Rangkuman Berita Timteng Sabtu 11 Mei 2018

menhan israel avigdor liebermanJakarta, ICMES: Menhan Israel Avigdor Lieberman meminta Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk Persia lainnya “keluar dari lobang” dan bergerak membantu Israel melawan “musuh bersama”, Iran.

Dua orang Palestina gugur ditembak pasukan Israel dalam aksi unjuk rasa di Jalur Jalur Gaza.

Ketua parlemen Lebanon Nabih Berri menilai Suriah telah berhasil menciptakan “keseimbangan dalam ketakutan” antara Suriah dan Israel.

Menhan Israel Avigdor Lieberman menyerukan kepada Presiden Suriah Bashar Assad agar “mengusir orang-orang Iran” dari Suriah.

Dubes Suriah untuk Cina, Imad Mustafa, membantah klaim Israel bahwa negara Zionis ilegal ini berhasil menghancurkan prasarana Iran di Suriah.

Berita selengkapnya;

Israel Minta Negara-Negara Arab Teluk “Keluar Dari Lobang” Membantu Hadapi Iran

Menhan Israel Avigdor Lieberman meminta Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk Persia lainnya “keluar dari lobang” dan bergerak membantu Israel melawan “musuh bersama”, Iran.

Sembari mengklaim bahwa serangan rudal Israel telah menghancurkan “seluruh infrastruktur Iran” di Suriah, Lieberman menakut-nakuti negara-negara Arab Teluk dengan klaimnya bahwa Iran melakukan pergerakan di dekat mereka, dan karena dia juga menyerukan kepada mereka supaya mengikuti pendirian keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Iran.

“Siapa yang mendukung keputusan Trump keluar dari perjanjian nuklir Iran dengan Iran? Israel, Saudi, dan negara-negara Teluk,” katanya, seperti dilansir harian Yedioth Ahronoth milik Israel, Jumat (11/5/2018).

Dia menambahkan, “Karena itu, saya kira sudah tiba saatnya bagi negara-negara moderat itu untuk keluar dari lobang dan mulai berbicara secara terbuka. Sebagaimana ada poros kejahatan, tiba pula saatnya di Timteng juga ada poros negara-negara moderat.”

Beberapa jam sebelum Trump mengumumkan keputusan keluar dari perjanjian nuklir Iran, militer Israel menyerukan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan rudal Iran atau milisi sekutunya di Suriah terhadap Israel dalam waktu dekat.

Tak lama setelah Trump mengumumkan keputusan itu Israel melancarkan rudal ke kawasan al-Kisweh, provinsi Damaskus, dengan sasaran yang diklaimnya sebagai posisi militer Iran.

Menlu Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifa di halaman Twitternya mendukung serangan Israel ke Suriah dengan menuliskan, “Adalah hak setiap negara manapun di kawasan ini, termasuk Israel, membela diri dengan menghancurkan sumber-sumber bahaya.”

Menteri Komunikasi Israel Ayoob Kara lantas memuji Bahrain dan menyebut cuitan Khalid itu sebagai  “dukungan historis” kepada Israel.  (rayalyoum)

Dua Lagi Orang Palestina Gugur Ditembak Pasukan Zionis Israel

Dua orang Palestina gugur ditembak pasukan Israel dalam aksi unjuk rasa di Jalur Jalur Gaza, Jumat (11/5/2018).

Jubir Departemen Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf al-Qudrah, dalam siaran persnya menyebutkan, “Telah gugur Jabr Salim Abu Mustafa, 40 tahun, ditembak di bagian dada oleh pasukan pendudukan Zionis di timur Khan Yunis (Jalur Gaza selatan) dan satu lagi pemuda dari Jabaliya.”

Dia menambahkan bahwa dalam peristiwa itu sebanyak 167 orang juga menderita luka dengan kondisi yang variatif dan tujuh di antaranya kritis.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa bentrokan antara massa Palestina dan pasukan Israel terjadi di berbagai kawasan di sepanjang pagar pembatas Jalur Gaza dan wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Aksi unjuk rasa berlangsung setiap hari Jumat sejak peringatan Hari Bumi Palestina pada 30 Maret lalu dan akan menemukan puncaknya pada pertengahan minggu depan. Dalam aksi itu mereka antara lain meneriakkan hak seluruh pengungsi Palestina untuk kembali ke kampung halaman mereka, termasuk di wilayah Palestina pendudukan 1948, dan mengutuk pemindahan Kedubes Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem).

Menurut data resmi, sebanyak 47 orang Palestina telah gugur syahid dan lebih dari 8000 lainnya menderita luka dalam aksi aksi yang sudah berjalan lebih dari dua bulan itu dan akan menemukan puncaknya pada15 Mei mendatang, dan ketika itu aksi tersebut akan genap 70 hari. (rayalyoum)

Berri: Ada “Keseimbangan Ketakutan” Antara Suriah Dan Israel

Ketua parlemen Lebanon Nabih Berri, Kamis (11/5/2018),  menilai Suriah telah berhasil menciptakan “keseimbangan dalam ketakutan” antara Suriah dan Israel, dan dalam hal ini serangan puluhan roket ke kawasan pendudukan Golan pada 10 Mei lalu merupakan “peringatan telak” dari Suriah terhadap Israel.

Berri menambahkan bahwa tidak kecil kemungkinan tentara Suriah juga akan menggempur wilayah pendudukan Palestina jika Israel mengulangi serangannya ke wilayah Suriah.

Mengenai kemungkinan pecahnya perang terbuka antara Israel dan Suriah, pemimpin gerakan Amal di Lebanon ini berpendapat bahwa Israel dengan wilayah geografisnya yang kecil tidak akan diuntungkan oleh perang terbuka yang akan berkepanjangan.

“Karena itu, Tel Aviv memilih taktik menyerang kawasan-kawasan strategis di Suriah kemudian pulang,” ujar Berri.

Politisi Lebanon yang bersekutu dengan kelompok pejuang Hizbullah ini menambahkan bahwa perang sedemikian rupa juga akan sangat merugikan kepentingan Amerika Serikat (AS) di Suriah, dan jika itu terjadi maka orang-orang AS sendiri yang ada di Suriah juga akan sulit meramalkan perkembangannya. (rt)

Datangi Golan, Menhan Israel Minta Assad “Usir Qasem Soleimani” Dari Suriah

Di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel di Suriah, Menhan Israel Avigdor Lieberman dalam inspeksinya ke wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan milik Suriah menyerukan kepada Presiden Suriah Bashar Assad agar “mengusir orang-orang Iran” dari Suriah.

“Saya menggunakan kesempatan kunjungan saya ke Golan hari ini untuk menyerukan kepada Assad agar mengusir orang-orang Iran, mengusir Qasem Suleimani dan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) dari Suriah,” tegasnya.

Qasem Soleimani adalah seorang jenderal Iran yang menjadi komandan Pasukan Quds IRGC, sedangkan Pasukan Quds sendiri adalah pasukan IRGC yang menjalankan misi-misi khusus di luar wilayah Iran.

“Orang-orang Iran telah membantu Anda, tapi keberadaan mereka berbahaya, mengganggu, dan tidak akan mendatangkan apa-apa bagi Anda kecuali kehancuran dan problematika,” lanjutnya.

Dia mengingatkan, “Saya tidak yakin bahwa segala sesuatu yang sudah berakhir sampai sekarang. Kami akan terus memantau situasi dengan cermat, dan kami bekerja dengan penuh tanggungjawab dan berdasar keputusan.”

Menanggapi pernyataan Presiden Iran Hassan Rouhani bahwa negaranya tidak menghendaki “eskalasi baru” di Timteng, Lieberman mengatakan, “Ini merupakan pesan penting yang saya harap bisa menjadi kenyataan. Kami tidak mendatangi perbatasan mereka, merekalah yang mendatangi kami.” (arabi21/alarabiya)

Dubes Suriah Bantah Klaim Israel Berhasil Menghancurkan Fasilitas Iran di Suriah

Dubes Suriah untuk Cina, Imad Mustafa, membantah klaim Israel bahwa negara Zionis ilegal ini berhasil menghancurkan prasarana Iran di Suriah. Dia juga memastikan bahwa Suriah tidak akan ragu membalas serangan Israel.

Kamis dini hari lalu Israel melancarkan serangan mortir ke kota al-Baath di bagian utara provinsi Quneitra, Suriah. Serangan ini kemudian dibalas dengan puluhan rudal dari arah Suriah ke posisi-posisi militer Israel di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan, dan Israel lantas melancarkan serangan rudal ke berbagai posisi di Suriah.

“Suriah terus memperkuat sistem pertahanan udaranya, dan akan berusaha mencegat setiap rudal yang ditembakkan oleh Israel, dan menyasar setiap pesawat udara Israel yang melanggar zona udara Suriah. Suriah berhak membela diri dan meminta pertanggungjawaban pihak agresor sehingga tidak akan ragu membalas serangan ke posisi-posisi Israel, ” ujar Mustafa, Jumat (11/5/2018).

Mengenai klaim Israel bahwa pihaknya dapat menghancurkan insfrastruktur Iran di Suriah, dia mengatakan, “Israel sama sekali tidak berdasar ketika mengklaim dapat menyasar fasilitas Iran di Suriah. Klaim demikian dimaksudkan Israel untuk menciptakan kesan bahwa serangan ke Suriah merupakan upaya untuk mengendalikan Iran, dan dengan demikian ia akan mendapat dukungan dari AS dan Saudi.”

Kemhan Rusia menyatakan sebanyak 27 unit jet tempur Israel, termasuk F-15 dan F-16, telah menembakkan 60 rudal ke berbagai wilayah di Suriah. Militer Suriah mengaku berhasil menjatuhkan lebih dari separuh rudal Israel tersebut. (fna)