Rangkuman Berita Timteng Sabtu 2 September 2017

iabadah hajiJakarta, ICMES: Pemerintah Arab Saudi, Jumat (1/9/2017), mengumumkan bahwa pelaksanaan manasik haji di kota suci Mekkah al-Mukarromah tahun ini berlangsung tanpa  insiden yang berarti.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura menyatakan bahwa kelompok teroris ISIS sudah mendekati kekalahan di markas terakhirnya di Suriah sehingga menjadi awal dari proses berakhirnya perang  Suriah.

Pasukan Irak menyatakan mulai bersiap-siap melancarkan operasi militer penumpasan kelompok teroris takfiri ISIS di distrik Hawijah di bagian barat provinsi Kirkuk yang tercatat sebagai markas terakhir ISIS di bagian utara Negeri 1001 Malam.

Pasukan Arab Suriah (SAA) berhasil menguasai kota kecil Uqairabat di bagian timur provinsi Hama melalui pertempuran yang menjatuhkan sejumlah korban tewas dan luka di pihak musuhnya, kelompok teroris takfiri ISIS.

Berita selengkapnya;

Saudi Umumkan Ibadah Haji Tahun Ini Sukses Tanpa Insiden Keamanan

Pemerintah Arab Saudi, Jumat (1/9/2017), mengumumkan bahwa pelaksanaan manasik haji di kota suci Mekkah al-Mukarromah tahun ini berlangsung tanpa  insiden yang berarti di bidang keamanan, lalu lintas, dan kesehatan, meskipun jumlah jemaah haji mencapai lebih dari dua juta di Masy’ar Mina dua tahun pasca tragedi desakan pada 2015.

Ritual lempar jumrah Aqabah Kubro yang merupakan simbol penolakan terhadap syaitan dimulai sejak fajar menyingsing Jumat kemarin. Pada tahap inilah pada tahun 2015 terjadi insiden desakan hingga menggugurkan lebih dari 2,300 jemaah haji.

Data resmi Saudi mencatat jumlah jemaah haji mencapai sekira 2,35 juta orang yang 1,75 juta di antaranya datang dari luar negeri.

Jubir keamanan Kemlu Saudi, Mayjen Mansour al-Turki, kepada wartawan di Mina telah menyinggung “Kesuksesan rencana-rencana hari Arafah dan perjalanan ke Muzdalifah hingga puncak konsentrasi jemaah haji ke Masy’ar Mina dan dimulainya pelemparan Jumrah Aqabah dan pelaksanaan tawaf ifadah.”

Kepala Sektor Pengarahan dan Informasi Keamanan Umum Kol. Sami al-Suwairakh juga menyebutkan “keberhasil langkah-langkah persiapan yang  telah dipertimbangkan sejak dini.”

Sistem keamanan ibadah haji tahun diterapkan dengan menyiagakan lebih dari 100,000 personil keamanan dan pengoperasian 1000 kamera di semua tahap pelaksanaan manasik haji.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi Mash’al al-Rubaian mengatakan bahwa musim haji tahun ini terhindar dari penyakit dan wabah. Menurutnya, jumlah jemaah relatif minim yang mengalami gangguan akibat terik matahari dan ditangani oleh tim-tim kesehatan pada hari Kamis lalu. (rayalyoum)

Utusan PBB Menilai Perang Suriah Dekati Batas Akhir

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura menyatakan bahwa kelompok teroris ISIS sudah mendekati kekalahan di markas terakhirnya di Suriah sehingga menjadi awal dari proses berakhirnya perang  Suriah, namun dia mengingatkan dampak tidak adanya solusi politik di negara ini.

Kepada Radio BBC, Jumat (1/9/2017), dia mengatakan, “Menurut saya, apa yang kami lihat adalah awal dari proses berakhirnya perang ini. Apa yang perlu kita jamin ialah bahwa ini juga merupakan awal perdamain, dan inilah tantangan yang mengemuka dewasa ini.”

Dia menyebutkan tiga nama provinsi Suriah yang hingga kini masih belum stabil, yaitu Raqqa, Deir Ezzor, dan Idlib , namun dia berharap ISIS di markas-markas terakhirnya akan kalah dalam beberapa pekan mendatang.

Dia menduga kuat bahwa tentara Suriah dan sekutunya akan dapat membebaskan provinsi Deir Ezzor pada akhir September mendatang atau paling lambat awal Oktober mendatang, sedangkan Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat akan dapat merebut kembali Raqqa pada akhir Oktober mendatang.

Mengenai Idlib, dia menyebut kawasan ini masih “penuh dengan anasir Jabhat al-Nusra yang merupakan organisasi al-Qaidah itu sendiri.”

Dia mengingatkan resiko kemunculan kembali kelompok-kelompok bersenjata di Suriah sebagaimana terjadi di Irak apabila tidak ada proses politik yang bermuara pada pembentukan pemerintahan yang inklusif di Suriah. (rayalyoum)

Usai Bebaskan Tal Afar, Pasukan Bersiap Gempur ISIS Di Distrik Hawija

Pasukan Irak menyatakan mulai bersiap-siap melancarkan operasi militer penumpasan kelompok teroris takfiri ISIS di distrik Hawijah di bagian barat provinsi Kirkuk yang tercatat sebagai markas terakhir ISIS di bagian utara Negeri 1001 Malam, setelah Kamis lalu (31/8/2017) mengumumkan keberhasilan mereka membebaskan kota Tal Afar dari pendudukan ISIS.

Pasukan Operasi Gabungan Irak dalam statemennya, Jumat (1/9/2017), menyatakan, “Setelah menuntaskan misinya dalam operasi bersandi ‘Qadimun, Ya Tal Afar’ (Kami Datang, Wahai Tal Afar) dan mencetak kemenangan sepenuhnya, (kini) terdapat konvoi pasukan operasi perang urat saraf di lapangan menuju kawasan Hawija sebagai awal pasukan yang bergerak ke sana.”

Wakil Juru bicara pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi Ahmad al-Asadi mengatakan kepada AFP, “Operasi pembebasan Hawija akan dilancarkan setelah hari raya (Idul Adha), dan mungkin beberapa hari setelahnya.”

Dia menambahkan, “Sel perang urat saraf sudah mulai menebar selebaran di Hawija dan bergerak menuju kawasan-kawasan operasi, dan ini berarti persiapan sudah dimulai untuk pembebasan Hawija.”

Mengenai pasukan gabungan, dia menyebutkan jumlahnya di Hawija bisa jadi akan lebih besar karena kawasan yang akan dibebaskan lebih luas, yaitu sekira 9000 kilometer persegi, dan pasukan ini akan memutuskan soal berpartisipasi atau tidaknya pasukan Kurdi Peshmerga dalam operasi pembebasan Hawijah.

Pasukan Peshmerga tersebar di banyak bagian provinsi Kirkuk yang dipertikaikan oleh pemerintah pusat Baghdad dan pemerintahan otonomi Kurdistan, dan belakangan Peshmerga menyatakan mendukung referendum kontroversial mengenai kemerdekaan wilayah otonomi Kurdistan yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada 25 September mendatang.

Pesawat udara Irak telah menyebar ribuan selebaran dari angkasa Hawijah berisikan imbauan kepada penduduk setempat agar menjauhi tempat-tempat konsentrasi ISIS karena akan menjadi sasaran serangan udara, dan dalam hal ini selanjutnya pasukan Irak akan menetapkan jalur-jalur aman bagi keluarnya penduduk.

Dalam selebaran yang ditulisi semboyan “Hawijah, Kemenangan Kami Selanjutnya,” dan “Kami Datang, Wahai Hawijah,’ itu pasukan Irak juga menyerukan kepada para teroris agar “meletakkan senjata dan menyerah jika tidak ingin mati.” (rayalyoum)

Tentara Suriah Kuasai Kota Uqairabat

Pasukan Arab Suriah (SAA) berhasil menguasai kota kecil Uqairabat di bagian timur provinsi Hama melalui pertempuran yang menjatuhkan sejumlah korban tewas dan luka di pihak musuhnya, kelompok teroris takfiri ISIS, Jumat (1/9/2017).

Tentara Suriah juga terus menekan ISIS yang terkepung di bagian timur provinsi Hama dan Homs. Uqairabat sebelumnya merupakan basis ISIS di kawasan ini untuk menyerang posisi-posisi SAA di bagian timur Hama dan jalur Aleppo-Hama.

Sumber militer Suriah mengatakan, “Sekira 500 warga sipil telah kabur dari Uqairabat menuju Wadi al-Sayyid di kawasan Wadi al-Uzaib di barat laut Uqairabat yang masih dikuasai ISIS, tapi tujuan mereka adalah kawasan yang dikuasai tentara Suriah.”

Sumber ini menambahkan bahwa jumlah warga sipil yang masih berada di Uqairabat sekira 10,000 orang.

Sementara itu, pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat di hari yang sama mengakui bahwa selama bulan Juli lalu sebanyak 61 warga sipil terbunuh akibat serangan udara dan artileri pasukan ini di Irak dan Suriah.

Koalisi internasional juga menyatakan sebanyak 685 warga sipil tewas akibat serangan pasukan ini di Suriah dan Irak sejak 2014.

Di pihak lain, berbagai lembaga peduli HAM sebelumnya melaporkan bahwa jumlah warga sipil yang terbunuh akibat serangan koalisi internasional jauh lebih besar daripada jumlah yang diklaim pasukan ini. (alalam/rayalyoum)