah dan Gunung Al-Wa’as di provinsi Taiz.

Seperti diketahui, Saudi dan sekutunya sudah sekira tiga tahun melancarkan serangan udara secara intensif ke Yaman dengan dalih demi memulihkan pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi yang tersingkir dari Sanaa, ibu kota Yaman, akibat revolusi yang digerakkan oleh kelompok Ansarullah.

Invasi militer itu telah menjatuhkan belasan ribu korban jiwa, dan puluhan korban luka, yang sebagian besar warga sipil, termasuk perempuan, anak kecil, dan lansia. Selain itu, serangan ini juga memaksa jutaan orang mengungsi, menimbulkan wabah penyakit kolera, dan menyebabkan kehancuran fasilitas infrastruktur Yaman.  (rt/alalam)