Rangkuman Berita Timteng Sabtu 10 Februari 2018

kehancuran di yamanJakarta, ICMES: Memburuknya situasi Yaman telah membuat sekira 85.000 orang terpaksa mengungsi dalam 10 minggu terakhir.

Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa sekira separuh warga Israel menghendaki pengusiran atau pemindahan orang Arab keluar wilayah Israel alias Palestina pendudukan 1948.

 Tentara Suriah dan sekutunya telah membebaskan semua kawasan  kantung pemberontak dan teroris yang membentang  dari tenggara Khanasir ke barat  Sinjar, provinsi Aleppo, hingga utara Al-Saan, provinsi Hama.

Satu warga Palestina gugur dan satu lainnya terluka dalam  kontak senjata di kamp pengungsi Palestina Ain Hilweh di Lebanon selatan.

Selengkapnya:

PBB: 10 Minggu Eskalasi Kekerasan 85,000 Orang Yaman Mengungsi

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinannya secara mendalam atas eskalasi kekerasan di Yaman, dan mengingatkan bahwa memburuknya situasi telah membuat sekira 85.000 orang terpaksa pergi meninggalkan kampung halaman mereka dalam 10 minggu terakhir.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Jumat (9/2/2018), menjelaskan lebih dari 70 persen orang yang mengungsi sejak Desember 2017 berhasil lolos dari area pertempuran milisi  Ansarullah (Houthi)di satu pihak dan milisi dukungan Arab Saudi, yaitu loyalis presiden tersingkir Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, di provinsi pesisir barat Hudaydah dan Taiz.

UNHCR mengingatkan bahwa warga yang kehilangan tempat tinggal dan terperangkap di dekat kawasan  pertempuran di kedua provinsi tersebut berada dalam kondisi mengenaskan.

“Mereka yang mengungsi di provinsi Hudaydah dan Taiz sebagian besar masih ditampung oleh saudara atau teman, terjebak di dalam rumah atau di gua, sementara bentrokan darat, pemboman udara, dan kemarahan penembak jitu ada di sekitar mereka,” ungkap jubir UNHCR Cecile Pouilly kepada wartawan di Jenewa, Swiss.

Dia mencatat bahwa PBB menyaksikan peningkatan pengungsian baru dari daerah-daerah lain di Yaman, termasuk provinsi utara al-Jawf dan Hajjah, serta provinsi Shabwa timur yang kaya minyak.

“Kebutuhan utama masyarakat pengungsi dan penduduk yang terkena dampak konflik terus mendapat akses ke tempat tinggal, kesehatan, makanan dan air dan sanitasi,” kata Pouilly.

Dia mengingatkan bahwa Yaman “mengalami lonjakan kebutuhan akibat konflik yang sedang berlangsung, ekonomi yang ambruk dan berkurangnya layanan sosial dan mata pencaharian.”

PBB bulan lalu menyerukan penyediaan dana sebesar hampir  3 miliar USD untuk mengatasi kelaparan yang akan terjadi serta wabah kolera dan difteri di Yaman tahun ini.

Sedikitnya 13.600 orang terbunuh dan sebagian besar infrastruktur, termasuk rumah sakit, sekolah dan pabrik di Yaman hancur sejak Arab Saudi dan sekutunya memulai serangan udara ke Yaman pada tahun 2015.

Memburuknya kondisi akibat serangan Saudi dan sekutunya juga telah memicu epidemi kolera yang mematikan di Yaman.  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat wabah kolera telah membunuh 2.167 orang sejak akhir April 2017, sementara  jumlah orang yang terduga terinfeksi mencapai 841.906 orang. (presstv)

Setengah Warga Israel Dukung Pembersihan Etnis Arab

Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa sekira separuh warga Israel menghendaki pengusiran atau pemindahan orang Arab keluar wilayah Israel alias Palestina pendudukan 1948.

Menurut hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Pusat Riset Pew dan dilansir oleh koran The Independent, Inggris, tersebut,  satu di antara lima responden dewasa “sangat menyetujui” pembersihan etnis dengan beberapa penjelasan.

Dilaporkan bahwa 48% responden Yahudi Israel berkeyakinan bahwa warga Arab harus dikeluarkan dari Israel, namun responden lain dengan jumlah yang setara menolak keinginan ini.

Para pelaksana jajak pendapat menyebutkan bahwa identitas keagamaan berpengaruh pada pendapat warga Yahudi mengenai pengusiran warga Arab, namun dari jajak pendapat ini diketahui bahwa meskipun faktor ini dan faktor-faktor demografis lain dipertimbangkan, pendapat warga Yahudi mengenai pengusiran warga Arab terkait erat dengan ideologi politik mereka.

The Independent mengutip pernyataan Presiden Israel Reuven Rivlin bahwa bahwa hasil jajak pendapat itu merupakan seruan untuk kebangkitan masyarakat internasional.  Dia juga mengatakan, “Mengejutkan, kita melihat kesenjangan dalam pemikiran masyarakat, antara ide Israel sebagai negara Yahudi dan sebagai negara demokrasi.” (alalam)

Tentara Suriah Dekati Kota Idlib Sejarak 33 Kilometer

Tentara Suriah dan sekutunya telah membebaskan semua kawasan  kantung pemberontak dan teroris yang membentang  dari tenggara Khanasir ke barat  Sinjar, provinsi Aleppo, hingga utara Al-Saan, provinsi Hama.

Reporter TV Alalam yang berbasis di Iran, Jumat (9/2/2018), melaporkan bahwa mereka berhasil membebaskan kantung terakhir -yang sudah lama terkepung di kawasan seluas lebih dari 1,100 kilometer persegi- setelah bertempur selama lima hari terakhir dengan kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS, yang tersebar di kawasan tersebut.

Kawanan teroris ISIS memilih kabur ke kantung terbuka di bagian tenggara Idlib seluas lebih 229 kilometer persegi.

Dengan keberhasilan ini tentara Suriahdan sekutunya kini sudah berada di kawasan yang berjarak hanya sekira 33 kilometer dari kota Idblib.

Laporan lain menyebutkan bahwa ISIS menderita korban jiwa dan materi dalam jumlah besar sehari setelah tentara Suriah menguasai semua desa di kawasan kantung yang terkepung di tenggara provinsi Idlib.

Channel Directorate4 yang membidangi liputan perkembangan situasi di kawasan konflik melaporkan bahwa kawanan bersenjata berusaha memecah kepungan dengan menyerang kawasan yang dikuasai kelompok Hayat Tahrir Sham alias Jabhat Al-Nusra, cabang Al-Qaeda di Suriah. (alalam/rayayoum)

Kontak Senjata Di Lebanon, Satu Warga Palestina Terbunuh

Satu warga Palestina gugur dan satu lainnya terluka dalam  kontak senjata di kamp pengungsi Palestina Ain Hilweh di Lebanon selatan, Jumat (9/2/2018).

Sumber keamanan di Ain Hilweh mengatakan telah terjadi kontak senjata menggunakan senapan otomatis dan mortir antara militan Islam yang tak terhubung dengan organisasi apapun di satu pihak dan kelompok Fatah di pihak lain di kamp tersebut.

Insiden kekerasan ini menyebabkan satu warga Palestina bernama Abdulrahim Bassam Al-Maqdah terbunuh ketika berada di dekat rumahnya, beberapa lainnya terluka, sejumlah rumah, mobil, dan tokoh rusak berat, dan satu generator listrik terbakar.

Sumber anonim itu menjelaskan bahwa situasi keamanan memburuk setelah seorang pria bertopeng yang ditemani oleh seorang Palestina bernama Mohammad Hamad yang sama-sama ekstremis berusaha membunuh dengan melepaskan ke arah seorang anggota Fatah, Mohammad Al-Mubdi.

Kontak senjata berlangsung selama beberapa jam sebelum kemudian keadaan mereda setelah ada komunikasi antara para petinggi faksi-faksi Palestina untuk meredakan kontak senjata dan mencegah terulangnya kembali.

Usai kejadian ini tentara Lebanon menerapkan sistem keamanan ketat di dalam kamp Ain Hilweh.

Kamp pengungsi Ain Hilweh merupakan salah satu kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon dan dihuni oleh lebih dari 80,000 pengungsi Palestina. Di sana juga terdapat faksi-faksi bersenjata Palestina, termasuk Fatah, kelompok-kelompok kiri dan sejumlah kelompok Islamis Palestina.

Pasca insiden kontak senjata tersebut kelompok-kelompok Palestina membentuk sebuah pasukan penjaga keamanan di dalam wilayah Ain Hilweh, sementara tentara Lebanon menjaganya dari luar melalui pos-pos keamanan pada gerbang-gerbangnya. (rayalyoum)