Rangkuman Berita Timteng, Sabtu 13 Mei 2017

relawan irak al-hashdJakarta, ICMES: Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menyatakan operasi pembebasan kawasan al-Qairun telah menewaskan 50 ISIS serta membebaskan dan mengepung tujuh desa.

ISIS bertanggungjawab atas serangan teror yang menarget wakil ketua majelis tinggi parlemen Pakistan Abdul Ghafoor Haideri.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman al-Safadi menyebut Hizbullah Lebanon sebagai  “milisi sektarian mazhab” dan tidak menginginkan adanya milisi ini di wilayah perbatasan Yordania dengan Suriah.

Pakistan dilaporkan  akan mengirim satuan pasukan khususnya ke Yaman untuk ditempatkan di wilayah perbatasan antara Yaman dan Arab Saudi.

Berita selengkapnya;

Pasukan Relawan Irak Rebut 7 Desa Dari Tangan ISIS

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi dalam siaran persnya yang dirilis dini hari Sabtu (13/5/2017) menyatakan bahwa operasi pembebasan kawasan al-Qairun yang mulai digelar dini hari Jumat (12/5/2017) telah menewaskan 50 anggota kelompok teroris ISIS sampai tengah hari itu serta membebaskan dan mengepung tujuh desa.

Sumber-sumber militer Irak sebelumnya menyatakan pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi berhasil merebut tujuh desa di kawasan utara Irak dekat perbatasan Suriah  setelah melancarkan serangan masif pada Jumat dini hari (12/5/2017).

“Pasukan al-Hashd al-Shaabi yang didukung jet-jet tempur Irak berhasil membebaskan desa-desa Sadkhan, Sabaya Kharus, Abu Lihaf, Umm Kabirah, Umm Shababit, dan Tal Hajim,” ungkap Kapten Jobeir Hasan kepada kantor berita Turki, Anadolu.

Dia menjelaskan bahwa semua desa itu berada di sekitar kawasan al-Qairun, distrik Biaj, 120 km barat Mosul.

Dia menuturkan, “Gerak maju terjadi begitu cepat akibat sengitnya serangan udara yang dilancarkan jet-jet tempur Angkatan Udara (AU) Irak terhadap posisi-posisi ISIS, gudang-gudang senjata dan bom-bom mobil.”

Serangan terhadap ISIS tersebut dilakukan dalam operasi bersandi “Mohammad Rasulullah 2” dengan tujuan membebaskan distrik al-Qairun dan desa-desa sekitarnya serta kota al-Biaj dekat perbatasan Suriah.

Operasi ini dimulai sejak Kamis malam dengan mengerahkan beberapa brigade pasukan relawan dan dengan dukungan AU Irak.

Pertempuran berlangsung sengit ketika pasukan relawan berusaha merebut desa-desa, perbukitan, dan jalur-jalur utama transportasi.  Dan dengan keberhasilan ini dan selanjutnya pasukan relawan akan  menguasai bagian penting garis perbatasan Irak – Suriah.

Sementara itu, Lettu Nayef al-Zobeidi mengatakan bahwa ratusan orang warga terpaksa mengungsi dari desa-desa sekitar akibat sengitnya pertempuran.

Dia menyebutkan sekira 400 orang telah dievakuasi dari desa-desa kawasan al-Qairun menuju kawasan yang aman dari pertempuran.

Pasukan Irak memulai operasi militer besar-besaran untuk membasmi ISIS di Mosul sejak Oktober 2016. Pada Januari 2017 mereka berhasil membebaskan Mosul timur. Selanjutnya, sejak Februari lalu mereka memulai lagi operasi militer untuk membebaskan Mosul barat, dan sejauh ini sebagian besar wilayah ini sudah berhasil dibebaskan.

Para komandan militer Irak menyebutkan kawanan teroris  ISIS masih bercokol dan bertahan hanya  di sekira 30 persen wilayah Mosul barat. (rayalyoum/irna)

ISIS Bertanggungjawab Atas Teror Yang Menewaskan 25 Orang Di Pakistan

Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggungjawab atas serangan teror yang menarget wakil ketua majelis tinggi parlemen Pakistan Abdul Ghafoor Haideri, Jumat, (12/5/2017).

Melalui kantor beritanya, Amaq, ISIS menjelaskan bahwa serangan itu dilakukan oleh anggotanya yang mengenakan bom rompi.

Seperti telah dilaporkan LI, wakil ketua majelis tinggi parlemen Pakistan Abdul Ghafoor Haideri lolos dari upaya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pelaku serangan bom bunuh diri yang diarahkankan terhadap sebuah konvoi mobil di provinsi Balochistan, namun sedikitnya 25 orang tewas dan sekira 50 lainnya luka-luka.

Radio Pakistan melaporkan bahwa Haideri yang juga pemimpin senior partai Jamiat Ulema-e-Islam-Fazl (JUI-F) termasuk di antara puluhan korban luka dalam serangan di kota Mastung tersebut.

Pelaku menyerang segera setelah konvoi Haideri meninggalkan sebuah madrasah atau pesantren di Mastung, sekitar 70 km dari ibu kota provinsi Quetta.

Ledakan dahsyat itu merusak beberapa kendaraan konvoi. Haideri yang saat itu sedang kembali dari sebuah acara di madrasah segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Laporan media menggambarkan kondisinya stabil.

Pasukan paramiliter mengepung lokasi sekitar dan melancarkan operasi pencarian. Perdana Menteri Nawaz Sharif dan menteri dalam negeri Chaudhry Nisar Ali Khan mengecam serangan tersebut. (hindustantimes)

Yordania Sindir Hizbullah Dengan Sebutan “Milisi Sektarian Mazhab”

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman al-Safadi dalam pembicaraan via telefon dengan sejawatnya dari Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Yordania tidak menginginkan adanya “organisasi-organisasi teroris maupun milisi-milisi sektarian mazhab” di wilayah perbatasannya dengan Suriah.

Menurut Ray al-Youm, pernyataan ini mengacu pada kelompok-kelompok teroris yang kerap disebut “jihadis” serta milisi Hizbullah yang berbasis di Lebanon namun ikut berperang di Suriah melawan kelompok-kelompok tersebut.

Seperti disebutkan dalam statemen Kemlu Yordania yang dilansir oleh AFP, Jumat (12/5/2017), pada kesempatan itu al-Safadi menegaskan “pentingnya gencatan senjata di bagian selatan Suriah.” Dia kemudian mengatakan, “Yordania tidak menghendaki organisasi-organisasi teroris Wahabi maupun milisi-milisi sektarian mazhab di perbatasan utara yang yang keamanannya dijamin oleh pasukan gagah berani dan badan-badan keamanan kami.”

Statemen itu menyebutkan bahwa dalam percakapan telefon keduanya telah membahas “upaya yang dikerahkan untuk menghentikan pertempuran di semua wilayah Suriah sebagai satu langkah dasar menuju solusi politik yang diterima oleh rakyat Suriah dan menyudahi krisis di Suriah.”

Seperti diketahui,  perundingan di Astana, Kazakhstan, telah menghasilkan penandatangan nota kesefahaman Rusia, Iran dan Turki untuk mengadakan “zona de-eskalasi” di delapan provinsi yang menjadi tempat keberadaan kelompok-kelompok pemberontak.

Al-Safadi mengatakan, “Penghentian peperangan merupakan prioritas yang harus diupayakan terwujud secepatnya.” Dua juga menegaskan dukungan Yordania kepada “solusi yang ketetapannya dapat menjaga integritas, keutuhan, dan kemerdekaan Suriah, serta merespon cita-cita rakyat Suriah.”

Dalam dua pekan terakhir terjadi perang kata antara pemerintah Suriah dan pemerintah Yordania, terutama setelah Damaskus menuding Amman terlibat dalam agenda militer di wilayah selatan Suriah. Beberapa hari lalu Damaskus mengingatkan bahwa  Suriah akan mengerahkan segenap kekuatannya untuk melawan campurtangan militer Yordania di wilayah Suriah tanpa koordinasi dengan Damaskus.  Suriah dan Damaskus terpisah oleh garis perbatasan sepanjang 370 kilometer. (rayalyoum)

Pakistan Dikabarkan Akan Kirim Pasukan Khusus ke Yaman

Kantor berita Sputnik milik Rusia melaporkan bahwa Pakistan akan mengirim satuan pasukan khususnya ke Yaman untuk ditempatkan di wilayah perbatasan antara Yaman dan Arab Saudi.

Mengutip laporan lembaga pemberintaan Intelligence Online,Sputnik menyebutkan, “Rencananya, pasukan Pakistan akan menjaga perbatasan Arab Saudi –Yaman bersama pasukan garda nasional Saudi.”

Menurut Sputnik, pasukan khusus Pakistan itu tak ubahnya dengan dukungan kepada agresi Saudi terhadap Yaman.

Pada awal peristiwa agresi pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke Yaman, Pakistan berusaha untuk terseret ke lingkaran konflik, namun belakangan cenderung membuka diri untuk sedikit banyak ikut terlibat dalam krisis Yaman. Hal ini ditandai terutama dengan terpilihnya jenderal purn. Rahel Sharif, mantan kepala staf angkatan bersenjata Pakistan, sebagai komandan koalisi tersebut.  (irna)