Rangkuman Berita Timteng Sabtu 25 November 2017

teror mesirJakarta, ICMES: Sedikitnya 235 orang terbunuh dan 109 orang lainnya terluka akibat serangan bom dan senjata api di sebuah masjid di provinsi Sinai.

Kerajaan Arab Saudi menerapkan kebijakan baru yang berimbas pada di ranah keagamaan, terutama penentuan khatib Jumat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Berbagai media Turki belakangan ramai membicarakan dugaan bahwa Presiden Suriah Bashar Al-Assad pulang dari Rusia dengan menggunakan pesawat militer Rusia dan melintasi zona udara Turki.

Presiden Lebanon Michel Aoun menegaskan bahwa negaranya telah melewati babak krisis pemerintahan melalui upaya diplomatik dan berhasil membentengi persatuan dalam negeri.

Berita selengkapnya;

Serangan Teror Dahsyat Menerjang Mesjid Di Mesir, 235 Orang Terbunuh

Mesir kembali diguncang serangan teror dahsyat.  Media negara ini melaporkan sedikitnya 235 orang terbunuh dan 109 orang lainnya terluka akibat serangan bom dan senjata api di sebuah masjid di provinsi Sinai.

Dilaporkan bahwa Masjid Al-Rawda di desa Bir Al-Abed menjadi sasaran serangan ketika masjid ini disesaki oleh jemaah yang sedang menyelenggarakan shalat Jumat (24/11/2017).

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi usai mengadakan pembicaraan dengan  aparat keamanan berjanji untuk menanggapi kejadian ini dengan “kekuatan penuh”.

“Ini hanya akan menambah tekad kami memerangi terorisme, dan akan kami bereaksi dengan kekuatan dan tekad yang penuh,” tegasnya, seperti dikutip TV Egynews.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, namun para ekstremis yang berafiliasi dengan kelompok teroris takfiri ISIS menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah serangan mematikan yang terjadi sebelumnya di provinsi ini.

Mereka biasanya menyerang pasukan keamanan dan gereja Kristen, namun kali ini sangat mengejutkan karena menyasar sebuah sebuah masjid yang terkait dengan kelompok sufi.

Saksi mata mengatakan, puluhan orang bersenjata masuk ke halaman mesjid dengan menggunakan mobil off-road dan membom masjid kemudian melepaskan tembakan ke arah para jamaah saat mereka mencoba melarikan diri.

Penyerang membakar kendaraan yang diparkir di sekitarnya untuk memblokir akses ke masjid.

“Mereka menembaki orang-orang saat mereka meninggalkan masjid. Mereka juga menembaki mobil-mobil ambulan,” kata seorang penduduk setempat yang memiliki kerabat di sana kepada kantor berita Reuters.

Militer Mesir Jumat malam melaporkan bahwa angkatan udara (AU) negara ini telah menghancurkan sejumlah “kendaraan yang digunakan dalam serangan” terhadap masjid tersebut . Selain itu, AU juga dilaporkan telah menggempur “beberapa tempat konsentrasi teroris yang mengandung senjata dan amunisi milik para takfiri.” (bbc/rayalyoum)

Terjadi Perubahan Khatib Masjidil Haram, Demi Israel?

Hari demi hari semakin terlihat adanya kebijakan baru di Kerajaan Arab Saudi di era kekuasaan de facto Putera Mahkota Mohammad Bin Salman. Kebijakan baru ini rupanya juga menjamah ranah keagamaan, terutama penentuan khatib Jumat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Syeikh Al-Sudais adalah khatib Masjidil Haram. Dari mimbar yang paling termasyhur di dunia ini secara terbuka dia masuk ke ranah politik dengan menjadi corong untuk berbagai peristiwa di Suriah, Yaman, Palestina dan lain-lain yang menjadi isu panas di tengah umat Islam.

Dia bahkan tak jarang membuat jemaah menangis tersedu dengan cara memanjatkan doa buruk untuk Presiden Suriah Bashar Al-Assad, sekaligus untuk kaum Yahudi dan Zionis yang menduduki negeri Palestina.

Anehnya,  Syeikh Al-Sudais yang sangat berpengaruh ini tiba-tiba menghilang dari mimbar itu sejak lebih dari dua bulan. Syeikh yang menjabat kepala urusan umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (Haramain) ini terakhir berkhutbah pada tanggal 15 September 2017, dan seperti biasa, saat itu dia juga berdoa buruk untuk kaum Yahudi sembari menyebut mereka sebagai Zionis agresor.

Hal yang sama juga dialami oleh Syeikh Saud Al-Shuraim. Dia tidak lagi berkhutbah bahkan sejak 21 Juli 2017, dan dia juga merupakan orang yang rajin berdoa buruk secara blak-blakan untuk kaum Yahudi penjajah Palestina.

Sekarang orang yang tampil sebagai khatib Jumat adalah Syeikh Usamah Khayyath, sosok yang hanya berceramah mendorong jemaah untuk bertakwa dan saling tolong menolong dalam kebaikan tanpa menyinggung urusan politik sama sekali.

Sebelum Syeikh Khayyat, khatib yang juga tampil seperti dia adalah Syeikh Soleh Bin Humaid.

Apa sebenarnya di balik menghilangnya Syeikh Al-Sudais dan Syeikh Al-Shuraim? Mengapa khatib yang tampil sekarang adalah orang-orang yang tak berurusan dengan isu politik, entah karena memang menghendaki demikian atau karena terpaksa?

Bisa jadi, perkembangan ini terjadi sebagai penyesuaian penunjukan para khatib Haramain dengan proses pendekatan  Arab Saudi dengan Israel yang belakangan ini dilakukan secara terbuka setelah sekian lama tertutup dan dirahasiakan.  (rayalyoum)

Assad Pulang Dari Rusia Ke Suriah Diduga Melintasi Zona Udara Turki

Berbagai media Turki belakangan ramai membicarakan dugaan bahwa Presiden Suriah Bashar Al-Assad yang belum lama ini telah mengadakan kunjungan mendadak ke kota Sochi, Rusia, dan berjumpa dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, telah pulang dari kota ini Selasa (21/10/2017) dengan menggunakan pesawat Rusia dan melintasi zona udara Turki.

Surat kabar Aydinlik milik oposisi Turki menyebutkan bahwa Ankara semula melarang pesawat milik Kemhan Rusia melintasi zona udara Turki untuk masuk ke Suriah, tapi pada Senin lalu untuk pertama dalam empat tahun terakhir pesawat militer Rusia  melintas di udara Turki menuju Suriah.

Surat kabar ini mempertanyakan apakan Bashar Al-Assad ada dalam pesawat itu, terutama karena kabar pertemuan Al-Assad dengan Putih tersiar segera setelah melintasnya pesawat militer Rusia di wilayah udara itu.

TV Fox Turki menyatakan tidak tertutup kemungkinan keberadaan Al-Assad dalam pesawat tersebut, sementara sumber-sumber diplomatik hanya mengatakan bahwa pesawat itu telah mendapat izin dari otoritas Turki. (rayalyoum)

Presiden Lebanon: Ada Yang Berusaha Mengobarkan Krisis Di Lebanon Tapi Gagal

Presiden Lebanon Michel Aoun menegaskan bahwa negaranya telah melewati babak krisis pemerintahan melalui upaya diplomatik, berhasil membentengi persatuan dalam negeri, dan tak ada krisis yang tak dapat diselesaikan.

“Sekarang ada yang berusaha mengubah masalah ini menjadi krisis politik, tapi saya pastikan kepada semua orang keharusan untuk tidak takut, karena bersama kami tidak akan ada krisis yang tak dapat diselesaikan, mengingat dalam penyelesaian terdapat kemaslahatan Lebanon,” ungkapnya, Jumat (24/11/2017).

Dia mengatakan, “Dalam beberapa hari terakhir ini Lebanon telah melewati krisis pemerintahan yang dialaminya,  dan dalam waktu singkat kami dapat membentengi persatuan internal kami, dan mengatasi krisis ini dengan upaya diplomatik yang besar.”

Mengenai peringatan HUT kemerdekaan Lebanon pada 22 November dia menuturkan, “Perayaan hari kemerdekaan tahun ini benar-benar merupakan perayaan dan dirasakan oleh seluruh orang Lebanon. Keputusan kami 100% bebas, dan kami berhasil menerapkannya. Siapapun tak dapat mempengaruhi kami dengan apa yang mengancam kemerdekaan dan kedaulatan kami, karena kedua hal ini menjamin kemaslahatan Lebanon. Maka yakinlah bahwa kita sungguh telah memiliki negara yang bergaul dengan negara-negara lain dalam konteks perundingan dan musyawarah, bukan dalam rangka menunduk dan merunduk.”

Seperti diketahui, krisis politik sempat menyelimuti Lebanon setelah Saad Hariri tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan perdana menteri negara ini. Parahnya, pengumuman itu dia nyatakan di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dan dengan dalih bahwa keamanan dirinya di Lebanon terancam bahaya sembari menyalahkan Iran dan Hizbullah.

Presiden Aoun menolak pengunduran diri ini karena menilainya bermotif sesuatu yang mencurigakan. Dia menengarai adanya tekanan Saudi terhadap Hariri.

Hariri kemudian pulang ke Lebanon setelah lebih dari dua minggu berada di luar negeri. Tiba di Lebanon, dia menyatakan menangguhkan pengunduran dirinya dengan alasan demi memenuhi imbauan Aoun untuk berunding dan mendiskusikan lebih jauh mengenai sebab dan latar belakang penguduran diri itu. (rayalyoum)